Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jalan Tak Ada Ujung” as Want to Read:
Jalan Tak Ada Ujung
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Jalan Tak Ada Ujung

3.90  ·  Rating details ·  841 ratings  ·  76 reviews
Jakarta selama bulan-bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, adalah kota yang dicekam ketegangan. Ketegangan antara kelompok pemuda-pemuda pejuang kemerdekaan dengan berbagai kesatuan tentara Jepang yang menunggu-nunggu kedatangan tentara sekutu, karena pemuda-pemuda pejuang kemerdekaan sedang asik mengumpulkan persenjataan dari pasukan-pasu ...more
Paperback, 167 pages
Published 1992 by Yayasan Obor Indonesia (first published 1952)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Jalan Tak Ada Ujung, please sign up.

Be the first to ask a question about Jalan Tak Ada Ujung

Community Reviews

Showing 1-30
3.90  · 
Rating details
 ·  841 ratings  ·  76 reviews


Filter
 | 
Sort order
Sandra dewi
Jan 14, 2010 rated it it was amazing
waaah. gw bener2 ga tahu kalo novel ini pernah masuk dalam pelajaran b. indonesia qta jaman sekolah dulu (b. indonesia termasuk pelajaran yg tidak menyenangkan pada saat itu). secara nggak sengaja ketemu buku ini dan iseng2 dibaca aja karena dari nama pengarangnya cukup dikenal. rasa bergidik, sedih dan takjub menjadi satu ketika baca buku ini. sebenarnya nggak pernah ngerasain suasana perang tapi novel ini tanpa mengumbar dengan kata2 yang kasar, tetap bisa bikin qta ikut merasakan suasananya.. ...more
Endah
Oct 24, 2008 rated it really liked it
Apakah judul novel yang tokoh utamanya bernama Guru Isa? Siapakah pengarangnya?
Masih ingat nggak pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang sering diajukan oleh guru-guru bahasa Indonesia kita sewaktu di SMP atau di SMA dulu? Lalu kita menjawabnya bahwa buku itu adalah Jalan Tak Ada Ujung. Pengarangnya : Mochtar Lubis. Apakah kita mengetahui jawaban tersebut karena kita telah membaca novel itu? Atau sekadar menghapalnya saja? Kalau saya sih tahunya karena menghapal. Novel itu sendiri baru saya tama
...more
Mobyskine
Mar 23, 2015 rated it really liked it
Buku kedua penulis yang saya baca selepas 'Perempuan'. Penulisan-nya sentiasa menarik hati saya-- tidak jemu walau berkait hal perang (tidak secara keseluruhan) dan perjuangan.

Gemar dengan penceritaan kisah Guru Isa dari awal hingga akhir walau saya sedikit terkesan dengan ending-nya yang begitu saja-- sekurangnya saya berharap ada sedikit closure tentang hubungan Guru Isa dan Fatimah namun saya akur barangkali ending yang begitu lebih adil bagi buku ini.

4 bintang ya!
Azarine Arinta
Secara gamblang dari awal Mochtar Lubis telah mengenalkan pembaca dengan tema utama dari buku ini: ketakutan manusia. Dalam pembukanya, Mochtar Lubis mengutip kata-kata dari Jules Romains: ‘Apakah yang harus kita punyai, agar kita bebas dari ketakutan?’

