Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Pasung Jiwa” as Want to Read:
Pasung Jiwa
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Pasung Jiwa

by
3.88  ·  Rating details ·  994 ratings  ·  228 reviews
Apakah kehendak bebas benar-benar ada?
Apakah manusia bebas benar-benar ada?

Okky Madasari mengemukakan pertanyaan-pertanyaan besar dari manusia dan kemanusiaan dalam novel ini.

Melalui dua tokoh utama, Sasana dan Jaka Wani, dihadirkan pergulatan manusia dalam mencari kebebasan dan melepaskan diri dari segala kungkungan. Mulai dari kungkungan tubuh dan pikiran, kungkungan tra
...more
Paperback, 328 pages
Published May 2013 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Pasung Jiwa, please sign up.

Be the first to ask a question about Pasung Jiwa

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.88  · 
Rating details
 ·  994 ratings  ·  228 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Pasung Jiwa
mollusskka
"Tak ada jiwa yang bermasalah. Yang bermasalah adalah hal-hal yang ada di luar jiwa itu."


Pasung Jiwa adalah perkenalan pertamaku dengan karya Okky Madasari dan aku sukaaaaaa banget. Habis temanya keren banget dan menambah pengetahuan juga. Dan aku yakin isu-isu yang diangkat dalam novel ini pasti sudah melalui riset yang gak main-main. Ya masa sih berani-beraninya ngomongin polisi, jenderal dan FPI dengan cuma mengandalkan imajinasi dan asumsi?

Tokoh sentral dalam novel ini adalah Sas
...more
Darnia
3.5/5 bintang

While we are free to choose our actions,
we are not free to choose the consequences of it
(Stephen R. Covey)


Quote di atas sudah menggambarkan keseluruhan isi buku ini. Kebebasan yg diinginkan Sasana, yg sejak orok sudah diperdengarkan musik klasik, untuk menekuni lagu dangdut, namun terhalang keinginan dan gengsi orang tua. Kebebasan yg diinginkan Jaka Wani, buruh pengelap layar televisi, untuk kembali menghidupkan jiwanya yg dilumpuhkan oleh rutinitas. Keinginan yg digambarkan sa
...more
Nana
May 10, 2015 rated it really liked it
Walau tidak seekstrem kasus Sasa dan Jaka Wani, saya rasa setiap orang memiliki Pasung Jiwa-nya masing-masing. "Be Yourself" is such a bullshit. Siapa coba yang bebas menerapkan "Be Yourself" kalau setiap hari berhadapan dengan orang-orang sekitar yang siap menilai kita? Siapa juga yang berani menerapkan "Be Yourself" dengan resiko dikucilkan atau dianggap gila?

Ini novel Okky Madasari ketiga yang saya baca setelah Maryam dan 86, tapi menurut saya novel ini yang terkaya dari segi isi. Selain memb
...more
Crowdstroia Crowdstroia
Jul 12, 2016 rated it it was amazing
premis idenya gila banget.

it's... i really like the life's questions in here. Tiap tokoh kayak merepresentasikan pertanyaan2. tapi, idk apa ini cuma aku aja, aku merasa tiap abis baca novel-novel yang menang lomba Dewan Kesenian Jakarta itu meski premisnya gila dengan pertanyaan terkait kebatinan manusia dan isu sosial yang mendalam, aku merasa kosong setelah bacanya. Ini cerita dewasa, ada adegan penyiksaan yang bikin aku mual pas bacanya. This book is a page turner bcs aku juga penasaran jawab
...more
Raafi
Jul 27, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: 2020, asli-indonesia
Ini buku bikin mikir terutama tentang makna kebebasan. Di akhir, kupikir akan berakhir tragis tapi malah bikin meringis. Semoga Sasa dan Jaka betul-betul menemukan kebebasan mereka. Entah akan dibuat ulasan lengkap atau tidak. Intinya, ini kisah yang bagus dan begitu dekat. Karya pertama pengarang yang kubaca.
Silvia Iskandar
Sep 28, 2013 rated it really liked it
3.5

