Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)” as Want to Read:
Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)

3.82  ·  Rating details ·  406 Ratings  ·  60 Reviews
ceramah pada tanggal 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki- Jakarta
Paperback, 135 pages
Published 1978 by Yayasan Idayu (first published 1977)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Manusia Indonesia, please sign up.

Be the first to ask a question about Manusia Indonesia

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Robert
Jul 08, 2009 rated it really liked it
Sebuah buku yang kontroversial di zamannya. Di akhir tahun 1970-an, Mochtar Lubis menulis buku yang membongkar potret-potret kebobrokan manusia Indonesia. Saya lupa apa saja, tetapi di antaranya adalah: munafik, pemalas, berjiwa feodal, korupsi, dan gemar mencari kambing hitam. Lubis cuma menyanjung sisi positif orang Indonesia dari segi kemampuan artistik (seni) saja.

Di halaman belakang, Lubis menyisipkan berbagai tanggapan pembaca mengenai buku ini. Lebih banyak yang kontra daripada yang pro,
...more
Arfan
Mar 27, 2011 rated it really liked it
"Wajah lama sudah tak keruan di kaca, sedang wajah baru belum jua jelas." Itulah kutipan kalimat yang cukup menohok untuk mengawali sebuah buku yang cukup kontroversial di jamannya. Tepatnya sebuah buku yang disarikan dari naskah pidato kebudayaan Mochtar Lubis pada 6 April 1977, di TMII Jakarta.

Pertanyaannya, apa yang membuat buku ini kontoversial? Jawabannya adalah keseluruhan isi pidato Mochtar Lubis yang sangat tajam mengkritik keadaan sosial masyarakat Indonesia pada waktu itu. Bayangkan, s
...more
Muhammad Fadel
Jan 07, 2013 rated it really liked it
Shelves: philosophy
Buku yang sangat lugas, dan gamblang menggambarkan ciri manusia Indonesia. Meskipun ditulis pada tahun 1977, buku ini masih sangat relevan dengan kondisi kekinian Indonesia, Sebuah buku yang sangat baik untuk merefleksikan kembali konsep masyarakat Indonesia yang kita kenal saat ini.
danies
Nov 04, 2009 rated it really liked it
Shelves: 300
"Saya mengusulkan... Ah, apa yang hendak saya usulkan??? Saya usulkan kita di Indonesia bersikap lebih manusia terhadap sesama manusia kita."

Mochtar Lubis dalam Manusia Indonesia: Sebuah Pertanggunjawaban

Fariza
May 14, 2012 rated it liked it
Saya percaya sedikit sebanyak yang dibincangkan oleh Mochtar Lubis ada benarnya dengan rakyat Malaysia sendiri. Di zaman moden ini lebih banyak kakarutan moden pula yang timbul. manusia sentiasa memilih seuatu untuk dipercayai itu adalah hakikat.

menariknya manusia Indonesia itu memang ada uniknya.

p/s: Saya memang peminat tulisan Mochtar Lubis. Bahasa Indonesia memang best.. haha

Rifky Ferdiansyah
Aug 21, 2013 rated it really liked it
Saya baca buku dengan edisi cetakan kelima oleh Yayasan Obor Indonesia.
Sangat menarik karena apa yang telah dikemukanan penulis tahun 1977 di Taman Ismail Marzuki, dimana rezim Orde Baru sedang berkuasa selain ternyata masih memiliki relevansi dengan kondisi Indonesia sekarang ini. Pandangan Mochtar Lubis ttng Manusia Indonesia saat itu memang diakuinya bukanlah hasil penelitian yang menggunakan penelitian ilmiah, malainkan hanya pandangan yang dilakukannya secara mendalam.

Selain itu, di buku te
...more
Annisa Pratyasto
Memang susah menggeneralisasi manusia indonesia dalam satu karakteristik.
Namun buku ini saya rasa cukup kompeten untuk dijadikan acuan referensi walaupun masih terasa subyektif. Yang cukup menarik untuk disimak adalah perdebatan antar tanggapan oleh orang yang ahli di bidangnya dari pembaca pidato.

satu kata yang sangat saya ingat :
De fiere sumantraan, de beschaafde javaan, de dappere menadonees, de trouwe ambonees

HIDUP INDONESIA!!

