Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “London: Angel” as Want to Read:
London: Angel
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

London: Angel

(Setiap Tempat Punya Cerita #5)

by
3.82  ·  Rating details ·  1,744 ratings  ·  276 reviews
Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada s
...more
Paperback, 330 pages
Published 2013 by Gagas Media
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about London, please sign up.

Be the first to ask a question about London

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.82  · 
Rating details
 ·  1,744 ratings  ·  276 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of London: Angel
Prisca
Jul 05, 2013 rated it it was amazing
Shelves: favorites
One of the best Indonesian books I've ever read. Ini akan menjadi review curcol, dan mungkin penuh dengan asumsi saya sendiri, tapi semoga bisa menunjukkan betapa saya sangat menyukai London: Angel.

1. Pertama kali saya membaca, saya agak down karena novel ini ditulis dengan POV orang pertama (rancangan plotnya menggunakan orang ketiga). Rasanya saya sudah terlanjur jatuh cinta pada voice orang ketiganya. Namun lama-kelamaan, saya pun menjadi terbiasa, bahkan terlibat penuh dengan suara Gilang.

2
...more
Feby
Jul 27, 2013 rated it really liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Winna
Aug 07, 2013 rated it liked it
Shelves: general-fiction
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Yuska Vonita
Jul 08, 2013 rated it liked it

London: Angel merupakan novel kelima dari STPC yang sudah terbit. Setelah novel ini, bakal ada Tokyo yang kabarnya merupakan novel terakhir dari seri STPC batch pertama. 

Kesan pertama terhadap London: Angel adalah brave karena cover-nya yang bernuansa merah. Gue juga menangkap kesan bold dari tampilan cover-nya. 

Tema yang diangkat London: Angel adalah jatuh cinta dengan sahabat. Menarik ya? :)

Adalah Gilang, seorang aspiring writer yang mendapati dirinya (ternyata) jatuh cinta dengan Ning, sahaba
...more
Shelly
Mar 30, 2018 rated it really liked it
4,5 dari 5 bintang.

Ini pertama kalinya saya membaca karya kak Windry.

Novel London

Aaaaand here is my review.

Mungkin, bagi yang lain, novel ini mengisahkan tentang cinta dan petualangan. Namun, bagi saya, novel ini justru tentang keajaiban dan kedewasaan. Selebihnya, barulah mengenai cinta dan petualangan. Kenapa saya berpendapat demikian? Keunikan novel London ini adalah elemen realistic fiction berbau romance yang dipadukan dengan sedikit kepercayaan mengenai malaikat yang hadir ketika hujan turun. Itulah
...more
Hendra Laba
Jul 05, 2013 rated it liked it
Kalaupun Mbak Windry bikin buku primbon pasti saya tetap akan membacanya. Sebagai salah satu penulis favorit saya, novel-novel karya Mbak Windry patut untuk dimiliki dan tentunya dibaca. Novel London adalah novel keempat dari Mbak Windry yang saya baca-minus Metropolis yang sulit dicari layaknya mencari Wuthering Heights-nya Emily Bronte cetakan pertama. Ciyee berasa Ayu :p

Satu hal yang khas dari tulisan Mbak Windry adalah deskripsi tentang sesuatu yang detil. Semua pembaca tahu itu. Namun, ada
...more
Oktabri
Jul 07, 2013 rated it it was amazing
Kesan pertama:
Tak perlu kujelaskan bagian-bagian mencengangkan sekaligus mengagumkan dari buku ini, bukan?

Hei.. Ini Windry Ramadhina, teman. Tak akan kau temukan kisah cinta yang sesempurna kisah surgawi di buku miliknya (sejauh aku membaca karya-karyanya). Sebagai gantinya, kau akan mendapatkan kisah yang manusiawi, yang-----terasa------nyata, yang selayaknya terjadi di dunia kita. Mbak Windry, begitu biasanya aku menyapanya, selalu konsisten dengan tidak membuat kisah utuh menjadi membosankan
...more
Nilam Suri
Aug 01, 2013 rated it really liked it
Shelves: romance
Begitu saya tahu bahwa Windry akan menerbitkan buku STPC dengan pilihan kota London, saya langsung merasa sangat tidak sabar untuk membacanya. Kenapa? Karena Windry adalah salah satu penulis yang saya kagumi gaya penulisannya, ada nuansa sepi yang saya sukai dari gaya tulisan WIndry, dan novel STPC Windry ini akan mengambil setting di London, kota kelabu yang selalu hujan yang merupakan kota impian saya untuk didatangi. Kedua hal ini membuat saya yakin bahwa novel STPC kali ini akan menjadi sesu ...more
Carswell C
Nov 09, 2015 rated it really liked it
Okay, buku ke-4 karya mbak windry yang saya baca dan seperti biasa selalu menarik :)

