Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Javanese Gentry” as Want to Read:
Javanese Gentry
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Javanese Gentry (Para Priyayi #1)

by
4.14  ·  Rating details ·  1,876 Ratings  ·  155 Reviews
"In my mind rose a misty picture of a little girl in a floral dress. As for her face: nothing. I could only hope that she had been pretty. I sat overcome. What a procession of developments in one day! Only that morning I had left Madiun; at midday I was wobbling on a buggy past an ocean of rice fields; tonight, suddenly, I had been renamed by my parents and handed a wife." ...more
Paperback, 398 pages
Published January 1st 2013 by Lontar (first published 1992)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Javanese Gentry, please sign up.

Be the first to ask a question about Javanese Gentry

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Irwan
Sep 26, 2007 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: finished, 2010
Sejarah Indonesia ditangkap dalam novel ini secara mikroskopis dalam sejarah sebuah keluarga priyayi. Ceritanya mengalir tenang. Tanpa grusa-grusu seperti alunan gamelan Jawa yang lirih tenggelam sebagai musik latar. Meruang menciptakan semesta dimana tokoh-tokohnya mewakili individu yang beraneka namun disatukan dengan ikatan kekeluargaan yang kuat. Buku yang membuatmu menyesal ketika ia telah usai. Kenapa harus usai sih?

Sebagai orang keturunan luar Jawa yang lahir dan besar di Jawa, buku ini m
...more
Dion Yulianto
Sep 20, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Pada akhirnya, siapakah yang disebut dengan para priyayi itu? Karena istilah ini tidak saja mencakup makna pejabat dan pamong praja, tetapi juga orang-orang dengan sikap hidup yang terhormat. Agak unik kiranya karena di bagian penghujung novel ini, penulis malah menyorot ke sosok Lantip yang aslinya hanyalah anak angkat di keluarga besar Sastrodarsono. Meskipun memiliki orang tua dengan sejarah kehidupan yang kurang baik, Lantip dapat tumbuh menjadi sosok pemuda yang lurus dan taat. Sosoknya me ...more
Patty
Sep 06, 2007 rated it it was amazing  ·  review of another edition
I've never thought being half-javanese is interesting until I read this book. It is very beautifully written, and Umar Kayam never fails to write complex things in a simple way. It captures the heart and soul of being javanese, which I think is the most complex culture. It made me see how much strength the javanese women must possess. This book has opened my eyes in so many ways and it made me respect my origins, as we can never really stray that far from where we come from.
nanto
Bahwa priyayi adalah sebuah konsep yang tertelan ruang dan waktu.
Pengamatan dan membaca buku ini menebalkan kesimpulan itu.
Dengan mengikuti kisah tokoh Sudarsono yang setelah jadi "wong" berganti nama menjadi Sastrodarsono merupakan bentuk lain dari sekian banyak jenis priyayi. Dengan mengikuti Sastrodarsono, dari Pak Kayam, seolah saya dengar "ada loh...priyayi yang lahir dari rahim revolusi kemerdekaan."
Selain itu, buku ini lebih bayak mengupas beberapa konsep kultur jawa yang lebih luas. ada
...more
Aravena
Feb 26, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Mungkin salah satu novel Indonesia terbaik yang pernah saya baca.

