541 books
—
750 voters
Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Perempuan Berkalung Sorban” as Want to Read:
Perempuan Berkalung Sorban
by
Aku tidak mau menjadi budak. Pun masa depan yang kerontang bukanlah impianku, juga impian siapapun. Tetapi, kepada siapa aku harus mengadu? Setelah bapak dan ibu juga bukanlah seseorang yang merupakan tempat aku dapat bertanya dan mengutarakan isi hatiku.
Paperback, 309 pages
Published
2001
by Yayasan Kesejahteraan Fatayah
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
Reader Q&A
To ask other readers questions about
Perempuan Berkalung Sorban,
please sign up.
Recent Questions
Community Reviews
Showing 1-30
Start your review of Perempuan Berkalung Sorban
Gara-gara melihat poster iklan film "Perempuan Berkalung Sorban" di perempatan Cililitan, saya jadi tergoda menggali ingatan saya tentang novel berjudul sama yang saya baca 7 tahun lalu.
Ya, film ini memang diangkat dari novel karya penulis perempuan, Abidah el Khalieqy, yang besar di lingkungan pesantren. Tak heran jika novel ini mengisahkan kehidupan dengan latar belakang serupa.
Secara narasi atau teknik penceritaan, kelihaian Abidah cukup diacungkan jempol. Ia bisa membawa pembaca pada penghay ...more
Ya, film ini memang diangkat dari novel karya penulis perempuan, Abidah el Khalieqy, yang besar di lingkungan pesantren. Tak heran jika novel ini mengisahkan kehidupan dengan latar belakang serupa.
Secara narasi atau teknik penceritaan, kelihaian Abidah cukup diacungkan jempol. Ia bisa membawa pembaca pada penghay ...more
bagi g buku ini berada d pertengahan antara bagus dan nggak. Makanya g kasih nilai pertengahan 2,5. Bonus 0,5 karena buku pinjaman dan g berhasil menyelesaikannya dalan waktu cepet (heheh!ngalahin maxride bow!)
Nggak karena :
1. Buku ini terkesan sangat menggurui, malah bikin g rada bosen pas mendekati akhir. Klimaknya kurang berasa (ato nggak ada klimak ya?)
2. G menemukan buanyak salah cetak
3. Ga jelas si Nisa ini Islami atau tidak, mungkin g lebih setuju ini buku feminis dibanding Islami
Bagus ka ...more
Nggak karena :
1. Buku ini terkesan sangat menggurui, malah bikin g rada bosen pas mendekati akhir. Klimaknya kurang berasa (ato nggak ada klimak ya?)
2. G menemukan buanyak salah cetak
3. Ga jelas si Nisa ini Islami atau tidak, mungkin g lebih setuju ini buku feminis dibanding Islami
Bagus ka ...more
Buku ini mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan, bahkan dalam rumah tangga-- yang dianggap tabu dan tidak sesuai dengan ajaran agama. Khalieqy telah memberikan pandangan lain tentang rendahnya kaum wanita di mata hadis-hadis yang patriarkhal. Pandangan feminin yang memberi harapan kepada kaum wanita: tubuh dan hidupmu adalah milikmu, bukan milik orang yang menjadi "suamimu"
...more
Feb 09, 2009
Roos
rated it
liked it
·
review of another edition
Recommends it for:
Dahlia, Syl & Dee
Recommended to Roos by:
Curiousity
Sepertinya sudah bukan topik yang baru lagi yah. Mengenai emansipasi atau kesetaraan gender, tapi mengingat buku ini saja ditulis tahun 2001 yah masih memungkinkan untuk dibahas waktu itu. Kalau sekarang semuanya sudah bergeser dan pengertian Kaum Adam terhadap Kaum Hawa sudah lebih besar.
Oke, karena aku nonton filmnya dulu daripada baca bukunya berikut ceritanya kenapa banyak pertanyaan bermunculan saat menontonnya. Film bercerita mengenai kegigihan Annisa kecil yang ingin belajar naik kuda, ya ...more
Oke, karena aku nonton filmnya dulu daripada baca bukunya berikut ceritanya kenapa banyak pertanyaan bermunculan saat menontonnya. Film bercerita mengenai kegigihan Annisa kecil yang ingin belajar naik kuda, ya ...more
Aku bingung memberi bintang buat buku ini. Menurut logika, buku ini seharusnya hanya mendapat 1 bintang, atau maksimal 2..tetapi aku tidak bisa menafikan kenyataan bahwa ini adalah buku pertama setelah kurun sekian lama yang kutamatkan dengan cepat, dan dengan mood yang terjaga.