saya paling suka sifat yang dijelaskan oleh mochtar lubis ..orang
...more
rati
Dec 19, 2008 rated it really liked it
Ditulis dan dibacakan di TIM 31 tahun yang lalu, apa yang diungkapkan Mochtar Lubis masih relevan untuk direnungkan saat ini. Membaca buku ini, tampak banyak hal-hal buruk pada bangsa kita yang belum berubah, bahkan sebagian perkiraan Mochtar telah benar-benar terjadi saat ini, misalnya mengenai modal/bakat yang dapat dikembangkan orang Indonesia, pentingnya ketahanan pangan, kerusakan lingkungan, dll. Ternyata kondisi kita memang belum beranjak jauh dari 31 tahun yang lalu, sebaliknya Mochtar t ...more
Antariksa Akhmadi
Jul 07, 2015 rated it it was amazing
Ada enam sifat manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis: hipokrit alias munafik, enggan bertanggung jawab, berjiwa feodal, percaya takhayul, memiliki bakat seni, dan memiliki watak yang lemah. Dengan keras ia melalui pidato kebudayaannya mengkritik tatanan masyarakat di akhir tahun 70-an. Di situ juga banyak wanti-wanti bahwa jika tahun 2000 situasi itu tidak berubah, maka masyarakat kita bakal makin terpuruk. Sayangnya, tahun 2015 ini pidato itu tetap menyengat dan masih mencerminkan mentalitas ...more
Amri Wicaksono Pribadi
Sep 28, 2009 rated it it was amazing
Membaca buku ini seolah sedang berkaca pada sebuah cermin, melihat refleksi manusia-manusia Indonesia dari sebuah cermin yang bersih.. begitu polos dan jujur.

Walaupun memang bangsa Indonesia begitu beraneka ragam dan tidak bisa disamaratakan, namun buku ini cukup mewakili sifat-sifat yang sering kita dapatkan pada manusia-manusia Indonesia.

Miris memang..
Palsay
May 20, 2008 rated it liked it
Recommends it for: everyone
baca buku ini antara sedih dan geli sendiri...kadang angguk-angguk...kadang geleng-geleng...loh..kok kaya lagunya project pop yah...
Mudah-mudahan sih jadi malu sendiri dan berubah jadi manusia Indonesia yang lebih baik yah..
 Δx Δp ≥ ½ ħ
berani dan berbahaya. duh, jadi malu sendiri. tapi bagian yg paling seru yg pas bagian polemiknya. berbalas surat gituh. ahahaha


*yay! akhirnya dapet bukunya seharag 3rb sahaja*
Achmad Soefandi
Mochtar Lubis, Menyingkap Wajah Retak “Manusia Indonesia”

Penulis mengenal nama Mochtar Lubis ketika membaca salah satu karyanya yang berjudul Harimau-Harimau, yang menceritakan tentang seekor harimau yang memangsa sekelompok orang para pencari nira di hutan. Melalui pembacaan novel tersebut penulis penasaraan dan ingin lebih tahu sosok Mochtar Lubis melalui karyanya. Setelah pencarian di jagad maya, penulis menemukan sejumlah review tentang salah satu karya kontroversial beliau yang berjudul “Ma
...more
Ian Aviandy
Jun 19, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Keluhan-keluhan, bisa juga dibaca sebagai analisis - tapi terlalu personal, atau kita sebut saja sebuah esai populer lah. Sebenarnyalah, buku ini terbit tahun '77, entah kenapa banyak sekali individu merdeka yang merekomendasikan untuk membacanya.

Tabik, dibacalah buku ini. Memang, mungkin ketika era tujuhpuluhan misi memanusiakan manusia yang sudah mulai tidak manusiawi lagi serasa seru. Tapi, di era milenial sekarang kini, atawa '16an kemari, sepertinya sikap-sikap manusia kita/kami menurut Lub
...more
Nayaka Angger
Jul 23, 2017 rated it really liked it
Manusia Indonesia, seperti judulnya, menuturkan mengenai karakteristik manusia Indonesia dari sudut pandang seorang budayawan kondang: Mochtar Lubis. Saya sering mengangguk-angguk ketika membaca buku ini, pertanda setuju dengan beliau perihal tabiat-tabiat kita sendiri.