Berfokus pada perkembangan sebuah keluarga priyayi di Wanagalih, Jawa Timur, ini buku yang sarat dengan tradisi dan budaya Jawa. Walau kandungan darah Jawa dalam diri saya 0%, banyak tema maupun nilai-nilai universal yang dapat saya apresiasi (*sedangkan bagi pembaca berdarah Jawa, pastinya akan semakin bisa memaknainya). Tidak ada keterangan seperti catatan kaki untuk menjelaskan berbagai dialek dan nama panggilan kedaerahan yang
...more
Phelphel
Jul 08, 2008 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Recommends it for: asti_prawoto@yahoo.com
Recommended to Phelphel by: perpustakaan propinsi Jawa Timur
novel otokritik yang paling jujur yang pernah saya baca. Umar Kayam mengungkap kejujuran sebuah hipokrisi dengan sangat halus.
lapisan demi lapisan aturan (tata krama) dijalinkelindankan dengan begitu rapi hingga hampir setiap desah, harp, resah, ngeri sosok manusia-manusia priyayi dapat kita tangkap maknanya.
Umar kayam tidak menjustifikasi, ia hanya membeberkan kehidupan sehari-hari sebuah keluarga priyayi yang masih teguh dan bangga menggenggam ke-priyayi-annya. sedang kita, pembacanya, tanpa
...more
Pedro
May 02, 2009 rated it really liked it  ·  review of another edition
Buku ini sangatlah mengagumkan...Kehidupan yang penuh dengan cerita dan lika-likunya itu di kupas habis oleh Umar Kayam. Priyayi yang kumengerti dalam novel ini adalah merupakan orang-orang yang mempunyai pengetahuan dan terdidik dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan disekolahan. karakter-karakter dalam novel ini mempunyai kepribadian mereka masing-masing. Dan yang paling mengagumkan adalah Sastrodarsono dan Lantip. Mereka berdua memperlihatkan daya tarik tersendiri dalam novel ini. Mereka memp ...more
Ernie Maendari
Feb 15, 2010 rated it it was amazing  ·  review of another edition
to love is not only admiring the beauty...but also understand the ugliness. never be afraid to laugh at yourself. i'm a javanese who didn't know anything about my culture until i read this book. salute to Pak Umar Kayam who dare to laugh at his own culture..dan bukan 'cinta buta' (baca: fanatisme) belaka..hehe.
Oni
Jan 24, 2013 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Recommends it for: every Indonesian, student of Indonesian and Javanese culture
Mungkin aku akan sedikit subjektif dalam menilai buku ini. Latar tempat novel ini adalah di sebuah kabupaten fiktif seputaran Madiun, mungkin Ngawi, mengingat ini adalah tempat kelahiran Umar Kayam. Istri dan mertuaku sendiri berasal dari Madiun. Setelah sering berkunjung di seputaran Madiun dan menguasai sepatah dua patah bahasa Jawa, aku mulai bisa mendalami dan merasakan novel ini seperti yang diinginkan oleh penulisnya. Aku bisa merasakan bahwa pecel (yang dulunya tidak bisa kubedakan dengan ...more
Indra
Sep 16, 2007 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Kalau ditanya, kenapa aku jadi dosen (well, belum dosen tetap, sih), jawabannya adalah karena aku baca buku ini. Kebetulan sekali pas aku baca buku ini di tahun 1999, aku baru dapet 'brevet guru bantu', eh, maksudnya diangkat jadi asisten dosen.

Jelas saja aku mengasosiasikan diri dengan Sudarsono (Sastrodarsono). Memang, tidak seperti beliau, aku tidak lantas dinikahkan ketika terangkat statusnya menjadi priyayi...

Tentang buku ini sendiri, aku lebih suka bagian depannya. Bagian belakang, terutam
...more
Marina Zala
** Books 180 - 2014 **

kalo diandaikan seperti makanan. buku inii paket sehat lengkap. 4 sehat 5 sempurna! berisi masing2 anggota keluarga yang bercerita disudut pandang mereka masing2 yang semuanya terjalin dengan ikatan satu keluarga besar sastrodarsono..

saya sampe speechless baca novel ini! buku ini membawa saya dejavu membaca novel canting arswendo atmowiloto tapi buku ini jauhh jauhh lebih bagus! saya suka mulai konflik batin, konflik keluarga, cara bertahan hidup, prinsip jawa yang amat ken
...more
Ajeez Mohammed
Feb 26, 2008 rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommends it for: my friends
Recommended to Ajeez by: my teacher, Bu Uswatun
In here, we can understand what the mean of "priyayi", a government workers who has a high reputation in the people evidences. "priyayi" is a hero to bring up the people glory.

In this book, there're stories about a big family which started from Sastrodarsono, ex-farmer who can study in high level and build up a very attractive family.

