Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Berjalan di Atas Cahaya” as Want to Read:
Berjalan di Atas Cahaya
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Berjalan di Atas Cahaya

4.03  ·  Rating details ·  1,033 Ratings  ·  121 Reviews
Ivano terduduk. Kepalanya tertunduk di depan pintu gereja. Sudah tak terhitung berapa orang turis di katedral Palermo yang berjubel-jubel harus menabrak tubuhnya yang menghalangi sebagian badan jalan masuk gereja. Tapi Ivano bergeming. Dia masih terus menatap pilar putih di depan katedral kota para mafioso Eropa itu. Semua yang dikatakan Raghi benar adanya.

Ivano menangis m
...more
Paperback, 224 pages
Published March 2013 by Gramedia Pustaka Utama

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Berjalan di Atas Cahaya, please sign up.

Be the first to ask a question about Berjalan di Atas Cahaya

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Nurasia
Apr 06, 2013 rated it it was amazing
Hampir sebulan yang lalu akun twitter Gramedia mengunggah foto sampul buku terbaru Hanum Salsabiela Rais dan mengumumkan bahwa akan terbit beberapa hari lagi. Kebiasaan saya saat mengincar buku adalah menyimpan foto sampulnya di handphone begitu pula dengan buku ini. Sudah bisa dipastikan saya tidak akan berpikir dua kali untuk membeli seperti kejadian dengan buku sebelumnya yang terus-menerus tertunda. Oke!... Buku “99 Cahaya di Langit Eropa” sebenarnya tidak saya dapatkan dengan merogoh isi do ...more
Fitria Mayrani
Mar 19, 2013 rated it really liked it
Shelves: 2013
Menjadi agen muslim di negara sekuler memang tidak mudah dan banyak tantangannya. Bukan lagi rahasia jika umat Islam selalu dicap teroris, Islam agama yang kejam, Islam membatasi hak kaum wanita and the bla and the bla... Apalagi kalo udah masuk pemeriksaan di bandara, penumpang yang diketahui beragama Islam bisa lama sekali diperiksa oleh petugas imigrasi, penuh curiga. Ya, ini pengalaman mbak Tutie Amaliyah sewaktu liburan ke Rusia. Nasib imigran juga tidak kalah memilukan. Sulit sekali mencar ...more
Sharulnizam Mohamed Yusof
Buku kedua tulisan Hanum Salsabiela Rais ini, masih berkonsepkan travel. Cuma kali ini ianya tidaklah seperti buku yang pertama. Dan tidak juga menceritakan hal travel itu dengan lebih lanjut. Kali ini Hanum lebih memfokuskan dengan individu-individu yang ditemuinya, yang berpetualang di sekitar Eropah demi kelangsungan hidup. Pengajaran hidup lebih mendominasi penceritaannya kali ini.

Berkonsepkan antologi, Hanum menjemput rakan-rakannya (mungkin) untuk turut menyumbangkan pengalaman hidup di bu
...more
Hesa Kaswanda
Mar 28, 2013 rated it really liked it
Melanjutkan kesuksesan 99 Cahaya di Langit Eropa, Hanum mengeluarkan kembali sebuah buku bertema sama, perjalanan dan perkembangan agama Islam di Eropa. Namun kali ini ia tidak sendirian menulis, Tutie Amaliah dan Wardatul Ula turut menceritakan apa yang mereka alami sebagai seorang muslimah yang tinggal di Eropa.

To the point, pertama, buku kali ini tidak semengagetkan buku sebelumnya, mungkin karena buku sebelumnya telah berhasil membentuk mindset baru saya tentang Eropa dan Islam. Sehingga cer
...more
Siti Awaliyah
Mar 31, 2013 rated it really liked it
Sama seperti buku hanum sebelumnya "99 cahaya di langit eropa", buku ini masih menceritakan kisah perjalanan hanum dkk, di eropa sambil menyibak kehidupan islam sbg minoritas di benua biru "eropa" itu... Baca buku ini bikin kita seharusnya tambah bersyukur krn terlahir dan hidup sbg kaum mayoritas di negara kita sendiri. Apart from that, ceritanya mirip2 lah sama buku sebelumnya. Cuma satu bagian yang paling saya suka banget dari buku ini yakni di bagian epilog dari buku ini yang memaparkan peng ...more
Mumtaz Rais
Jul 22, 2013 rated it it was amazing
Buku ini mengingatkan saya ketika jalan jalan ke Eropa dgn kakak saya, dan saya sholat di depan Musee de Louvre, shalat didepan Rathaus di Vienna, sholat did epan patung kuda depannya adalah balkonnya hitler saat mengumpulkan 1 juta massa orang Wina dan mengobarkan semangat Nazi. Orang2 bule pada melihat sy dengan tatapan weird karena saya dianggap jengkang jengking ga ada maksudnya dan mereka memandang dgn tertawa. Ya gerakan sholat memang membuat orang pada penasaran, justru stelah itu membuat ...more
Risma Yulistiana
Karena sebelumnya saya sudah terlanjur terpesona oleh 99 Cahaya di Langit Eropa, maka saya pun berpikir bahwa Berjalan di Atas Cahaya akan memberikan pesona yang lain.