entah mengapa saya paling suka Novel ini dibanding novel mbak Windry yang pernah saya baca (read : montase, orange, last forever)

ceritanya bener-bener menarik mengangkat kisah Gilang yang mencintai Ning sahabatnya dan dia rela pergi ke London untuk menyatakan cintanya. saya gak bisa ngomong apa-apa lagi bahkan kasih spoiler, lebih baik cari spoiler itu di bukunya haha.
ceritanya buat saya bingung, penasaran dan gr
...more
Naomi Chen
Dec 23, 2015 rated it really liked it
A sweet story, simple and cliche one. But stunning.

Ini pertama kali membaca karya Mbak Windry. Kesan pertama, kalimatnya manis dan lugas. Ngga bertele-tele, tapi jujur. Awalnya beli buku ini karena saya tertarik dengan London dan ingin mencoba membaca karya STPC lain selain Bangkok... sesimpel itu.

Dan jadi.. saya berakhir di halaman terakhir hari ini. Dengan ending yang manis, sedikit berbau unsur fantasi ringan yang menyenangkan. Mungkin saya tersentuh karena saya baru mengalami pengalaman ha
...more
Nay
Jan 08, 2017 rated it liked it
3.5 bintang.

Aku mengagumi konsep yang diusung Mbak Windry dalam novel ini. Gaya berceritanya tidak perlu diragukan lagi, dia salah satu penulis lokal favoritku.

Hanya saja yang satu ini alurnya agak lambat dan mungkin aku sedang dalam mood yang buruk untuk berlama-lama menanti klimaks. Selain itu, aku tidak begitu merasakan emosi para tokoh (kecuali Mr. Lowesley), kesannya datar-datar saja. Jadi bintangnya dibulatkan ke bawah.
Manik Sukoco
Dec 28, 2015 rated it really liked it
A sweet story, simple and cliche one. But stunning.

It's not containing a lot of unnecessary information about the place, but a proper-light-sweet-comfy side about London.

Following Tolstoy's style on The Porcelain Doll could be very risky but I think the writer succeed in creating a nice fiction without adding too much fantasy into it.

Super sweet ending. I love it!
...more
Nora Apriyani
Apr 05, 2017 rated it really liked it
Shelves: buku-pinjeman
Berkisah tentang Gilang yang menyukai sahabat sejak kecilnya bernama Ning. Ning pergi ke London untuk melanjutkan studi, dan Gilang pun memendam perasaan terdalamnya hingga suatu hari berkat dorongan sahabat-sahabatnya, Gilang pun bertolak ke London untuk memberikan kejutan kepada Ning berupa pengungkapan perasaan hatinya kepada Ning.

Lima hari lamanya rencana Gilang untuk bertahan di London. Waktu yang tidak terlalu panjang, namun cukup untuk mengungkap berbagai kisah cinta di dalamnya. Apakah k
...more
Rifatus Sariroh
Aug 08, 2014 rated it liked it
Shelves: romance, mystery
Tadinya saya membaca sekilas buku ini, dan merasa tidak terlalu tertarik. Tapi kemudian saya putuskan untuk benar-benar membacanya. Alhasil, saya tidak bisa melepaskan pemandangan yang disaksikan oleh si tokoh utama dalam novel ini. Seperti novel sebelumnya, London: Angel merupakan novel bergenre romance travelling dengan mengambil setting di London, salah satu kota paling terkenal di Negara Ratu Elizabeth. Endingnya mungkin akan berbeda dari harapan. Tapi saya sangat suka saat mbak Windry memba ...more
Hidya Nuralfi Mentari
Sep 06, 2013 rated it really liked it
...
"Aku akan mengejar Ning ke London!"
...

Gilang, pemuda Indonesia yang berprofesi sebagai penulis amatir telah bertahun-tahun memendam perasaan kepada Ning--sahabatnya. Malam itu, di antara bergelas-gelas Jack Daniel's yang membuatnya mabuk, ia menandaskan ide gila bin sinting tersebut. Pergi ke London. Menemui Ning. Untuk mengungkapkan perasaannya.

...
Sebagai seorang penulis, terlebih aku adalah seorang penulis roman, seharusnya aku tahu hal utopis semacam 'mengejar gadis ke London atas nama cin
...more
Caca Venthine
Jul 29, 2013 rated it really liked it
LUMOS… *celingak celinguk*

LONDON.. Salah 1 kota favorit saya karena di kota itu terlahir seorang anak laki-laki bernama Harry James Potter,yang membuat saya jatuh cinta setengah hidup sama cerita dia dan teman-temannya..

