Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan” as Want to Read:
Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan

really liked it 4.00  ·  Rating details ·  359 ratings  ·  50 reviews
Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya. (2003)

Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela. (2004)

Dengan kata lain, kamu tak akan pernah bisa membayar gurumu. (2004)

Menggigil adalah menghafal rute menuju ibukota tubuhmu. (2005)

Berilah kami rejeki pada hari ini dan
...more
Paperback, 90 pages
Published April 2013 by Gramedia Pustaka Utama

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Baju Bulan, please sign up.

Be the first to ask a question about Baju Bulan

Community Reviews

Showing 1-30
really liked it Average rating 4.00  · 
Rating details
 ·  359 ratings  ·  50 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan
Moby
Mar 23, 2013 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Puitisnya ringan-ringan. Bahasanya sarat makna.
Hampir kesemua puisi di buku ini menjadi kegemaran aku. Satu untaian puisi yang menyegarkan, bagi hiburan, rasa lucu dan adakalanya hati rasa dihiris-hiris dengan pengajaran di setiap bait kata.

"Tuhan yang merdu, terimalah kicau burung dalam kepalaku".

5 bintang untuk buku yang manis.
Elham Rebel
May 15, 2014 rated it really liked it
pulanglah pada kertas dan pena, jokpin. umat memerlukan nabi bagi puisi.

"..minggu pagi di sebuah puisi kauberi kami kisah paskah
ketika hari mulai terang, kata-kata telah pulang dari makam
iring-iringan demonstran makin panjang
para serdadu berebutan kain kafan, dan dua perempuan mengucap salam:
siapa yang masih berani menemani tuhan?"
Lani M
May 03, 2013 rated it really liked it
Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan buku ini. Setelahnya, saya bertanya-tanya, apakah ini puisi, apakah ini cerita pendek, ataukah perpaduan dari keduanya. Apapun bentuk pastinya, yang jelas, saya menikmati untuk tenggelam di lautan kata Joko Pinurbo.
Di dalam puisi-puisi pilihan ini, kata yang akan sering kita jumpai adalah celana, kebanyakan untuk menandai masa lalu yang dilihat dari masa sekarang. Sebuah metafora yang bagus karena dari masa lalu sampai sekarang kita masih memakai
...more
Dion Yulianto
May 11, 2016 rated it really liked it
Apa yang hendak disampaikan Jokpin dalam puisi-puisinya adalah semacam sentilan dalam bahasa yang sederhana namun sarat makna. Tentang kehidupan, tentang hal-hal yang luput hingga kita lupa, juga tentang pelbagai hal sederhana namun kaya makna yang sering kita abaikan dalam hidup yang serba hibuk dan sibuk ini. Ulasan sederhana di

http://dionyulianto.blogspot.co.id/20...
Hani
Oct 07, 2013 rated it liked it
biarkan hujan yang haus itu
melahap air mata
yang mendidih
di cangkirmu

Air Mata
mei
Mar 09, 2017 rated it really liked it
bang (bang) JokPin resmi masuk salah satu penyair kesukaan saya setelah baca buku ini.
Ardy Damar
Aug 17, 2017 rated it really liked it
"Kau penyairku, apakah kau tahu pasti asal-usul benih yang tumbuh dalam kata-katamu?"

Cinta seperti penyair berdarah dingin
Yang pandai menorehkan luka.
Rindu seperti sajak sederhana yang tidak ada matinya.
Karl Agan
May 10, 2013 rated it really liked it
Sesuai dengan diskripsinya, puisinya tampak sederhana namun sarat dengan makna. Sebuah buku puisi yang saya boleh baca berulang kali, setiap kalinya boleh dihadam dan diambil pendekatan dengan cara yang berbeza. Humor dalam puisi "Celana Ibu" amat menarik perhatian saya;

"Paskah?" Tanya Maria
"Pas sekali, Bu," jawab Yesus gembira.
Mengenakan celana buatan ibunya,
Yesus naik ke surga.

Hati saya ringan saya membaca line tersebut, sesuai dengan amatan saya sendiri, tuhan itu tak pernah kejam, tapi tak
...more
Op
May 18, 2016 rated it really liked it
Bahwa celana adalah penutup alat vital, salah satu sumber kemaluan. Karenanya celana itu adalah, bukan hanyalah.

Perkara mandi adalah ruang berbatas, tempat tak ada malu, segala kejujuran terburai. Karenanya kamar mandi itu yaitu, bukan cuma.

Koar-koar lebih panjang (mungkin) di blog. Nanti pastinya.