Menurut Anda manusia Indonesia pemalas? Penjilat? Artistik? Ya. Tapi kenapa? Buku ini menjadi menyenangkan karena menyajikan sebuah common sense mengenai masyarakat Indonesia yang dirasionalisasi oleh pengalaman-pengalaman hebat
...more
Kristoporus Primeloka
selain enam tuduhan atas manusia Indonesia yaitu:
1. hipokrit
2.enggan bertanggung jawab atas perbuatannya
3.feodal
4.percaya takhyul
5.artistik
6.lemah watak/karakter,
yang menarik pada buku ini justru perdebatan-perdebatan yang muncul di bagian akhir.
Ruth Latreia
3.5!
Claudia Sutrisno
If anybody ask me: "who are Indonesians?", I'll take most of my reference from this book.
Ilham Rusdiana
Oct 17, 2015 rated it really liked it
Rating: 3.5 Stars

Buku Manusia Indonesia merupakan naskah yang diterbitkan dari ceramah Mochtar Lubis yang dilakukan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 6 April 1977. Ceramah tersebut berjudul “Kondisi dan Situasi Manusia Indonesia Masa Kini”. Dalam ceramahnya, Mochtar Lubis mengemukakan enam ciri dari manusia Indonesia.
Ciri-ciri tersebut yaitu:
1. Munafik
2. Tidak bertanggungjawab
3. Berjiwa dan berperilaku feodal
4. Percaya takhayul
5. Artistik
6. Berwatak lemah
Kalau kita cermati enam ciri terseb
...more
Abi Ghifari
Dec 30, 2014 rated it really liked it
Shelves: essay
"Manusia Indonesia" merupakan buku yang didasarkan atas pidato Mochtar Lubis pada tanggal 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki. Pidatonya tersebut merupakan sebuah pengungkapan pemikirannya (atau menurut istilahnya sebuah "pertanggungan-jawab") terhadap jati diri dan karakter Manusia Indonesia sesungguhnya.

Mochtar memulai pemaparannya dengan menelusuri sejarah dan latar belakang umum terbentuknya karakter bangsa Indonesia, baik secara sosial, budaya, kemasyarakatan, dan agama hingga terjadinya p
...more
Hanan Salsabila
Feb 29, 2016 rated it it was amazing
Shelves: favorite
Buku kedua karya Mochtar Lubis yang saya baca setelah buku berjudul Harimau, Harimau!
(Keduanya jadi buku favorite saya)
Beberapa hari yang lalu buku ini tidak sengaja tertinggal dan hilang di toilet kampus, sudah di cari cari kemana-mana tetap tidak ketemu juga, padahal buku buku Mochtar Lubis sangat sulit ditemukan di pasaran.
.
Saya suka cara Mochtar Lubis menuturkan pikirannya dengan kata-kata yang ringan namun sarat makna. Buku ini baru hampir selesai di baca, namun saya sangat suka bagian dima
...more
Randhy Nugroho
Banyak sekali hal-hal yang perlu lantang disuarakan dari kebobrokan bangsa kita secara umum. Dan dari sekian banyak orang, Mochtar Lubis berdiri untuk mengungkapkan hal tersebut. Di Taman Ismail Marzuki pada tahun 1977, dia berpidato. Menurutnya, ada enam ciri utama Manusia Indonesia: munafik, enggan bertanggung jawab, berperilaku feodal, percaya takhayul, artistik dan lemah karakternya.

Apa adil untuk menilai masyarakat kita dengan enam poin tersebut? Banyak orang berkata tidak. Banyak juga piha
...more
rahma
Dec 03, 2015 rated it liked it  ·  review of another edition
Ceramah Kebudayaan yang fenomenal hehe kalo saya lihat, memang Mochtar Lubis mengutarakan pandangannya tentang sifat manusia Indonesia secara garis besar saja, memang belum ada penelitian yang bertanggung jawab atas keabsahan pernyataan Pak Mochtar ini. Akibatnya, banyak tanggapan tanggapan yang muncul dari yang setuju dan juga tidak setuju.
Yang tidak setuju seakan bilang, "waah ndak juga pak buktinya saya ndak gitu, teman teman saya ndak demikian, apalagi keluarga saya. mereka malah kebalikan
...more
Heni Indriana
Dec 20, 2016 rated it it was amazing
Buku yang 'nyeleneh'. Dimana kalian bisa temukan orang yg menelanjangi identitasnya sendiri? Cuma Mochtar Lubis yang mampu. Buku ini adalah refleksi paling jujur dari Mochtar. Lalu mengenai kontroversi segala ucapannya yg ada dalam buku ini saya kira suatu bentuk kewajaran akan kepanikan terhadap diri sendiri tentang apa yang akan dipikirkan orang lain. Kan,kita selalu begitu,bukan?!
Saya mengerti sekali kenapa Penulis menyelipkan bagian komentar yang cenderung kontra terhadap pemikirannya ini d
...more
Bagus Hanindhito
Jan 23, 2013 rated it really liked it
Buku ini berisi pandangan penulis mengenai masyarakat Indonesia beserta sifat-sifatnya baik itu sifat positif maupun negatif. Walaupun terlalu berlebihan dengan melakukan generalisasi seperti itu, beberapa diantaranya memang benar apa adanya dan pernah saya temui di kehidupan nyata. Memang sulit menentukan sifat general masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai macam suku bangsa. Secara keseluruhan, buku ini sangat baik untuk dibaca dan dapat dijadikan bahan refleksi diri untuk memperbaiki ...more
Pringadi Abdi
Nov 26, 2015 rated it really liked it
Very true tentang Manusia Indonesia. Dengan sangat jujur aku menyetujui soal tulisan ini, terutama soal PNS yang tidak bertujuan untuk mengabdi pada rakyat. Melainkan hanya status sosial semata. Ini terlihat jelas di guru misalnya. Ada 2,7 juta guru di Indonesia atau sekitar 70% PNS. Tapi kita tetap kekurangan guru di daerah 3T. Kenapa? Karena mereka terpusat di Jawa dan daerah besar dan ramai.

