Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “ROMA: Con Amore” as Want to Read:
ROMA: Con Amore
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

ROMA: Con Amore

(Setiap Tempat Punya Cerita #2)

3.55  ·  Rating details ·  716 ratings  ·  103 reviews
Pembaca tersayang,

Banyak jalan menuju Roma. Banyak cerita berujung cinta. Robin Wijaya, penulis novel Before Us dan Menunggu mempersembahkan cerita cinta dari Kota Tujuh Bukit.

Leonardo Halim, pelukis muda berbakat Indonesia, menyaksikan perempuan itu hadir. Sosok yang datang bersama cahaya dari balik sela-sela kaca gereja Saint Agnes. Hangatnya menorehkan warna, seperti
...more
Paperback, 384 pages
Published February 2013 by Gagas Media
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about ROMA, please sign up.

Be the first to ask a question about ROMA

Community Reviews

Showing 1-30
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Benedikta Sekar
Jun 16, 2013 rated it really liked it
Shelves: buku-keren
Judul : Roma: Con Amore

Penulis : Robin Wijaya

Penerbit : Gagas Media

Terbit : 2013

Tebal : 374 halaman

Rate :4/5


"Ada perbedaan tipis di antara benci dan cinta. Dan yang menyekat keduanya hanyalah perasaan tak mau memaafkan." - Robin Wijaya, Roma:Con Amore, Halaman 336

Roma:Amore adalah salah satu buku terbaik yang aku punya. Buku ini mengisahkan tentang seorang pelukis bernama Leonardo Halim yang memiliki cita-cita besar mengadakan pameran tunggal bersekala internasional. Ia memiliki sebuah lukisan y
...more
Nur Fauziah
Feb 28, 2013 rated it it was amazing
Akhirnya selesai juga membaca buku ini setelah ketunda ke rumah temen dan barteran buku. Ayo kita review:

Waktu aku buka goodreads dan menemukan buku ini akan terbit (kalo nggak salah waktu itu belum ada kavernya) aku langsung penasaran pengen baca. Entah kenapa, sepertinya aku mulai mengidolakan Robin Wijaya sebagai penulis yg akan aku nantikan karya-karyanya. Akhir bulan, aku dan temen kantor langsung nulis list dan patungan buat belanja buku. Dan akhirnya dapetin novel Roma ini.

Novel Robin Wij
...more
Dwi Kartika
Apr 18, 2013 rated it it was amazing
Buku ke-empat dari seri Setiap Tempat Punya Cerita yang saya baca. Dan buku pertama dari seri ini yang ditulis oleh cowok.

Baiklah, ini masalah personal taste. Saya sangat jarang membaca novel yang penulisnya cowok, apalagi novel cinta. Dan sepertinya agak jarang penulis cowok yang bermain di genre ini. Tapi karena sudah terlanjur janji mau ngoleksi serial ini, jadi saya tetap beli novel Roma. Dan, seperti jumlah bintang yg saya kasih, sebanyak itu rasa puas saya atas novel yang satu ini.

Mari kit
...more
Aldi Yo
May 02, 2013 rated it it was amazing
Oke, gw suka banget sama Before Us. Dan waktu baca Menunggu gw makin suka tulisannya krn plotnya rapih dan mulus. Tapi jujur utk Roma gw ga terlalu suka. KENAPAAA??????????

1. Tiba2 aja gw ngerasa tulisan Robin jadi populer disini.
2. Gw gak terlalu suka cerita yg latarnya di luar negri. Heuheuheu, walopun ada Jakarta sama Denpasarnya sih dikit2

Tapi kenapa gw tetep kasih 5 bintang? KENAPAAAA??????
Demi Tuhan bukan krn gw rajin stalking twitternya bang robinBIEwijaya. DEMI TU...... HAAAAANNNN.....

Al
...more
Yessi Santi
May 01, 2013 rated it it was amazing
Roma ditulis dengan cara yang berbeda. Tidak seperti Menunggu yang sejak halaman pertama mengundang penasaran dan harapan, Roma cenderung tenang dan membiarkan pembaca menikmati potongan2 cerita hingga akhirnya bertemu di satu titik dan terungkap keterkaitan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.

