Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Macaroon Love” as Want to Read:
Macaroon Love
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Macaroon Love

by
3.02  ·  Rating details ·  65 ratings  ·  25 reviews
Kalau ada satu hal yang paling aku benci di dunia ini, itu adalah namaku, Magali. Kalau ada satu hal yang paling kusuka di dunia ini, itu adalah makanan. Padu padan makanan menjadi passion-ku. Sebagai seorang food writer, aku selalu mencari cara untuk memadukan resep. Harus berbeda, jangan mainstream.

Jadi betapa kagetnya aku saat ketemu Ammar. Bukan saja dia berprofesi seb
...more
Paperback, 1, 262 pages
Published April 2013 by Qanita
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Macaroon Love, please sign up.

Be the first to ask a question about Macaroon Love

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.02  · 
Rating details
 ·  65 ratings  ·  25 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Macaroon Love
Ria Tumimomor
May 22, 2013 rated it liked it
Buku yg halaman demi halaman membuat gue ketawa cekikikan. Buku ini berkisah tentang cewek bernama Magali yang bekerja sebagai wartawan freelance yg mengulas makanan di restoran. Walau benci dengan namanya yang dianggapnya aneh itu, Magali sendiri adalah wanita yang unik dan tidak berkepribadian seperti cewek pada umumnya. Mau tau bagaimana kisahnya dan apakah cewek seunik Magali juga bisa jatuh cinta? Baca dulu deh buku ini ^_^
Citra Rizcha Maya
May 08, 2013 rated it liked it
Tiga Keping Macaroon untuk Magali!

Blurb:
Kalau ada satu hal yang paling aku benci di dunia ini, itu adalah namaku, Magali. Kalau ada satu hal yang paling kusuka di dunia ini, itu adalah makanan. Padu padan makanan menjadi passion-ku. Sebagai seorang food writer, aku selalu mencari cara untuk memadukan resep. Harus berbeda, jangan mainstream.
Jadi betapa kagetnya aku saat ketemu Ammar. Bukan saja dia berprofesi sebagai koki seperti ayahku, tetapi dia juga memberikan suguhan yang berbeda. Di Suguh
...more
Haryadi Yansyah
Jul 29, 2013 rated it liked it
“Nunggu apa lagi, sih? Make a wish!” sahut Beau ricuh (hal.13) Aku memandangnya lekat, Beau –sepupuku, selalu saja begitu. Tampang bulenya sering kali tertutupi sifatnya yang menyebalkan! Seperti biasa, di setiap hari jadiku, Beau-lah orang yang paling cerewet menyuruhku menyuarakan keinginan walaupun dia sendiri tahu harapanku tiap tahunnya selalu sama. Aku hanya berharap namaku bukan Magali.

Magali? Nama yang aneh bukan? Bahkan, dengan nama itu kerap kali orang salah mengira aku ini lelaki atau
...more
Dyah
Jun 15, 2013 rated it liked it
OK...let's just list the things I like and dislike from this book. But firstly, you should know that overall, I quite enjoy reading this.

Things I LIKE:
~ The cover & the title. I've been in love with macaroon way before it becomes trending and can be found everywhere.

Things I DISLIKE:
~ The characteristics of Magali and her cousin Beau. I'm gonna call them the "obnoxious duo".
~ Many coincidences in this story. Wait. Coincidence? You're kidding me. "There is no such thing called coincidence. Everyt
...more
Hairi
May 24, 2013 rated it liked it
Penasaran banget sama novel ini. Makanya saya memilih untuk membeli novel ini ketimbang yang jadi juara lomba qanitanya.
Sampai di halaman 60an saya bbm suami yang lagi di kantor, biasa curhat :p
Saya bilang ke suami, ini novel sudah sampai hal 60an kok nggak berasa konfliknya apaan?
Apa jawaban suami saya? Ga penting. Hahaha... Saya lupa dia jawab apaan :p
Dan di hal 90an saya harus meyakinkan diri saya kalau konflik tentang anehnya nama Magali itulah yang jadi konfliknya. Ya ya ya...
Saya suka kul
...more
Sri Nurjanah
Jul 21, 2013 marked it as to-read
Good
Ila Rizky Nidiana
Jan 04, 2017 rated it liked it
3,5 bintang

suka dengan ide unik tentang makanan ini.
review lengkapnya di blog ya
http://resensi.ilarizky.com/2017/01/r...
...more
Atria Dewi Sartika
Sep 11, 2013 rated it liked it
Shelves: fiksi-indonesia
Novel ini termasuk dalam salah satu Naskah Unggulan “Lomba Penulisan Romance Qanita”. Buku ini saat melihatnya pertama kali cukup bikin jatuh cinta. Kenapa?? Tampilan bukunya sangat ramah buat dibawa kemana-mana. Ukuran buku yag cukup mini membuatnya mudah diselipkan di dalam tas sehari-hari. Selain itu sampul dengan warna lembut itu bikin penampilan makin keren saat duduk manis menuggu di kafe atau bahkan dipinggir jalan sembari menunggu angkot (^_^)

