Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd” as Want to Read:
Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd

3.82  ·  Rating details ·  501 ratings  ·  120 reviews
Jemu dengan kumpulan cerpen yang melulu soal cinta? Kisah heroik “si baik dan si jahat” penuh pesan moral ala abad ke-18 tidak lagi menarik? Jika ya, jangan ragu untuk membaca kumpulan cerpen ketiga Maggie Tiojakin yang berjudul Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa ini. Setelah menelurkan dua kumpulan cerpen berjudul Homecoming dan Balada Ching-Ching serta sebuah novel Win ...more
Paperback, 241 pages
Published July 2013 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa, please sign up.

Be the first to ask a question about Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.82  · 
Rating details
 ·  501 ratings  ·  120 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd
Sulis Peri Hutan
Jul 05, 2013 rated it really liked it
Shelves: buntelan, koleksiku
Absurd adalah tidak masuk akal, bodoh,
konyol, tidak layak. Saya suka cerita absurd,
bukan karena di kehidupan nyata saya kerap
menemui kejadian yang konyol juga, tetapi di
balik cerita absurd biasanya terdapat tema
cerita yang umum, tema cerita yang kerap kita
dapatkan di buku lain. Hanya saja penulis
menyajikannya secara berbeda, cerita yang
tidak biasa, cerita yang tidak pernah kita
pikirkan akan ada. Tugas pembaca adalah
menemukan tema biasa tersebut di dalam
cerita yang tidak biasa.

"Harus ada pahlawan
...more
Nanny SA
Jan 24, 2016 rated it really liked it
Shelves: 2016, short-stories
Kumpulan cerita yang tidak mainstream. Akhir cerita yang selalu diluar perkiraan. seperti film Amerika yang endingnya 'menggantung' penyelesaian terserah imajinasi masing-masing.
Bahasa pembuka tiap cerita, buat aku terasa puitis.
Menarik..

Review nanti dilanjutkan kalau sempat :(
CHO
Oct 10, 2015 rated it it was ok
Shelves: review
Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa - Maggie Tiojakin

Saya jatuh cinta dengan judul dan sampul depannya, tentu saja.
Bagi saya yang gemar menghabiskan waktu di dalam kepala sendiri, embel-embel cerita absurd pada buku ini sepertinya berhak mendapat ruangnya sendiri di rak buku saya. Tentu saja amunisi-amunisi absurditas sangat diperlukan sebagai senjata ketika di dalam kepala saya mulai menjadi semakin kompleks dengan pikiran-pikiran yang membabibuta yang lalu menarik saya semakin jauh dan tidak
...more
Rina Suryakusuma
Feb 08, 2016 rated it really liked it
Keren!
Absurd!

Kumcer yang beda dengan cerpen yang biasa kita jumpai di buku2 lain
Gaya penulisannya lugas. Diksinya kaya
Mengena dan sulit untuk dilupakan

Ada beberapa cerita bonus yang diberikan oleh si penulis
Bisa dicek sendiri apa bonusnya :p

Kemudian ada catatan penulis di akhir novel
Catatan yang membuat saya semakin mengagumi keseriusan Maggie dalam menyandang profesi sebagai penulis
Catatan yang membuat saya juga jadi ikut berpikir

Favorit saya : Kristallnacht dan Dies Irae

ade_reads
Jan 31, 2017 rated it it was ok
Entah kenapa... saya merasa tertipu membaca buku ini. Hehe...
Secara keseluruhan, buku ini unik, layak untuk dibaca bagi siapa saja yang ingin mencoba "mencicipi" cerpen-cerpen "rasa" baru dengan nama-nama tokoh, alur dan karakter yang tidak lazim, ending yang menggantung, dan setting di antah berantah. :D
Nura
Apr 06, 2020 rated it liked it
Shelves: fiksi-indonesia
Cerita paling absurd dalam buku ini menurut gw adalah yang menjadi judul: Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa. Mungkin karena gw masih terlalu mikirin dunia nyata. Misal, waktu si kapten menutup mulut dan hidung dengan sebelah tangan. Emang mereka mendarat di planet itu ga pake baju astronot ya? Kan udah dibilang tuh planet ga ada atmosfernya, jadi gimana mereka bisa napas. Yah, kecuali kalo teknologinya udah semaju manusia di film After Earth, bisa ngisap satu wadah untuk bernapas selama 24 ja ...more
Indri Juwono
Jul 15, 2013 rated it really liked it
Ketika terpintas kata absurd, what's on your mind? Sering dikategorikan sebagai aneh, menjadi absurd itu menyenangkan. Kenapa? Ya, kita kan nggak perlu mikir apa-apa, just let it flow. Setiap pembicaraan yang bertopik awal apa, bisa lari ke mana dan menyisakan sesuatu yang nggak perlu dikenang. Tapi entah ada saja yang teringat.

