Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib” as Want to Read:
Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib

by
4.11  ·  Rating details ·  535 Ratings  ·  63 Reviews
Ahmad Wahib (1942-1973) - wartawan, budayawan dan pemikir Indonesia yang konsisten merakam pengelutan pemikirannya atas meja di sebuah bikil sewa kecil; di dalam beberapa lembar buku tulis lusuh persis diari. Beliau mengikuti secara dekat perdebatan para ilmuwan dan intelektual era Orba. Meninggal dunia digilis sepeda pada Mac malam, ketika pulang kerja. Seorang teman terg ...more
Paperback, 335 pages
Published 2007 by Middle-Eastern Graduates Centre (first published 1981)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Pergolakan Pemikiran Islam, please sign up.

Be the first to ask a question about Pergolakan Pemikiran Islam

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
John Ferry Sihotang
Review: Berpikir Merdeka Dalam Beragama

"Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. Aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim". - Catatan Harian 9 Oktober 1969 -

Ahmad Wahib adalah seorang muslim yang kritis dalam beragama. Ia menulis demikian: Lebih baik ateis karena berpikir bebas daripada ateis karerna tidak berpikir sama sekali. Ya, walaupun sama-sama jelek (h.24). Ungkapan i
...more
Johan Radzi
Sep 05, 2012 rated it really liked it
Kawanku bimbang apabila dia membaca serpihan daripada buku ini. Dia memandangku dengan wajah yang menyimpan ribuan persoalan dan bertanya, "Mengapa kau baca buku ni? Dia ada cakap pasal ragu-ragu, kau tak takut hilang akidah?"

Kepada ini, aku tersenyum. Aku tersenyum bukan tersenyum sinis mahu menyindir, tetapi aku buntu mahu beritahu apa kepada kawanku yang tidak pernah terdedah dengan apa-apa yang bersifat ilmiah ini. Hidupnya hanya disebalik dinding-dinding masjid dan disulami bunyi-bunyi baca
...more
Andi
May 12, 2009 rated it it was amazing
Recommends it for: everyone
Recommended to Andi by: mautauaja
Oleh : Asep Sopyan*

Pemikir bebas itu telah pergi 32 tahun lalu (31 Maret 1973), hampir 31 tahun setelah ia datang (9 Nopember 1942). Dalam pencariannya yang penuh haru untuk menemukan Tuhan, akhirnya ia dipanggil oleh-Nya dengan segera, tanpa disengaja saat sebuah sepeda motor berkecepatan tinggi menabraknya di depan kantor majalah Tempo, tempat di mana ia bekerja sebagai calon reporter.

Kepada kita, Wahib mewariskan sekumpulan catatan harian yang kemudian dibukukan dengan judul menggugah, Pergo
...more
CuT ALma
Sep 24, 2007 rated it liked it
Inspiring..
buku ini banyak memberikan inspirasi ke gw. untuk berfikir, bertindak, dan memutuskan.
Ahmad wahib - salah satu inspirator gw, sejak jaman kuliah dulu.
Sekarang buku ini langka banget... ada yang mau ngasih tau dimana bisa ditemuin ga?
Fia Senja Membiru
Nov 26, 2013 rated it really liked it
Ketika saya membaca buku ini, saya merasa figur Ahmad Wahib adalah figur Hok-gie versi religius.
Taf Teh
Sep 25, 2010 rated it really liked it
"Tuhan bukanlah daerah terlarang bagi pemikiran,"~Ahmad Wahib


Best quote from this book!
fitrah munir
Mar 31, 2011 rated it liked it
meskipun judul buku ini seharusnya pergolakan pemikiran seorang muslim.
Tidak Selain Buku
Mar 11, 2015 rated it it was amazing
"Dengan umat Islam sendiri kaum terpelajar Muslim kurang komunikasi dan fikiran-fikiran mereka kurang difahami. Akibatnya, tetaplah umat Islam dalam keadaan tak terbimbing, menjadi stereotaip dan makin reaktif. Tak jarang terjadi, kaum terpelajar Muslim lantas terbawa oleh ‘semangat’ massa atau pendapat kaum awam. Golongan lain dengan kuat dikritik, tapi golongan sendiri langsung tak disentuh. Angkatan muda Islam, golongan yang darinya diharapkan lahir tenaga-tenaga intelektual Muslim, ternyata
...more
Pera
Sep 24, 2007 rated it it was amazing
Shelves: indonesia
Salah satu buku yang sangat berpengaruh bagiku.Dua kali kubeli, dua kali pula harus kehilangan hiks...
hopely...LP3ES mencetak ulang lagi dan lagi.

kalau ada yang mengharamkan buku ini...rugi banget deh. karena dia membunuh kesempatan dirinya sendiri untuk belajar berfikir secara bebas. karena berfikir lah satu-satunya modal agar dekat pada wahyu Ilahi.
Yup...bebas berfikir itulah point utama yang kudapat dari buku ini.