Tema ini semakin dipertegas dengan paragraf pembuka dari buku yang menggambarkan suasana mencekam di Ibu Kota Jakarta selepas proklamasi kemerdekaan. Mengambil latar belakang kota Jakarta di tahun 1946, Mochtar Lubis menggambarkan kekacauaan yang
...more
Ikram
Jun 24, 2007 rated it it was ok  ·  review of another edition
Pada titik tertentu, orang bisa berubah. Yang semula penakut menjadi pemberani.
Rural Soul
Apr 18, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Road With No End is far better novel than my rating. I have read something about Mochtar Lubis after finishing this novel. I just have a feeling that in Hazil, Lubis created a character which holds so much of his ownself.
Hazil is young, thoughtful, brave and of course just like Lubis raised in better environment of His aristocratic family.
When I look at Guru Isa, I think it's integral part of Lubis as well. I think these both characters aren't seperate but reflection of a single human being. So
...more
Azia
Nov 22, 2007 rated it really liked it
“Saya sudah tahu –semenjak semula—bahwa jalan yang kutempuh ini adalah tidak ada ujung. Dia tidak akan habis-habisnya kita tempuh. Mulai dari sini, terus, terus, terus, tidak ada ujungnya. Perjuangan ini, meskipun kita sudah merdeka, belum juga sampai ke ujungnya. Dimana ujung jalan perjuangan dan perburuan manusia mencari bahagia? Dalam hidup manusia selalu setiap waktu ada musuh dan rintangan-rintangan yang harus dilawan dan dikalahkan. Habis satu muncul yang lain, demikian seterusnya. Sekali ...more
Jaka
Nov 04, 2014 rated it really liked it
Buku ini menggambarkan ketika masa perjuangan setelah kemerdaan Indonesia 1945-194x. Walau telah merdeka, rakyat masih merasa terancam hidupnya.

Buku ini menceritakan salah seorang yang biasa saja, Isa namanya. Dia bukan tentara, bukan seorang idealis, hanya orang biasa yang ketakutan dan ketakutan sepanjang hidupnya. Kejadian demi kejadian terjadi pada Guru Isa, kejadian yang membuat dirinnya semakin larut dalam ketakutan hidup.

Bahasa yang digunakan Mochtar Lubis menggunakan dialog khas masa i
...more
Nursyafiqah Wai
May 30, 2016 rated it really liked it
Kenapa? Kenapa aku ada perasaan yang masih belum usai setelah habis membaca buku ni. Mungkin sebab pengakhirannya agak begitu sahaja walaupun sangat mengesankan.
Hanan Salsabila
Dec 23, 2018 rated it liked it
Berlatar belakang di Jakarta pada masa setelah proklamasi kemerdekaan, buku ini berpusat pada Guru Isa, tokoh utama dari cerita.

"Guru Isa ingat jalan tidak ada ujung. Sekali dijalani harus dijalani terus, tiada habis-habisnya. Terutama sekali ketakutannya sendiri. Dia takut ikut dengan mereka yang memperolok-olok maut ini. Dan lebih takut lagi untuk tidak ikut."
(Kutipan pada halaman 92)