Buku ini masih bercerita tentang kisah kehidupan Muslim sebagai minoritas di Eropa. Namun, kali ini Mbak Hanum tidak menulis sendirian. Ada penulis kontributor Mbak Tutie Amaliah dan Wardatul Ula. Bukunya kali ini pun lebih banyak bersifat personal, yaitu tentang pertemuan para penulisnya (terutama Mbak Hanum) dengan orang-orang ya
...more
Lalu Fatah
Saya setuju dengan endorsement dari Asma Nadia atas buku ini.

“Tidak mudah menghadirkan buku berbeda di tengah maraknya buku-buku bertema traveling. Dalam buku ini Hanum Rais, Tutie Amaliah, dan Wardatul Ula memberikan alternatif dengan pendekatan berbeda, komunikatif dan akrab, serta membekali pembacanya."

'Membekali pembacanya', itulah kesan paling kuat yang saya tangkap dari kisah-kisah yang terangkum dalam buku ini. Ditulis oleh tiga orang. Porsi terbanyak, tentu saja Hanum Rais. Sebagai jurna
...more
Amanda Sastri
Mar 02, 2013 rated it it was amazing
Sniff.

Bersyukur jadi mayoritas, itu yang pasti. Karena kalau secara global, bisa dikatakan Islam itu minoritas dan dengan para ekstrimis yang mencoreng nama Islam sendiri, di berbagai belahan negara sana sudah gak bisa toleransi terhadap Islam itu sendiri.

Kisah favorit saya kisahnya Mbak Tutie Amaliah yang 'Karena Saya Tak Gaul'. Dimana ia mendengarkan temen kuliahnya mencerca keIslaman dia sampai dia menangis. Dan endingnya dia berhasil mendapatkan gelar sarjana masternya dan did her valedictor
...more
Cahyo
May 11, 2013 rated it really liked it
Lagi2 nebeng baca punya adik ipar gue.. Skeptis banget awalnya, apalagi kalo teringat kekecewaan besar 2 (dua) tahun lalu pada buku pendahulunya, "..99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa.." (review di: http://bit.ly/rn6f8S ). Tapi ternyata buku ini jauh lebih baik dalam beberapa hal, yaitu:

- lebih lancar dibaca: mengalir, si penulis terlihat jelas lebih pede daripada saat ybs menulis buku sebelumnya

- lebih menarik dibaca hingga habis: runtutan dan strukturnya menari
...more
Dennisa
Oct 22, 2013 rated it really liked it
Dibandingkan dengan buku pertamanya (99 Cahaya di Langit Eropa) yang mengajak pembaca untuk berpetualang menelusuri jejak-jejak sejarah peninggalan kekuasan Islam di Eropa, Berjalan di Atas Cahaya mengambil kekhasannya sendiri dengan lebih menyuguhkan sisi experience alias pengalaman menjadi seorang agen muslim yang baik di negara dimana Islam menjadi agama minoritas. Buku yang tidak sepenuhnya ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais ini, juga merupakan kontribusi dua penulis lainnya yakni Tutie Amal ...more
miss
Apr 03, 2013 rated it liked it
Berlari, jatuh, dan bangkit adalah alur dari kehidupan. p158

Rasanya ga se-greget pas baca 99 Cahaya di Langit Eropa Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa. Namun pengalaman demi pengalaman yang dituliskan tetap bisa menggambarkan bagaimana seorang muslimah/muslim hidup dan bertahan di Eropa.

3.5 stars!
^^
Prinska Sastri
Aug 03, 2013 rated it it was amazing
Komentar ketika selesai baca buku ini adalah, bahwa saya sangat besyukur tinggal di negara mayoritas muslim seperti Indonesia. Berbeda dengan bukunya yang pertama yang mengisahkan tentang sejarah dan peninggalan Islam di Eropa, di buku ini lebih menekankan tentang bagaimana perjuangan para muslimah di tanah minoritas di Eropa.

