Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Haduh, aku di-follow” as Want to Read:
Haduh, aku di-follow
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Haduh, aku di-follow

by
3.56  ·  Rating details ·  80 ratings  ·  28 reviews
Siapa pun yang bingung mencari kata-kata yang jleb disarankan untuk membuka buku ini. Haduh, Aku Di-follow berisi puitwit [puisi-twitter] @jokopinurbo yang mencakup berbagai tema, dapat sewaktu-waktu menjelma kata yang tepat pada saat yang tepat, dapat digunakan sebagai kutipan untuk pengantar pidato, ucapan selamat, bahan renungan, teman melamun, atau untuk sekadar merayu ...more
Paperback, Cetakan Pertama, Februari 2013, 122 pages
Published February 2013 by Kepustakaan Populer Gramedia
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Haduh, aku di-follow, please sign up.

Be the first to ask a question about Haduh, aku di-follow

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.56  · 
Rating details
 ·  80 ratings  ·  28 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Haduh, aku di-follow
Moby
Jun 06, 2013 rated it really liked it
Sesuai dengan apa yang ditulis pada sampul belakang buku- 'Haduh, aku di-follow' memang sungguh teman melamun saya.

Ringkas yang penuh makna. Cantik dan manis, digaul-gaul menjadi indah.

"Di pantai ini kita sedang hilang. Aku menjadi hembus, kamu menjadi deru."

"Ada saatnya mati di tangan waktu yang dingin ini. Ada saatnya terlahir kembali di secangkir kopi dan sebatang puisi."

"Semua ingin jadi penyair, iya kan? Aku sih ingin jadi puisi yang dilipat dan diselipkan di sela-sela rusukmu."

Sudah
...more
Astri Kusuma
Feb 17, 2013 rated it really liked it
Haduh, Aku di-follow?

Sengaja saya memberi tanda tanya pada judul tulisan ini karena saya tak mengerti kenapa buku puitwit (puisi-twitter) karya Joko Pinurbo (Jokpin) harus diberi judul “Haduh, aku di-follow”. Memangnya kenapa kalau kita di-follow orang lain di Twitter? Bukankah itu semacam anugerah bahwa kita dapat teman baru tanpa perlu mengiba “folback, please..”?

Tunggu dulu. Itu dia kata kuncinya. Teman. Bagaimana jika ternyata yang mem-follow kita adalah orang yang membuka mata lebar-lebar
...more
Nike Andaru
14 - 2019

Buku ini bukan kumpulan puisi seperti buku Jokpin lainnya, melainkan kumpulan cuitan beliau di Twitter di tahun 2012.

Saya pengguna Twitter aktif sejak 2007, tapi gak follow Jokpin juga. Kayaknya kalo dulu tahun segitu follow beliau mungkin bakal banyak me-retweet deh. Twitnya bisa diliat dari buku ini, memang sungguh penyair. Tapi sayangnya saya gak cukup puas dengan hanya kumpulan cuitan, saya tetap suka buku kumpulan puisi walau pun tidak berilustrasi macam buku ini.

Ilustrasinya
...more
Pauline Destinugrainy
Puisi dalam twit, singkat, maksimal hanya 140 karakter. Ilustrasinya juga menarik, tapi agak mengganggu jika dibaca dalam versi digital alias ebook. Soalnya varian hurufnya sangat banyak.
mahatmanto
Jun 02, 2016 rated it it was amazing
saya meminjam baca buku ini dari iJAK, aplikasi yang lahir di era gubernur ahok.
dan saya membaca kumpulan puisi ini dari hape.
alat dan lokasi yang semula menjadi tempat persemaian puisi-puisi jokpin ini.

rangkaian kata-kata terpilih -yakni puisi- bisa lahir di mana-mana, termasuk di hape, yang dulu hanya bisa untuk mendengar dan bicara itu. ia kini bisa untuk membaca dan menulis cerita.

buku ini bila hanya dibaca puisinya,
sama seperti membaca twitter belaka.
gak ada bedanya.
tapi buku ini dibikin
...more
Feti Habsari
Dec 06, 2016 rated it really liked it
Belakangan ini memang banyak buku-buku yang dihasilkan dari kumpulan cuit-cuit di twitter. Twitter memang ladangnya orang-orang untuk menjadi eksis dengan kilat, terlebih jika isinya galauan. Itulah twitter pada masanya. Kini, lapak berpindah ke instagram.

Saya merupakan salah satu orang yang menghindari buku kumpulan twit, namun saya sangat amat tertarik ketika melihat buku Joko Pinurbo yang satu ini. Meski berisi kumpulan twit, tetapi nyatanya sangat menyenangkan dan menghibur. Cuit-cuit Joko
...more
Dion Yulianto
Nov 21, 2016 rated it liked it
Puisi-puisi di buku ini, ya lebih kayak cuitan yang puitis. Standar Jokpin lah, tapi tidak semewah seperti yang ada di Baju Bulan. Yang tidak kalah menawan adalah kemasan buku dan ilustrasinya, sangat mendukung visual dari puisi-puisi cuitan yang diangkat dalam buku berukuran cukup lebar ini.