Revolusi diibaratkan sebagai sebuah jalan. Sebuah jalan yang telah masyarakat pilih untuk menjadi bangsa yang
...more
Amalia Mufti
Aug 27, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Arfan Putra
Apr 14, 2018 rated it liked it
Secara gamblang dari awal Mochtar Lubis telah mengenalkan pembaca dengan tema utama dari buku ini: ketakutan manusia. Dalam pembukanya, Mochtar Lubis mengutip kata-kata dari Jules Romains: ‘Apakah yang harus kita punyai, agar kita bebas dari ketakutan?’
Rotua Damanik
Oct 01, 2018 rated it liked it
Shelves: history, novel
Banyak typo nih yg versi OBOR ini.
Madina
Sep 01, 2018 rated it it was ok
Shelves: indonesian
would've been better w/o the casual misogyny
Muhammad Rajab
Dec 30, 2018 rated it really liked it
Shelves: sastra
It was nice to see Mochtar Lubis’ body of work. It was like having a nice film in theatre.
Annisa Fajriani
Mar 06, 2017 rated it liked it
Buku ini buku Mochtar Lubis keduaku setelah "Harimau! Harimau!"
Tema yang diangkat sama-sama tentang manusia melawan rasa takut.
Yang pertama secara gamblang digambarkan lewat binatang buas, yang ini melalui perang kemerdekaan. "Jalan Tak Ada Ujung" tidak sedahsyat "Harimau! Harimau!". Jauh lebih bersahaja tapi sama-sama asyik dibaca.
Secara personal, buku ini seperti teman buat "Burung-Burung Manyar", yang memberi keberimbangan sudut pandang atas perang yang selama ini hanya dikenal dari sejarah
...more
Azmi Nawwar
Mar 03, 2017 rated it really liked it
alur cerita dan pembawaanya benar benar menjiwai, memberikan kesan yang mendalam ketika telah membacanya. seakan akan kita tengah berada dalam peristiwa tersebut dan menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. saya sangat suka dengan cara Mochtar Lubis membawakan ceritanya, tak heran kalau beliau menjadi pengarang mahsyur tahun 50-an
Abi Ghifari
Jan 16, 2015 rated it liked it
Shelves: novel
Jakarta pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan kota yang mencekam. Perseteruan yang terjadi antara para pemuda yang mengagungkan revolusi kemerdekaan dengan sisa tentara Jepang, Belanda, serta tambahan pasukan Sekutu dalam naungan NICA (Netherlands-Indies Civil Administration) berpengaruh besar pada setiap segi kehidupan manusia di ibukota ini. Kelumpuhan ekonomi, bentrokan sporadis, kelaparan, pemerkosaan, kekerasan dan pembunuhan terjadi di setiap sudut kota atas nama revolusi. ...more
Jahangir
Aug 08, 2016 rated it it was amazing  ·  review of another edition
ডাচ ঔপনিবেশিক শাসন সমপরকে পরথম জানতে পারি সতযেন সেনের লেখা 'মশলার যুদধ' বইটি থেকে। কিনতু তাদের শাসনের বিরুদধে ইনদোনেশীয়দের সবাধীনতা আনদোলনের বযাপারে পরায় কিছুই জানতাম না। মুখতার লুবিসের এই উপনযাস থেকে পরথম জানতে পারি আনদোলনের শেষ ভাগে সাধারণ মানুষের দিক থেকে মুকতির সংগরামটা কেমন ছিল।

এই উপনযাসে খুব অলপ কিছু চরিতর (মূলত তিনজন - ইশা, ফাতিমা ও হাজিল), ঘটনার বিসতৃতিও বেশি নয়। কিনতু একজন সাধারণ মানুষ তার ভয়ের পরাচীর ভেঙে কী করে একজন মুকতিযোদধা হয়ে ওঠেন তার অসাধারণ উপসথাপনা আছে। পরতিপকষের অতযাচারের মুখ
...more
Jusmalia Oktaviani
Apr 28, 2013 rated it it was amazing
Kemerdekaan, rupanya adalah sebuah awal, bukan sebuah tujuan semata. Begitu memilih jalan perjuangan untuk menuju kemerdekaan, maka jalan itu akan berupa jalan yang tak ada ujung. Takkan ada habis-habisnya, bahkan setelah kemerdekaan itu sendiri diraih.

Itulah salah satu pesan yang saya tangkap dari buku karangan Mochtar Lubis ini. Guru Isa, tokoh utama dalam buku ini merupakan pecinta damai, yang tidak mau melakukan kekerasan meski sedikit. Rasa kemanusiaannya begitu halus, sehingga baginya kek
...more
Biondy
Judul: Jalan Tak Ada Ujung
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Halaman: 167 halaman
Terbitan: 1992

"Jalan Tak Ada Ujung" bercerita tentang Guru Isa, seorang guru sekolah yang juga merupakan "pemimpin" kelompok pemuda yang menginginkan kemerdekaan Indonesia.

