Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Sihir Perempuan” as Want to Read:
Sihir Perempuan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Sihir Perempuan

3.73  ·  Rating details ·  349 ratings  ·  72 reviews
Dalam Sihir Perempuan, Intan Paramaditha mengolah genre horor, mitos, dan cerita-cerita lama dengan perspektif feminis. Buku ini pertama kali diterbitkan Katakita tahun 2005 dan meraih penghargaan 5 besar Khatulistiwa Literary Award (Kusala Sastra Khatulistiwa). Setelah 12 tahun, Sihir Perempuan akan diterbitkan ulang oleh Gramedia Pustaka Utama (April 2017) dengan kemasan ...more
Paperback, 150 pages
Published 2005 by Katakita
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Sihir Perempuan, please sign up.

Be the first to ask a question about Sihir Perempuan

Community Reviews

Showing 1-30
3.73  · 
Rating details
 ·  349 ratings  ·  72 reviews


Filter
 | 
Sort order
Launa Rissadia
May 28, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
"Jubah orang-orang rupawan ini menjadikan mereka bagian dari hidup yang selalu dibicarakan sekaligus mengisolasi mereka di langit. Mereka harus disalib di tengah taburan bintang agar tidak kehilangan kemilau." (Misteri Polaroid hlm. 83)

Kalau tahun lalu hanya enam cerpen yang saya suka, lain dengan tahun ini. Pada baca ulang kali ini, ada tujuh cerpen yang jadi favorit saya, yaitu Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari, Mobil Jenazah, Mak Ipah dan Bunga-Bunga, Misteri Polaroid, Sejak Porselen Berpipi Mera
...more
Aravena
Edisi cetak ulang dengan ilustrasi baru untuk antologi cerpen Intan Paramaditha, maestra horor modern Indonesia.

Ada beberapa cerita di antologi ini yang plotnya tidak begitu menarik bagi saya, tapi cara penuturannya terasa istimewa. Gaya narasinya Intan P sangat khas dan mampu meninggalkan kesan tak terlupakan bagi pembaca. Penggunaan kosa katanya tidak berlebihan, tapi tajam menusuk dan senantiasa membangun atmosfer mencekam tanpa perlu banyak adegan 'awas hantu!' atau momen eksplisit lainnya.
...more
Mia Prasetya
Melalui 11 cerpen yang tertuang dalam Sihir Perempuan, Intan menegaskan kalau menjadi perempuan itu spesial, membius dan tentunya mampu menyihir siapa saja. Nuansa kelam mencekam dan feminis yang terbalut dengan manis mau tak mau mampu membuat pembaca tenggelam dalam kisah-kisahnya.

Beberapa favorit saya :
1. Vampir, ngeri-ngeri sedap. Saya teringat quote favorit di buku A Monster Calls, "Because humans are complicated beast". Indeed, Mbak Intan.
2. Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari. Mengadopsi kisah
...more
Marina
** Books 205 - 2017 **

3,8 dari 5 bintang!

Perasaan horor, ngeri dan mencekam bercampur aduk menjadi satu! Buku yang bagus untuk mengurangi reading slump saya saat ini *salahkan semua kepada I'll Give you the sun by Jandy Nelson =__=a

Terimakasih Scoop Premium!
Muhamad Rivai
Mar 12, 2013 rated it really liked it
Shelves: dark-or-scary
Ini adalah salah satu buku yang saya masukkan dalam daftar "must-read" sebagai referensi perkembangan fiksi horor terbaru di Indonesia. Agak sulit untuk mendapatkan buku ini. Setelah gagal menemukannya di berbagai toko buku, akhirnya saya memesan langsung ke penerbitnya via Facebook dan langsung tiba di rumah 2 hari kemudian.