Macaroon Love ini dimulai tentang keluhan si
...more
Esti Sulistyawan
Magali dengan semua keanehannya adalah hal pertama yang terlintas dipikiran saya setelah selesai membaca novel Macaroon Love ini. Bagaimana tidak aneh. Mulai dari namanya, Magali, bukanlah nama yang lazim bagi seorang gadis, bahkan untuk digunakan sebagai nama tokoh dalam novel sekali pun. Kemudian dari selera makannya yang tak biasa. Walaupun di dalam novel hanya dicontohkan bagaimana Magali suka mencocol kentang goreng pada es krim, itu sudah cukup membuat para pembaca tahu akan keunikannya i ...more
Helvira Hasan
May 28, 2014 rated it it was ok
Shelves: novel
Judulnya bagus. Macaroon Love. Ide ceritanya yang berbau kuliner juga bagus. Tapi...

Kenapa Magali benci sekali dengan namanya yang bagus itu, artinya saja "mutiara", atau "the daughter of the sea", yang pasti erat kaitannya dengan pekerjaan ayahnya yang selalu di lautan itu. Dan, sebagai anti-mainstream, seharusnya dia suka dong kalau ada yang menganggap aneh namanya. Walaupun disebut, dia dan namanya itu "love-hate-relationship", porsi benci Magali terasa lebih kuat. Jadinya bosan juga sama Mag
...more
ayanapunya
Aug 22, 2015 rated it liked it
sejak kecil, magali tak pernah suka dengan namanya yang diambil dari bahasa perancis. baginya nama yang dianugerahkan sang ayah tersebut lebih banyak membawa cerita buruk dalam hidupnya.

Magali sendiri sehari-harinya bekerja sebagai seorang freelance di sebuah majalah gratisan yang membahas tentang rumah makan. Sejak kecil keluarga yang dikenalnya hanyalah Jodhi -sang ayah yang bekerja di kapal pesiar-, Nene, dan Beau sepupu yang tumbuh bersamanya sejak usia 14 tahun.

seleranya yang unik membuat
...more
Pia Devina
Jun 07, 2016 rated it liked it
Pengen baca buku ini sejak lama, sebenarnya. Tapi baru baca sekarang. Dulu kalau nggak salah, pernah baca Mbak Penulis bilang judul naskah ini awalnya adalah Magali sebelum diganti jadi Macaroon Love--dan saya lupa dulu bacanya di mana.
Saya ngerasa judul awal tersebut lebih cocok, mungkin karena keseluruhan cerita memang bercerita tentang karakter Magali. Soal romance pun, cerita di novel ini baru disebut pas Ammar dateng, menjelang halaman 100 (saya lupa tepatnya). Tapi, pihak penerbit pasti pu
...more
Titish A.K.
May 31, 2014 rated it liked it
Nama: Magali
Cita-cita: menjadi orang aneh

sehingga ...

setiap harinya meyakinkan kepada semua orang berkali-kali bahwa dia itu aneh-unik-freak-antimainstream, namanya aneh-unik-freak-antimainstream, selera makannya juga aneh-unik-freak-antimainstream.

Eh, "semua orang" ini sebenarnya Ammar dan pembaca saja. Karena selain keluarganya (Nene-Jodhi-Beau) yang juga aneh-unik-freak-antimainstream, sebenarnya tidak ada tokoh lain lagi yang perlu mendapat penjelasan dari Magali bahwa dia itu aneh-unik-f
...more
Rhein
Mar 09, 2014 rated it it was ok
Baca novel ini mengingatkan sama tipikal novel atau cerita tahun 90an. Macam cerita Lupus, Vanya, Olga, atau yg agak tebal TIA by. Kembangmanggis (entah itu siapa). Ide cerita simpel, bercerita tentang kejadian sehari-hari, ngalir, teratur, dan dialog yang hidup patut diacungi jempol. Juga untuk karakter Magali yg sukses bikin saya sebel. Biasanya, cewek aneh itu happy dan gak peduli dengan keanehannya, tapi di sini dia sering menyebut dirinya aneh dan terkesan depresi. Well, super aneh kl gt. h ...more
Halida Hanun
biasa aja bacanya. datar. flat. bahkan kesan romancenya nggak terasa.