Guru Isa yang cinta damai sebenarnya takut untuk menerima jabatannya di kelompok itu, tetapi dia takut bisa-bisa dikira pengkhianat bangsa kalau dia menolak. Salah-salah nyawana melayang karena itu. Maka, dengan berat hati, dim
...more
Ester Silitonga
May 04, 2013 rated it liked it
Shelves: indonesiaku
Kisah ini menceritakan tentang kemelut permasalahan yang dialami oleh Guru Isa. Ia merupakan seorang lelaki berumur 35 tahun yang mempunyai penyakit impoten sehingga hubungan rumah tangganya menjadi dingin. Guru Isa mengakui bahwa dirinya adalah seseorang yang ‘menerima damai’. Ia tidak suka melihat kekerasan yang terjadi di sekelilingnya saat itu.

Latar dari buku ini adalah masa setelah revolusi tahun 1946 hingga 1947. Bagaimana perubahan itu membawa pengaruh besar bagi perilaku dan pemikiran o
...more
Fakhrul Muslim
Jul 12, 2014 rated it liked it
Setiap manusia tentu mempunyai rasa takut. Pertanyaannya, sebesar apa pengaruh rasa takut itu bagi kehidupan seseorang? Bagi guru Isa, tokoh utama buku ini, takut adalah kesehariannya. Takut pada serdadu musuh, pada para pejuang kemerdekaan,takut pada istri, takut tidak bisa makan, dan beragam ketakutan lainnya yang tentu juga dialami oleh rakyat Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaan. Sedemikian takutnya, bahkan ia tidak bisa menceritakan ketakutannya itu pada siapapun, dan hanya membiarkan ...more
J. J. Sastri
Jul 19, 2018 rated it liked it
Saran untuk Yayasan Obor, buku ini masih banyak salah Ejaan Kata.

Jalan tiada ujung, adalah jalan yang memang tiada ujung. Sekali masuk ke perjuangan ini , kau harus melanjutkan sampai kau sendiri tak tahu bagaimana di mana dan kapan harus berahir. Tak akan pernah ada ujungnya.

Berjuang dan tunjukkan perjuangan, itulah yang ingin disampaikan. Meski Belanda ingin menguasai kembali East Indie Colony, dan berhasil menyebarkan pasukan ke berbagai kota, baik Belanda, Inggris Ghurka, Inggris Pakistan at
...more
Ratih Rimayanti
Dec 12, 2014 rated it liked it
Kutipan favorit:

"...ini musik menyanyikan perjuangan manusia sebagai manusia, manusia seorang-seorang. ...Perjuangan manusia yang bukan dalam gerombolan. Bukan salak serigala dalam kawanan yang melakukan pemburuan. Tetapi salak serigala dan geram sedu-sedan dan teriak nyaring serigala seekor-seekor yang merebut hidup. Bagiku individu itu adalah tujuan, dan bukan alat mencapai tujuan. Kebahagiaan manusia adalah dalam perkembangan orang seorang yang sempurna dan harmonis dengan manusia lain. Negar
...more
Awanama
Sep 13, 2011 rated it it was amazing
"Apa yang harus kita punyai agar kita bebas dari ketakutan?"
Begitulah bunyi kutipan dari Jules Romains yang dipakai Mochtar Lubis untuk membuka cerita ini. Sekaligus memberi petunjuk pada pembaca tentang isi dari keseluruhan buku ini. Hal tersebut diceritakan dengan menggunakan dua sudut pandang yang bertolak belakan sama sekali. Begitu jelas perbedaan antara kedua sudut pandang itu. Tapi tidak ada yang tahu bagaimana akhir dari kedua sudut pandang itu meskipun sejak awal dipaparkan inti-inti da
...more
Willy Akhdes
Melalui karyanya ini, Muchtar Lubis telah mengukuhkan dirinya sebagai penulis yang handal dan jauh melampaui masanya, setidaknya menurut saya. Novel yang terbit pertama kali tahun 1952 ini, memiliki kuallitas yang nyaris sempurna menyamai karya terbaik Mochtar Lubis versi saya, Harimau! Harimau yang terbit 13 tahun kemudian. Meminjam kalimat Jules Romains yang berbunyi 'Apakah yang harus kita punyai agar kita terbebas dari ketakutan?' sebagai kalimat pengantar buku ini, gagasan utama cerita sung ...more
Jessica
Apr 17, 2012 rated it it was amazing
jalan tak ada ujung menceritakan mengenai pemikiran guru Isa yang selalu ketakutan. Setting cerita adalah ketika Indonesia baru mengklaim kemerdekaannya dan Belanda sedang mengencar agresi militer di Indonesia.