Saya gagal connect dengan tokoh Sasa di awal2, kenapa ya, dia kok kayaknya agak susah dipercaya. Pada wkt dia gila, dia masih sempat berdialog2 susah tingkat tinggi tentang kebebasan jiwa dll, kayaknya, bikin ragu, apa masih sanggup dia mikir pas dlm keadaan begitu. Menurut saya ini agak risky, mengambil sudut pandang org gila, krn well..kita gak pernah gila dan gak pernah tahu sebenernya org gila mikirnya gimana.

Satu buku yg pernah saya baca ttg org gila dan kesimpulannya percissss bgt sama
...more
Askell
Feb 08, 2019 rated it it was ok
Buat saya, struktur metafisikal yang dibangun oleh penulis sedari halaman awal hingga akhir dan penyandingannya dengan kata "bebas" adalah ide yang "berbahaya". Karena, bila di kepala orang-orang kata bebas berarti lepas, maka jiwa yang dilukiskan oleh penulis sebagai "diri yang sejati" bila ingin bebas berarti mesti terpisah dari tubuh yang menjadi belenggu (baca; mati). Inilah contoh yang terjadi dengan karakter Banua dalam buku ini, yang menganggap dirinya bebas ketika dia bunuh diri.

Memang
...more
Biondy
Jul 23, 2013 rated it it was amazing
Ketidakwarasan yang Waras

Judul: Pasung Jiwa
Penulis: Okky Madasari
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 328 halaman
Terbitan: Mei 2013

Apakah kehendak bebas benar-benar ada?
Apakah manusia bebas benar-benar ada?

Okky Madasari mengemukakan pertanyaan-pertanyaan besar dari manusia dan kemanusiaan dalam novel ini.

Melalui dua tokoh utama, Sasana dan Jaka Wani, dihadirkan pergulatan manusia dalam mencari kebebasan dan melepaskan diri dari segala kungkungan. Mulai dari kungkungan tubuh dan pikiran,
...more
Sadam Faisal
Apr 03, 2017 rated it really liked it
Konflik batin yang berkepanjangan, emosi naik turun, benturan kepentingan. Ah gila lah ini.

Kejadian Sasa di akhir2 mirip sama apa yang lagi kejadian di Ibukota
Septian Hung
Oct 07, 2016 rated it it was amazing
Shelves: fiksi
Buku ini saya peroleh dari obral buku yang diselenggarakan Gramedia di pusat perbelanjaan Teras Kota, BSD City. Saya juga cuma perlu merogoh kocek sebanyak Rp 20.000,- untuk buku yang pada akhirnya memukau saya dengan segenap keberanian dan kekritisan penulisnya dalam mengangkat tema seputar kebobrokan sosial yang sebetulnya selalu ada di sekitar kita. Saya merasa keberanian dan kekritisan semacam inilah yang sepertinya telah membawa sang penulis menjadi pemenang Khatulistiwa Literary Award di T ...more
Anindyta
Dec 03, 2017 rated it liked it
Bingung mau menulis review seperti apa. Buku ini bercerita tentang Sasa dan Jaka Wani. Sasa dan Jaka Waninya kenapa ? Sasa dan Jaka Wani mencari kebebasan ? Sasa dan Jaka Wani mencari keadilan ? Sasa dan Jaka Wani mencari kebenaran ? Saya rasa semuanya dicari oleh Sasa dan Jaka Wani.