Isi novelnya dibagi dalam 7 bagian; Roma, Jakarta, Napoli, Denpasar, Roma, Roma (lagi) dan berakhir di Venezia. Setiap bagian yg ditulis di kota yg berbeda2 seolah menunjukkan kalau setiap temp
...more
Awal Hidayat
Jun 08, 2014 rated it it was ok
"Kita tidak bisa menggunakan satu alasan hanya untuk mengorbankan kepentingan orang lain, Felice. Satu keburukan tidak pernah pantas untuk mengalahkan sepuluh kebaikan. Kamu mesti pikirkan itu." - Tenny.

"Suatu hari. Suatu waktu. Ketika kita dipertemukan kembali, tanyakan kepada hati; apakah kita akan mengulang cerita lalu atau mengisinya dengan yang baru?"

"Setiap orang punya ruang dan tempat tersendiri. Mereka yang pergi dan datang, tak akan pernah bisa saling menggantikan."

"Di antara remang cah
...more
Dini Novita  Sari
Too slow, konflik yang dipaparkan kurang greget. Dan aku paling nggak suka kalau ada cerita seseorang menyelingkuhi kekasihnya, padahal hubungan dengan kekasihnya tidak ada masalah, dan chemistry dengan si orang baru juga nggak kuat diceritakan. Yang membuat agak bagus adalah usaha penulis untuk menulis dengan indah, patut diacungi jempol. Alur penulisannya tenang, diksi-diksi yang apik, tetapi... sayangnya harus dinodai dengan typo dan kata/akhiran yang kurang di sana-sini. Kenapa begituu? :(

No
...more
Ruth Munthe
Roma: Con Amore
By Robin Wijaya

Penulis cowok sebenarnya nggak masalah ya buatku. Soalnya aku suka sama tulisan Nicholas Sparks. Dan novel yg tebal merupakan salah satu kriteriaku untuk membaca sebuah buku. Karena dg. ketebalan aku mengharapkan kepuasan dari ceritanya.

But here, i've got nothing. For the sake of God, i've tried to like this novel because it's a #STPC serial. But i can't lie.

Poin utama yg aku nggak suka adalah aku nggak ngerasa tokoh-tokoh yg ada didalam novel ini spesial dan pantas
...more
Kitty Wibisono
Jan 20, 2018 rated it liked it
Buku ini membawa kita pada kehidupan seorang pelukis Indonesia yang tinggal di kota Roma, Leonardo Halim dan pertemuan tak terduganya dengan seorang pegawai KBRI bernama Felice Patricia. Keduanya bertemu di sebuah galeri lukisan di kota Roma. Pertemuan tak terduga itu kembali terulang di Bali ketika Felice terpaksa kembali ke tanah air untuk menghadiri pernikahan kakaknya dan Leo pun sedang mengadakan pameran lukisan di sana.


Jika dalam pertemuan pertama Leo dan Felice lebih banyak hal-hal yang
...more
Khuliqat Aqna
Mar 20, 2013 rated it liked it
Shelves: project-stpc
"Setiap orang punya ruang dan tempat tersendiri. Mereka yang pergi dan datang tak akan pernah bisa saling menggantikan"
— Robin Wijaya

Novel berjudul Roma yang ditulis oleh Robin Wijaya ini tentu berlatarkan di Kota Tujuh Bukit tersebut. Mereka bertemu untuk pertama kalinya di Roma. Saat itu, Leonardo Halim -pelukis muda berbakat asal Indonesia- mengadakan pameran di sebuah galeri dan berhasil menjual salah satu lukisannya kepada seorang diplomat di KBRI. Felice Patricia, pegawai KBRI, ditugaskan
...more
Val
Sep 19, 2017 rated it really liked it
belum selesai bacanya, aku suka konflik awalnya dan menurut aku leo cocok sm felice, kayak ada chemistry yg kuat dan beda dri mereka, cocok bgt dibanding sm marla
Nia
Jul 05, 2017 rated it really liked it
Shelves: novel, pinjam
Suka dengan puisi/quote pembuka di setiap bab nya.
Nisa Andani
May 28, 2013 rated it really liked it
"Tidak, Leo. You just think that you're in love. But in fact, it's not!"
"I don't think, I'm in love. But I know, I'm in love! With you, Felice..."

Jelaslah ya kalo laki-laki itu ga semuanya mementingkan logika. fufufufu.