Paling suka sama dua puisi eh cuitan ini, Jokpin banget lah.

Tuhan, aku twit Kau setiap malam, tapi Kaubilang doaku masih terlampau panjang.
17.07 - 13 Jan 12

Yogya terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan.
...more
Amira Syuhada
May 14, 2013 rated it it was amazing
Buku ini sebenarnya kumpulan puitwit (puisi-twitter) dari akaun Jokpin sendiri.
Selain daripada puisi pendek yang senang kau nak hadam, buku ni ada ilustrasi yang comel-comel.
Sekali tengok macam buku kanak-kanak pun ada. Tajuk puitwit pada setiap muka random tapi tersusun.

Seronoklah, seronok yang seronok.
Kombinasi simple, seronok dan comel.
Cuma ada sebahagian perkataan indonesia yang kita mungkin tak familiar.
Iman Fadan
Oct 13, 2017 rated it it was ok
Saya belum pernah baca kumpulan puisi Joko Pinurbo sebelumnya, jadi ini kali pertama saya membaca kumpulan puisinya (puitwitnya). Saya tertarik karena belakangan beredar puisi beliau untuk alm. Munir yang menurut saya ditulis dengan indah sekali. Selain itu, Najwa Shihab yang begitu kharismatik juga merekomendasikan karya Jokpin. Saya pun tertarik untuk membaca salah satu karyanya secara online di iJakarta. Dan ketemulah buku ini. Ternyata mengecewakan ya. Kosakatanya tidak kaya dan terasa ...more
Dian Shinta
Aug 22, 2018 rated it liked it
[26/70] Haduh, gue di-follow! - Joko Pinurbo
(3 dari 5)

Tahu nama Pak Jopin itu dari Kak Hanun. Waktu Kak Hanun ke MIWF 2017 dan dengar secara langsung beliau membacakan puisinya di bawah langit berbintang dan cahaya rembulan di Makasar, hmmm maknyus rasanya...(katanya.)

Nah, sebagai permulaan, saya baca kumpulan tweet pak Jopin dulu ya. Ini kumpulan di tahun 2012. Si Mas sudah punya buku beliau yang Buku Latihan Tidur. Nanti tak pinjam dan baca njih mas. Ceritanya mau mulai nyastra lho ini.

...more
Tristanti Tri Wahyuni
"Rindu disobek-sobek sedikit lama-lama menjadi twit."

"Dompetku sedang twit, Tuhan sayang, sehingga aku lupa sembahyang."

"Tuhan, aku twit Kau setiap malam, tapi Kau bilang doaku masih terlampau panjang."

--hlm. 19

Duh, yang ini nampar banget nggak, sih. Salah satu problem manusia zaman sekarang, apa-apa di-twit. Kangen crush, baper di twitter. Patah hati, galau di twitter. Lagi bokek, curhat di twitter. Bahkan, berdoa aja di twitter. Wkwkwk iya, saya juga termasuk di antara mereka tentu saja. Huhu
...more
Rose Diana
Dec 28, 2019 rated it really liked it
Puisi yang paling saya suka adalah
Sudah lama telepon genggam saya menggenggam tangan saya. Genggamannya lebih kuat dari genggaman tangan saya padanya.

Selengkapnya https://www.instagram.com/p/B6pLx7WlK...
Dewi
May 11, 2017 rated it really liked it
Shelves: poetry
Kocak. Menyentuh.
Yang jelas saya suka desain grafis kumpulan puisi ini. Selaras dengan judulnya.
Nura
May 15, 2017 rated it liked it
Shelves: poetic
Suka ilustrasinya yang cerah. My favorit twit, "Kebahagiaan sering datang secara diam-diam dan tak terduga. Seperti kata langka yang tahu-tahu muncul di sajak kita."

#courtesy of iJakarta.
Evana Dwi
Nov 24, 2014 rated it really liked it
Shelves: poetry, prosa, puisi, sastra
Haduh, aku di-follow

Akhirnya memutuskan membeli buku ini untuk melengkapi koleksi karya-karya Om Jokpin. Yah ya. Buku ini tampil ngepop dan lebih berwarna dibandingkan buku-buku beliau yang lain. Karena ini adalah kumpulan puitwit, maka di dalamnya bertebaran puisi-puisi sederhana penuh makna yang masing-masing tak lebih dari 140 karakter. Secara visual, sebenarnya saya agak kurang suka dengan ilustrasinya. Terlalu ramai dan justru mematikan imajinasi. Menurut saya si lebih baik sederhana saja,
...more
Meta Morfillah
Dec 04, 2016 rated it really liked it
Judul: Haduh, aku di-follow
Penulis: Joko Pinurbo
Penerbit: KPG
Dimensi: vi + 122 hlm, 20 x 20 cm, edisi ebook di ijak
ISBN: 978 979 91 0529 5

Buku ini berisi kumpulan #puitwit atau puisi yang ditwit dalam 140 karakter. Dibuat dalam kronologis urutan waktu twit, namun bisa juga dinikmati dalam satu tema berdasarkan indeks di halaman belakang, misal tentang celana.

