Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Langit dan Bumi Sahabat Kami” as Want to Read:
Langit dan Bumi Sahabat Kami
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Langit dan Bumi Sahabat Kami

(Seri Cerita Kenangan NH. Dini #3)

3.60  ·  Rating details ·  319 ratings  ·  24 reviews
Di zaman yang serba kekurangan, di kala Semarang jadi rebutan para penjajah, penduduk sudah tidak bebas lagi berbuat sekehendak hati. Mereka hidup dalam kekangan. Dalam Langit dan Bumi Sahabat Kami ini, Dini mengisahkan kembali peristiwa-peristiwa yang dialaminya pada masa itu : kekurangan makanan, musim yang kering, keadaan yang memprihatikan, dan lain-lain. Semua itu dih ...more
Paperback, 139 pages
Published 1988 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1979)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Langit dan Bumi Sahabat Kami, please sign up.

Be the first to ask a question about Langit dan Bumi Sahabat Kami

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Awanama
Nov 28, 2016 rated it liked it
Langit dan Bumi Sahabat Kami berisi kebangkitan naluri artistik dan kesadaran tentang hubungan laki-perempuan dalam diri seorang anak perempuan, kesulitan ekonomi, dan lika-liku gerakan bawah tanah dan pengaruhnya terhadap orang-orang terdekat mereka pada masa pendudukan Sekutu di Semarang.

Buku ini membahas musabab kebangkitan naluri artistik dan fungsi ekspresi artistik dengan menggunakan Dini, penceritanya, sebagai contoh kasus. Pada masa pendudukan Sekutu Dini tidak bisa berhubungan dengan or
...more
Teguh Affandi
Nov 19, 2013 rated it it was amazing
Benar-benar sebuah cerita kenangan yang apik. Berlatar masa penjajahan Belanda.
jadi ingat cerita-cerita simbah putri, kalau zaman itu semua yang masih bisa dikunyah dimakan. (Bonggol pisang, inti pohon pepaya, dll)
Terimakasih Eyang Nh Dini, sudah mengajari kami bagaimana memperlakukan hidup. Sederhana asal tidak menyusahkan orang lain, kalau berlebih selalu berbagi.
Echa
Jul 20, 2012 rated it it was amazing
I read this book when i was 9 or 10 years old. The first Indonesian Literature Novel for me. Since that time i start to love indonesian literature and Nh. Dini masterpieces especialy her memories series. Love how she can describe the atmosphere, about what she felt, even when her wise mother cooked the banana steam and fried cheese (can you imagine).
Imas
Zaman perang yang dilalui Dini pada masa kecilnya di Semarang. Zaman susah dimana-mana rakyat mengalami situasi serba kekurangan.

Pada masa itu terjadi pendudukan Belanda, Jepang dan kedatangan kembali Sekutu. Terjadi pengekangan kebebasan, kekurangan pangan, kekurangan air bersih bahkan kemerosotan tata nilai masyarakat.

Dini memperoleh banyak pelajaran menghadapi kehidupan. Ibu dan ayah Dini adalah orang tua luarbiasa dalam membesarkan anak-anaknya dalam situasi sulit. Ayah dan ibu Dini yang pe
...more
Gianni Reiza Maulania
Buku ini masih memukau saya sebagaimana dua buku yang terdahulu. Kisah berlatar perang yang biasanya mencekam dan berdarah-darah kini dilihat dari sudut pandang seorang gadis kecil polos menjadi kisah keluarga sederhana yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kecamuk perebutan kekuasaan. Saya kira buku ini pantaslah dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah; bahasanya sederhana namun indah dan penuh nilai-nilai moral yang mendidik.
Nike
Jul 31, 2018 rated it really liked it
Shelves: pinjeman
Cerita di zaman perang.
Keluarga Dini yang saat itu berusia 10 tahun.
Keluarga yang hebat, mengajarkan banyak hal baik yg bisa dicontoh. Ibaratnya zaman dulu juga ada keluarga cemara 😁

Kata ibu, sabar dan dermawanlah seperti bumi. Dia kauinjak dan kauludahi. Namun tak hentinya memberimu makanan dan minuman.
winda
Mar 14, 2011 rated it really liked it
Shelves: family-library
Yang kami makan di zaman revolusi itu semuanya bubuken penuh ulat. Serangga yang terdapat dalam bahan makanan itu membentuk sarang, sehingga menggumpal merupakan sulur kotoran dan serbuk yang memuakan.