Cerita yang paling saya suka itu "Fenomena Gajah Terbang". Ya,pokoknya two thumbs up buat buku ini. Yeah, sebuah novel tentang "travelling" yang beda banget.
Sakriani
Apr 17, 2013 rated it it was amazing
Inspiring book, Never think that the one whom we met in our life is not important to us because he/she would be a bridge to face the world, he/she is the angle that Allah send us, whoever they are (black or white, moslem or non-moslem, man or woman).
Syah H
May 11, 2013 rated it really liked it
"Saya terbayang kata Imam Al-Ghazali yang menjadi pembopong hidup saya. Hijrahlah, dan jangan takut dengan apa yang kautinggalkan, karena kau akan mendapatkan penggantinya, bahkan lebih."
Garnila Maya
May 25, 2013 rated it it was amazing
what an amazing book! it opens your mind, your soul and your deepest heart. this book is about life, about appreciate other, love each other, to all human race. highly recommended!
Lia Muchibbin
Jun 14, 2013 rated it really liked it
Hijrahlah, dan jgn takut dg apa yg kau tinggalkan. Karena engkau akan mendapatkan lebih #imam ghozali
Hardika
Mar 22, 2013 rated it it was amazing
Setiap kisah memiliki pesan yang kuat. Sangat berkesan...
Sinta Nisfuanna
Saat mengetahui Hanum Salsabiela menelurkan karya baru setelah 99 Cahaya di Langit Eropa, saya termasuk yang excited untuk membaca buku terbarunya. Pengalaman membaca 99 Cahaya di Langit Eropa yang sarat dengan pengetahuan tentang sejarah Islam di ranah Eropa, memberikan pengharapan yang besar bahwa Berjalan di Atas Cahaya juga akan memberikan kejutan-kejutan senada. Ternyata, ekspektasi saya tidak sepenuhnya benar.

Kali ini Hanum bersama Tutie Amaliah dan Wardatul Ula lebih banyak bercerita tent
...more
Almira Nuringtyas
Jul 14, 2014 rated it really liked it
hello goodreads, nyaris setahun gue gak jamah ni website krn kesibukan sekolah. Alhamdulillah, sekarang lagi ada sedikit waktu buat baca. Dan, gak nyesel milih buku ini buat pembuka setelah hiatus lama dari dunia perbukuan.

Suplemen iman banget di kala bulan puasa gini. Ceritanya ringan dan mudah dicerna, tapi "dalem" maknanya. Buat pembukaan emang enaknya buku yang ringan ringan dulu nih, kalo terlalu berat mood baca bisa menguap lagi entah kemana. Gue suka (hampir)semua cerita disini, kecuali m
...more
R.A.Y
May 10, 2013 rated it it was amazing
Nggak tanggung-tanggung, saya kasih 5 bintang. Saya suka banget gaya bercerita Mbak Hanum di sini, tujuh langit lebih baik dan mengalir dari di 99 Cahaya di Langit Eropa. Diksinya asyik, bikin saya percaya Mbak Hanum ini memang berjodoh dengan pen misterius di akhir buku. Dan yang lebih baik lagi, tulisannya di-Justified, yay! 99 Cahaya di Langit Eropa itu dibiarkan nge-Left gitu aja, jadi terkesan berantakan. Tapi di sini rapi, dan enak dipandang. Kavernya juga manis, background-nya top abis. P ...more
Siti Robiah A'dawiyah
Buku ini kurang lebih isinya bertema hampir sama dengan 99 Cahaya di langit Eropa.
Menceritakan kisah-kisah perjalanan para muslimah di luar negeri. Menjadi kaum minoritas di tengah benua yang mayoritas penduduknya non muslim tentu memiliki pengalaman pahit dan manis. Ada yang terkadang memandang Islam sebagai agama teroris, ada yang bilang agama yang jahat dan lainnya. Sehingga terkadang isu-isu ini justru melemahkan iman Muslim itu sendiri. Namun, di buku ini Hanum dkk. ingin menunjukkan bahwa
...more
Norziati
Jan 30, 2016 rated it liked it
Sebagai susulan kepada 99 Cahaya di Langit Eropah, buku ini membawa cerita dari tiga penulis berbeza. Temanya masih sama, tentang Islam di Eropah dan pengalaman yang mereka lalui dalam berhadapan cabaran itu. Banyak anekdot mereka yang mengesankan, boleh menjadi panduan kepada sesiapa yang akan ke Eropah bagi memberikan gambaran awal pandangan masyarakat Barat terhadap orang Islam. Ternyata mereka, walau dilihat maju dan terkedepan, insan-insan di dalamnya kosong dari sisi ruhani, menjadikan per ...more
Rida
Jan 12, 2014 rated it really liked it
this is best traveller books ever had.
Bener deh, gw pertama kali baca awalnya ga minat. Tapi setelah baca dalamnya, wah good book!
Disini kita bisa lihat sisi Islam di tanah Eropa, bagaimana gambaran real disana, kerja keras dan perjuangan Islam di Eropa serta keindahan kota yang menawan.
Hal yang paling gw inget dari buku ini adalah cerita tentang Gajah Terbang di Atas Langit. Bener, kita jangan ikut2an kalau belum tau dan mengenalinya dengan cara men-judge sesuatu. semoga Mba Hanum bisa meluncu
...more
Eka
Jan 23, 2014 rated it it was amazing
Buku kedua yang ditulis oleh Hanum Salsabila Rais, seorang putri dari politikus Amien Rais, setelah buku 99 Cahaya Di Langit Eropa. Dia menggarap buku ini tidak sendirian, tetapi juga menggaet koleganya, termasuk suaminya sendiri, Rangga Almahendra. Kesempatan mereka untuk mengelilingi eropa ternyata juga bisa membuat mereka 'amazed' dengan kehidupan umat muslim minoritas di sana. it's Worth reading! :)
Luksie W.
Mar 09, 2014 rated it it was amazing
Very recommended book! Selama baca buku ini saya ga berhenti bergumam 'Wow', 'Subhanallah', atau 'Masya Allah'.