1. saya agak kurang suka dengan penekanan karakter Magali. iya tau Magali itu sinis dalam memandang hidupnya. tapi cukuplah ditunjukkan melalui sikap/dialog, nggak usah ditekankan lagi kalo dia memang sinis. jadinya kayak "lo gak percaya kalo si magali ini sinis, biar gue tekankan lagi deh" gituuuu.
2. entah kenapa saya merasa si beau ini cocoknya jadi cewek aja. dari sifatnya, dari dialognya. auranya tuh dia lebih pas jadi cewe
...more
Caca Venthine
Jan 07, 2014 rated it it was ok
bercerita tentang perempuan bernama unik Magali,seorang reporter di salah 1 majalah gratisan.. hhmm iya suka wawancara di restoran2 gitulah. sampai akhirnya bertemu dengan Ammar, salah satu pemilik restoran yang nama restorannya sama dengan Gali.

ya intinya seperti itulah. agak bosenin juga,dan gue gk nikmatin cerita ini. cuma suka pas di bagian endingnya pas Ammar kasih kue ultah ke Gali berupa macaroon's tower.. udah itu aja,lainnya kalo menurut gue gk ada yang special..
...more
Eka Situmorang-Sir
Sep 17, 2013 rated it liked it
Shelves: romance, owned, gifts
Hello Magali! ^_^ a grumpy gal who complains a lot and has a unique name with unique character. The novel is light, offering ideas about the relationship of family and friends. As the writer is or (was?) in the culinary world, you will find fresh information about culinary and pastries and so on.
Love the way Mbak Winda describing things here but more dialogues would freshen up the story ^_^
Muhammad Ridwan
Komentarnya cuma 2:
- Ending-nya terlalu dipaksakan.
- Pertemuan Magali dengan Flora, dan sikap Ammar yang main peluk-pelukan terlalu ... hmm ... aneh. Agak-agak gak realistis terjadi di Jakarta #plak
Ani Andriyanti
Apr 23, 2015 rated it liked it
Shelves: koleksi
Cover yang manis. Ditambah judulnya "macaroon". Kebetulan saya suka kue itu :D
Dialog di dalamnya ringan dan segar. Awal-awal baca sempat berasa ini konfliknya dimana ya. Tapi entah kok saya bisa bertahan menyelesaikan novel ringan ini. Bisa dinikmati lah :)
...more
Ruth Munthe
Gue tau magali aneh, tp ga perlu kan ditulis berkali-kali kata 'aneh'nya? Ganggu. ...more
Phalupi Apik
Jul 23, 2013 rated it really liked it
Runut, maju dari awal sampai akhir. Meski ada flashback itu menguatkan alur majunya. Novel yang bisa menjawab pertanyaan di bab satu ketika kita membaca akhir bab.
Febri Candra
Hay jodhi...awalnya bingung dimana macaroon nya, dan ternyata di akhir cerita menjadi pemanis cerita indah magali ...
Shabrina Ws
rated it really liked it
Dec 03, 2013
Rissya Mutya prima
rated it liked it
Apr 04, 2014
NM. Rayanti Sari Dewi
rated it did not like it
Nov 28, 2013
Shaa
rated it liked it
Sep 13, 2013
Talitha
rated it liked it
May 21, 2013
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Sunday Sundaes (Sprinkle Sundays #1)
  • Macaroons: 30 Recipes for Perfect Bite-size Treats
  • Les Petits Plats Francais: Irresistible Macaroons
  • Roller Girl
  • The Sprinkle Sundays Collection: Sunday Sundaes; Cracks in the Cone; The Purr-fect Scoop; Ice Cream Sandwiched
  • Boo: The Life of the World's Cutest Dog
  • I Want My Hat Back
  • Miss Nelson Is Back (Miss Nelson, #2)
  • Miss Nelson Is Missing! (Miss Nelson, #1)
  • Sisters (Smile, #2)
  • The Miss Nelson Collection
  • A Bad Case of Stripes
  • Kid Chef Bakes: The Kids Cookbook for Aspiring Bakers
  • Kid Chef Junior Bakes: My First Kids Baking Cookbook
  • Best Jokes 2014
  • Turning Thirty
  • Lethal White (Cormoran Strike, #4)
  • The Naked Traveler Anthology: Horror
See similar books…

News & Interviews

  Melissa Albert burst onto the YA scene (and catapulted into readers' hearts) with her 2018 debut The Hazel Wood. This darkly fantastical...
73 likes · 5 comments
No trivia or quizzes yet. Add some now »