Berkisah seorang lelaki bernama Gilang yang jatuh cinta sama sahabatnya sendiri *klise memang,banyak ditemui di cerita manapun* bernama Ning.. Tapi Gilang tidak berani menyatakan langsung perasaannya,sampai Ning harus kuliah dan bekerja di London. Karena demi cintanya dan bermaks
...more
Elysia Mchris
Nov 27, 2014 rated it really liked it
Mengingat perjuangan saya setelah sekian lama dapetin buku ini sampai pada akhirnya ditangan saya, dibaca dan kembali diletakkan, rasanya sungguh tidak mengecewakan. Senyum saya merekah.

London, kota tuanya dan hujan.
Saya menyukai London dengan semua bangunan usangnya yang punya segudang cerita, selalu terlihat elegan dan anggun. Cantik. Saya suka hujan, tapi saya lebih suka dan percaya akan ada keajaiban setelah hujan, dan itu saya dapatkan di novel ini. Terima kasih, Mbak :)
Saya suka cara penul
...more
Jessica Ravenski
Jul 06, 2013 rated it really liked it
Shelves: punya-sendiri
Ikut PO-nya di bukabuku karena bener-bener penasaran sama buku kak Windry yang ini. Sebelumnya aku udah pernah baca 3 buku kak Windry : Memori, Montase, dan Orange. Karena ketiga buku itu lumayan bagus, jadilah aku berekspektasi tinggi sama buku ini.

Cerita diambil dari sudut pandang Gilang, seorang editor buku-buku sastra. Ia memutuskan untuk pergi ke London selama 5 hari untuk menyatakan cintanya kepada Ning, sahabatnya selama 14 tahun.

Di hari pertama, Gilang belum bisa bertemu dengan Ning. Akh
...more
Cut Lilis
Mar 28, 2014 rated it really liked it
Gilang seorang penulis yang belum menyelesaikan novel pertamanya memutuskan mengejar perempuan yang dicintainya yang juga seorang sahabatnya ke London saat sedang mabuk dengan teman-teman dekatnya. Perjalanan Gilang menemui Ning ternyata tidak semudah dengan rencana yang sudah disusunnya. Ning yang bekerja di galeri seni Tate Modern sebagai kurator ternyata sedang berada di Cambridge untuk urusan pekerjaan dan sayangnya Gilang tidak mengabarkan kedatangannya kepada Ning. Hingga di hari ke 3 dari ...more
Yuli Pritania
Aug 02, 2013 rated it really liked it
Another awesome novel from my favorite author, Mbak Windry Ramadhina.
Saya menunggu2 kehadiran buku ini dan untuk pertama kalinya berinisiatif membeli secara online demi mendapatkan versi tanda tangan. Dan benar-benar tidak mengecewakan.
Saya penyuka hujan dan novel ini memuaskan rasa cinta saya. Saya suka London, dengan semua bangunan tua dan kesan antiknya yg misterius dan anggun. Saya suka Gilang, walaupun dia rada2 g peka bgt dgn keadaan yg udh terlihat jelas di depan mata. Walaupun entahlah y
...more
Dion Sagirang
Jul 28, 2013 rated it really liked it
Membaca ulang novel ini dan tidak ada perubahan dari pemberian bintang. Ah, saya tidak tahu harus berkomentar apa pada buku ketiga penulis yang saya baca ini, selain; keren.

Baik beberapa yang saya suka, saya uraikan.
Karakter Gilang ini sangat familiar sekali, karena saya pun merasa sering mengganti nama panggilan teman saya sesuka saya.
Dan keputusan yang Gilang ambil untuk menemui Ning, semata terkompori oleh teman-temanya, tanpa pikir panjang--ya selain terpengaruh minuman. Kadang seperti itula
...more
Stefanny Lukman
Jan 15, 2016 rated it really liked it
ohh what should I say, uh?
apaku bilang, kak Windry tuh selalu bisa memporakporandakan hati seseorang!

wkwk pokoknya ceritanya ngalir dan aku sangat bisa merasakan apa yang Gilang rasakan. gilak. bahkan kata2 Gilang pun ada yg sama persis seperti apa yang pernah aku utarakan untuk seseorang. haha yang jelas, I know what Gilang feels so well..
payung 'magis' merah itu.... kalau kalian ingin tahu reaksiku bagaimana ketika payung itu terbuka, nafasku selalu tertahan. haha payung itu seperti simbol pen
...more
Alluna
Jul 25, 2013 rated it it was ok
Aku sepertinya memang tidak cocok dengan buku bertipe seperti ini. Buku dengan minim dialog dan penuh dengan narasi. Ditambah dengan tidak adanya unsur penasaran yang dihasilkan dri buku ini. Apa atau siapa itu Goldilocks tidak cukup membuat aku penasaran dan bersemangat membalik setiap lembarannya.