Agresi militer belanda mengakibatkan terseretnya guru isa dalam kelompok pejuang tanah air. guru isa yang penakut terkurung dalam pemikirannya bahwa dia akan ditangkap dan disiksa oleh belanda. dan dalam pemikirannya itu guru isa menderita, impoten dan tersiksa.

karena guru isa impoten, ist
...more
Marina
** Books 111 - 2014 **

Buku ini secara keseluruhan menggambarkan pergolakan batin yang sangat menyiksa di dalam diri Guru Isa, seorang guru sekolah biasa.. di jaman itu, pemuda2 indonesia berusaha merebut kemerdekaan dan membangkang dari tentara2 Belanda. Alkisah, seorang sahabat Guru Isa, Hazil mengajak dia untuk turut berperang.. Namun timbullah pergolakan batin yg kuat antara ketakutannya untuk berperang dan kemauannya untuk ikut berperang..

well, novel ini menarik buat saya dari segi cerita,
...more
Siti Nurkayatun
Jun 21, 2016 rated it liked it
Pengakuan jati diri oleh Guru Isa. Tidak mudah mengakui bahwa diri sendiri selalu memiliki sisi 'pengecut' yang menjadi momok dalam menjalani kehidupan. Terlebih melihat orang lain di sekitar yang dengan gagah berani melawan segala bentuk penindasan penyebab ketakutan. Namun sisi ketakutan Guru Isa teratasi ketika ketakutan tersebut berada pada titik paling mengerikan dalam dirinya. Berdamai dengan ketakutan adalah jalan satu-satunya. Menapaki hidup penuh rasa takut di jalan tak ada ujung yang d ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
damai dengan ketakutan=kelaki-lakiannya muncul kembali 1 5 Jan 17, 2014 12:05PM  
  • Merahnya Merah
  • Pohon Pohon Sesawi
  • Di Kaki Bukit Cibalak
  • Perburuan
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Belenggu
  • Negeri Senja
  • Kau Memanggilku Malaikat
  • Atheis
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Tanah Tabu
128 followers
Mochtar Lubis lahir tanggal 7 Maret 1922 di Padang. Mendapat pendidikan di Sekolah Ekonomi INS Kayu Tanam, Sumatera serta Jefferson Fellowship East and West Center, Universitas Hawai. Aktif sebagai penerbit dan Pemimpin Redaksi Harian Indonesia Raya Jakarta. Memperoleh Magsaysay Award untuk jurnalistik dan kesusasteraan, Golden Pen Award dari International Association of Editors and Publishers, Ha ...more
“Saya sudah tahu -- semenjak semula -- bahwa jalan yang kutempuh ini adalah tidak ada ujung. Dia tidak akan habis-habisnya kita tempuh. Mulai dari sini, terus, terus, terus, tidak ada ujungnya. Perjuangan ini, meskipun kita sudah merdeka, belum juga sampai ke ujungnya. Dimana ujung jalan perjuangan dan perburuan manusia mencari bahagia? Dalam hidup manusia selalu setiap waktu ada musuh dan rintangan-rintangan yang harus dilawan dan dikalahkan. Habis satu muncul yang lain, demikian seterusnya. Sekali kita memilih jalan perjuangan, maka itu jalan tak ada ujungnya. Dan kita, engkau, aku, semuanya telah memilih jalan perjuangan.” 27 likes
More quotes…