Saya mendapatkan Okky Madasari memiliki kemampuan menulis yang baik sekali. Pemilihan kata dan cara bercerita yang lugas terhadap berbagai macam karakter manusia di sini menunjukkan kalau Okky adalah penulis yang pa
...more
Nastiti
Jun 06, 2013 rated it it was amazing
Sejak membaca novel Okky Madasari yang pertama, yaitu Entrok, saya sudah terpesona dengan gaya penceritaan Okky yang 'straight to the point' namun tetap mampu mengaduk-aduk emosi pembacanya. Pasung Jiwa kali ini tidak jauh berbeda. Mengangkat issue LGBT, Okky berusaha mengetengahkan konflik internal pada tokoh utama yaitu Sasana/Sasa dengan jernih. Plot yang rapi juga menjadi kekuatan novel ke-4 Okky ini.
Pengalaman membaca novel2 Okky sebelumnya, saya tidak berharap sama sekali untuk mendapatka
...more
htanzil
May 28, 2013 rated it really liked it
Shelves: buntelan
da dua tokoh utama dalam novel ini yaitu Sasana (Sasa) dan Jaka (Cak Jak). Sasana terlahir sebagai seorang pria dari pasangan orang tua yang mapan. Walau kedua orang tuanya bukan pemusik mereka menginginkan Sasana untuk menjadi anak yang mahir dalam memainkan piano. Sejak dalam kandungan suara piano telah diperdengarkan untuknya, ketika memasuki usia sekolah seorang guru didatangkan untuk melatih kemampuan pianonya. Sasana memang akhirnya mahir bermain piano dan mendapat sejumlah penghargaan nam ...more
Stefani
Pertama kali baca buku nya mbak Okky, salut dengan berani mengangkat isu-isu yang sampai sekarang pun masih di anggap tabu di masyarakat sini, mulai dengan isu Transgender, Kekuasaan semena-mena orang 'Berseragam', Kesehatan jiwa, hak-hak pekerja yang di sepelekan sampai dengan isu premanitas dan kekerasan mengatasnamakan 'AGAMA'.

Selain itu, tema utama soal pencarian jati diri dan kebebasan diri meliputi raga dan jiwa, lumayan dapat sih pesen nya. Bagaimana penyampaian nya di ambil dari PoV Sas
...more
Safara
Nov 22, 2020 rated it it was ok  ·  review of another edition
Shelves: not-finished
Memutuskan DNF aja akhirnya karena ternyata membaca versi translate menghilangkan kesaktian Mbak Okky di bukunya.

Plus ga sanggup baca penderitaannya Sasa berkali-kali. 😭
Pradnya Paramitha
Jun 23, 2013 rated it it was amazing
Aaaaaaaaaaaaaaaaarrrgghhh!!!!!

begitu menyelesaikan buku ini, rasanya aku pengen teriak keras-keras. emosi yang diaduk-aduk sejak halaman pertama rasanya kayak meledak. pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Okky Madasari lewat tokoh-tokohnya seperti mewakili beberapa pertanyaanku yang nggak pernah terselesaikan. hiks.

Apa itu kebebasan? Adakah kebebasan? Apa itu yang waras dan yang tidak waras? Siapa yang menentukan apakah seseorang waras atau tidak waras? apa itu kebenaran? adakah kebenaran? at
...more
Farah Fitria Sari
Jan 13, 2017 rated it really liked it
Baca buku ini kek menghela nafas panjang-panjang setelah nahan lama. Wow.

Walaupun ada beberapa nilai yang kurang gue aminin, buku ini nawarin perspektif baru buat dipelajari; perspektif tentang gender fluidity, 'penyakit' jiwa, takdir buruh pabrik, oknum-oknum 'pembela' agama tertentu... sambil juga mempertanyakan batas antara keberanian dan kepecundangan atas nama kebebasan itu sendiri. Wow juga sih bisa nyampur semuanya jadi satu gitu.

Kek buku mb Okky yang 86, buku ini ngebuat gue setelah baca
...more
Imas
Kebebasan jiwa,nampak nya memang menjadi topik buku ini. Dengan tokoh utama Sasana dan Jaka, mereka berjuang mendapatkan kebebasan sesuai panggilan jiwa mereka.