Membacanya seperti merefresh pemikiran masa kecil kita dulu, ketika kita masih
...more
erry
May 20, 2008 rated it really liked it
Achmad wahib adalah sosok pemikir muda, aktifis, cendekia yang selalu bersikap kritis. Ini bukanlah sebuah catatan harian biasa. disini tertulis pandangannya yg kritis tentang bangsa, negara, pergerakan hingga dunia. pun tercantum kisah cintanya sebagai jiwa muda.

sebagai seorang aktifis hmi ia juga mengkritisi organisasi tempatnya bergabung. kekecewaannya terhadap sesama aktifis, kekecewaannya terhadap sifat oportunis dan kekecewaannya terhadap kemandulan skeptis di tubuh organisasi ini membuatn
...more
Muhammad
Jul 07, 2010 rated it it was amazing
Ahmad Wahib adalah seorang pemikir bebas yang di hatinya tertanam kuat iman islam. bagi beberapa orang itu adalah hal yang musykil, tapi untuk Wahib, seperti yang pernah di tulisnya.. Tuhan telah menciptakan manusia dengan akal, maka pasti Tuhan juga tidak pernah takut manusia menggunakan akalnya untuk bertanya tentang Nya. Membaca bukunya seperti di ajak menjelajah hutan perawan yang penuh pemandangan menakjubkan.

Setiap manusia pernah bertanya dalam hatinya tentang masalah-masalah "yang nyleneh
...more
Sandy Sulaiman
Sep 02, 2008 rated it it was amazing
Namanya memang tak setenar Soe Hoek Gie, tapi keduanya mempunyai nasib yang sama, yaitu :Mati Muda!Ia adalah anak muda islam yang gelisah akan realitas sosial. Bukan hanya realitas, melainkan juga Islam yang dipeluknya sejak kecil. Tercekam kesangsian, kecemasan, keraguan, dan rasa penasaran yang menggebu-gebu. Diterabasnya semua keyakinan yang sudah lapuk&lumpuh oleh tantangan2 zaman. Keimanannya berkobar-kobar, menyusuri pertanyaan2 yang tajam, menukik dan penuh bahaya, tapi JUJUR! Islam y ...more
Alin A
Feb 10, 2013 rated it really liked it
Mencatut apa yang pernah dosen saya katakan, di Indonesia ada 3 buku harian terbaik yang layak dan kalau perlu, memang dibaca. Yang pertama ialah Soe Hok Gie, catatan seorang Demonstran; Ajib Rasidi, hidup tanpa ijazah; lalu Ahmad Wahib, pergolakan pemikiran islam.