Roma: Con Amore karya kak Robin Wijaya adalah novel STPC kedua yang aku baca setelah Paris: Aline. Sebenarnya aku kepengen langsung baca novel ini dulu sebelum Paris. Tapi pas ngeliat harga novelnya yang oh-my-God-so-expensive akhirnya aku harus memasukkan novel ini ke waiting li
...more
Sulis Peri Hutan
Mar 21, 2013 rated it liked it
Shelves: pinjem
Leonardo Halim adalah seniman asal Indonesia yang sudah mempunyai nama di Roma, lukisannya terkenal realis, sering mengkombinasikan dengan pamandangan dan bentuk-bentuk alam, sudut-sudut kota serta memotret manusia dengan sisi humanisnya. Salah satu masterpiece lukisannya berjudul The Lady, sebuah lukisan perempuan yang berdiri dalam diam dengan latar gereja Saint Agnes di Piazza Navano.

Sebuah insiden terjadi ketika ada pembeli yang komplain karena pesanan lukisannya tidak sampai juga, atasannya
...more
ishariatiz
Jun 20, 2013 rated it really liked it
Pengarang : Robin Wijaya
Halaman : x + 374
Tebal : 13 x 19 cm
Kategori : Romance
Penerbit : GagasMedia
Seri : #STPC

Roma, banyak jalan menuju Roma. Nah, dalam novel Robin kali ini adalah Seri Setiap Tempat Punya Cerita. Lokai-lokasi yang dituju diberbagai negara. Silahkan melengkapi #STPC terus pinjemin ke saya ya hehehe.
Lanjut, nah kisah ini tentang Leonardo Halim yang merupakan seorang pelukis. Mendengar namanya tentu kalian akan berpikiran bahwa yang memberi nama tersebut (kakeknya) menginginkan Le
...more
Joue Abraham Trixie
Aug 09, 2013 rated it really liked it
Novel karya Robin Wijaya dengan tebal buku 372 halaman mengandung sebuah cerita yang wajib untuk dibaca bagi pecinta novel. Cover yang sangat mendukung. Desain novel yang seperti surat membuat ada rasa rindu. Petualangan yang menghasilkan cinta. Ceritanya yang begitu romantis. Begitu manis dari beberapa novel Robin Wijaya sebelumnya.

Novel ini sendiri berkisah tentang cinta yang sukar bersatu. Sulit bersama. Mengingat keduanya sudah memiliki kekasih. Dengan berlatar belakang kota Roma, takdir mem
...more
Pauline Destinugrainy
Dari Athena, saya melanjutkan serial STPC menuju ke Roma. Ada Robin Wijaya dengan kisah cinta yang tersedia di sana. Perjalanan yang sempat tertunda ini saya harap bisa membawa kisah yang menarik, sebagaimana banyaknya seni yang indah lahir di kota itu.

Roma menceritakan kisah tentang Leo, seorang pelukis muda asal Indonesia yang berhasil mewujudkan impiannya menggelar karyanya dalam suatu pameran lukisan di negeri Italia itu. Sayangnya ada suatu insiden dimana lukisannya yang dibeli oleh seorang
...more
Yuli Pritania
Ini novel pertama Mas Robin (sok kenal) yang saya baca, juga novel pertama dari seri "Tiap Tempat Punya Cerita". Waktu itu sempat tertarik dnegan Before Us, tapi abis dapet spoiler kalo novel itu mengandung unsur gay, jadi biarkanlah saya mengurungkan niat untuk membacanya. Katakan saya kolot, tapi saya anti membaca cerita yang mengangkat tema itu.
Roma... hmmm... udah nggak bisa diitung ada berapa puluh bahkan ratusan novel yang mengambil setting di kota terkenal ini. Tapi Mas Robin bisa mengola
...more
Diyah Hasanah
Jul 26, 2014 rated it liked it
Shelves: narc-2015
"Leo tidak akan menjual lukisan itu."


Aku tidak tahu harus mulai dari mana. ROMA benar-benar berkesan untukku. Pertama karena tulisannya yang mengalir yang membuatku sampai lupa waktu. Kedua karena meskipun aku tidak begitu menyukai konsep di ROMA, aku juga tidak bisa dibilang membencinya. ROMA bercerita tentang seniman bernama Leonardo Halim dan Felice. Pertemuan mereka berawal ketika Felice salah memberikan alamat pengiriman lukisan Leo ke Gallery. Tingkah Felice yang memang unik mengusik pera
...more
Silvia Natari
Mar 20, 2013 rated it liked it
"Felice, kamu tahu kenapa kita membenci seseorang? Sering kali karena kita menaruh cinta yang begitu besar dan lupa risiko dikecewakan. Padahal, cinta menerima segalanya. Cinta adalah tentang kekurangan dan kelebihan....Banyak orang yang bilang ada perbedaan yang tipis antara benci dan cinta. Dan yang menyekat keduanya hanyalah perasaan tak mau memaafkan. Tanya hatimu, kalau kami masih membenci dia atas apa yang dia lakukan. Sebenarnya kamu hanya tengah menyetujui kalau cinta yang tengah membuat ...more
Hairi
Jul 15, 2013 rated it really liked it
Buku kedua yang saya pilih dari 10 buku kado untuk blogger dari Gagas.
Saking bingungnya mau pilih yang mana, saya pun meminta pertimbangan suami dan dia bilang ROMA. Iiih.. Padahal saya lebih melirik All You Can Eat. xixixixi....

