Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Cinta Tak Pernah Tepat Waktu” as Want to Read:
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

3.73  ·  Rating details ·  388 Ratings  ·  81 Reviews

Paperback, 2005, 319 pages
Published 2005 by Orakel
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, please sign up.

Be the first to ask a question about Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Thesunan
Jun 17, 2010 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Recommends it for: semua orang yg tidak prima
Peringatan :This review has been restricted to several readers because it contains curcol

Bagi yg mengharapkan hasil review dari seorang reviewer profesional, silahkan meninggalkan halaman ini dan disarankan tidak melanjutkan membacanya, kecuali anda ingin muntah2, demam tinggi, diare, atau dianggap tidak prima.








Kenapa saya membatasi yg baca review saya, karena review saya tidak mengikuti pakem2 yg berlaku dalam menulis review, diantaranya adalah (dikutip dari salah satu sumber):

1. Menilai Plot
...more
Rizky Nindy Lestari
Aug 08, 2016 rated it really liked it
Saya bukan tipe gadis yang akan membeli buku tanpa perencanaan yang matang. Jika tiba di sebuah toko buku dan membaca blurb kemudian tertarik, biasanya saya hanya mencatat judul bukunya dan kembali lagi ke toko buku di kemudian hari untuk meyakinkan diri apakah saya memang benar-benar menginginkan buku tersebut. Tetapi saat menyambangi Gramedia dan mata menangkap sebuah buku karya Puthut EA, saya tidak dapat membantu kecuali mengambil bukunya dan menyiapkan beberapa lembar rupiah. Penulis ini ti ...more
Petronela
May 15, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Baru saja menyelesaikan Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. Dan sekaligus menjadi buku pertama Puthut EA yang saya baca (oke, atau saya dengarkan, karena via audiobook). Sebelumnya, saya tidak tahu bagaimana gaya bercerita beliau. Jika ditilik dari bab-bab awalnya saja, mungkin orang-orang akan mengira bahwa ini adalah kumpulan cerita. Saya pun demikian awalnya, walau ternyata ini adalah sebuah novel.

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu bercerita tentang seorang pemuda yang digambarkan sebagai 'aku'. Cerita
...more
Hana Ahmad
Mar 15, 2015 rated it liked it
Aduh kasihan. Bagaimana ya, ketika hati kita sedang berdegup dengan lajunya saat terkait dengan panahan cinta seseorang, namun rupanya ia hanyalah sebuah rasa yang tidak sempurna, hanya sendirian, seperti bertepuk sebelah tangan.

Semuanya jadi serba tidak kena, bertemu perempuan asing di sebuah acara, diusik hati dengan perempuan - teman rapat si ibu, perempuan yang mencintai kamu namun sudah berkahwin dan mimpi berkahwin dengan perempuan sekian sekian dan penasaran dengan perempuan yang baru di
...more
Ananda
Aug 26, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Sepertinya, Puthut EA sedang berusaha memfiksikan kisah cinta kawannya yang pahit. Saya takjub saat membaca namanya sendiri muncul bersamaan Eka Kurniawan di bab akhir--sebelum epilog.

Di akhir epilog, selepas paragraf terakhir buku ini, seyogyanya, setiap pembaca patut membatin, "Cinta memang tak pernah datang tepat waktu."
Azinuddin Ikram
Dec 25, 2016 rated it really liked it
Saya mengenal Puthut EA dari karya-karya cerpennya, serta ini adalah perdana bagi saya membaca novel karya beliau. Saya baru menemukan buku ini di tahun 2016 lewat terbitan Mojok, padahal buku ini terbitan 2005. Tak apalah, sebab saya masih merasakan kepuasan tersendiri usai membaca novel ini. Puthut EA sukses mengabadikan kisah di dalam novelnya ini, bahwa barangkali jika kita baca berpuluh tahun lagi karyanya masih tetap mengesankan dan mengagumkan.