Di sini kita akan menemukan betapa rumitnya PR yang diusulkan Wahib di dalam buku catatannya. Sebagai orang yang mengaku beragama, selayaknya juga, bisa memaknai syariat-syariat yang diwajibkan pada setiap diri manusia, kritis, bukan m
...more
Thamrong
Aug 23, 2009 rated it liked it
Karya Ahmad Wahib sungguh menarik. Sayang sekali dalam umur yang amat muda telah meninggalkan kita kerana kecelakaan waktu pulang dari kerja pada tahun 1973. Anak kelahiran Madura ini sungguh tinggi daya pemikiranya dalam menulis corat-corat semasa terutama kedudukkan agama Islam dikalangan warga Indonesia yang terumbang ambing dipukul arus sekularisme....Kedudukan Orde Baru setelah tumpas pengaruh kominis dll.
Imam
Sep 04, 2008 rated it really liked it
Tulisan reflektif pertama yang saya baca. Membaca buku ini seperti mengintip relung kegelisahan seseorang, mencuri diam-diam buku hariannya. Kematian tragis, skeptisme hidup, dan apologi atas perbantahan dirinya dengan Iman islam, entah mengapa mengingatkan saya tentang Kierkegaard dalam Fear and Tremble.
Asya Azalea
May 23, 2013 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Bapakku punya buku jadul ini, tapi melarangku untuk membacanya. Semakin dilarang, aku jelas semakin penasaran. Well, buku ini menyentil sisi rohaniku sekaligus mengguggah banyak hal yang mungkin takut kupertanyakan. Recommended dibaca bukan buat gaya-gayaan, tapi buat membuka mata! :)
Irwan
Sep 24, 2007 rated it liked it
Shelves: finished
Inspiring..
Muizzudin Hilmi
Sep 21, 2007 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku yang pernah mengguncang rasa Imanku saat SMA
mahatma
Sep 18, 2007 rated it really liked it  ·  review of another edition
buku ijo kecil, sebanding sama bukunya soe hok gie. terbit dari penerbit yang sama, dalam waktu yang nisbiah bersamaan.
keduanya adalah catatan harian yang inspiratif.
aldo zirsov
cetakan ke-6, Februari 2003. terbitan LP3ES bekerja sama dengan Freedom Institute
Haris Murshidi
Nov 24, 2016 rated it it was amazing
Sudah lebih tiga tahun lepas sejak aku beli buku ni, dan hari ni baru aku habis baca. Aku hanya baca beberapa sub tajuk waktu beli dulu. Kecenderungan waktu tu tak mendorong untuk dihabiskan buku ni. Tapi takpe lah, better late than never.

Sebagaimana Ahmad Wahib bergelut dengan perkembangan pemikirannya, begitulah aku bergelut dengan sedikit imbauan kenangan aku sendiri beberapa tahun sudah. Banyak tempat juga pemikiran Wahib yang aku kongsi persamaannya. Tidak dinafikan ada juga yang tidak aku
...more
Seno Guntur
Oct 23, 2016 rated it it was amazing
Kadang kita tidak terima dikritik bila suatu sistem itu sudah terlalu "benar" menurut kita. Salah satu alasan ide-ide pembaharuan tidak bisa masuk dipikiran.

"Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. Aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim". - Ahmad Wahib, 9 Oktober 1969
Mochamad Luqman Hakim
Feb 11, 2017 rated it really liked it
Seorang kawan kuliah memperkenalkan saya tentang seorang mahasiswa yang disebut "Soe Hok Gie-nya UGM" melalui buku ini. Banyak terobosan-terobosan pemikiran dalam tulisannya yang membuka pikiran saya, terutama sekali soal spiritualitas.
dedeh  handayani
lama nyari buku ini. nemu edisi digitalnya, diterbitkan oleh Abad Demokrasi.

ini link-nya: http://www.abad-demokrasi.com/file/99...
atau ini: http://www.abad-demokrasi.com/sites/d...

sempet mogok bacanya krn ingin cari edisi cetak. buku bagus, sayang ebook gak bisa dicoret2. lalu ketemu aplikasi AutoReader. lanjut baca. tamat. bagian awalnya jadi agak lupa2. masih ingin cari edisi cetak.

pertama2, buku ini harus dibaca tanpa prasangka dulu, klo tidak terbiasa dg perbedaan, akan sulit menerimanya.

te
...more
Aziff
Nov 25, 2013 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Ahmad Wahib presents to us his thoughts written in frankness and of pure reflection. Pergolakan Pemikiran Islam is not an argument nor is it instructional. It's the writings of a young Indonesian thinker in his prime who spends a few years of his life documenting his thoughts and questions. And it its final form, a book worth reading if only to hold a mirror against your own beliefs.

As a diarist, Ahmad Wahib threads issues surrounding his life as a student (and briefly, a reporter) in Jogjakarta
...more
Puri Kencana Putri
Mar 28, 2014 rated it it was amazing
Ahmad Wahib menggelisahkan posisi keabsolutan dalam relasi Tuhan dan manusia. Baginya mendialogkan ketuhanan dan segenap relasi yang terbentuk di dalamnya adalah satu hal penting yang harus dilakukan dalam kehidupan manusia, karena bertuhan atau mempercayai Tuhan, dipercayai Wahib sebagai sebuah aktivitas yang bisa mempertemukan elan spiritualitas dengan elan rasionalitas untuk menjawab problematika kemanusiaan.

