Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan” as Want to Read:
Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan

3.99  ·  Rating details ·  422 ratings  ·  65 reviews
Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya. (2003)

Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela. (2004)

Dengan kata lain, kamu tak akan pernah bisa membayar gurumu. (2004)

Menggigil adalah menghafal rute menuju ibukota tubuhmu. (2005)

Berilah kami rejeki pada hari ini dan
...more
Paperback, 90 pages
Published April 2013 by Gramedia Pustaka Utama

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Baju Bulan, please sign up.

Be the first to ask a question about Baju Bulan

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.99  · 
Rating details
 ·  422 ratings  ·  65 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan
Mobyskine
Mar 23, 2013 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Puitisnya ringan-ringan. Bahasanya sarat makna.
Hampir kesemua puisi di buku ini menjadi kegemaran aku. Satu untaian puisi yang menyegarkan, bagi hiburan, rasa lucu dan adakalanya hati rasa dihiris-hiris dengan pengajaran di setiap bait kata.

"Tuhan yang merdu, terimalah kicau burung dalam kepalaku".

5 bintang untuk buku yang manis.
...more
Elham Rebel
May 15, 2014 rated it really liked it
pulanglah pada kertas dan pena, jokpin. umat memerlukan nabi bagi puisi.

"..minggu pagi di sebuah puisi kauberi kami kisah paskah
ketika hari mulai terang, kata-kata telah pulang dari makam
iring-iringan demonstran makin panjang
para serdadu berebutan kain kafan, dan dua perempuan mengucap salam:
siapa yang masih berani menemani tuhan?"
...more
Lani M
May 03, 2013 rated it really liked it
Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan buku ini. Setelahnya, saya bertanya-tanya, apakah ini puisi, apakah ini cerita pendek, ataukah perpaduan dari keduanya. Apapun bentuk pastinya, yang jelas, saya menikmati untuk tenggelam di lautan kata Joko Pinurbo.
Di dalam puisi-puisi pilihan ini, kata yang akan sering kita jumpai adalah celana, kebanyakan untuk menandai masa lalu yang dilihat dari masa sekarang. Sebuah metafora yang bagus karena dari masa lalu sampai sekarang kita masih memakai celana
...more
Dion Yulianto
May 11, 2016 rated it really liked it
Apa yang hendak disampaikan Jokpin dalam puisi-puisinya adalah semacam sentilan dalam bahasa yang sederhana namun sarat makna. Tentang kehidupan, tentang hal-hal yang luput hingga kita lupa, juga tentang pelbagai hal sederhana namun kaya makna yang sering kita abaikan dalam hidup yang serba hibuk dan sibuk ini. Ulasan sederhana di

http://dionyulianto.blogspot.co.id/20...
...more
Galih Khumaeni
Jul 20, 2018 rated it liked it
Shelves: poetry
Sepertinya harus bikin tantangan Satu push-up setiap menemukan kata "celana" dalam puisi Joko Pinurbo ...more
Hani
Oct 07, 2013 rated it liked it
biarkan hujan yang haus itu
melahap air mata
yang mendidih
di cangkirmu

Air Mata
mei
Mar 09, 2017 rated it really liked it
bang (bang) JokPin resmi masuk salah satu penyair kesukaan saya setelah baca buku ini.
Ardy Damar
Aug 17, 2017 rated it really liked it
"Kau penyairku, apakah kau tahu pasti asal-usul benih yang tumbuh dalam kata-katamu?"

Cinta seperti penyair berdarah dingin
Yang pandai menorehkan luka.
Rindu seperti sajak sederhana yang tidak ada matinya.
...more
Karl Agan
May 10, 2013 rated it really liked it
Sesuai dengan diskripsinya, puisinya tampak sederhana namun sarat dengan makna. Sebuah buku puisi yang saya boleh baca berulang kali, setiap kalinya boleh dihadam dan diambil pendekatan dengan cara yang berbeza. Humor dalam puisi "Celana Ibu" amat menarik perhatian saya;

"Paskah?" Tanya Maria
"Pas sekali, Bu," jawab Yesus gembira.
Mengenakan celana buatan ibunya,
Yesus naik ke surga.