Begitulah NH. Dini, menceritakan kehidupan dirinya dan keluarganya ketika penjajahan Jepang berakhir dan digantikan serdadu Sekutu. Selain karena sulit sekali mendapatkan makanan di pasar, seringkali tentara Sekutu merampas harta benda penduduk termasuk rumahnya keluarga Dini. Dini mengenang masa-m
...more
Irawan Setiabudi
Apr 06, 2011 rated it really liked it
Langit dan Bumi Sahabat Kami yang ditulis oleh Nh. DIni, seorang Novelis yang berhasil memenangkan hadiah ( untuk peserta Indonesia) lomba mengarang "Meilleure de langue Francaise" yang diselenggarakan oleh Le Monde dan radio France Internasional sangat menarik perhatian saya. Novel yang diterbitkan oleh Gramedia sebanyak 139 halaman ini, tersusun sistematis dan menarik. Akan tetapi, pada novel ini, tidak ada Kata Pengantar dan Daftar Isi. Sampulnya berwarna hijau tua dan menggunakan font Impact ...more
Marina
** Books 162 - 2015 **

3,7 dari 5 bintang!

"Pengalaman hidup yang tidak enak, makan tidak enak dan tidak cukup, ada pula baiknya. Dari sekarang kalian dapat mengerti bagaimana rasanya menjadi orang miskin, dia tidak bisa makan setiap hari dan membeli apa yang diinginkan. Manusia memiliki sifat yang mudah berubah.Kuharap anak-anakku tetap rendah hati tetapi tahu harga diri. Menghargai pula apa yang kita punyai hari ini karena itu adalah kurnia Tuhan. Jangan terlalu ngongso. Kita masing-masing mema
...more
Siti Maslihah
Jun 30, 2011 rated it really liked it  ·  review of another edition
"Sabar dan dermawanlah seperti bumi. Dia kauinjak, kauludahi. Namun tak hentinya memberimu makanan dan minuman."

Masa perang. Kelaparan. Perpisahan. Penangkapan.
Di tengah kekacauan dan suka-duka masa revolusi, Bapak dan Ibu Dini tetap memberikan pelajaran terbaik bagi anak-anaknya. Bersyukur, memaafkan, ikhlas, kebahagiaan.

Buku ini mengingatkanku pada kentang hitam dan sayur bobor bayam dengan singkong rebus :D

Kecewa dengan Yu Saijem yang harus menyerah pada keadaan. Berat, tapi dalam hatiku ta
...more
Darnia
Apr 23, 2015 rated it liked it
Buku ketiga dari seri Cerita Kenangan ini banyak menuturkan tentang cara-cara keluarga N.H Dini bertahan hidup pada masa pendudukan Jepang hingga kedatangan serdadu NICA. Bagaimana strategi Ayah (masih gak konsisten penyebutannya, kadang Ayah, kadang Bapak) dan Ibu dalam menyiasati kekurangan bahan pangan yg melanda negeri ini. Sekali lagi, salut dengan kebesaran hati kedua orang tua Dini karena meski serba kekurangan apabila ada rejeki mereka tetap berbagi dengan tetangga dekatnya. Falsafah guy ...more
Agung
Dec 20, 2010 rated it it was amazing
Recommends it for: everyone
Shelves: favorites
Akhirnya selesai juga baca buku ini :)