Jika dibandingkan dengan novel-novel Okky sebelumnya, menurut saya Entrok dan 86 tetap lebih juara. Mungkin karena terlalu banyak cerita yang ingin disampaikan.Walaupun buku ini tetap bagus, tetap menarik. Sama seperti tiga buku sebelumnya,Okky tetap menyajikan masalah-masalah sosial dinegeri tercinta ini. Mulai dengan tragedi buruh wanit
...more
Amal Bastian
Dec 07, 2016 rated it liked it
Ketika kebebasan bermanusia dan memanusiakan manusia masih menjadi hal langka di negeri ini. Meski rezim berubah, orde berganti, tapi seolah hanya sampul pemerintahan semata. Pasung pengekang kemerdekaan yang tertancap selama puluhan tahun tak serta merta hilang begitu saja. Mereka yang di atas, mereka yang berduit besar, tetap berperan sebagai pengontrol, penentu nasib, penindas bagi mereka yang beketerbatasan. Dan yang terbatas, entah sampai kapan, terus menggugat, kepada mereka, kepada Tuhann ...more
Qunny
Feb 29, 2016 rated it it was amazing
Saya suka sama penggambarannya. Kebebasan. Bagaimana kita bisa bebas, kalau orang-orang di sekeliling kita sendiri yang mengekang?

Dan itu yang saya impikan sejak dulu. Kebebasan. Yang akan saya raih entah kapan. Mungkin setelah saya cukup berani seperti tokoh-tokoh yang ada di sini.
Nita
Jan 12, 2014 rated it it was ok
One of the most overrated book I've read :(

1.5 stars
...more
Nadhira Dwi Sabrina
Dihadirkan dua orang anak manusia di antara riuhnya kehidupan, Sasana dan Jaka Wani. Sasana yang kehilangan jati dirinya, serta Jaka Wani yang kehilangan kebebasannya. Mereka dipertemukan oleh takdir Tuhan dengan masing-masing membawa keinginan terbesar yang terpendam di dasar hati, tanpa bisa mengekspresikannya sebebas pikiran mereka untuk mewujudkan keinginan tersebut. Sasana dan Jaka Wani, di sinilah mereka berusaha untuk mencari jati diri dan melepaskan kungkungan diri dari keterikatan buday ...more
FinChu Harefa
Oct 20, 2013 rated it really liked it
Judul Buku: Pasung Jiwa
Pengarang: Okky Madasari
Tebal: 328 hlm; 20 cm
Cetakan: 1, Mei 2013
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


Seluruh hidupku adalah perangkap.

Tubuhku adalah perangkap pertamaku. Lalu orangtuaku, lalu semua orang yang kukenal. Kemudian segala hal yang kuketahui, segala sesuatu yang kulakukan. Semua adalah jebakan-jebakan yang tertata di sepanjang hidupku. Semuanya mengurungku, mengungkungku, tembok-tembok tinggi yang menjadi perangkap sepanjang tiga puluh tahun usiaku (hlm. 9)

Mudah bag
...more
Pauline Destinugrainy
Apa itu kebebasan?

Tagline dari novel keempat karya Okky Madasari yang berjudul Pasung Jiwa ini seakan-akan menjadi ruh dalam sepanjang kisah yang tersaji di dalamnya. Berbagai macam isu sosial di masyarakat diangkat, diramu, dan dikumpulkan dalam kisah Sasana dan Jaka Wani.


Sasana, seorang anak laki-laki yang lahir di dalam lingkungan keluarga berada. Ayahnya seorang pengacara, ibunya seorang dokter bedah. Sejak kecil Sasana dilatih untuk memainkan piano klasik. Sasana hanya menurut saja, tapi di
...more
ijul (yuliyono)
Sep 22, 2020 rated it really liked it
actual rating: 3,5 star