Hati saya ringan saya membaca line tersebut, sesuai dengan amatan saya sendiri, tuhan itu tak pernah kejam, tapi tak p
...more
Op
May 18, 2016 rated it really liked it
Bahwa celana adalah penutup alat vital, salah satu sumber kemaluan. Karenanya celana itu adalah, bukan hanyalah.

Perkara mandi adalah ruang berbatas, tempat tak ada malu, segala kejujuran terburai. Karenanya kamar mandi itu yaitu, bukan cuma.

Koar-koar lebih panjang (mungkin) di blog. Nanti pastinya.

Trian Lesmana
Apr 01, 2016 rated it really liked it
Khas Joko Pinurbo. unik. menyentil. banyak kritik. asyik.
Puri Kencana Putri
Jul 16, 2015 rated it really liked it
Bagian yang saya suka, "Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: Ingin sampai rumah saat senja, supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di sepan jendela." ...more
Siti Nur  Badriyah
Sep 24, 2016 rated it it was amazing
"Di Kulkas: Namamu" tetap menjadi kesukaan. ...more
Achmad Fachmi
Jun 11, 2019 rated it liked it
Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja:
ingin sampai rumah saat senja supaya saya
dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.

Ah, cita-cita. Makin hari kesibukan makin bertumpuk,
uang makin banyak maunya, jalanan macet, akhirnya
pulang terlambat. Seperti turis lokal saja, singgah
menginap di rumah sendiri buat sekedar melepas penat.

Terberkatilah waktu yang dengan tekun dan sabar
membangun sengkarut tubuhku menjadi rumah besar
yang ditunggui seorang ibu. Ibu waktu berbisik mesra,
“Sudah
...more
Evan Dewangga
Mar 16, 2021 rated it really liked it
Sentilan nakal Jokpin yang kurindu, datang kembali menghiasi hari-hari abu-abu. Sebelumnya, saat membaca Jokpin, saya menemukan kesatuan tema, seperti dalam Surat Kopi atau Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi. Namun di sini, yang saya lihat adalah pengembaraan puisi Jokpin dari matang menjadi ranum. Saya melihat bahwa Jokpin tahu kalau tawa dan tangis adalah tetangga. Tragis dan senyum meringis juga sahabat. Kematian dan masa kecil disenandungkan Jokpin dengan jenaka, membuat hidup dan mati berda ...more
Ratih Cahaya
Sep 13, 2017 rated it it was ok
pertama kalinya baca buku puisi setelah sekian lama ga baca buku puisi. dan pertama kalinya juga baca buku puisi karya joko pinurbo. entahlah, saya tidak bisa banyak berkomentar, karena jujur saja, banyak yang saya tidak paham maknanya. tapi kata orang, kalau baca puisi ya baca saja. jadi, ya saya baca saja tanpa sok-sok-an menganalisis makna puisi tersebut.
Juliattae
Mar 21, 2019 rated it it was amazing
Sebelumnya belum pernah baca buku Jokpin, hanya potongan-potongan puisinya saja. Dan Baju Bulan ini berisi puisi-puisi yang ditulis Jokpin sampai tahun 2012. Aku suka karena puisinya begitu ringan, begitu mudah dimengerti tapi sarat akan banyak arti. Sulit rasanya memilih puisi mana yang paling disukai.
Q'
Mar 05, 2020 rated it it was amazing
Kata-kata berserakan
hurufnya masih utuh
namun susunannya tidak lagi rapi

Buku sudah lelah
menahan kata-kata
yang sudah tidak ingin lagi terperangkap
yang selalu ingin bebas menari
menari di kepala setiap pembaca

Membaca puisi Joko Pinurbo serasa kata-kata tidak tertahankan lagi berada di dalam buku, tetapi menari-nari di kepalaku.
Ahmad Baihaqi Musyafa
Tak perlu metafora yang berbelit-belit bagi Joko Pinurbo untuk memukau pembacanya, ia hanya perlu dua hal: cerita puisi yang dalam dan pemilihan kata yang jenius.
"Celana Ibu" dan "Dengan Kata Lain" adalah salah dua yang paling kuat.
...more
rara
Mar 26, 2020 rated it it was amazing
Jokpin resmi menjadi penyair lokal favorit saya sekarang.

