Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kupu-Kupu Bersayap Gelap” as Want to Read:
Kupu-Kupu Bersayap Gelap
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kupu-Kupu Bersayap Gelap

3.68  ·  Rating details ·  164 Ratings  ·  25 Reviews
Kumpulan Prosa Puthut EA*

"AKU tidak pernah bisa mengerti sistem apa yang menautkan antara tubuh dan demam, keresahan, dan mimpi. Setiap kali aku dalam resah yang sangat, atau tubuh yang demam, ia selalu menjambangiku dalam mimpi. Ia selalu datang bersama seekor kupu-kupu bersayap gelap"
"Aku terkesiap. Teringat akan sebuah masa ketika sejarah gelap terbuka. Bayang seorang p
...more
Paperback, 1st, 196 pages
Published March 2006 by INSISTPress
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kupu-Kupu Bersayap Gelap, please sign up.

Be the first to ask a question about Kupu-Kupu Bersayap Gelap

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Wardah
Feb 02, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Sebenarnya sedang baca buku lain, tapi entah kenapa mendadak mengambil buku ini dan menyelesaikannya juga dalam satu waktu.

Suka. Selalu suka dan terperangan sama cerpen Puthut Ea. Puthut Ea ini semacam menyajikan kehidupan yang asing bagi saya, kehidupan yang sejujurnya ada di sekitar saya, kehidupan yang mungkin dimiliki orang=orang di sekitar saya, kehidupan yang bisa jadi masih berlangsung hingga detik ini. Selalu suka sama cerpennya yang pendek, tapi getir dan menyayat.

Favorit saya adalah La
...more
Ambar Sulistyowati
Benang merah dari kisah-kisah ini adalah airmata. Sejujurnya buku Puthut EA yang pertama kali saya baca. Beberapa kisah benar-benar bagus sekali dan masih membekas dalam benak meskipun buku sudah selesai saya baca.
Nurina Widiani
Mar 04, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Puthut EA selalu bisa menohok dengan cerita yang seolah sederhana tapi luar biasa kaya. Suka dengan pilihan kata dan sudut pandang yang digunakannya dalam cerpen-cerpennya dalam buku ini.
Marina
** Books 290 - 2016 **

3,4 dari 5 bintang!

Review menyusul! :)
Aciel
Feb 22, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Kalian jangan nangis ya baca “Ibu pergi ke Laut” 😭
eti
May 31, 2012 rated it liked it
dapet lungsuran dari Sungging Raga ^.^

------>

suka paragraf yang ini :

Jika hidup itu sendiri adalah sebuah keputusan: diterima atau tidak, dilanjutkan atau diakhiri. Cinta tidak lebih dari itu semua. Mencintai pada akhirnya adalah sebuah keputusan. Dan karena sebuah keputusan, maka berbagai pertimbangan sah menjadi landasannya. Pada akhirnya, toh cinta, sebagaimana banyak hal lain: tidak turun dari langit yang gaib. Ia, cinta, hanya bisa diputuskan dan dikerjakan. ~sesuatu telah pecah di senja
...more
Damar hening Sunyiaji
Ini kumcer pertama yang membuat saya merenung. Karya puthut Ea yang disodorkan teman saya waktu saya belum ngerti sastra. Benar kata para endorser kalo membaca buku ini seperti menyusuri lorong sepi. kata katanya dirangkai sedemikian rupa, kiasan kiasannya pekat mirip baca buku harian. Gak terlalu berat, tapi berbobot. Pusara kampung kenanga satu kumcer kesayangan saya, bercerita mengenai perubahan besar sebuah kampung setelah ditinggalkan tokoh utama. Ea, pandai dalam mengakhiri cerita. Chaos c ...more
ellena
Jan 05, 2013 rated it it was ok
Shelves: literature
Entah kenapa membaca cerpen-cerpen dalam buku ini memunculkan rasa yang agak ganjil. Agaknya penulis terlalu memperlakukan cerpen-cerpen layaknya bertutur dalam sebuah novel. Kehilangan kelengangan juga keluasan semesta di luar teksnya yang terbatas. Hanya beberapa judul di bagian-bagian akhir yang sedap dinikmati sebagai sebuah prosa berbentuk cerpen, seperti Gayung Plastik, Ibu Pergi ke Laut, Bocah-bocah Berseragam Biru Laut, dan Kupu-kupu Bersayap Gelap.
Muzzammil
Dec 23, 2008 rated it it was ok
tidak seperti kumpulan prosa puthut ea yang lain. tapi saya tetap cukup suka.
Dian Hartati
May 14, 2012 rated it liked it
Shelves: kumpulan-cerpen
Kupu-kupu Bersayap Gelap telah mengispirasi saya membuat satu cerpen.
Sungu (husna)
Mar 20, 2017 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: fiksi
Cerpen Kupu-Kupu Bersayap Gelap yang jadi judul buku ini kurang saya minati. :D Tapi, buku dari salah satu penulis favorit saya ini memang keren.
Danu Saputra
Apr 09, 2013 rated it it was amazing
Rasa Simalakama, membaca ceritanya saja sudah menyakitkan, apalagi mengalami sendiri.
Dina Octivina
Nov 05, 2017 rated it really liked it
Shelves: indonesian-novel
My first ever of Puthut's :)

Geeezz... sempat berhenti di cerpen ketiga atau keempat gitu yaa. Bukan karena ga bagus bukaaannn... Tapi karena ga tahan ama ending2nya yg gantung, menjurus ngenes n tragis, tp ya ga juga sih.. Karena sebenarnya gantung 😅.