Pikirkan latar. Baca paragraf-paragraf awalnya. Kau akan terlingkupi sehingga terfokus pada ceritanya. Itu yang membuat ceritanya kuat, tidak seperti cerpen-cerpen solite
...more
Anastasia Cynthia
“Katanya di tempat itu hujan tak pernah sedetik pun berhenti mengguyur. Pagi, siang, sore, malam. Hujan lebat tak ada akhir. Mereka bahkan tiak bisa tidur. Air di mana-mana.” –Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa, hlm. 195


Lantaran salah mengambil kordinat, seorang kapten dan tiga awak kapalnya terdampar di tengah lautan abu monokromatik. Roket mereka rusak total. Tak ada jalan kembali selain berjalan ke depan. Pagi, siang, sore, malam, planet asing tempat mereka berbaring kian mengalami penyusu
...more
Luca Hermansyah
Aug 12, 2013 rated it it was amazing
Sebenarnya, di awal, nggak mengharap suka sama buku ini. Boleh dapet buku ini juga hasil minjem sama adiknya temen yang heboh suruh gue baca buku ini dan sempet nantang pula. Katanya kalo gue ngerti isinya, gue bakal ditraktir. Kalo nggak ngerti, gue harus traktir dia. Jiah! Edun! BUT ternyata gue suka sama buku ini. Terus terang gue bukan orang yg suka baca buku Indonesia. Bukan karena gue sombong lho. Tapi karena gue kapok. Dapet cerita yg itu-itu mulu. Cinta-cintaan. Jutek-jutekan. Konyol-kon ...more
Intan Ibrahim
Aug 14, 2013 rated it really liked it
-May contain spoiler-

"I thought of what it would be like to live in a glass bowl, constantly staring out at some other life I could never be a part of."

Salah satu penggalan favorit saya di kumpulan cerita ini. Cerita tsb berjudul 'A Evolutionary History'. Tidak akan saya jabarkan ceritanya karena nanti jadi benar-benar spoiler.

I judge a book by its cover. Jadi memang cover buku inilah yang pertama kali menarik mata. Setelah membaca sedikit penggalan pada cover bagian belakang, saya langsung ber
...more
Fairynee
Oct 03, 2013 rated it liked it
Shelves: short-stories
Saya suka cerpen Tak ada badai di Taman Eden, dan dua cerpen bertema perang. Ada beberapa cerpen lagi yg potensial, sayang sekali, eksekusinya terasa kurang. Namun patut diapreasiasi karena cerpen-cerpen dalam buku ini sedikit berbeda dari kumcer penulis lokal yang pernah saya baca.

Hal yang paling disayangkan adalah beberapa catatan penulis tentang cerpen-cerpennya. Ayolah...saya pikir, pembaca tidak sebegitu bodoh sehingga perlu dijelaskan banyak hal karena khawatir mereka tersesat dalam keabsu
...more
mei
Sep 20, 2015 rated it it was amazing
Shelves: kesukaan
LUAR BIASAAAAA

saya suka beberapa cerita berikut ini

Tak ada badai di taman eden
lompat indah
kota abu-abu
ro-kok
suatu saat kita ingat hari ini
jam kerja

ceritanya bikin mikir dan bikin tersesat

***

selama ini saya kurang begitu memperhatikan pentingnya sampul buku. beli buku biasanya karena rekomendasi teman atau seliatnya aja. tapi waktu pertama kali melihat sampul balada ching-ching dan selama kita tersesat di luar angkasa, saya langsung tertarik dan mencari kedua buku ini.

menarik.
menurut saya ceritny
...more
Asti
May 10, 2015 rated it really liked it
Absurd dan Luar Angkasa agak terlalu jauh untuk menggambarkan buku ini.
Bagi saya cerita-ceritanya cukup membumi. Beberapa memang dengan perspektif khusus, atau dengan variasi yang out of the box.

Secara keseluruhan, Definitely enjoyable, meski mungkin tidak pada setiap waktu.
Reisa
Oct 09, 2015 rated it it was ok
Shelves: fantasy, anthology
sebagian disembunyikan bukan karena spoiler tapi karena ini review arogan pembaca bias


PROS

1.) Saya sudah lamaaaaaaa sekali ingin membaca buku ini. Ada kali 2 tahun. Mencari di mana2 enggak ketemu, bahkan dari web resmi penulisnya pun alot. Mendapatkan buku ini seperti cita-cita yang menjadi nyata.