Saya pun nanya ke suami, kok pilih ROMA? Hayooo.. ingat nama biskuit ya? Tebak saya.
"Nggak," jawab suami. "Ingat AS ROMA." Wekekekeke.... Kembali deh ya ke soal kesenangan ingatnya. Saya ingat makanan, dia ingat bola. Tapi saya ingat makanan karena lagi bulan puasa. Bias
...more
Utami Embun
May 06, 2013 rated it it was amazing
Udah ngikutin tulisan kak Robin dari novel Before Us. Jadi sayang banget kalo ga baca Roma juga.

Overall, dari 2 novel sebelumnya, Roma ini alurnya agak lama. Sempet berhenti di halaman 100-an (bagian Jakarta) karena yg diceritain Leo sama Marla terus. Meskipun kata temen2 yg baca Roma, Marla itu baik dan cocok sama Leo, tapi aku nggak suka. Soalnya Marla itu sebenernya suka ngoreksi kekurangan2 Leo, cuma dia nggak ngomong langsung aja. Beda sama Felice yg blak-blakan dan terus terang.

Di bagian N
...more
Dion Sagirang
Apr 05, 2013 rated it it was ok
Setelah tahu novel ini akan segera terbit, saya sangat menaruh harapan besar. Apalagi setelah seorang teman memberikan buku ini edisi bertanda tangan penulis. Tetapi tidak lantas saya segera membuka halaman dan membacanya. Buku ini lama sekali tersimpan di rak.

Satu kesempatan saya membaca, namun harapan saya seolah dijatuhkan di bab-bab awal. Barangkali penulis ingin menciptakan pembuka yang sedikit rumit dan tegang. Tapi bagi saya itu gagal. Bagian awal terkesan muter-muter hingga mēmbuat saya
...more
Erika Reieru
Apr 30, 2014 rated it liked it
3,5 untuk novel STPC Roma kali ini :)

Ini adalah karya penulis yang pertama yang pernah saya baca. Mas Robin Wijaya mengeksekusi ceritanya cukup bagus menurut saya dalam novel Roma ini. Berkisah tentang seorang pelukis yang sangat ambisius dengan pelukis ternama asal ItaliMicael Angelo. Dalam novel ini penulis menggunakan POV orang ketiga, tidak hanya Roma, namun penulis pun menyuguhkan kota Bali dalam cerita ini.

Saya sangat suka dengan karakter Leo yang memiliki sifat cool namun ramah itu. Saya
...more
Watin Sofiyah
Nov 01, 2013 rated it really liked it
Akhirnya selesai juga baca novel iniiiii :D
Ini adalah karya kak Robin Wijaya pertama yang saya baca. Dan komentar saya tentang novel ini adalah saya suka gaya penulisan beliau dan juga setting tempat di dalam novel ini sangat kental terasa :D

Poin plus dari novel ini adalah saya bisa mendapatkan informasi-informasi baru mengenai Roma dan tempat-tempat wisata di sana, penulis menuliskannya dengan sangat detail. Pas sekali dengan tema setiap n tempat punya cerita.
Karakter Leo yang saya tangkap di s
...more
R.A.Y
Apr 08, 2013 rated it liked it
Buku ini rupanya membanting dua bintang yang semula ingin saya berikan secara cuma-cuma. Maaf, ya, Mas Robin. Isi buku ini tak begitu sesuai dengan harapan saya. Padahal, sebelum terbit begitu saya nanti-nantikan. Roma gitu lho, Eropa, kece badai. Tapi Roma yang ada di sini kurang memuaskan bagi saya. Yah, gak cocok saja rasanya. Barangkali karena ini kali pertama saya baca karya Mas Robin Wijaya? Who knows lah.