Sungguh luar biasa perjuangan para mualaf 'bule' yang diceritakan dalam buku ini. Pasti tidak gampang menemukan hidayah untuk memeluk Islam. Terlebih pandangan masyarakat Eropa terhadap Islam yang masih 'primitif'. Bersyukur sekali kita yang terlahir dan hidup di lingkungan muslim :)

Semoga suatu saat mendapat kesempatan untuk bertemu dengan muslim di benua Eropa sana. Amiiiiin
Nur Astri
Apr 20, 2013 rated it it was amazing
Saya berharap Mba Hanum akan selalu menulis tentang perjalanannya juga orang - orang di sekitarnya. Sungguh menginspirasi, menggugah hati juga menimbulkan rasa rindu yang tak terhingga pada Tanah Suci. Membaca buku ini juga membuat saya sangat bersyukur juga merasakan cinta untuk semua saudara - saudari muslim di seluruh dunia.
andini FIJRI
Mar 07, 2014 rated it it was amazing
Setelah bergetar membaca karya beliau "99 Cahaya di Langit Eropa". Akhirnya diberikan rezeki dan kesempatan untuk membaca buku karya Mbak Hanum lagi, yaitu "Berjalan di Atas Cahaya".

Paling merinding pas baca "The Dior Kiss" sama "Epilog". Sungguh Mbak Hanum sangat beruntung sekali diberi pengalaman dan kesempatan untuk lebih mengenal Dunia Islam di Benua Eropa. Subhanallah!! :)
Meutia Halida
Oct 27, 2013 rated it really liked it
Kali ini buku kedua 99 Cahaya lebih menceritakan pengalaman beberapa muslim yang tinggal di negara dimana muslim adalah minoritas. Saya jd mempelajari banyak hal, setidaknya mungkin saya akan menghadapi masalah yg sama kalau ke negara2 tsb. Hanya iman kepada Allah yg membuat kita tetap teguh berjalan :D
andini
Nov 01, 2013 rated it really liked it
Setelah bergetar membaca karya beliau "99 Cahaya di Langit Eropa". Akhirnya diberika rezeki dan kesempatan untuk membaca buku karya Mbak Hanum lagi, yaitu "Berjalan di Atas Cahaya".

Paling merinding pas baca "The Dior Kiss" sama "Epilog". Sungguh Mbak Hanum sangat beruntung sekali diberi pengalaman dan kesempatan untuk lebih mengenal Dunia Islam di Benua Eropa. Subhanallah :)
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan
  • Life Traveler
  • Notes from Qatar 2
  • 5 Pesan Damai: Lebih Dekat Dengan Ajaran Nabi
  • Ayah...: Kisah Buya Hamka
  • The Naked Traveler 2
  • Menatap Punggung Muhammad
  • Muhammad Al-Fatih 1453
  • Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap
  • Indonesia Mengajar 2
  • Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim
  • Rumah Cokelat
  • Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan
  • Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?
  • Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
  • Rantau 1 Muara (Negeri 5 Menara, #3)
  • Lautan Langit: Kumpulan Cerita
4028062
Hanum Salsabiela Rais, adalah putri Amien Rais, lahir dan menempuh pendidikan dasar Muhammadiyah di Yogyakarta hingga mendapat gelar Dokter Gigi dari FKG UGM. Mengawali karir menjadi jurnalis dan presenter di TRANS TV.

Hanum memulai petualangannya di Eropa selama tinggal di Austria bersama suaminya Rangga Almahendra dan beke rja untuk proyek video podcast Executive Academy di WU Vienna selama 2 tah
...more
More about Hanum Salsabiela Rais...