Ketika akan membaca buku ini, tentu saya tidak berharap akan menemukan cerita horor murni. Lagipula tidak ada yang menyebutkan secara eksplisit bahwa buku ini berisi cerita
...more
Primadonna
Sep 01, 2007 rated it it was ok
Well written, but... I find the plots are too ordinary. I keep comparing these stories with Ravenloft books I've read when I was a teen. So the endings of the short stories didn't really wow me. (For surprising endings, I have to bow down to Edogawa Ranpo-sensei).
Bernard Batubara
Jul 21, 2013 rated it really liked it
Selesai baca "Sihir Perempuan", kumcer Intan Paramaditha. Saya pertama kali tahu nama Intan Paramaditha di buku "Kumpulan Budak Setan" terbitan Gramedia, kumcer tribute to Abdullah Harahap penulis cerita misteri Indonesia. Di buku itu ada Eka Kurniawan, Ugoran Prasad, dan Intan Paramaditha. Saya langsung tertarik dengan cerita-cerita Intan yang cenderung gelap dan suram. Di buku Sihir Perempuan, nuansa itu pun kerap muncul. Intan mengolah dan menjelajahi tema perempuan dengan bungkus yang suram. ...more
Sadam Faisal
Jul 26, 2017 rated it really liked it
Walaupun bacanya siang-siang tetap aja ngeri & mencekamnya masih kerasa.
Teguh Affandi
Mar 30, 2014 rated it really liked it
Akhirnya bisa membaca kumpulan cerpen yang dijadikan sebagai kumpulan cerpen terfavorit oleh Guntur Alam. Sudah lama mencari di toko-toko buku Jogja, baru nemu minggu kemarin. Akhirnya bisa dilahap dengan hawa teror. Intan Paramadhita memang khusus membuat cerpen thriller dan mencekam. Sihir Perempuan menjadi bukti kerja untuk mencekam pembaca, dan diapresiasi dengan masuk shortlist KLA, bahkan dijadikan drama oleh Naomi Srikandi di tetater Garasi.

Hidangan pertama adalah Pemintal Kegelapan, yang
...more
Alvina
Jun 15, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Ada sebelas cerita pendek dalam buku ini. Semua ceritanya berhubungan dengan wanita, terutama sisi gelap yang menarik untuk dikembangkan menjadi sebuah cerita.
Pemintal Kegelapan merupakan cerita pembuka yang mengisahkan misteri loteng di rumah si tokoh utama. Konon, kata Ibunya, ada Hantu di loteng rumah mereka. Hantu ini memintal kegelapan demi lelaki yang ia cintai. Sebagian besar memang cerita cerita di buku ini berhubungan dengan kisah kisah hantu
Cerita ini bersama dua cerita lain, Mobil J
...more
Stefani
Jul 03, 2017 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: 2017-read
11 Cerpen yang semua tokohnya menceritakan perempuan. Paling suka cerita Perempuan buta tanpa ibu jari (Retelling Cinderella dari pov kakak tirinya), Mak ipah dan bunga-bunga (suka twistnya) dan mobil jenazah. Dan kumcer horror favorite setelah punya Mr. Poe.
Denna
Jun 28, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Jangan membacanya waktu tengah malam kalau tidak mau bulu kuduk meremang heboh, saya serius! Saya suka semua cerpennya, tapi ada beberapa yang sangat berkesan di hati:

1) Mak Ipah dan Bunga-Bunga
2) Jeritan dalam Botol
3) Darah
Nosa Normanda
Dec 18, 2007 rated it really liked it
Recommends it for: Anyone
I've wrote two critics on two stories in the book, one of them has been published in an Indonesian Literary Journal, Aksara. What I love the most from this book is that it brought up the women issues, without much exposing the sexual vulgarism of women. I am bored by lots of Indonesian women writers who expose sexuality and weird unconventional symbols without having the big theme of feminism (gender)or humanism in it.After Ayu Utami, its hard to find an Indonesian female writers that brought up ...more
Fairynee
Jun 30, 2012 rated it really liked it
Shelves: short-stories
Benar kata teman saya, membaca buku ini saya merasa menjadi perempuan itu melelahkan. Buku ini mengangkat kisah perempuan dalam setiap cerpennya. Tema yang biasa sebenarnya. Sudah banyak penulis yang bercerita tentang perempuan, perempuan yang tertindas, perempuan yang menjadi korban, perempuan yang selalu kalah. Tapi di sini Intan menghadirkan perempuan dengan sisi-sisi tergelapnya. Perempuan yang kuat berpura-pura seperi yang diceritakan intan dalam Pemintal Kegelapan, Mobil Jenazah. Bukan cum ...more
Nastiti
Aug 26, 2013 rated it really liked it
Kumcer ini adalah buku Intan Paramaditha pertama yang saya baca. Dan saya langsung terpesona. Tidak sekedar menyuguhkan kisah horor nan mencekam, Intan banyak mengaitkan kisah-kisah dalam buku ini dengan beragam isu hangat seperti kesetaraan gender, cara pandang masyarakat yang kerap memberikan stereotip terhadap golongan masyarakat tertentu, dan masih banyak lagi. Isu tersebut dijalin dengan indah dalam cerita sehingga pembaca dipaksa berpikir tentang banyak hal yang terkait dengan kehidupan ma ...more
Tisa
Aug 26, 2017 rated it it was amazing
Myths of women and our sins, folktales, and hushed stories wrapped in horror. Sometimes disgust. But mostly horror, and hints of gore here and there.