Secara keseluruhan puisinya unik, diksinya juga lumayan buat saya. Beberapa jarang saya temukan dalam keseharian. Yang paling menarik
...more
ellena
Feb 22, 2013 rated it it was ok
sebagai follower jokpin yang sudah membaca sebagian puitwit dari buku ini di lini masa, rasanya berbeda sekali ketika dengan membaca putwit-nya di "Haduh, Aku Di-follow". elemen-elemen visual di dalam buku membuat puitwit Jokpin jadi sangat nge-pop, bahkan nyaris menyamarkan identitas kerenyahan sajak-sajaknya. bahkan di beberapa halaman, puitwit jokpin jadi ter"baca" nyaris mbeling. atau mungkin memang generasi sajak 2.0 dengan media twitter menjadikan puisi mau tak mau jadi begitu nge-pop.
...more
airuZ
Dec 15, 2013 rated it liked it
Himpunan puitwit ini benar-benar menghimpun segala jenis rasa yang lahir dari hati. Sepertimana kebiasaan bagi seorang manusia, twitnya boleh jadi terbentuk dari mood suasana keliling lalu terbitnya idea itu. Ilustrasi dan mainan warna yang seiring dengan tema tiap-tiap puisi twitter sangat menyegarkan.
Faizah Aulia R
Jul 17, 2016 rated it really liked it
Suka, titik.

Mari menulis puisi,
kamu menjadi puisi, aku yang menulisnya.

Namamu adalah merk rinduku.

Hujan memberi saya waktu lima menit untuk menyimak nada suaranya.
Belum satu menit saya sudah menjadi serpihan bunyinya.

Kata-kata melipat jarak menjadi selembar kita.

Marina
** Books 252 - 2016 **

3,1 dari 5 bintang!

Puisi tidak perlu membutuhkan berangkai kata kalimat panjang yang puitis tetapi bisa juga dilakukan lewat twitter dilengkapi ilustrasi-ilustrasi nan indah :)

Terimakasih Ijak untuk peminjaman bukunya
Mira Widyawati
Sep 03, 2016 rated it really liked it
suka bangeeet! puitwit-nya mantap, ilustrasinya juga gak kalah mantap.
apa yang paling kaurindukan dariku? caramu merindukanku.
dengan cara apa kuhapus airmatamu yang sebening kaca dan sehangat senja? dengan cara cari sendiri dong.
Rose Gold Unicorn
Nov 01, 2013 rated it really liked it
Shelves: indonesia, pinjam
salah satu buku puisi yang tidak hanya memanjakan rasa tapi juga memanjakan mata dengan ilustrasi-ilustrasi yang apik.
Hana Ahmad
May 15, 2013 rated it really liked it
Shelves: sedang-mencari
Haduh, aku diserang sakit gigi ! Manis !
Indah Threez Lestari
Mar 20, 2013 rated it really liked it
Shelves: indonesian, punya
215 - 2013

Kumpulan puitwit, untuk dibaca tanpa menjerit-jerit karena kejepit.
Teguh Affandi
Sep 17, 2016 rated it liked it
Meski ini bukan puisi, sekadar cuitan Jokpin, lucunya menghibur....
Apalagi diimbuhi lukisan yang indah.
Dewi Wijayanti
rated it it was ok
Jun 16, 2019
Ali Athi Ullah
rated it liked it
Mar 17, 2017
Ray Hamonangan
rated it really liked it
Jul 15, 2016
gigend
rated it it was amazing
Apr 08, 2014
Svarma Dipa
rated it liked it
Jun 18, 2018
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai
  • Puisi-Puisi Cinta
  • Kawitan: Kumpulan Puisi
  • Stanza dan Blues
  • Empat Kumpulan Sajak
  • Potret Pembangunan dalam Puisi
  • Doa untuk Anak Cucu
  • Love & Misadventure
  • Stories For Rainy Days (Stories for Rainy Days, #1)
  • Sampah Bulan Desember: Kumpulan Cerpen
  • Hujan, Distro, & Pembunuhan
  • Mencicipi Kematian
  • Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua
  • Tangan yang Lain: Sepilihan Puisi
  • Stories for Rainy Days Volume II
  • Simple Thinking About Blood Type: Animation Book
  • Perahu Kertas
  • The Punk
See similar books…
251 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa ...more
“Sudah lama telepon genggam saya mengenggam tangan saya. Genggamannya lebih kuat dari genggaman tangan saya padanya” 9 likes
More quotes…