Mungkin untuk adilnya kuberi bintang 2,5 sajalah
Buku ini awalnya diniatkan sebagai sebuah media alternatif kampanye gender dan hak-hak reproduksi perempuan, jadi sebenarnya tak aneh bila keterbacaannya sebagai sebuah bu ...more
Mungkin untuk adilnya kuberi bintang 2,5 sajalah
Buku ini awalnya diniatkan sebagai sebuah media alternatif kampanye gender dan hak-hak reproduksi perempuan, jadi sebenarnya tak aneh bila keterbacaannya sebagai sebuah bu ...more
Sebuah buku yang mencoba untuk memotret bagaimana jeritan seorang perempuan yang haknya dirampas oleh aturan-aturan yang justru lebih menonjolkan peran laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Aturan tersebut seringkali terbungkus dengan dalil-dalil agama yang satu arah, tanpa untuk mencoba membuka penafsiran baru dalam memperlakuan seorang perempuan. Menariknnya dalam buku ini, teriakan perempuan tersebut justru berasal dari seorang putri dari seorang kyai pengasuh pondok pesantren di lereng gu
...more
Naskah ini saya anggap naskah terbaik yang pernah difilemkan. Saya mencari buku ini selepas menonton filemnya. Kisah Annisa yang 'rebel' dari awal remaja. Kemudiannya berkahwin dan akhirnya kembali ke pesantren milik keluarganya.
Banyak drama, kisah dan sinis-sinis kehidupan dalam naskah ini. Mengalir juga air mata dibuatnya. Memegang erat naskah ini semasa dibaca di dalam komuter buat orang-orang lain juga terpandang-pandang saat kita menarik balik air hidung ke dalam. Dan mengelap dua belah ma ...more
Banyak drama, kisah dan sinis-sinis kehidupan dalam naskah ini. Mengalir juga air mata dibuatnya. Memegang erat naskah ini semasa dibaca di dalam komuter buat orang-orang lain juga terpandang-pandang saat kita menarik balik air hidung ke dalam. Dan mengelap dua belah ma ...more
Jan 23, 2009
Eva
added it
seorang wanita bukan hanya duduk di rumah menunggu suami pulang, tapi dia juga punya hak yang sama dgn laki2, kita sebagai perempuan, surga ada di telapak kaki kita, kita jgn hanya mw berlindung diketiaknya lelaki saja, tunjukkan kalau kita tidak selalu lemah..
Jun 12, 2014
Eve
marked it as to-read
i want to read
I would say this is a brave novel. A book that surpasses its own contemporary peers. Coming from Indonesia, a country with predominant Muslim population, it is noted that the Indonesian (as well as Malaysia, Singapore, Brunei) cultures are embroidered with Islamic values. Hence, occurrences of abusing the religion for personal gains are inevitable. This novel chronicles such issue as one of its plot. As the daughter of a religious teacher, Annisa's life was all trained to be submissive to the pa
...more
Apr 15, 2020
Nur Wulan Nugrahani
rated it
really liked it
·
review of another edition
Shelves:
owned-books,
novel
Nisa mengalami pengalaman subordinasi perempuan yang tidak tanggung-tanggung: terjebak urusan domestik, putus sekolah karena dinikhkan dini, dan mengalami KDRT. Ketika keadaan terlihat baik, ada saja kejadian buruk mengikuti. Novel yang menguras emosi dan juga mengingatkan kita ketidakadilan perempuan sudah dinormalisasi dan mengakar kuat dalam budaya Islam di Jawa.
Aku cuman kurang suka gaya bahasa yang digunakan karena cukup mengganggu. Tapi ini salah satu novel dan film yang mengangkat isu gen ...more
Aku cuman kurang suka gaya bahasa yang digunakan karena cukup mengganggu. Tapi ini salah satu novel dan film yang mengangkat isu gen ...more
Novel Perempuan Berkalung Sorban ini merupakan karya sastra karangan Abidah El Khalieqy. Dikisahkan seorang perempuan muslimah bernama Anisa yang memiliki pemikiran yang bebas dan menganggap perlunya kesetaraan gender, serta dengan diam-diam mencintai pamannya, Lek Khudori. Suatu hari Nisa sudah menginjak masa baligh, Ayahnya pun menikahkan Nisa dengan seorang anak kyai bernama Samsudin, yang ternyata memiliki perangai yang buruk. Setelah beberapa waktu, penderitaan yang dialami Nisa dalam perni
...more
May 11, 2022
Rina
added it
Yes
Apr 15, 2011
Mirza Ifronziah
added it
Buku Perempuan Berkalung Sorban ini menceritakan tentang hidup seorang wanita bernama Anisa. Anisa adalah putri seorang kyai disebuah pondok pesantren. Dia mempunyai hobby berkuda, dan dia sering diajari oleh leknya yaitu lek Khudhori. Namun orang tuanya selalu marah-marah kalau mengetahui purtinya menunggangi kuda, karena Anisa adalah putri seorang kyai. Pada saat lek Khudhori mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Mesir, maka tidak ada lagi yang mengajari Anisa untuk menunggang kuda.
