Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu” as Want to Read:
Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu

3.80  ·  Rating details ·  518 ratings  ·  95 reviews
"Murjangkung kembali memeragakan kepiawaian Laksana sebagai pendongeng yang mahir meramu humor dan tragedi."—Majalah Tempo

"Jawaban untuk setiap pertanyaannya berloncatan
seperti katak-katak dalam film Magnolia."—Majalah Dewi

"Murjangkung ingin mengatakan bahwa: teks fiksi sebaiknya membuka keran imajinasi para pembaca untuk memiliki dunia
dan atmosfer cerita yang khas...."—Ha
...more
Paperback, 214 pages
Published June 3rd 2013 by GagasMedia (first published January 2013)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Murjangkung, please sign up.

Be the first to ask a question about Murjangkung

Community Reviews

Showing 1-30
3.80  · 
Rating details
 ·  518 ratings  ·  95 reviews


Filter
 | 
Sort order
mahatmanto
Jan 08, 2014 rated it liked it
saya jarang baca fiksi.
dan saya ambil buku ini karena covernya bagus. demikian juga cara disainer menandai tiap bab juga bagus: dengan ornamen vignet, sehingga memudahkan kita mengira-kita sudah selesai atau belumnya tiap cerpen.
ini memang buku kumpulan cerpen, dan saya adalah pemalas dalam membaca cerpen yang panjang-panjang.

cerpen adalah cerita pendek, dan cerpen pertama yang judulnya juga dipakai untuk judul buku ini pun pendek. didominasi oleh si "aku" pencerita, kita diberi sajian bagaimana
...more
Yuu Sasih
3,5 bintang

Tadinya ingin memberi 5 bintang, tapi akhirnya dikorting 1,5 bintang karena makin lama penggambaran tokoh perempuan dalam cerpen-cerpennya nyaris selalu sama dan.... saya nggak suka. Kalau bukan ibu rumah tangga yang baik, ya, dalam cerpennya rata-rata tokoh perempuan digambarkan sebagai makhluk yang cerewet dan sepertinya tidak bisa berlogika sebaik tokoh laki-lakinya, percaya takhyul, dll. Mungkin ini memang penggambaran masyarakat kita yang sebenarnya. Memang dalam cerpen-cerpen A.
...more
Yuska Vonita
Jun 03, 2013 rated it really liked it
Shelves: indonesian-lit
Saya dapat buku ini dari Gagasmedia dalam rangka event #unforgotTEN #kadountukblogger
Dari 9 buku yang dikirim, saya mencomot kumpulan cerpen ini karena direkomendasikan oleh proofreader-nya ^^
Saya biasanya menghindari genre sastra karena langsung kebayang njelimetnya bahasa yang digunakan. Tapi, ternyata membaca buku sastra itu mengasyikkan.

Ada cerpen yang bikin saya terbahak, ada yang bikin saya bergidik, ada juga yang bikin saya berkerut dan hampir meneteskan airmata.

Kumpulan cerpen ini adala
...more
Rose Gold Unicorn
Jul 02, 2013 rated it really liked it
Shelves: punya, indonesia
hal yang ga terlalu aku suka adalah judul setiap babnya yang terlalu rumit. bikin aku susah mengingat cerita apa, judul yang mana...

tapi, above all, semuanya oke. BANGET! buat kalian pencinta sastra dan dongeng, wajib baca ini!
Launa Rissadia
Dec 14, 2018 rated it really liked it
Shelves: sastra, favorit
"Kau tahu, hanya para pendengki yang suka bergunjing dan aku tidak akan mengalami cedera parah karena digunjingkan oleh para pendengki." (Hlm. 180)

Ada sebelas cerita yang saya suka dari dua puluh cerpen, yaitu Bagaimana Murjangkung Mendirikan Kota dan Mati Sakit Perut; Otobiografi Gloria; Dongeng Cinta yang Dungu; Teknik Mendapatkan Cinta Sejati; Dua Perempuan di Satu Rumah; Kisah Batu Menangis; Seorang Utusan Memotong Telinga Raja Jawa; Ibu Tiri Bergigi Emas; Malam Saweran; Cerita untuk Anak-An
...more
Nufira S.
Jun 13, 2016 rated it really liked it
Ini perkenalan kedua saya dengan buku A.S. Laksana, tetapi ini kumcer pertama yang saya baca, sebab sebelumnya saya membaca buku nonfiksi beliau yang mengupas tentang menulis. Saya juga membaca beberapa cerpen A.S. Laksana yang bertebaran di media. Setelah membaca cerpen-cerpennya, saya mafhum kenapa banyak cerpenis muda yang menjadikan beliau kiblat dalam menulis.