Aku juga tidak merasakan aura romantis menggalau yang biasa ditimbulkan oleh hujan ketika membaca buku ini. Kenapa ya? entahlah... rasa2nya buku ini memang telah gagal untukku.

Sudah dua buku dari mba
...more
Muhammad Ramadhan
Aug 25, 2018 rated it it was amazing
Buku ketiga karya Windry Ramadhina yang tuntas dibaca setelah "Glaze" dan "Angel in the Rain". Dan sejauh ini suka dengan tulisan Windry yang terkesan tidak lebay. Jujur mencari buku "London" ditahun 2018 ini sangat sangat sangat susah bahkan terbilang langka, tapi setelah berbulan-bulan mencari akhirnya dapat juga disalah satu ecommerce berwarna orange, dan tidak sia-sia juga karena saya suka dengan "London" ini. Dan tak salah jika saya beri ⭐⭐⭐⭐⭐ untuk buku ini. Next siap berburu karya-karya l ...more
Erika Reieru
Apr 30, 2014 rated it liked it
Akhirnya bisa kelarin novel yang satu ini. Setelah tertimbun beberapa bulan lamanya. Hahaha
Resensi lebih lengkapnya menyusul ya, saya online pake komputer perpustakaan kampus soalnya. wkwk
Cukup bisa menikmati alur ceritanya, tapi saya memamng agak kurang masuk sama cerita fantasinya tentang Angel-nya..
Maulia Rizky Dheanisa
Dec 24, 2015 rated it really liked it
i hope gilang will meet his destiny:)
Nina Ardianti
Despite what people said about the ending, I found that I love the story. The ending is perfect. And I enjoyed reading how Windry takes me around London.
Magdalena Rina
Oct 20, 2016 rated it it was amazing
1 kata buat London...Sweet...
Delviy Jacob
Well, good story. Walaupun aku sangat berharap porsi Gilang dan Ayu bisa lebih banyak. :)
Btw, Goldilocks benar-benar bikin penasaran ^^
Mahfudz D.
Aug 02, 2015 rated it it was amazing
Endingnya juara!!!
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
Windry Ramadhina ...: London by Windry Ramadhina (First Published : 2013) 1 1 Dec 16, 2015 08:43PM  

Readers also enjoyed

  • Refrain
  • Rentang Kisah
  • Casablanca: Forget Me Not
  • Autumn in Paris
  • Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
  • Resign!
  • The Book of Forbidden Feelings
  • Touché: Alchemist (Touché, #2)
  • Laut Bercerita
  • Algoritme Rasa
  • Manusia Setengah Salmon
  • Perahu Kertas
  • The Chronicles of Audy: 4R
  • Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 (Dilan, #1)
  • Koala Kumal
  • Beauty Is a Wound
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Éclair: Pagi Terakhir di Rusia
See similar books…
798 followers
young woman with lots of interests, ambitions and dreams, which shattered into pieces, each surfaced as different face and waiting for itself to become whole once more time. her world came to architecture, illustration, photography, literature, business, and japan. used to known as miss worm in cyber world. shattering her pieces at kemudian.com and deviantart.com

Other books in the series

Setiap Tempat Punya Cerita (1 - 10 of 11 books)
  • Paris: Aline
  • Last Minute in Manhattan: Beri Cinta Waktu
  • ROMA: Con Amore
  • Barcelona, Te Amo: Masih Ada Sketsa Rindu Untukmu
  • Bangkok: The Journal
  • First Time in Beijing: Nostalgia Kisah Cinta Semusim Lalu
  • Melbourne: Rewind
  • Swiss: Little Snow in Zürich
  • Holland: One Fine Day in Leiden
  • Tokyo: Falling

Related Articles

If you're a fan of the mystery and thriller genre and young adult books, recent months have brought a bevy of great reads to your shelves! We...
133 likes · 21 comments
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Jangan menunda. Jangan habiskan separuh hidupmu untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kau sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kau cuma bisa menyesal.” 56 likes
“Menunggu cinta bukan sesuatu yang sia-sia. Menunggu seseorang yang tidak mungkin kembali, itu baru sia-sia.” 42 likes
More quotes…