The most "priyayi" in this book is Lantip, a child from one of the Sastrodarsono's family who break the honour of a village girl. Lantip is the main actor in this b
...more
Rama Adeyasa
Sewaktu pertama membaca buku ini... sebenarnya bingung dengan cara bertutur yang berpindah-pindah dari tokoh yang satu ke tokoh yang lain. Akan tetapi, setelah beberapa lembar pembacaan, akhirnya dapat juga! Ternyata seru banget membaca karya Umar Kayam ini! Jadi berpikir, apa sih makna priyayi sesungguhnya?
Nenda
Nov 27, 2015 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku terakhir tahun 2015. Penuturan dan ceritanya "Jawa" banget tapi jadinya pas. Namun demikian, bukunya mudah dimengerti. Kekurangannya adalah belum adanya catatan kaki untuk menjelaskan istilah bahasa Jawa yang dipakai.
Ardita
Aug 15, 2007 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
Bear with Khayam to the end. Then continue with "Jalan Menikung". Hopefully you'll understand more about Javanese, one of Indonesia's ethnic and will eventually be able to differentiate "Indonesia" and "Javanese" (the two are kiwi and banana).
dian
Jan 15, 2008 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku ini mengajarkan gw tentang arti "Priyayo" yang sesungguhnya.
"Priyayi" itu tidak ada dalam darah, tidak dibawa dalam gen. "Priyayi" ditunjukkan dalam perbuatan, hati, dan pikiran secara sadar.
Bagus :)
Gita Romadhona
Feb 06, 2008 rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommends it for: everyone
Umar Kayam Rock! Saya kira, inilah masterpiece-nya Umar kayam. HAl penting yang bisa diambil dari buku ini adalah "Bagusnya alur keturunan nggak selamanya sejalan dengan kelakuan.".
Lutfi Retno
Jul 17, 2007 rated it really liked it  ·  review of another edition
Buku yang ngasih tahu aku tentang cara berfikir dan bertingkah laku orang Jawa. sebagai novel, buku ini nggak terlalu keren. Tapi sebagai buku antropologi: Top deh.
Lai
Aug 14, 2007 rated it really liked it  ·  review of another edition
Hmmm...buku yg menginspirasi kita untuk mau menjadi pelayan bagi orang lain...
Sonny
Melalui mulut salah satu tokohnya, Umar Kayam berkata :

aku tak percaya pada ideologi yang telah menumpahkan darah milyaran manusia..
Puri Kencana Putri
Para Priyayi adalah salah satu buku lawas yang saya baca ulang tahun ini. Mulanya sederhana, karena saya kembali ke rumah pasca renovasi dan harus menata kembali tumpukan buku ke rak-raknya. Buku ini enak dibaca. Mungkin karena saya memiliki asosiasi etnisitas dengan alur ceritanya, sehingga beberapa filosofi tentang hidup, dan termasuk menjalani hidup 'apa adanya' nampak begitu dekat dengan petuah orang tua di rumah.

Lalu siapa itu priyayi? Kelas sosial macam apa? Borjuis? Bohemian? Pseudo elit
...more
Naufal Arifin
Jun 10, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Saat pertama kali membaca sinopsis buku ini, saya terpikirkan pembedahan secara kaku apa yang dimaksud dengan menjadi priyayi, bagaimana mereka berpenampilan layaknya kaum birokrasi elit di kerajaan maupun pemerintahan, dan bagaimana mereka berinteraksi dalam pengabdian mereka terhadap dua entitas tersebut.