Puthut EA secara tidak langsung telah mengaja
...more
Darnia
Tadinya mau ngasih dua bintang aja. Seperti pada kasus pas baca Where She Went - Setelah Dia Pergi gw agak gak simpatik sama tokoh lelaki tapi gagal move on. Gw gak bilang kalo ceritanye menye-menye. Diksinya keren soalnya. Tapi bab-bab awal cenderung bikin bosen.

Satu bintang tambahan itu, gegara si tokoh "Aku" mulai bercerita tentang surga-surga kecilnya, hingga petualangan bersama rekan-rekan penulis (ada Eka Kurniawan, Puthut EA, Anas dan Muhidin) untuk meraih cinta di Kafe Rahasia. Bagian i
...more
Mina
Nov 12, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
Kurang ajar!!!
Bentar ya saya beresin hati saya yg berantakan dulu abis baca ini. :')

Buku ini udah lama ingin saya baca akhirnya baru sekarang kesampean. Tak sampai sehari, saya dengan sesak napas mengkhatamkan buku yg sarat pesan-pesan tersurat mengenai kaidah menata diri menghadapi kehidupan yg tak jelas arah rimbanya khususnya kehidupan percintaan.

Saya senang membaca tulisan yg menggambarkan jalan pikir tokoh utamanya yg kacau-galau yg banyak dijumpai di buku ini.
Ah, seperti tidak asing bag
...more
neea
Oct 09, 2008 rated it really liked it
ini juga bagus...
puthut mang keren
Farah
Oct 15, 2007 rated it liked it
... a book that make me laugh & smile....
Yurika  Nurmala Dwiyanti
Cerita ttg cinta memang kadang klise tapi nggak pernah ada habisnya buat dibahas. Novel ini pun bercerita ttg seorang laki2 yg mencari cinta sejati dan menyembuhkan diri dari luka masa lalunya.

Si tokoh utama, "Aku" masih belum bisa move on dari mantan yg sudah meninggalkannya utk menikah dgn org lain. Lalu dia mencari pelarian dgn memacari banyak perempuan tapi semuanya kandas.
"Aku telah mencintai seorang perempuan dan dia meninggalkanku. Satu2nya kesalahanku adalah krn aku terlalu mencintai
...more
Hammam Izzuddin
Nov 04, 2017 rated it liked it
Yaa jadi hal yang membuat buku ini menarik adalah bagaimana Puthut EA membawakan kisah cinta yang sebenarnya sederhana ini menjadi tak sekedar kisah cinta klise yang kaya biasa-biasanya. Tokoh utama sebagai “Aku” yang tak diidentifikasi identitasnya dengan jelas dalam cerita dengan begitu saja mengkisahkan kehidupan cintanya dalam kurun beberapa tahun dengan banyak wanita, yang semuanya tak berjalan mulus. Setiap bab hampir selalu menceritakan tentang pertemuan, konflik, gejolak batin, dan pasti ...more
Yuli Hasmaliah
Nov 17, 2017 rated it really liked it
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. Jangan membaca buku ini sambil mendengarkan lagu Cinta Tak Pernah Tepat Waktu dari Fiersa Besari ft. Thantri. Sungguh kalian akan dibabat habis mewek dibuatnya!

Ya, cinta tak pernah tepat waktu. Kisah cinta pilu yang dialami oleh lelaki malang terhadap berbagai wajah gadis yang di temuinya. Pilu karena semuanya tak berakhir bahagia (*semoga lelakiku saat ini bahagia bersamaku, oh demi apa aku berdo'a di sini, biarlah).

Ini adalah kali pertama saya membaca karya Phutu
...more
Lilov
Aug 29, 2017 rated it did not like it  ·  review of another edition
This is the first book I have read from this author. I've been eyeing this one for so long.
And this is his first novel based on bet amongst authors. So why not to read it.

Description at its worst. Trying to show inner voice of the main character but seem to overdo it. I gotta tell myself to not give up reading this book because it's funny yet clever dialogue. One point at that one.

Currently I've read his short story collection and surprisingly it's good. I mean why?