Trian Lesmana
Apr 01, 2016 rated it really liked it
Khas Joko Pinurbo. unik. menyentil. banyak kritik. asyik.
Galih Khumaeni
Jul 20, 2018 rated it liked it
Shelves: poetry
Sepertinya harus bikin tantangan Satu push-up setiap menemukan kata "celana" dalam puisi Joko Pinurbo
Puri Kencana Putri
Jul 16, 2015 rated it really liked it
Bagian yang saya suka, "Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: Ingin sampai rumah saat senja, supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di sepan jendela."
Siti Nur  Badriyah
Sep 24, 2016 rated it it was amazing
"Di Kulkas: Namamu" tetap menjadi kesukaan.
Achmad Fachmi
Jun 11, 2019 rated it liked it
Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja:
ingin sampai rumah saat senja supaya saya
dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.

Ah, cita-cita. Makin hari kesibukan makin bertumpuk,
uang makin banyak maunya, jalanan macet, akhirnya
pulang terlambat. Seperti turis lokal saja, singgah
menginap di rumah sendiri buat sekedar melepas penat.

Terberkatilah waktu yang dengan tekun dan sabar
membangun sengkarut tubuhku menjadi rumah besar
yang ditunggui seorang ibu. Ibu waktu berbisik mesra,
“Sudah
...more
Ratih Cahaya
Sep 13, 2017 rated it it was ok
pertama kalinya baca buku puisi setelah sekian lama ga baca buku puisi. dan pertama kalinya juga baca buku puisi karya joko pinurbo. entahlah, saya tidak bisa banyak berkomentar, karena jujur saja, banyak yang saya tidak paham maknanya. tapi kata orang, kalau baca puisi ya baca saja. jadi, ya saya baca saja tanpa sok-sok-an menganalisis makna puisi tersebut.
Juliattae
Mar 21, 2019 rated it it was amazing
Sebelumnya belum pernah baca buku Jokpin, hanya potongan-potongan puisinya saja. Dan Baju Bulan ini berisi puisi-puisi yang ditulis Jokpin sampai tahun 2012. Aku suka karena puisinya begitu ringan, begitu mudah dimengerti tapi sarat akan banyak arti. Sulit rasanya memilih puisi mana yang paling disukai.
Lailla
Jan 02, 2018 rated it really liked it
Puisinya memang ringan, tapi ada beberapa judul yang saya nggak ngerti maksudnya. Tapi asik juga sih mencoba menginterpretasi makna puisi di saat lagi santai dan bukan karena tuntutan soal-soal mata pelajaran bahasa Indonesia yang jawaban hasil analisis makna puisinya harus tepat. hehe
Nike Andaru
12 - 2019

Karena saya baca duluan buku Celana, trus baru buku ini jadinya beberapa puisi sudah pernah saya baca dalam buku Celana. Walau begitu, puisi lainnya masih tetap enak banget dinikmati sambil minum teh pagi atau sore hari.

Favorit saya : Surat Malam Untuk Paska dan Topeng Bayi Untuk Zela.
Indah Threez Lestari
Oct 02, 2017 rated it really liked it
403 - 2017
Agung
Mar 05, 2019 rated it really liked it
Buku kumpulan puisi dari Joko Pinurbo yang akan membuat kita merasakan asam manis kehidupan. Puisi yang paling saya suka berjudul "Kunang-kunang".
Hallo Maula
Aug 23, 2018 rated it did not like it
Shelves: lel
Good.
P Erlangga
Oct 27, 2017 rated it liked it
Shelves: puisi
Kali pertama saya membaca puisi-puisi Jokpin. Beberapa ada yang saya sukai seperti: Baju Bulan dan Telepon Tengah Malam.
Ani
Dec 08, 2017 rated it really liked it
Banyak yang bilang sarat makna dan unik. Tapi aku sendiri masih mencoba memahami makna puisi. Dan beberapa yang sudah dipahami, memang mengejutkan dan ironis.
Elrisa Nadella
Nov 13, 2018 rated it it was amazing
Kita akan banyak menemukan kata: ayah, ibu, anak, serta celana. Sederhana dan dewasa. Penuh sentilan soal kehidupan.
Faizah Aulia R
Mar 11, 2017 rated it really liked it
kumpulan puisi Jokpin yg ini kesannya gelap, mendung, gloomy, sedih, gitulah yg sedih2 dan gelap2 pokoknya

"Jangan sedih Pak Penyair. Bukankah wajah kita pun cuma topeng yang tak pernah sempurna mengungkapkan kehendak penciptanya ?" - Topeng Bayi Untuk Zela