Saat membaca "Murjangkung", saya banyak berpikir tentang apa faedah sebuah cerita, baik itu cerita yang panjang ataupun yang pendek.
...more
Abdul Hair
Jul 20, 2013 rated it liked it
4,5. Sempat bingung mau kasih nilai berapa, karena ada beberapa cerpen di buku ini yang menurut saya biasa saja. "Cerita Untuk Anak-anakmu" misalnya, ceritanya klise. A.S. Laksana selaku penulis pun bilang kalau cerita di cerpen itu klise. Yang menarik, dia mengatakan cerpen itu klise justru di dalam cerpen itu sendiri. A.S. Laksana memang ingin bermain-main dalam bentuk. Seolah dia ingin bilang, cerita klise sekalipun jika digarap dengan teknik, gaya, dan bentuk yang baik, maka cerita itu akan ...more
Ririn
May 11, 2014 rated it really liked it
Buku ini berisi kumpulan cerita pendek karya AS Laksana yang pernah ditampilkan di beberapa surat kabar. Di antaranya ada cerita pendek "Tuhan, Pawang Hujan, dan Pertarungan yang Remis" yang sumpah kayanya pernah saya baca sebelumnya; mungkin pada masa kantor saya masih berlangganan Koran Tempo.

Cerita pendek karya AS Laksana bernapaskan surealis dengan ciri kisah sehari-hari yang agak aneh dan nyeleneh. Saya kurang suka cerita pertama tentang Murjangkung, yang justru diangkat sebagai judul kump
...more
Stefanie Sugia
Murjangkung adalah kumpulan cerita yang berisi 20 kisah pendek yang ditulis oleh A.S. Laksana. Kumpulan cerita sastra yang ada di dalam buku ini tidak mengusung tema tertentu, bahkan mungkin beberapa kisah mampu membuat pembaca berpikir keras saat membacanya. Seperti yang tertulis pada bagian sampul depan, buku ini berisi cerita-cerita tentang cinta - bahkan juga hal-hal yang berbau supernatural seperti hantu. Untuk mempermudahku menulis ringkasan untuk buku ini, aku akan menceritakan beberapa c ...more
Adien Gunarta
Jan 29, 2014 rated it it was amazing
Shelves: sastra
Ketika membaca buku ini saya sedang sakit. Semacam demam dan meriang. Tidak enak badan dan jiwa. Dan kamu harus hati-hati! Membaca buku ini dapat menggandakan apa pun yang kita rasakan, kurasa. Karena saya dalam keadaan sakit, maka saya merasa bertambah sakit membaca buku ini. Haha.

Tetapi dari sekian buku cerita yang kubaca selama ini, buku ini yang paling lekat di pikiran. Pikiran saya sering lancar mengaitkan hal-hal sehari-hari dengan kata-kata yang kubaca di buku ini. Ini buku yang entah ba
...more
Syahroni Prabowo
Sep 04, 2013 rated it it was amazing
Murjangkung, pembuka yang kurang meyakinkan dan terasa lambat. Tak ada yang spesial di bagian awal. Itu berubah drastis ketika harus menyelesaikan cerita kedua, ketiga, dst.

Membaca kata perkata hingga halaman perhalaman sampai usai memang seperti kita sedang mendengarkan dongeng. Tapi ini dongeng yang harus disimak ketika sore hari dengan secangkir teh hangat dan udara cerah.

Tak usah berpanjang lebar. Mas Sulak sukses membuatku harus ternganga dengan twist di akhir cerita. Bule mengatakannya den
...more
Mandewi
Jan 01, 2015 rated it it was amazing
Salah satu indikator yang bikin saya kesengsem sama sebuah novel/kumcer adalah ketika saya sangat kepingin bisa menulis sebaik penulis novel/kumcer tersebut. Dan Murjangkung adalah salah satunya! Aakkk! <3

Baca Murjangkung, benar-benar seperti sedang mendengar A.S. Laksana mendongeng langsung kepada saya. Tapi, sebaiknya jangan dongengkan cerita-cerita dalam kumcer ini kepada anak-anak, atau mereka akan mimpi buruk. x))))

Keren!

Beberapa cerpen favorit saya: Dongeng Cinta yang Dungu, Kisah Batu
...more
Annisa Anggiana
Cerita2 pendeknya bikin penasaran gimana kisah selanjutnya..
Teguh Affandi
Oct 01, 2013 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: favorites
Jangan sampai menjadi dungu baca buku ini! Keren abis!
Dina Layinah Putri
Jul 02, 2018 rated it really liked it
Ini buku kedua A.S Laksana yang saya baca. Dan saya pikir buku ini lebih baik dibandingkan dengan buku terdahulunya "Bidadari Yang Mengembara."