“Vampir” is another modern gothic tale (still better than Twilight) sprinkled with wickedness in Saras’ part. “Mak Ipah Dan Bunga Bunga” will leave you a little heartbroken at how mundane the insanity was. I would love, love, love to visit her little palace and breathe in the scent of the flowers she grew. “Darah” might voice out what you’ve always
...more
Farah
Jul 14, 2009 rated it it was amazing
Oh yes.
Ini buku favorit gue sepanjang masa.
Buat gue, Intan Paramadita ini canggih. Soo... anak Sastra. Nyesel gue waktu dulu ada bedah bukunya di kampus gue ngga ikutan. Karena waktu itu gue belom beli bukunya jadi gue ga tau kalo buku ini segitu indahnya...

Gue udah baca buku ini dari tahun.. ehm 2004?
Cerita yang gue suka banget adalah Perempuan Buta tanpa Ibu Jari.
Buat gue cerita ini penuh dengan pilu. Tapi begitu nyata. Walaupun elo tahu, bisa aja yang dikatakan oleh si perempuan tokoh utama
...more
Elisa
Jun 16, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: 2017, indonesian, owned, horror
wow.. seneng banget baca koleksi short stories yg horor bin aneh ini... Untung saja Gramedia re publish buku ini sehingga bisa kubaca deh... satu hari selesai kubaca.. lumayan...
Kumpulan cerita ini mengingatkanku pada tales of the unexpected yang bulan lalu kubaca karya roald dahl, tapi yang ini karena oleh pengarang indo jadi beberapa cerita lebih ngena dgn kehidupan sehari-hari.
nggak cuman horor and aneh, tapi cerita ini sarat refleksi dan pergolakan batin. tulisannya dalem, beberapa sedihnya
...more
Chyntia Darongke
Jan 03, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
kumpulan cerita yang gelap dan penuh pesona. beberapa cerita membuatmu termenung panjang, memikirkan arti tersirat yang tidak dituliskan dalam ceritanya. aku rasa setiap kepala akan menganggap berbeda pada setiap cerita ini.
cerita kesukaan saya adalah Mak Ipeh dan Bunga-Bunga.
Lilis Ariyani
May 24, 2018 rated it liked it
Akhirnya selesai membaca Sihir Perempuan. Saya menikmati semua cerita di buku ini, sangat menarik, dengan dominasi tokoh perempuan, namun dari 11 cerpennya tidak ada yang membuat saya terbayang bayang kecuali satu cerpen, Darah.
Mandewi
Jan 29, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Beberapa permasalahan yang dialami (tokoh) perempuan di cerpen-cerpen ini sebenarnya dialami juga oleh laki-laki tapi nggak mengurangi baiknya cara Intan Paramaditha menuliskan ceritanya.
ABO
May 13, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Unik. Aneh. Absurd. Mencekam. Bagus. BAGUS.
Ryan
Jan 25, 2012 rated it it was amazing
Ini salah satu buku yang perfect buat aku. Perfect karena cerita demi cerita di buku ini bener-bener luar biasa, extraordinary dan bikin aku menahan napas tiap membaca halaman demi halaman. Tema semua cerita mungkin uda kita dapet dari judulnya yakni perempuan. Yap, semua tokohnya perempuan, dan mengisahkan perempuan dalam berbagai cara. Satu yang pasti, semua cerita dalam buku ini sangat memesona dan tak terduga, membuat kita tak bisa lepas membaca dari awal sampai akhir.

Satu dari segelintir pe
...more
Panca Erlangga
Mar 18, 2018 rated it it was ok  ·  review of another edition
Shelves: cerpen
Dalam buku kumcer yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2005 dan kembali dicetak ulang pada tahun 2017 ini, gaya bercerita sang penulis memang beda. Buku ini merupakan buku kedua yang saya baca dari penulis. Agak sulit untuk menyukai cerpen-cerpen dalam Sihir Perempuan.