Kritikan pun dilontarkan Ahmad Wahib dalam proses praktik ritus kesalehan yang dijala
...more
Nasha Asmoredjo
Dec 05, 2014 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Bagi yang pernah (atau masih) kerap bertanya-tanya tentang Tuhan, Islam, dan hukum-hukumnya di zaman sekarang, saya rasa Ahmad Wahib mewakili rasa curiosity kita terhadap ketiga hal itu. Bahkan ia jauh lebih kritis dan matang dalam berpikir tentang hal-hal tersebut. Pandangannya yang rasional, lugas, dan visioner sudah melampaui banyak pemikiran mengenai Islam yang telah ada pada era ketika ia masih hidup.

"Sebagian orang meminta agar saya berpikir dalam batas-batas Tauhid, sebagai konklusi globa
...more
Muhammad Ihwan
Nov 08, 2010 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku ini berbentuk buku saku, dengan kertas koran terbitan LP3ES. Di sunting oleh Djohan Effendi dan Ismed Natsir. Di halaman xi ada foto Ahmad Wahib sedang mengetik. Dokumentasi Majalah Tempo. Perawakannya sederhana. Kurus dan ceking. Catatan harian Ahmad Wahib ini cukup mengesankan. Bahkan mungkin akan merangsang dan menggoda pikiran kita. paling tidak bisa memahami pergulatan pikiran seorang anak muda yang sedang mencari. Orang boleh setuju atau menolak pikiran-pikiran alm. Ahmad Wahib, tetap ...more
Yuu Sasih
Ahmad Wahib tampaknya akan menjadi orang yang menyenangkan saat diajak berdiskusi, andai saja dia masih ada di dunia ini. Dia dengan mudah dapat memposisikan dirinya sebagai seorang muslim maupun ilmuwan tanpa berusaha menggabung-gabungkan atau memisah-misahkan kedua hal tersebut. Benar-benar seorang ilmuwan muslim. Membaca tulisan-tulisannya dalam mengkritik pola pikir muslim Indonesia membuat saya cengar-cengir sendiri.

Bagi saya, buku inilah yang dibutuhkan umat Islam Indonesia sekarang ini. B
...more
Joned Tjokrobedog
Aug 29, 2007 rated it liked it
ni buku aku pinjem aja, blum punya
tertarik baca buku ni setelah baca catatan seorang demonstrannya Soe Hok Gie

banyak cerita dari buku ni, selain cerita AHMAD Wahib sendiri, ada juga sekelumit cerita tentang Alm. Cak Nur yang dukunya ternyata "maaf" dalam bahasa saya kolot abis. tapi karena kegigihannya dalam belajar, dan setelah balik dari Amrik, beliau menjadi salah seoraqng tokoh yang sangat disegani hingga saat ni.

globalnya sih, buku ni ciri khas seorang pemberontak yang selalu gelisah terhad
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Setelah Revolusi Tak Ada Lagi
  • Aksi Massa
  • Islam: Doktrin dan Peradaban
  • Mangan Ora Mangan Kumpul
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1
  • Setangkai Melati di Sayap Jibril
  • Mahabbah Cinta Rabiah Al-Adawiyah
  • Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
  • Sekolah itu Candu
  • Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)
  • Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat
  • Lentera Hati: Kisah & Hikmah Kehidupan
  • 'A9ama' Saya Adalah Jurnalisme
  • Catatan Seorang Demonstran
  • From Beirut to Jerusalem
  • Nagara Kretagama: Tafsir Sejarah
811933
Ahmad Wahib adalah seorang budayawan, dan pemikir Islam. Semasa hidupnya yang singkat banyak membuat catatan permenungan yang juga telah dibukukan dalam Pergolakan Pemikiran Islam. Pada tanggal 31 Maret 1973, Ahmad Wahib meninggal dunia karena ditabrak sepeda motor di depan kantor majalah Tempo, tempat di mana ia bekerja sebagai calon reporter.
More about Ahmad Wahib...
“Aku bukan Wahib. Aku adalah me-wahib. Aku mencari, dan terus menerus mencari, menuju dan menjadi Wahib. Ya, aku bukan aku. Aku adalah meng-aku, yang terus menerus berproses menjadi aku.” 19 likes
“Saya mahu menjadi muslim yang baik dengan selalu bertanya.” 19 likes
More quotes…