Ini yang paling mengusik saya:

Di book trailer-nya yang saya tonton di Tumblr Gagas, y
...more
Rose Gold Unicorn
Jul 18, 2013 rated it it was ok
Shelves: indonesia, pinjam
saya rasa, dua bintang saja sudah terlalu banyak buat buku ini. kenapa coba?

karena tokoh utamanya ternyata berselingkuh! herannya, si cowok yang selingkuh ini meninggalkan perempuan yang baik. ah, ga suka. hate this story very much.

terlepas dari saya punya pengalaman pribadi diselingkuhi atau ga, pokoknya ga suka. entah saya harus kasih bintang lima atau tidak karena buku ini tanpa disadari sukses melibatkan emosi saya. iya, buktinya, saya jadi marah-marah ’kan sekarang? ._.

at the end. dua binta
...more
Zahrina Mardina
Sep 20, 2013 rated it it was ok
pertama mau ngomentari quotes2nya kak robin.
quote pertama
"pertemuan pertama selalu membekas,
aku bermain dengan tanda tanya
bertemu denganmu lagikah kelak?"
itu oke banget, tapi lama2 quote2 berikutnya kok jadi biasa aja ya..
ada juga yang oke seperti nasehat tenny pada felice, tapi selain itu kesannya jadi berkurang, nggak ada lagi tercenung sesaat karena terpikat quote2nya robin wijaya yang biasanya oke banget
takut ditimpuk fans robin wijaya sih ngasih dua bintang gini,padahal biasanya saya ngefa
...more
Ruri Alifia Ramadhani
Jun 16, 2013 rated it liked it
Shelves: drama, punya, romance
Karya Kak Robin pertama yang saya baca.

Garis besarnya adalah tumbuhnya cinta sejati antara dua sejoli yang telah sama-sama memiliki kekasih. Dua orang manusia kelahiran Indonesia yang melanglang buana ke Roma(mengulas sedikit tentang Denpasar juga) membawa cita dan rahasia mereka. Okey sampai segitu aja, deh. Saya nggak mau kasih spoiler. Pasti mengurangi keseruan bagi yang belum membaca, tentunya. Hihi.

Saya salut dengan riset mendalam tentang Roma. Arsitekturnya, istilah-istilahnya(footnote kes
...more
Karst
Dec 20, 2013 rated it it was ok
Nggak tahu kenapa, ya.... nggak suka aja.

Ini novel Robin Wijaya yang pertama kali saya baca. Tergiur dengan tebalnya halaman (yang menurut saya bakal bikin puas bacanya). Tapi begitu baca kok.... gini.

Quotes-nya memang menarik, deskripsinya memang 'tingkat tinggi', tapi justru itu yang menciptakan jurang antara pembaca dan tokoh-tokoh di sana. Saya cuma membaca, nggak merasakan. Seolah saya nggak berada di sana. Saya nggak bisa merasakan perasaan Leo, Felice, atau Marla.

Katakanlah, karena gaya
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Barcelona, Te Amo: Masih Ada Sketsa Rindu Untukmu
  • Paris: Aline
  • Bangkok: The Journal
  • London: Angel
  • First Time in Beijing: Nostalgia Kisah Cinta Semusim Lalu
  • Last Minute in Manhattan: Beri Cinta Waktu
  • Andai Kau Tahu
  • Melbourne: Rewind
  • Coming Home
  • With You (Sehari Bersamamu)
  • Restart
  • Swiss: Little Snow in Zürich
  • Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu
  • Marriagable: Gue Mau Nikah Asal...
  • Kekasih: Hanya Kau Yang Kumau
  • Holland: One Fine Day in Leiden
  • Rhapsody

Other books in the series

Setiap Tempat Punya Cerita (1 - 10 of 11 books)
  • Paris: Aline
  • Last Minute in Manhattan: Beri Cinta Waktu
  • Barcelona, Te Amo: Masih Ada Sketsa Rindu Untukmu
  • Bangkok: The Journal
  • First Time in Beijing: Nostalgia Kisah Cinta Semusim Lalu
  • Melbourne: Rewind
  • Swiss: Little Snow in Zürich
  • London: Angel
  • Holland: One Fine Day in Leiden
  • Tokyo: Falling
“Setiap orang punya ruang dan tempat tersendiri. Mereka yang pergi dan datang tak akan pernah bisa saling menggantikan” 15 likes
“Mereka yang mengerjakan sesuatu dari hati, karyanya akan memiliki jiwa.” 11 likes
More quotes…