Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kalatidha” as Want to Read:
Kalatidha
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kalatidha

3.3  ·  Rating details ·  243 Ratings  ·  34 Reviews
Seorang pembobol bank masuk penjara, dan membaca kembali kliping koran-koran Indonesia dari tahun 1965. Namun ia sendiri hidup dalam berbagai dunia, yang tidak selalu bisa dipisahkannya, karena memang hadir begitu nyata. Dari mistik sampai politik, dari cinta sampai bencana, dari yang masuk akal sampai yang gila ...

Kalatidha = Zaman Rusak
Paperback, 234 pages
Published January 2007 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kalatidha, please sign up.

Be the first to ask a question about Kalatidha

Community Reviews

(showing 1-10)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Ardita
Apr 09, 2008 rated it it was ok
Shelves: indonesian
Dalam "Jazz, Parfum dan Presiden" SGA kira-kira menulis, "jika jurnalisme bungkam, sastra bicara.." (maaf kalo salah kutip).

Nampaknya, karya SGA makin dekat dengan urusan "cara pengungkapan" dan "penggunaan bahasa", tapi dengan misi tertentu. Dalam buku ini, misinya seputar 1965.

Namun, cara SGA mengorganisasi tulisannya tidak sebaik "Misteri Kota Ningi" yang dimuat di "Jazz, Parfum dan Presiden". "Ningi" bercerita tentang pembantaian di kuburan Santa Cruz, Dili, Timor Timur.
Teguh Affandi
Apr 15, 2014 rated it really liked it
Pembukaan novel ini bercerita agak menyeramkan. Tokoh aku yang begitu dekat dengan kabut dan hutan bambu dekat rumahnya. (entah mengapa hutan bambu, imajinasiku berkembang pada adegan Dewi Kwan Im yang ngasih titah pada biksu Tomsamcong di hutam bambu). Di hutan bambu itu ada 12 kuburan, 11 kuburan tentara jepang dan 1 kuburan anak-anak. Dan muncul suara-suara yang terus saja memanggil-manggil hendak meminta sesuatu...Yang ternyata permintaan itu berhenti ketika si 'aku' tanpa sengaja membunuh k ...more
Endah
Oct 06, 2008 rated it liked it
Peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan sebutan G 30 S – kini lebih sering ditulis tanpa PKI, sebab keterlibatannya masih perlu pembuktian – telah tercatat dalam perjalanan bangsa ini sebagai sejarah yang penuh luka. Masih begitu banyak misteri yang belum benar-benar terungkap di baliknya. Namun, yang jelas peristiwa tersebut memakan banyak korban jiwa anak bangsa yang mungkin tak terlibat sama sekali.

Barangkali berpuluh buku telah ditulis – fiksi dan non fiksi – ihwal insiden
...more
cindy
Aug 24, 2012 rated it liked it
Begitulah resminya aku bersalah, tetapi sesungguhnya aku merasa mendapat berkah.
Dunia di luar memang jauh lebih mengerikan karena para penjahat dari jiwa yang tergelap dan hati yang terdingin berkeliaran bebas dalam jubah kesucian mereka yang menyilaukan.



Membaca Kalatidha seperti membaca sebuah kolase dalam kolase, kumpulan kliping koran tahun '65 yang dibalut dalam kisah kelabu ingatan seorang dalam penjara. Si tukang kibul ini, saat tubuhnya berada dalam kungkungan sel, pikirannya bebas menemb
...more
Phelphel
Jul 09, 2008 rated it liked it
Seno seperti kehabisan nafas dalam menulis novel.

membaca novel Seno seperti membaca kepingan-kepingan cerita pendek yang dirangkaikan. ada lebih dari dua cerita yang sengaja disuperimposisikan. kesemua cerita itu sepertinya tidak berhubungan tetapi tetap berhubungan. masing-masing tokoh (sang tokoh utama dengan harta berupa kliping berita milik kakak perempuannya) akhirnya bertemu gadis keturunan cina korban penyiksaan di dunia cahaya. dunia dimana setiap makhluk tertampil sebagai cahaya.

lalu a
...more
Anggraeni Purfita Sari
Buku pertama Seno yang saya beri bintang 2.
Agak sedih memang karena jujur, saya mengagumi kebanyakan karya Seno. Sayang, sepertinya buku ini menjadi perkecualian. Kecuali pilihan diksi yang memikat ala Seno, dan juga Catatan Joni Gila-nya yang menghibur, buku ini nyaris seperti gabungan beberapa cerpen yang dipaksakan menjadi satu novel yang utuh sehingga banyak bagian yang agak nggak nyambung dan membingungkan. Bagian Negeri Cahaya misalnya, menurut saya useless dan tidak nyambung, malah lebih
...more
Wikupedia
belum selsai di baca, jadi belum bisa ngasih rating...
tapi ntuk sementara buku ini memang butuh konsen yang cukup lumayan dalam membacanya...
memadukan dua tema ceritera utama, tentang kebusukan politik serta dunia awang-awang yang surealis khas seno...
yang paling saya tunggu justru tidak ada di novel ini...yaitu kata pengantar...
seno selalu menyenangkan jika menulis kata pengantar, maka novel ini sebetulnya akan lebih menarik jika seno menulis sebuah kata pengantar..mungkin menungu cetakan kedua
...more
Wildan
Mar 31, 2012 rated it really liked it
Kalatidha = zaman rusak

Sebuah syair karangan Raden Ngabehi Rangga Warsita yang ditulis kurang lebih pada tahun 1860 Masehi.

Menyaksikan zaman gila,
serba susah dalam bertindak,
ikut gila tidak akan tahan,
tapi kalau tidak mengikuti (gila),
bagaimana akan mendapatkan bagian,
kelaparan pada akhirnya,
namun telah menjadi kehendak Allah,
sebahagia-bahagianya orang yang lalai,
akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada.

Membaca novel ini kita seperti disuguhi gambaran dari syair tersebut. Di tilik d
...more
Ribut Achwandi
Dec 24, 2008 rated it it was amazing
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
an
Sep 12, 2013 rated it it was ok
Shelves: novel, punya
rhe memang belum pernah baca tulisan SGA. tapi yang terasa cdari cerita ini adalah, tokoh yang loncat-loncat, penceritaan yang loncat-loncat, menikmati na yang sambil loncat-loncat. penulis na seakan tidak mau mabil alur pembaca umum dan membawa pembaca na ke dunia imajinasi baru. disuguhi cerita atau dihadapkan muslihat.

hanya saja penulis na juga seakan loncat-loncat, bukan girang tapi loncat-loncat congkak dengan tulisan na

-18 '13-
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Olenka
  • Orang-orang Proyek
  • Ripin: Cerpen KOMPAS Pilihan 2005-2006
  • Smokol: Cerpen KOMPAS Pilihan 2008
  • Tanah Tabu
  • Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
  • Canting
  • Mereka Yang Dilumpuhkan
  • Larung
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Kekasihku
  • Pistol Perdamaian: Cerpen Pilihan Kompas 1996
  • Setangkai Melati di Sayap Jibril
  • Anak Perawan di Sarang Penyamun
  • Kumpulan Budak Setan
  • Salah Asuhan
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
512651
Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic. He writes short stories, novel, even comic book.

He has won numerous national and regional awards as a short-story writer. Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta-Jakarta. His piece in this issue is an excerpt from his novel "Jazz, Parfum dan Insiden", published by Yayasan Benta
...more
More about Seno Gumira Ajidarma...

No trivia or quizzes yet. Add some now »