2.) Maggie Tiojakin banyak bereksperimen di sini dan jelas sekali dia menikmati sesi eksperimennya. Setiap cerita memiliki warna yang berbeda. Ada cerita dengan format wawancara, cerita tentang pesa
...more
Fadhilatul
Sep 08, 2013 rated it it was ok
Hubungan saya dengan cerita-cerita absurd adalah love-hate relationship, meski sebenarnya tidak seekstrim itu juga hehe. Terkadang saya menyukai cerita yang sarat ke-absurd-an seolah saya paham apa maksud si penulis dan apa yang akan terjadi dengan para tokoh ceritanya. Terkadang juga saya benci dan tidak paham dan merasa aneh dengan cerita-cerita yang tidak jelas juntrungannya. Tidak jelas alurnya dan tidak jelas keterangannya. Namun setelah itu saya maklum kembali. Karena saya berpikir, toh hi ...more
htanzil
Jul 15, 2013 rated it really liked it
Shelves: buntelan
Judul buku kumpulan cerpen ini diambil dari cerpen Selama Kita tersesat di Luar angkasa yang merupakan cerpen terakhir dari 14 cerpen plus 5 bonus cerpen berbahasa Inggris yang terdapat dalam buku ini. Cerpen ini yang mengisahkan empat orang astronout yang terdampar di planet Merkurius yang sedang mengkerut. Keempat astornout itu harus bertahan hidup di tengah gelombang udara panas dimana tidak ada setetes airpun di sana yang tersisa.

Ketigabelas cerita lainnya dalam buku ini menyajikan kisah-ki
...more
Jimmy Navy
Mar 16, 2020 rated it really liked it
Saya sangat menikmati keabsurdan kumpulan cerita pendek ini. Ending-nya banyak yang menggantung, tapi ada juga yang sungguh tidak terduga. Misalnya ketika saya selesai membaca "Fatima" yang ceritanya cukup menegangkan, saya tersenyum sambil bergumam dalam hati, "Ah! Aku tertipu." Ada juga beberapa cerita absurd yang buat saya justru terasa romantis.

Meski cukup banyak kata tidak baku yang seharusnya mengusik saya, atau ketika istilah "memicingkan mata" digunakan untuk menggambarkan tokoh yang men
...more
Frida
Dec 14, 2017 rated it liked it
I had a kind of hate-love relationship with this book. Actually I started reading this book months ago, but despite of its "absurd stories collection" label, I found nearly nothing as absurd as I hope stories could be. Maybe because I have been accustomed to the absurdity of Kafka's stories, Reza Nufa's stories in "Pacarku Memintaku jadi Matahari", and others, I found that these Maggie's stories are not absurd enough for me. And somehow there was something with her writing style that along with ...more
Pujiyanto stiffy
Dec 30, 2018 rated it liked it
Yah.. cukup menarik sih. Sebetulnya aku suka dengan cerpen pertama, kisahnya paling unik dan random di antara kerandoman kisah yang lain. Kisah tentang banjir di Lompat Indah juga tak kalah menarik. Khas cerpen macam ini, random, seringnya memiliki akhir cerita yang tak disangka (bahkan banyak yang bikin mengernyitkan dahi lantaran tak jelas) hahaha...

Oh iya, yang paling 'enak' ditangkap ceritanya mungkin kisah dari PD 2 itu, buktikan deh.. bagus kok..