Buku ini sendiri, aku membelinya dengan tertipu. Aku ke Blok M dan kutanya asli apa bajakan. Katanya as
...more
Desy Azwir
"Mungkin dua puluh tahun lagi adalah sangat modern untuk menuntut agar jangan lagi pohon kayu dipotong dan hutan rimba dipotong semena-mena" (Lubis, 1977)

Dihitung dari sejak ceramah itu, berarti sekarang sudah 38 tahun. Harapan yang tertuang perlahan tampak terealisasi kini. Seperti juga harapan tentang budaya Indonesia yang dapat dijadikan salah satu industri. Misalnya saja para disainer pakaian berlomba memperkenalkan kain-kain khas Indonesia itu melalui rancangannya. Ayo manusia Indonesia, ki
...more
za
Sep 02, 2007 rated it it was amazing
Buku ini diberikan oleh teman diskusi ku yang baik hati manis lucu pinter juga imut :-D Ia bilang, tak sengaja membelikan untuk ku. Ia bilang, ingat aku sewaktu melihat buku ini.

Layaknya buku-buku yang diberikan oleh orang lain kepada ku, aku memintanya menulis pesan. Aku lupa persisnya, tapi kurang lebih seperti ini, "Buat bahan bacaan aja. Jangan mikir yang serem-serem. Met baca!"

Buku ini merupakan orasi kebudayaan Mochtar Lubis. Isinya adalah sifat-sifat buruk orang Indonesia.
Marina Zala
** Books 176 - 2014 **

Buku ini mengisahkan tentang sifat2 manusia indonesia yang munafik, tidak mau bertanggung jawab, berperilaku feodal, percaya pada takahyul. berbakat seni dan lemah karakternya. meskipun semua steorotipe ini tidaklah benar.. karena gak bisa di generalisasi seperti itu.. cuma membuat saya tergelitik karena saya merasakan masih menemukan beberapa hal yang masih terlihat di masyarakat.

buku ini saya berikan 3,2 dari 5 bintang! :)
Devina Martha Safira
Jan 23, 2013 rated it really liked it
Berbicara tentang Indonesia, tentu kita melihat sisi kemanusiaan yang berada di dalamnya. Mochtar Lubis, dalam sebuah pidatonya memuat keenam ciri manusia Indonesia yang berasal dari sudut pandangnya. Tak sepenuhnya persepsinya benar, namun bukan berarti buku ini dikatakan jelek. Buku yang sangat amat bagus untuk dibaca dan dipelajari, sekaligus berkaca memngenai diri sendiri.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Catatan Pinggir 1
  • Aksi Massa
  • Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1
  • Mangan Ora Mangan Kumpul
  • Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib
  • Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat
  • Nusantara: Sejarah Indonesia
  • Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun September 1948
  • Demokrasi Kita: Idealisme dan Realitas Serta Unsur yang memperkuatnya
  • Perjuangan Kita
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
  • Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan
  • 'A9ama' Saya Adalah Jurnalisme
529648
Mochtar Lubis lahir tanggal 7 Maret 1922 di Padang. Mendapat pendidikan di Sekolah Ekonomi INS Kayu Tanam, Sumatera serta Jefferson Fellowship East and West Center, Universitas Hawai. Aktif sebagai penerbit dan Pemimpin Redaksi Harian Indonesia Raya Jakarta. Memperoleh Magsaysay Award untuk jurnalistik dan kesusasteraan; Golden Pen Award dari International Association of Editors and Publishers. Ha ...more
More about Mochtar Lubis...

Share This Book