selain mata di tanah melus, ini perkenalan pertama dengan tulisan okky di novel-novel sastranya. cukup intriguing dari awal sampai akhir. isu-isu sosial yang mewarnai rajutan kisahnya begitu intens nan emosional. awalnya agak ragu mau nerusin, karena otak susah bener diajak jajan sastra macam ini. syukurlah akhirnya menguatkan diri untuk menyelesaikannya dan wow... bagus, ya. etapi belum lanjut baca buku okky yang lain sih. ini aja dulu.
suci
Jun 12, 2021 rated it it was amazing
Selama baca buku ini aku sempat berhenti beberapa kali, memikirkan pertanyaan-pertanyaan Sasana/Jaka Wani. Sempat nangis beberapa kali karena kehidupan Sasana dan Jaka Wani yang tidak bisa menjalani kehidupan sesuai yang mereka inginkan. Nangis juga karena ibu Sasana yang selalu membela Sasana, langsung teringat ibuku sendiri :') Keren banget! ...more
Rizky Ayu Nabila
May 03, 2019 rated it really liked it
Ini karya pertama mbak Okky yang saya baca. Huaahh gilaaa!!! Salut sama mbak Okky yang berani mengangkat berbagai isu yang cukup tabu di masyarakat.
Jefri S
Mar 07, 2018 rated it liked it
Shelves: ebook
"Kebenaran ada ketika banyak orang yang mengatakannya. Keadilan diukur dari jumlah orang yang mendukung." ...more
Nadira Aliya
May 12, 2016 rated it it was amazing
Lima bintang dan lima huruf : Salut!

Dalam novel realis ini, diceritakan seorang Sasana yang tumbuh menjadi manusia yang memperjuangkan kebebasan jiwanya.

Jiwa Sasana 'mati' dibunuh dua kali. Sasana 'mati' saat dipasung oleh keinginan-keinginan dan harapan kedua orang tuanya kepada dirinya sewaktu masih seumur anak sekolah. Saat sudah bebas pun, Sasa (nama barunya) 'mati' dibunuh oleh perlakuan-perlakuan tidak manusiawi di penjara. Untuk kemudian masuk rumah sakit jiwa setelahnya.

Salahnya kah ji
...more
Natasha Primaditta
Saya belakangan membaca beberapa buku dengan tema kebebasan diri dan eksistensi, sangat berhubungan dengan tema yang diangkat oleh buku ini. Namun selama membaca buku ini tetapi, saya entah kenapa menjadi jengah.

Sasana dan Jaka Wani, tokoh sentral pada buku ini, mengalami pembebatan kebebasan hidup mereka oleh kungkungan hidup baik nyata maupun tidak nyata, oleh belenggu fisik dan juga jeratan ideologis. Saya menjadi jengah karena ikut terkungkung dengan kejadian yang menimpa mereka di buku ini
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Gadis Kretek
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Jakarta Sebelum Pagi
  • Laut Bercerita
  • Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Saman
  • Di Tanah Lada
  • Perjamuan Khong Guan
  • Pulang
  • Beauty Is a Wound
  • Filosofi Teras
  • Corat Coret di Toilet
  • The Question of Red
  • 9 dari Nadira
  • Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Semua Ikan di Langit
See similar books…
See top shelves…
277 followers
Okky Madasari is an Indonesian novelist. She is well-known for her social criticism with her fiction highlighting social issues, such as injustice and discrimination, and above all, about humanity. In academic field, her main interest is on literature, censorship and freedom of expression, and sociology of knowledge.

Since 2010 Okky has published 10 books, comprising of five novels, one short-stor
...more

News & Interviews

We all want to spend more time lost in the pages of great books. That's the idea behind our annual 2021 Goodreads Reading Challenge! It's...
45 likes · 5 comments
“Tak ada jiwa yang bermasalah. Yang bermasalah adalah hal-hal yang ada di luar jiwa itu. Yang bermasalah itu kebiasaan, aturan, orang-orang yang mau menjaga tatanan. Kalian semua harus dikeluarkan dari lingkungan mereka, hanya karena kalian berbeda.” 3 likes
“Kebenaran ada ketika banyak orang yang mengatakannya.
Keadilan diukur dari jumlah orang yang mendukung”
0 likes
More quotes…