Keep it or resell it?
Resell it
...more
Inggi Rahmawati
Nov 17, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Sabrina Ainun nissa
Oct 25, 2017 rated it really liked it
Ini merupakan buku Puthut EA yang pertama kubaca. Isi cerita dalam buku ini rupanya kisah nyata dari seorang penulis juga, yang merupakan teman Puthut, tidak disebutkan siapa identitasnya. Jika kamu sering sekali merasa ada banyak momen yang datang tidak tepat waktu, dan terasa menyebalkan, maka membaca buku ini bisa membuatmu merasa tidak sendiri. Buku ini baik untuk kalian yang sudah gemas hidup sendirian.
Enggal Rizki
Oct 30, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Awalnya akan dibawa pada pergulatan kisah asmara yang tak kunjung sampai.. selau dipatahkan di akhir2 cerita..
Tetapi setelah utuh membaca semuanya, kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari setiap kejadiannya..❤

"Seperti begadang mengerjakan laporan praktikum di malam hari, tetapi kita bangun dengan melihat laporan itu penuh dg tumpahan kopi." 😍
...more
Kiki MariaMarg
Nov 05, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku ini, membacanya “melelahkan” sekali, dan mengamini satu hal, cinta memang tidak pernah tepat waktu, bahkan ketika bersama seseorang, hati bisa mengingini seorang yang lain..

Jempol buat mas Puthut EA 👍🏼👏🏼
Rangga EF
Nov 07, 2017 rated it really liked it
Sepertinya hanya ada luka dan luka yang berulang
Rina
Sep 24, 2017 rated it liked it
Shelves: pinjam
Menarik.. meski sangat laki.
Uly Hidayah
Sep 17, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: buku-milikku
ulasan menyusul...wkwkwk
Febrianty Hasanah
Nov 16, 2017 rated it it was ok
Shelves: owned
Selalu tak tepat waktu dan saya menjadi pesimis membacanya. Berharap dengan meninggalkan sejenak saya dapat melanjutkan kembali bacaan ini
Luthfi Izzaty
Mar 13, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Mengisahkan tentang cinta yang patah, tentu saja. Bagaimana "aku" memulihkan luka, memberi satu lagi bukti bahwa "move on" bukan pekerjaan mudah.
Dan yah, saya mengaku remuk ketika membaca halaman 131-138. Apa isinya? Anda bisa baca sendiri :)
Alurnya maju-mundur. Tetapi asik, saya bisa menikmati perjalanan tokoh utama dengan komprehensif.

Halo, "aku"? Sudah sembuhkah luka itu sekarang? Ajari aku :)
Meta Morfillah
Aug 20, 2015 rated it really liked it
Judul: Cinta tak pernah tepat waktu
Penulis: Puthut EA
Penerbit: Manasuka
Dimensi: 278 hlm, cetakan ketiga april 2013
ISBN: 978 602 82663 6 9

Ini adalah novel pertama Puthut EA yang saya baca. Cerpennya pun hanya sesekali saya baca. Jadi saya belum terlalu tahu gaya menulisnya. Ternyata setelah membacanya, saya menjadikan Puthut EA sebagai salah satu penulis kesukaan saya. Mulai sekarang.

Jangan berharap ada kata-kata 'cinta tak pernah tepat waktu' dalam cerita ini. Itu hanya judulnya saja. Selain itu
...more
Sarah Annida
Mar 05, 2017 rated it really liked it
emang tidak pernah tepat waktu..
Feti Habsari
Jun 12, 2015 rated it it was amazing
Apa yang kamu pikirkan tentang cinta? Mengapa cinta tak pernah tepat waktu? Lantas apa yang akan kamu perbuat ketika cintamu tiba pada waktu yang tak lagi tepat?

Puthut meramu kisah sang tokoh dalam novel ini dengan begitu apik dan renyah. Pergolakan pemikiran serta goncangan batin mengenai tujuan hidup, harapan, cita-cita, serta cinta. Seorang tokoh yang melakukan perjalanan panjang menebas jarak untuk enemukan jati diri dan menyembuhkannya dari penyakit yang selalu mengganggu hidupnya.