...more
Annisa sedang bermain bersama kakanya Rizal. Nisa yang hendak keluar untuk belajar pacu kuda itu seurius sekali untuk menatap hari, namun restu orang tua tak kunjung mengijinkan anaknya tersebut untuk belajar berkuda.
Sepulang di rumah Nisa langsung dipergoki oleh orang tuanya karena bermain tanpa izin.
Hingga pada suatu hari dimana Nisa sudah mencapai masa baligh, Nisa belajar qir’ah dan berpacu kuda secara sembunyi-bunyi, belajar qir’ah ke maemunah dan berpacu kuda kepada lek Khudori.
Lek Khudor ...more
Sepulang di rumah Nisa langsung dipergoki oleh orang tuanya karena bermain tanpa izin.
Hingga pada suatu hari dimana Nisa sudah mencapai masa baligh, Nisa belajar qir’ah dan berpacu kuda secara sembunyi-bunyi, belajar qir’ah ke maemunah dan berpacu kuda kepada lek Khudori.
Lek Khudor ...more
May 18, 2009
Windy hapsari
rated it
it was ok
·
review of another edition
Recommends it for:
male chauvinist pig
baru saja nonton perempuan berkalung sorban di dvd, saya jadi tertarik membaca novelnya.
tapi ternyata sedikit mengecewakan, saya pribadi lebih menyukai versi filmnya. di Novel, awalnya memang bagus dan cukup menyentuh. tetapi semakin kebelakang, saya kurang suka dengan cara penceritaannya. terkadang terkesan cheesy dan corny. dan juga karakter Khudori yang digambarkan di film (menurut saya Oka Antara memerankan nya dengan bagus)punya perbedaan yang signifikan dengan apa yang digambarkan di nove ...more
tapi ternyata sedikit mengecewakan, saya pribadi lebih menyukai versi filmnya. di Novel, awalnya memang bagus dan cukup menyentuh. tetapi semakin kebelakang, saya kurang suka dengan cara penceritaannya. terkadang terkesan cheesy dan corny. dan juga karakter Khudori yang digambarkan di film (menurut saya Oka Antara memerankan nya dengan bagus)punya perbedaan yang signifikan dengan apa yang digambarkan di nove ...more
Dalam pesantren Salafiah putri Al Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim dimana pelajaran itu membuat Anissa beranggapan bahwa Islam membela laki-laki, perempuan sangat lemah dan tidak seimbang
Tapi protes Anissa selalu dianggap rengekan anak kecil. Hanya Khudori (Oka Antara), paman dari pihak Ibu, yang selalu menemani Anissa. Menghiburnya sekaligus menyajikan ‘dunia’ yang lain bagi Anissa. Diam-diam Anissa menaruh hati kepada Khudori. Tapi cinta itu tidak terbalas karena Khudo ...more
Tapi protes Anissa selalu dianggap rengekan anak kecil. Hanya Khudori (Oka Antara), paman dari pihak Ibu, yang selalu menemani Anissa. Menghiburnya sekaligus menyajikan ‘dunia’ yang lain bagi Anissa. Diam-diam Anissa menaruh hati kepada Khudori. Tapi cinta itu tidak terbalas karena Khudo ...more
dikasih bintang 3 Karena nggak ada rating bintang 2,5
bonus 0,5nya : karena tema n pesan moralnya ttg kesetaraan gender yang belum lazim diangkat pada waktu novel ini ditulis
sebenarnya buku ini bukan tipikal buku saya. Tapi karena adik sudah meminjamnya dari rentalan buku, dan saya masih belum tidur ... maka apa boleh buat, pukul 3-5.30 tadi pagi buku ini habis juga saya lalap....hahaha
sejak halaman pertama, buku ini sudah menunjukkan pesan moral apa yang mau disampaikan. Untuk saya pribadi jalan ...more
bonus 0,5nya : karena tema n pesan moralnya ttg kesetaraan gender yang belum lazim diangkat pada waktu novel ini ditulis
sebenarnya buku ini bukan tipikal buku saya. Tapi karena adik sudah meminjamnya dari rentalan buku, dan saya masih belum tidur ... maka apa boleh buat, pukul 3-5.30 tadi pagi buku ini habis juga saya lalap....hahaha
sejak halaman pertama, buku ini sudah menunjukkan pesan moral apa yang mau disampaikan. Untuk saya pribadi jalan ...more
mel gak terlalu mampu menilik-komentar dari buku ini, karna sebenarnya belum baca.. namun yang dapat ditilik dari film-nya memang cenderung pada ketidakpuasan seorang perempuan dengan keberadaan muasalnya. hidup dalam lingkungan pesantren yang ia rasa mengungkung 'kebebasannya' sebagai perempuan..