Puisi sederhana tentang hidup, kenangan, dan mati.
Kenapa kesannya gloomy ? mostly tentang penderitaan, dan kematian (banyak kata "kuburan" nya hwhw)
Shendi C
Dec 05, 2015 rated it liked it
Puisi jokpin selalu menggelitik, dia pintar memainkan kata yang dekat dengan keseharian,teks yang dia buat terkadang mengandung isu sensitif yang jarang orang mau masuk ke dalamnya,seperti halnya puisi celana ibu :

" Maria sangat sedih menyaksikan anaknya
mati di kayu salib tanpa celana
dan hanya berbalutkan sobekan jubah yang berlumuran darah

Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit
dari mati, pagi-pagi sekali Maria datang
ke kubur anaknya itu, membawakan celana
yang dijahitnya sendiri dan meminta
...more
Aesna
Aug 13, 2014 rated it it was amazing
Shelves: puisi, sastra
Huah.
Saya bahagia sekaligus haru membaca buku ini. Senang sekaligus ada perasaan sedih yang mendalam.

Sepertinya, Joko Pinurbo a.k.a Jokpin senang sekali menggunakan kata 'kamar mandi', 'celana', dan 'kulkas' yang menurutku mengacu pada: kematian dan kuburan.

Ah saya tidak bisa tidak mengacungkan dua jempol untuk diksi dan metafora yang dipakai. Betapa kata-kata yang mas Jokpin pakai menimbulkan efek yang luar biasa: kagum sekaligus miris. Kata-katanya membuat kita dipaksa untuk merefleksikan
...more
Andika  Abdul Basith
Apr 12, 2013 rated it it was amazing
Shelves: favorites
kata-kata disulap seperti punya nyawa. penuh humor dan ironi.
cocok bagi siapa saja yang sedang gersang hatinya.
sajak favoritku:
kepada cium

Seperti anak rusa menemukan sarang air
di celah batu karang tersembunyi,
seperti gelandangan kecil menenggak
sebotol mimpi di bawah sinar matahari,
malam ini aku mau minum di bibirmu...

Celana Ibu

Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit
dari mati, pagi-pagi sekali Maria datang
ke kubur anaknya itu, membawa celana
yang dijahitnya sendiri.

"paskah?" tanya Maria.
"Pas
...more
Findy Pradestra
Aug 23, 2015 rated it liked it
"Kunang-kunang itu artinya apa, Yah?"
"Kunang-kunang itu artinya kenang-kenang."

"Pandanglah dengan mesra kenang-kenang ini saat kau sedang gelap atau mati kata; maka kunang-kunang akan datang memberimu cahaya."

“Aku ingin ke bukit melihat kunang-kunang. Bisakah kau mengantarku ke sana?”

Malam-malam ia menggendong ayahnya menyusuri jalan setapak menuju bukit.

“Apakah pohon cemara itu masih ada, Yah?“ tanyanya sambil terengah-engah.
“Masih. Kadang ia menanyakan kau dan kubilang saja: Oh, dia sudah jadi
...more
Evana Dwi
Nov 20, 2014 rated it it was amazing
Shelves: puisi, poetry
Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri.
(2006)

Hampir semua puisi yang ada di buku ini saya suka. Dari sini saya mulai melirik dan berburu karya-karya Om Jokpin yang terdahulu. Selama membaca, saya sering tertegun dengan permainan katanya yang sederhana tapi sarat makna. Buat saya, buku ini memang benar-benar karya puisi pilihan Om Jokpin.

Mengapa harus menyesal?
Mengapa takut tak kekal?
Apa beda selamat jalan dan selamat tinggal?
Kecantikan dan kematian bagai saudara kembar
yang
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next »
topics  posts  views  last activity   
koleksi baju anak perempuan 1 1 Oct 20, 2018 12:23AM  
baju anak perempuan branded 1 1 Oct 18, 2018 08:35PM  
jual baju anak perempuan 1 1 Oct 16, 2018 11:45PM  
jual baju anak perempuan 1 1 Oct 16, 2018 08:28PM  
baju a 1 1 Oct 14, 2018 08:03PM  
baju anak laki laki 1 1 Oct 12, 2018 12:49AM  
baju branded anak 1 1 Oct 08, 2018 09:39PM  

Readers also enjoyed

  • Hujan Bulan Juni
  • Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Aku Ini Binatang Jalang
  • Puisi-Puisi Cinta
  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Perihal Gendis
  • Cinta Tak Ada Mati
  • Cinta yang Marah
  • Kukila
  • Corat Coret di Toilet
  • Bidadari yang Mengembara
  • Museum Masa Kecil
  • Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
  • Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai
  • Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub
  • Kereta Tidur
See similar books…
251 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa ...more
“Tuhan yang merdu,
terimalah kicau burung
dalam kepalaku.”
28 likes
“Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: Ingin sampai rumah saat senja, supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.” 19 likes
More quotes…