Seorang p
...more
Diah Sukmawati
Apr 27, 2014 rated it really liked it
Pernahkah kalian merasa, membaca buku, mengikuti jalan pikiran karakternya, dan merasa relevansi so karakter dengan kehidupan nyata kalian begitu kuat? Setidaknya itu yang saya rasakan saat membaca buku ini.

Di review dari orang lain mengenai, memang banyak plipiran curcol kehidupan pribadi yang dirasa sama dengan tokoh di buku ini. Entah pada dasarnya garis besar masalag cinta orang-orang penyuka sastra seperti itu, atau memang penggambaran jatuh cinta, ego dan perasaan antara "enggan-tapi-ingin
...more
Ariel Seraphino
Nov 07, 2014 rated it liked it
Akhirnya selesai juga membaca novel ini. Selain alur yang saya cepat bosan sewaktu awal-awal membacanya, saya tidak melihat novel ini sesuai ekspektasi saya pada sewaktu membeli. Saya pikir jika seorang cerpenis seperti Puthut EA membuat novel tentu hasilnya akan memuaskan. Dan yang saya temukan hanya sebuah cerita cinta yang kandas bagi seorang pemuda penulis lepas. Tidak ada konflik yang begitu memuncak sehingga membutuhkan urgensi untuk diselesaikan. Rangkaian peristiwa yang terjadi hanya lon ...more
Sholehat Putri
Oct 12, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Ini novel pertama dari Puthut EA yang saya baca setelah melihat beberapa review yang kemudian membuat saya tertarik.

Saya suka dengan gaya bahasa dan gaya penulisan dalam prolognya. Kalimatnya padat dan mengena. Saya pikir sampai akhir akan membaca dengan gaya yang demikian, ternyata tidak. Memasuki bagian cerita bahasanya sudah mulai mengalir biasa sehingga mudah dipahami.

Saya kurang begitu suka dengan bab-bab awal dan sempat sedikit bosan, saya pikir akan berakhir seperti novel-novel percintaan
...more
Lila Cyclist
Jan 20, 2014 rated it liked it
Shelves: buku-pinzeman
Terus terang, saya kepincut novel ini setelah melihat 'makian' teman saya yang biasa membaca novel 'ajaib' non romans. Ratingnya 4, dengan review 'semacam jleb' gitu lah. Setelah dioper ke satu teman, akhirnya sampai juga novel ini ke tangan saya. Dan saya mulai membaca...

Novel dibuka dengan sebuah prolog dengan banyak analogi tentang banyak hal yang terjadi tak tepat waktu: pengumpulan tugas akhir yang meleset, weker yang berbunyi tak terdengar di hari ujian, dan banyak hal lain yang mirip. Si
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Orang-orang Proyek
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Kitab Omong Kosong
  • Putri Cina
  • Arok Dedes
  • Pohon Pohon Sesawi
  • Tarian Bumi
  • Jalan Tak Ada Ujung
  • Lampuki
  • Bidadari yang Mengembara
  • Pulang
  • Tanah Tabu
  • Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Adam Ma'rifat
  • Kau Memanggilku Malaikat
712800
Puthut EA lahir di Rembang, 28 Maret 1977. Ia telah banyak menulis buku. Ia juga menyunting buku, dan terlibat beberapa proyek penelitian, dengan tema mulai dari sejarah, kebudayaan, pendidikan, politik lokal, sampai kesehatan.

More about Puthut EA...
“Aku tidak ingin cinta yang sejati. Tapi biarkan aku mencicipi cinta yang bukan sesaat. Biarkan aku berjuang dan bertahan di sana. Biarkan aku tersiksa untuk terus belajar bersetia. Aku rela tenggelam di sana, sebagaimana segelintir orang yang beruntung mendapatkannya.” 29 likes
“Benar bahwa kamu punya hak untuk mencoba menemukan pengganti perempuan itu. Tapi bukan begitu caranya. Ibarat seorang atlet yang cedera, seharusnya disembuhkan dulu luka itu, baru berlatih lagi dan bertanding lagi. Sebab jika ia terluka dan tetap berlatih serta bertanding, kamu akan semakin terluka, bahkan jika kasus itu sepertimu, bisa melukai orang lain.” 14 likes
More quotes…