Beberapa cerpennya secara repetitif menyajikan tokoh bernama Seto yang meskipun berbeda cerita namun masih terdapat benang merahnya. A.S Laksana juga masih menggunakan tokoh bernama Alit yang bisa kalian temui di buku sebelumnya "Bidadari Yang Mengembara."

Buku kumpulan cerpen yang mesti kamu baca.
Agung
Feb 09, 2019 rated it really liked it
Selalu suka dengan gaya penulisan A.S. Laksana. Ia memiliki ciri khas tersendiri dalam menyampaikan cerita. Saya mengetahuinya karena sudah lumayan banyak cerpen dan esai dari karyanya yang saya baca.

Cerita yang baik, kautahu, adalah cerita yang bisa membuat orang nyaman ketika membacanya dan tak disangka bahwa ia telah ikut mengalir di dalam cerita. Selain itu, akhir ceritanya pun membuatmu menebak-nebak. Cerita yang menjadi favorit saya adalah 'Teknik Mendapatkan Cinta Sejati'.
Irfan Sholeh
Jun 10, 2017 rated it really liked it
Buku yang mengenalkanku pada AS Laksana. Hampir tidak ada kejutan yang begitu menggebu-gebu di setiap judulnya, seingatku. Tapi entah mengapa, lembar demi lembar mengalir habis begitu saja. Mungkin gaya bertuturnya, atau entah lain. Menarik!
Sadam Faisal
Oct 02, 2017 rated it liked it
Cerita-ceritanya asik dan menyenangkan waktu dibaca.
Faridatul Mardhiyyah
Jul 12, 2017 rated it really liked it
Gila!
R.G. Widagdo
Jan 24, 2019 rated it really liked it
Shelves: favorites
Judul : 5/5
Sampul : 4/5
Pembuka : 5/5
Cerita (-cerita) : 5/5
Penceritaan : 5/5
Bahasa : 5/5
Penutup : 4/5
Layout : 3/5
Blurb : 4/5

TOTAL : 4.4/5

*Rekomendasi : 5/5
ABO
4.5/5

“Makanannya dimakan sendiri tahinya dibagi-bagi.”

Buku ini berisikan 20 cerita-cerita pendek. Bisa dibilang hampir semua cerpennya bergenre komedi satir. Dan seperti review kumpulan cerpen seperti biasanya, izinkan saya untuk mengomentari cerpen-cerpennya satu per satu.

Bagaimana Murjangkung Mendirikan Kota dan Mati Sakit Perut
Cerpen pembuka ini bercerita tentang Murjangkung—raksasa berkulit bayi—dan pasukannya yang datang ke sebuah negeri dan mulai mendirikan “kerajaannya” sendiri. Dan akhir
...more
Muhajjah Saratini
Mar 11, 2014 rated it liked it
Ini kumpulan cerpen A.S. Laksana pertama yang saya baca.
Setelah selesai, saya bingung...

Ini seperti gabungan gaya-gaya beberapa karya yang pernah saya baca.
Kadang membuat saya ingat Seno dengan Sukab-nya (penulis memiliki Seno dan Alit). Kritik yang disampaikan membuat saya ingat pada penulis-penulis seperti Ahmad Tohari, Hamsad Rangkuti (sekilas dua penulis ini yang langsung saya ingat, haha). Djenar juga tebersit ketika melihat perumpamaan belatung yang digunakan. Sisi "aneh"-nya mengingatkan
...more
Coffeecream
Dec 15, 2013 rated it really liked it
Ketika saya hendak mulai membaca buku ini saya berani bertaruh - dikarenakan reputasinya sebagai yang layak menang KLA - di buku ini pastilah bertebaran kosa kata seperti berak, tahi, muntah, burung, birahi, dan sejenisnya. Ranjang dan kakus selalu menjadi ruang menarik bagi karya sejenis, bukan? Sistem pembuangan depan dan belakang yang selalu mendesak dan membuat gila siapa saja yang belum menemukan tempat pelepasan itu saya yakini bakal ada di buku ini, dan tentu saja, saya tidak salah. Dan s ...more
Anastasia Cynthia
Murjangkung mewakili keduapuluh cerita di dalamnya sungguh mencitrakan cita rasa sebuah sastra Indonesia. Dibalut dengan tutur kata yang simpel, lugas, serta menarik-ulur beberapa pemakaian kata. Kalau boleh disandingkan, Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu agaknya bisa sedikit disetarakan dengan kumpulan cerpen serupa karya M. Aan Mansyur (Kukila, 2012). Dengan gaya bahasa yang sederhana, pemakaian diksi yang menggelitik, serta metafora-metafora yang apik, bacaan sastra pun rasanya di ...more
Darnia
Edited

Tidak banyak kumcer yang menurut gw memiliki alur yang cerdas (apalagi yang bisa gw "ikuti" maksudnya :D). Biasanya, kalo gak akhirnya gw yang kebingungan dengan maksud penulis, ya kisahnya gak nyampe sama nalar (o'on) gw *sungkem sama yang ngasih buku*

A.S Laksana mendadak menyajikan cerpen-cerpen yang nggak umum. Baca satu cerpen beliau, ibarat dikasih appetizer, kemudian ada hidangan utama dan diakhiri dengan dessert yang kalo enggak manis ya asem-asem seger. Itu baru satu kisah. Masih a
...more
Lila Cyclist
May 18, 2014 rated it liked it
Shelves: buku-pinzeman
Absurd. Yang kedua absurd. Dan seterusnya....