Buku ini adalah buku pertama karya Jokpin yang berhasil saya lahap hanya dalam sekali baca, tidak lebih dari 3 jam. Terlepas dari makna tulisannya, buku ini menjadi pelipur lara di pekan-pekan berat yang telah saya lewati.
Lailla
Jan 02, 2018 rated it really liked it
Puisinya memang ringan, tapi ada beberapa judul yang saya nggak ngerti maksudnya. Tapi asik juga sih mencoba menginterpretasi makna puisi di saat lagi santai dan bukan karena tuntutan soal-soal mata pelajaran bahasa Indonesia yang jawaban hasil analisis makna puisinya harus tepat. hehe
Nike Andaru
12 - 2019

Karena saya baca duluan buku Celana, trus baru buku ini jadinya beberapa puisi sudah pernah saya baca dalam buku Celana. Walau begitu, puisi lainnya masih tetap enak banget dinikmati sambil minum teh pagi atau sore hari.

Favorit saya : Surat Malam Untuk Paska dan Topeng Bayi Untuk Zela.
Indah Threez Lestari
Oct 02, 2017 rated it really liked it
403 - 2017
Agung
Mar 05, 2019 rated it really liked it
Buku kumpulan puisi dari Joko Pinurbo yang akan membuat kita merasakan asam manis kehidupan. Puisi yang paling saya suka berjudul "Kunang-kunang". ...more
Pauline Destinugrainy
Sebenarnya buku kumpulan puisi Jokpin isinya beberapa hampir sama dengan isi buku lainnya. Tapi senang saja bisa membaca puisi-puisi itu lagi.

Yang juara tetap Celana Ibu.
Syifa Hana
Dec 07, 2020 rated it really liked it
suka!
D Sitompul
Bahasanya ringan dapat dimengerti
Dhilaah
May 11, 2020 rated it really liked it
Shelves: poetry
DOA MALAM

Tuhan yang merdu,
terimalah kicau burung
dalam kepalaku.

(2012)
Saluna
Apr 16, 2021 rated it really liked it
Puisinya bagus bahkan ada yang menyentuh. Banyak kosakata baru yg kutemukan, 7.9/10
Hallo Maula
Aug 23, 2018 rated it did not like it
Shelves: lel
Good.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
koleksi baju anak perempuan 1 1 Oct 20, 2018 12:23AM  
baju anak perempuan branded 1 1 Oct 18, 2018 08:35PM  
jual baju anak perempuan 1 1 Oct 16, 2018 11:45PM  
jual baju anak perempuan 1 1 Oct 16, 2018 08:28PM  
baju a 1 1 Oct 14, 2018 08:03PM  
baju anak laki laki 1 1 Oct 12, 2018 12:49AM  
baju branded anak 1 1 Oct 08, 2018 09:39PM  

Readers also enjoyed

  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Man Tiger
  • Laut Bercerita
  • Ganjil-Genap
  • The Book of Forbidden Feelings
  • Pencurian Terbesar Abad Ini
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Corat Coret di Toilet
  • Cinta yang Marah
  • Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
  • Woman at Point Zero
  • Di Hadapan Rahasia
  • Quarter Life Crisis
  • Loving the Wounded Soul: Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia
  • Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang
  • Ada Nama yang Abadi di Hati Tapi Tak Bisa Dinikahi
  • Hujan
See similar books…
289 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa Ing ...more

News & Interviews

If you've got an overflowing Want to Read shelf of books that you keep meaning to get to (one day!), you're in good company. Our company, that...
124 likes · 43 comments
“Tuhan yang merdu,
terimalah kicau burung
dalam kepalaku.”
28 likes
“Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: Ingin sampai rumah saat senja, supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.” 19 likes
More quotes…