Alhasil biar ga sebel2 amat, selesai baca 1 cerita, sy berkhayal sendiri n lanjutin jalan cerita tu cerpen2 biar endingnya jadi bahagia. I twisted the plot for my own sake satisfaction! huahaha #angellaugh 😅😂 yess, I'm a happy ending (not so) freak.
...more
Fauzi Pitra
Mar 06, 2018 rated it really liked it
Buku ini memiliki 13 cerpen di dalamnya yang setiap cerita memiliki pondasi dasar masing-masing, tidak memiliki setting yang sama namun dari genre beberapa cerita saya temui maksud cerita adalah kekejian manusia yang telah di rupa sedemikian halus. Sehingga kita menyadari permasalahan yang diangkat memang riil dan ada terjadi, dan yang tidak kita sadari di awal membaca adalah setiap cerita adalah sangat keji dan kejam adanya.
baca lanjutannya di https://www.rasssian.com/buku-kupu-ku...
Fahri Asiza
Apr 24, 2018 rated it it was amazing
Ini masterpiece-nya EA
Krea Baski
Apr 08, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Sudah pernah baca dua tahun yang lalu, lupa masukin...
Eko Setyo Wacono
selesai membaca kumpulan cerita pendek di buku ini, saya mendapati sebuah "dejavu". cerita2nya menerbangkan saya pada banyak kenangan di kampung halaman. dalam cerita2 sepeti "dalam pusaran kampung halaman", "gayung plastik", hingga "drama itu berkisah terlalu jauh" terlihat bagaiman seorang puthut menumpahkan segala kenangannya akan kampung halamannya, dan tanpa sadar kita akan membuat sebuah perbandingan dan korelasi antara isi cerita dengan kehidupan di keseharian kita. itu karena puthut adal ...more
Willy Akhdes
Apr 14, 2016 rated it liked it
Saya menikmati 2 cerita pertama: Laki-Laki yang Tersedu dan Kenanga. Puthut EA menceritakannya dengan narasi dan gaya bahasa yang menyedot emosi. Saya langsung suka dengannnya. Namun, di beberapa cerita setelahnya. Saya merasakan ada yang hilang darinya, tidak ada lagi cerita yang memainkan emosi, malah beberapa cerita saya tidak paham alur cerita dan intinya walau saya coba baca beberapa kali. Baru kemudian cerita penutup buku ini, Kupu-Kupu Bersayap Gelap, dapat menarik minat saya lagi untuk m ...more
Heni Mujaa
Apr 14, 2016 rated it it was amazing
Saya benci deskripsi yang terlalu dipanjang-panjangkan maka saya selalu jatuh cinta dengan kata-kata yang ditempa Puthut EA. Frontal, langsung ke poin, tidak banyak aksesori. Semua cerpen dalam buku ini sukses membuat hati saya kesal atau terenyuh atau keduanya sekaligus. For a good book, to me, is the more it breaks my heart, the more I love it.
Rida badriah
Nov 18, 2016 rated it it was amazing
heuheu
Arururu
Not bad, not bad.
Ririn
None of the stories really stood out for me.
Tikah Kumala
rated it liked it
Jun 12, 2013
Ardhi
rated it it was amazing
Sep 24, 2017
Arif Budianto
rated it really liked it
Aug 09, 2017
Billy Guntala
rated it it was amazing
Jun 25, 2013
Loly
rated it liked it
Jan 31, 2013
Puspita Ann
rated it liked it
Mar 17, 2015
« previous 1 3 4 5 6 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Bidadari yang Mengembara
  • Perempuan: Kumpulan Cerita Pendek
  • Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
  • Linguae
  • Kereta Tidur
  • Corat Coret di Toilet
  • Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu
  • Dunia Di Dalam Mata
  • Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
  • Dari Datuk ke Sakura Emas
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • Un Soir du Paris
  • Monsoon Tiger and Other Stories
  • Salju di Paris
  • Ripin: Cerpen KOMPAS Pilihan 2005-2006
  • Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta
138 followers
Puthut EA lahir di Rembang, 28 Maret 1977. Ia telah banyak menulis buku. Ia juga menyunting buku, dan terlibat beberapa proyek penelitian, dengan tema mulai dari sejarah, kebudayaan, pendidikan, politik lokal, sampai kesehatan.

More about Puthut EA