Aku suka buku-buku cerita kenangan Nh. Dini, apalagi yang ini, ketika Dini masih berusia 10 tahun. Yang dapat aku simpulkan setelah membaca Kemayoran dan buku ini adalah Dini begitu pandai menceritakan kehidupan antar anggota keluarganya. Jarang aku temukan karya penulis muda jaman sekarang yang bercerita tentang keluarga sedemikian kompleks seperti Nh. Dini, yang ada hanya sisi percintaan antara lelaki dan perempuan melulu yang diutamakan. Aku suka buku yan
...more
Nduk
Apr 03, 2008 added it
berawal suka iseng berantakin buku2 diperpus sekolah...akhirnya aku tertarik pada sampul buku ini.setelah itu kucoba baca sedikit-demi sedikit sampe kubawa pulang. dan kahirnya aku mulai mencinta karya2 beliau.dan akupun mulai bergerilya karya2 nya yang lain.
karya non fiksi yang memang mampu membuat saya merasa ada juga dalam setiap peristiwanya.
Bunga Mawar
Karena sudah pernah membaca Putra-putra Naga-nya Pearl S. Buck, saya jadi merasa isi cerita ini mirip benar dengan buku Madam Buck itu! Cuma pindah lokasi, satu di Semarang, lainnya di daratan Cina.
keloy reeves
This was my first novel to read when I was so young, maybe in elementary school.
This book made me fall in love with READING.. And this book introduced me to NH Dini, what a magic, touching, and down-to-mind series to read!!
Annisa Azka nabilah
pemaparan yang ringan dengan kandungan makna yang sarat terkandung di dalamnya
Indah Threez Lestari
654 - 2013
Stefanus Wijaya
Apr 14, 2013 marked it as to-read
nice
iyan dhiannia
Jul 28, 2008 rated it did not like it
bukuna memberi wawsan hikmah she cuma....alur na mudah banget di tebak
diah OOI
Nov 13, 2009 rated it liked it
Read this long ago. Can't really remember the sory, want to re-read again, but can't find my copy :(
Momot
Sep 06, 2007 rated it really liked it
Shelves: udahbaca
Gw selalu suka semua bukunya NH Dini, cara ceritanya asik dan pemahamannya akan makna hidup dan filosofi jawa bisa digambarkan dengan baahsa yang sangat sederhana
gieb
Dec 22, 2008 marked it as to-read
dapat dengan cover yang lebih jadul dan berbau apek. tapi suka.
Juli Wati
rated it it was amazing
Nov 20, 2017
Klaudiani
rated it really liked it
Jan 06, 2010
Nurul Azizah
rated it it was ok
Mar 12, 2011
Ahmad Ataka
rated it liked it
Mar 19, 2016
Diyoni
rated it really liked it
Jul 11, 2010
sera
rated it it was ok
Mar 17, 2018
Khoirunnisa Qonita
rated it it was amazing
Oct 22, 2012
Usz
rated it really liked it
Jul 06, 2015
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Mangan Ora Mangan Kumpul
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Mahadewa Mahadewi
  • Cerita dari Blora
  • 86
  • Canting
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Harimau! Harimau!
  • Kitab Omong Kosong
  • Bekisar Merah
172 followers
Nh. Dini (Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin) started writing since 1951. In 1953, her short stories can be found in most of national magazines like Kisah, Mimbar Indonesia, and Siasat. She also writes poems, radio play, and novel.

Bibliography:
* Padang Ilalang di Belakang Rumah
* Dari Parangakik ke Kampuchea
* Sebuah Lorong di Kotaku
* Jepun Negerinya Hiroko
* Langit dan Bumi Sahabat Kami
* Namaku
...more

Other books in the series

Seri Cerita Kenangan NH. Dini (1 - 10 of 14 books)
  • Sebuah Lorong di Kotaku
  • Padang Ilalang di Belakang Rumah
  • Sekayu
  • Kuncup Berseri
  • Kemayoran
  • Jepun Negerinya Hiroko
  • Dari Parangakik Ke Kampuchea
  • Dari Fontenay ke Magallianes
  • La Grande Borne
  • Argenteuil: Hidup Memisahkan Diri