Lania
Sep 13, 2018 rated it really liked it
Anjirt! Adalah kata pertama yang keluar dari mulut setelah membaca salah satu cerpen. Kumcer ini dibeli adek dengan sangat random karena tidak tau mau beli buku apa. Penulisan, diksi, font sangat bagus dan rapi. Awal baca saya tidak berekspektasi apapun. Akhir cerita yang selalu menggantung, membuat diriku membayangkan cerita selanjutnya (ala persepsi sendiri). Berharap akan lebih banyak penulis seperti dia. Tidak diragukan lagi kemampuan dalam ramuan metafora.
Gita
Jul 11, 2018 rated it really liked it
Seperti yg sudah banyak dbilang dr review buku ini : ABSURD :D endingnya aneh dan cenderung keluar jalur. Cerpen favorit saya Saksi Mata, semua saksi di cerita itu hanya mendengar, bukan melihat (kalopun melihat, hanya samar). Memberi definisi baru untuk saya pd arti kata Saksi Mata bahwa menjadi saksi bukan semata-mata apa yg ditangkap oleh mata
Caeli Luis
Mar 08, 2019 rated it really liked it
3.5 sebetulnya. Sama seperti judulnya. Cerita absurd. Jadi ya bener2 absurd ceritanya. Ada beberapa yang gampang di mengerti sih endingnya. Tapi ada beberapa juga yang endingnya sedikit absurd.
Dahnoor Noviansyah
Sep 15, 2018 rated it it was ok
Shelves: indonesian-book
Baca short stories sama aja kayak nonton film to me cause it’s just not my thing. Well, this book is absurd enough.
wienaandbooks
Mar 10, 2020 rated it it was ok
Unfortunately this not 'my cup of tea'
DNF
Maya  Jr
Aug 18, 2018 rated it really liked it
Shelves: fiction
Memang beneran absurd XD
Gama Ramadhan
Nov 21, 2018 rated it really liked it
Bagi saya bukan tentang absurdnya. Kumpulan cerita Tiojakin ini memang rada beda dari pakem cerita fiksi yang saya pernah baca
Nadira Aliya
Nov 18, 2016 rated it really liked it
Absurdly beautiful.

Awang Resmana
Aug 22, 2013 rated it it was amazing
Hmm. Sebenarnya ini buku yang susah diulas. Susah dijelaskan. Dan kalau mau merekomendasikan pada orang, susah juga menjabarkan alasannya. Tapi saya tetap mau coba membagi pendapat (pribadi) saya soal buku yang ramai dibicarakan orang ini. Ramai? Yah, memang tidak seramai Twilight atau Harry Potter -- tapi cukup ramai didiskusikan karena temanya yang absurd.

Saya beli buku ini sebulan lalu, ketika buku masih baru disusun oleh staf toko buku fresh dari kardus pengiriman. Saya belum pernah baca ka
...more
Gusti
May 23, 2014 rated it it was amazing
Gampang banget untuk mengesampingkan buku ini sebagai karya 'biasa'. Toh kita bukan pembaca yg asing thd imajinasi atau genre kepenulisan lain yang cenderung mengandalkan hal-hal fantastis. Dan buat pembaca yg terbiasa membaca genre fantastis, tentunya lebih memilih membaca karya-karya luar yg mmg sudah terbukti kualitasnya dr segi kepenulisan, alur cerita maupun kemapanan logika. Lantas apa untungnya membaca buku Maggie Tiojakin ini?

Baca buku itu (hampir) sama kyk judi. Kadang hasilnya mengunt
...more
Nabila Budayana
Aug 16, 2013 rated it really liked it
Menggunakan kata "absurd" sebagai tagline dan ilustrasi cover yang sangat imajinatif, saya rasa penulis memertaruhkan banyak hal di situ. Mengapa? sebelum membaca dan melihat promonya di berbagai halaman sosial media penerbit dan Fiksi Lotus, saya pikir akan menemukan sebuah kumpulan cerita yang tak lazim, sarat dengan makhluk-makhluk dan elemen-elemen imajinatif seperti pada fiksi fantasi. Saya nyaris tak tertarik dengan buku ini. Karena sempat terpikir akan sangat berbeda dengan gaya karya yan ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • 86
  • Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
  • Museum Masa Kecil
  • Kukila
  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Maryam
  • Kepingan Supernova
  • Second Chance
  • Karena Cinta Kuat Seperti Maut
  • Manifesto Flora
  • Omong Kosong yang Menyenangkan
  • Tukar Takdir
  • Senja dan Cinta yang Berdarah
  • Menghardik Gerimis
  • #GilaVinyl: Seluk-Beluk Mengumpulkan Rekaman Piringan Hitam
  • Setelah Boombox Usai Menyalak
  • Ubur-ubur Lembur
  • Cerita buat Para Kekasih
See similar books…
39 followers
Maggie Tiojakin adalah seorang jurnalis, copywriter, dan penulis fiksi pendek. Karyanya telah dimuat di The Jakarta Post Weekender, Asian News Network (ANN), The Boston Globe, Brunei Times, Writers’ Journal, Voices, La Petite Zine, Femina, Kompas, Eastown Fiction, Somerville News, etc. Buku kumpulan cerpen pertamanya, berjudul Homecoming (and other stories) diterbitkan di tahun 2006 oleh Mathe Pub ...more

Related Articles

Pitched for fans of Jane the Virgin and The Kiss Quotient, Alexis Daria’s newest novel, You Had Me at Hola , goes behind the scenes of a fiction...
8 likes · 2 comments