padahal annisa, tokoh dalam film/buku ini, belum memahami makna kebebasan yang sebenarnya..kalau dianalogikan, ia ingin menjadi mobil yang bebas menderu kemanapun, tanpa satupun rambu yang menghalangi.. ...more
padahal annisa, tokoh dalam film/buku ini, belum memahami makna kebebasan yang sebenarnya..kalau dianalogikan, ia ingin menjadi mobil yang bebas menderu kemanapun, tanpa satupun rambu yang menghalangi.. ...more
Setelah melihat media visualnya, saya mencoba untuk membaca karya tulisnya. Sedikit banyak imajinasi saya agak terkungkung dari film yg digarap Hanung tersebut. Ternyata filmnya memang sedikit berbeda dan penuh "bumbu", mungkin untuk memenuhi tuntutan artistik.
Pembahasan yg diulas mengenai jender dan feminitas memang topik yg tak pernah usai dan penuh dg kontroversial, apalagi dengan sudut penceritaan pesantren. pantas saja buku inj banyak disandingkan menjadi referensi ilmiah. Buku ini saya ra ...more
Pembahasan yg diulas mengenai jender dan feminitas memang topik yg tak pernah usai dan penuh dg kontroversial, apalagi dengan sudut penceritaan pesantren. pantas saja buku inj banyak disandingkan menjadi referensi ilmiah. Buku ini saya ra ...more
Yeah, sebuah buku yang ditulis dan di buat oleh kaum feminis. sebuah karya yang mengangkat tema klasik tentang kejelekan kawin ala Siti Nurbaya dan mengagungkan kehidupan perkawinan yang diperoleh melalui pilihan sendiri. Bleh! lumayan lah gaya penceritaaannya walaupun maksud dan tujuannya subyektif (maksud gw ini dapat dijadikan contoh khas pembelaan anak-anak muda sok tahu yang tidak menghargai orang tuanya).
Sedikit saran : jauhkan dari anak2 SMP dan SMU agar tidak membawa pengaruh buruk! han ...more
Sedikit saran : jauhkan dari anak2 SMP dan SMU agar tidak membawa pengaruh buruk! han ...more
Buku yang mengajar kita tentang kesabaran, keteguhan dan hak yang perlu kita kuatkan sebagai seorang wanita.
Cara penulisan Abidah memang bagus cuma ade seberapa adegan saya rasakan terlalu singkat dan terlalu ringkas meninggalkan rasa tidak puas menikmati buku ini. Lebih-lebih lagi bagaimana kisah cerita ini ditamatkan, jikalau beliau dapat menulis dengan penuh teliti pasti bukunya akan memuaskan para peminat sastera.
Cara penulisan Abidah memang bagus cuma ade seberapa adegan saya rasakan terlalu singkat dan terlalu ringkas meninggalkan rasa tidak puas menikmati buku ini. Lebih-lebih lagi bagaimana kisah cerita ini ditamatkan, jikalau beliau dapat menulis dengan penuh teliti pasti bukunya akan memuaskan para peminat sastera.
Worse than worst. I'll give it minus 5 rating if it is available ;) I wonder why so many people calls it "novel sastra". The characterization is totally weak, the details are unnatural... I don't mind reading elaborated sexual scenes, but... really, this "Step-by-Step Sexual Intercourse for Dummies" approach is annoying!
...more
Dibaca karena ga ada bacaan lain di kontrakan semalem, sambil tak habis2 ngedumel sendiri.
Jadi paham perasaan adik bungsu saya yang berumah di atas motornya itu, yang setelah nonton film-nya, tumben2an inget pulang ke rumah... untuk ngedumel juga, hehe...
Jadi paham perasaan adik bungsu saya yang berumah di atas motornya itu, yang setelah nonton film-nya, tumben2an inget pulang ke rumah... untuk ngedumel juga, hehe...
Dec 07, 2011
Bae Suzy
added it
ni buka ngeri bgt!!!!!! mendingan kabur dech!!!!! terlalu melecehkan posisi cewek,wlwpun emang diangkat lg sich...pi bkn bt bacanya
| topics | posts | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| Freedom and emancipate | 1 | 9 | Feb 20, 2009 03:34AM |
Related Articles
The college campus has been a popular setting for books since the days of ancient Greece. In fact, Aristotle once wrote a dark academic...
1 likes · 0 comments
No trivia or quizzes yet. Add some now »