Itu hanyalah sebagian porsi kecil dari keseluruhan kisah buku ini. Yang saya dapatkan adalah arti menjadi priyayi, bukan apa itu priyayi. Mengabdi tidak hanya untuk birokrasi, tetapi yang ter
...more
Muhammad Afif
Sangat mendetail di bagian ke-"jawa"-annya terutama di bagian "priyayi". bagaimana priyayi berbicara, pandangan hidupnya, dan seperti apa keluarganya. Entah kenapa membaca buku ini lebih mirip propaganda di bagian belakang, seakan dengan penulis yang berbeda. tapi nilai positifnya, buku ini semacam menjadi titik terang bagi kaum priyayi yang mungkin jarang dilihat dalam kacamata sejarah. Sepintas teringat eksekusi kaji mansyur seperti teringat eksekusi amir syarifuddin, pendeta komunis itu. Alur ...more
Binti Mafflichah
..,novel yang mengangkat nilai luhur budaya jawa, dimana peran keluarga sangat vital dalam membentuk karakter anggota keluarganya. Karena Setiap orang dituntut untuk menjaga nama baik keluarga karena bila ada anggotannya yang membuat 'aib' maka yang harus dihadapi dahulu adalah keluarga besarnya. Tatanan seperti inilah yang sebenarnya diperlukan untuk ikut mengendalikan perilaku generasi muda yang notabene tidak mau diatur dan menganggap generasi tua adalah kolot..,
Novel ini menceritakan tentang
...more
Afina Emas
Jul 14, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: sastra
Dalam karya ini Umar Kayam berhasil menggambarkan kehidupan priyayi Jawa dari masa ke masa. Bagaimana pengaruh darah berdampak pada status sosial pada zaman dulu dan sekarang. Dinamika priyayi tergambar jelas dalam cerita ini. Umar Kayam seakan menunjukkan bahwa kehidupan priyayi Jawa tidak melulu indah. Ada upaya untuk mempertahankan martabat keluarga dan bagaimana cara menjadi priyayi itu sendiri. Mengulang membaca karya ini pun tidak pernah terasa membosankan!
Louisa Olivia Hadiwirawan
Detail cerita yang menarik dan disusun dengan apik. Mampu mengugah rasa bagi yang membaca.
Memang karya sastra lama itu indah.
Ivan
Dec 05, 2010 rated it it was amazing  ·  review of another edition

Kali pertama setelah menyelesaikan novel ini , heran sekaligus takjub sambil berkata : wah jawa banget. Bagaimana penulisnya yang berasal dari Ngawi dan menempuh studinya sampai jenjang Doktor menceritakan dengan apik. Setting tempat sekitar madiun-solo dan sekitarnya dan pengolahan berbagai macam setting cerita termasuk alur, narasi dan gaya penulisan yang membuat pembaca betah menyelesaikan cerita dari awal sampai akhir.
Novel ini hakikatnya menanyakan tentang bagaimanakan definisi priyayi itu
...more
Teguh Affandi
Apr 19, 2014 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Membaca novel Para Priyayi seperti membaca sejarah Indonesia yang dipotret dari sebuah keluarga Soedarsono (atau setelah menjadi priyayi berubah Sastrodarsono). Konflik di dalam keluarga priyayi dan perjalanan sejarah yang dialami mulai dari kakek-anak-hingga cucu juga adalah bagian sejarah negeri ini. Cuma bedanya ini terjadi dalam keluarga priyayi agung, kinormatan.

Generasi tertua dari novel ini adalah Sastrodarsono, yang semula adalah anak petani utun yang sangat bukan priyayi. Namun sepertin
...more
Priska
Nov 20, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Amanatia Junda
Mar 25, 2013 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Kiranya, saya cukup terlambat dalam mengenal sosok Umar Kayam. Saya jatuh cinta pada sebuah cerpennya, Kunang Kunang di Manhattan, dan sekali lagi saya jatuh cinta pada karyanya yang cukup tebal, Para Priyayi. Adapun novel ini berkisah--sesuai judulnya--kehidupan para priyayi di Jawa. Berlatar belakang Wanagalih atau Ngawi, kota kecil yang bertetangga dengan Madiun, lalu dilanjutkan Solo dan Jogja, novel ini sangat "njawani".

Saya memberikan lima bintang karena Umar Kayam benar benar berhasil mem
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Burung-Burung Manyar
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Arus Balik
  • Harimau! Harimau!
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Olenka
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Canting
  • Pengakuan Pariyem
  • Atheis
  • Bilangan Fu
  • Merahnya Merah
496170
Many predicate have been given to Umar Kayam. He was a writer, lecturer, bigscreen artist. Most of his time was spended as a lecturer at Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Bibliography:
* Sri Sumarah (Pustaka Jaya, 1975)
* Para Priyayi (Pustaka Jaya, 1992)
* Jalan Menikung/Para Priyayi 2 (Pustaka Jaya, 2002)
More about Umar Kayam...

Other Books in the Series

Para Priyayi (2 books)
  • Jalan Menikung