Ini adalah kumpulan cerpen kedua yang mengusung keabsurdan setelah SKTLA nya Maggie Tiojakin. Dan apa yang tertinggal setelah cerpen terakhir ditutup? Lega. Kenapa lega? Well, karena saya akhirnya kelar juga membaca novel nominasi KLA 2013 ini tanpa saya skip hahaha. Setelah lega, tentu saja merasa absurd, seperti rasa di semua cerpen disini :D

Terdiri dari 20 cerpen yang kesemuanya sudah pernah dipublikasikan di harian kota. Tak satupun cerpen pernah
...more
Imas
Selalu ingin membaca buku-buku yang berhasil masuk sebagai nominee KLA atau shortlist setelah pengumuman. Khusus buku ini baru punya setelah pengumuman, namun untuk pemenangnya kebetulan sudah dibaca sebelum list calon pemenangnya diumumkan. Bukan karena ribut-ribut setelah pengumuman pemenangnya tapi memang di kota ku belum tersedia. Nah karena ribut-ribut itu jadi tambah penasaran ingin membaca.

Tapi ternyata teteup jadwal membacanya tertunda-tunda..hmm.

AS Laksana bercerita dengan guyon bahkan
...more
Dion Yulianto
Jan 17, 2014 rated it liked it
Ceritanya-ceritanya keren, dan membuktikan si AS Laksana ini memang seorang sastrawan yang sudah teruji karya-karyanya. Saya paling suka dengan cerita pertama, tentan sejarah pendirian Batavia yang lalu diplesetkan bak dongeng oleh penulis. Kalau saja saya tidak membaca Rahasia Meede, saya mungkin ngak ngeh kalau si akuntan dalam cerita ini adalah Jan Pietersen Coen, seorang kumpeni awal yang menduduki dan membangun Batavia. Dalam banyak cerita2 lain, Laksana juga turut mengangkat tema-tema seja ...more
Dewi
Jan 11, 2016 rated it did not like it
Shelves: gave-up-on
Saya percaya setiap penulis memiliki gaya berceritanya sendiri-sendiri, dan saya juga meyakini setiap pembaca mempunyai selera bacaannya masing-masing. Murjangkung buat saya seperti dongeng yang diceritakan terlalu terburu-buru (atau memang begini gaya becerita as laksana), dan mungkin juga karena ini pertama kalinya saya membaca karya beliau.

Sebelumnya saya tertarik untuk membaca buku ini (lagi-lagi) karena review dan pendapat orang. Tapi ibarat minuman, Murjangkung tidak bisa mengatasi rasa ha
...more
Astri Apriyani
May 12, 2014 rated it really liked it
Shelves: mind-blowing
AS Laksana adalah salah satu penulis fiksi yang paling imajinatif yang pernah saya baca karya-karyanya. Seringkali ia membiarkan fakta-fakta dianalogikan dengan hewan-hewan seperti belatung, atau bahkan dengan sesuatu yang tidak nyata, seperti peri sampai raksasa. Baru setelahnya kita akan sadar bahwa itu hanya perumpamaan AS Laksana pada tokoh-tokoh yang sangat nyata, atau peristiwa yang pernah terjadi, semisal koruptor, kompeni, atau apa sebab banci bertingkah laku seperti banci.

Murjangkung: C
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
  • Semua Untuk Hindia
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd
  • Ayahmu Bulan, Engkau Matahari
  • Panggilan Rasul: Kumpulan Cerpen
  • Kumpulan Budak Setan
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • 86
  • Dari Datuk ke Sakura Emas
  • Dunia Sukab: Sejumlah Cerita
  • Sihir Perempuan
  • Laki-laki Pemanggul Goni: Cerpen Pilihan KOMPAS 2012
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • Tegak Lurus Dengan Langit
  • Larutan Senja
48 followers
AS Laksana (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 25 Desember 1968) adalah seorang sastrawan, pengarang, kritikus sastra, dan wartawan Indonesia yang dikenal aktif menulis cerita pendek di berbagai media cetak nasional di Indonesia. Ia belajar Bahasa Indonesia di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Semarang (kini Universitas Negeri Semarang) dan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Univ ...more