Entah. Saya lebih menyukai cerpen-cerpen karya sang penulis dalam bukunya yang lain: Kumpulan Budak Setan Sebenarnya, ada tiga cerpen yang saya sukai: Vampir,Mobil Jenazah dan Perempuan Tanpa Ibu Jari
Regina Widya
Jul 01, 2017 rated it really liked it
Serem abisss dan bikin merinding bacanya, apalagi kalau malam2 sendirian, huaaah.
Saya ngefans sama karya2nya Intan Paramaditha sejak baca beberapa cerpennya di Kumpulan Budak Setan, maka itu ketika lihat diterbitkan lagi bukunya yang Sihir Perempuan ini saya langsung beli. Seperti yang sudah diduga, saya tidak kecewa samasekali setelah membaca, malah semakin yakin bahwa beliau ini adalah penulis handal yang karyanya sangat menarik dan enak untuk dibaca. Gaya penulisannya jelas dan tidak bertele2
...more
Puji Maharani
Mar 23, 2018 rated it really liked it
"Lihat, wajahnya mahal," komentar Jose. "Tapi kalau salah angle dia bisa mirip kuda."

Sebelumnya, saya tak pernah menyangka bahwa kumpulan cerita pendek bergenre horor akan membuat saya tergelak lepas. Tapi itulah yang membuat saya terpikat pada Sihir Perempuan, karya pertama Intan Paramaditha. Kisah-kisah di dalamnya tidak membuat saya merasa ditakut-takuti oleh dongeng yang dipenuhi kegelapan dan lolongan. Yang saya temui justru potongan-potongan kehidupan yang demikian manusiawi dan nyata, seb
...more
Hestia Istiviani
Aug 04, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Disebabkan daya tarik tulisan Okky Madasari pada kumcer terbarunya, Yang Bertahan dan Binasa Perlahan, akhirnya tersasar pada tulisan-tulisan Intan Paramaditha yang ternyata sempat menjadi bahan diskusi.

Sihir Perempuan memberikan cerita mengenai kaum perempuan, kaum yang sampai saat ini masih dinomorduakan, bahwa mereka berdaya. "Berdaya" bukan sebagai sosok yang inspiratif, melainkan Intan menampilkan bagaimana mereka juga memiliki sisi gelap. Dimana sebenarnya semua orang pun tahu, bahwa pere
...more
Ririn
Sep 01, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Dulu sempet punya yang terbitan Katakita, tapi sekarang entah ada di mana seperti halnya beberapa buku lain yang tidak tahu dikemas di kardus mana saat pindah rumah.
Sebenarnya saya bukan penyuka horor. Namun, cerita2 Intan Paramaditha bisa dibilang berada di antara horor, misteri, klenik, fantasi (?) dan saya cukup suka. Kesan lokalnya terasa, tapi tidak maksa, dan tetap sifatnya universal. Saya bukan penggila feminisme, tetapi saya suka women empowerement.

Secara kualitas, cerita2 awal di kumce
...more
Aghnia Salsabila
Yang saya ingat dari buku ini adalah selain horrornya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, pilihan kata dan cara mengungkapkan kejadian, cukup apik dan lugas. Jujur, saya bosan membaca novel dengan kosakata asing dan Indonesia yang dicampur-adukkan, seolah-olah ingin menonjolkan kesan "baru", "modern", tetapi malah menghambarkan ceritanya. Intan, tidak.

Saya senang. Dia menulis dengan analogi yang sederhana; dan kekuatannya terletak saat membangun suasana Indonesia yang kusam seperti foto-fo
...more
esti
Sep 14, 2017 rated it it was amazing
Wow, ternyata kumcer bisa sekeren ini!

Bercanda ding, sejak baca kumcernya Leila Chudori, keyakinan saya terhadap menariknya cerpen mulai kembali. Tapi ternyata mempertahankan keyakinan itu sulit. Bagaikan jodoh, saya butuh buku yang tepat untuk tertarik kembali ke pusaran magis cerita pendek dan syukurlah saya dipertemukan buku ini.
Setiap cerpennya menceritakan kisah wanita. Bukan sembarang wanita melainkan wanita yang sering dikaitkan dengan kisah mistis. Kuntilanak, witch, vampir, you name it
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Kumpulan Budak Setan
  • Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
  • Orang-Orang Bloomington
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Dawuk: Kisah Kelabu Dari Rumbuk Randu
  • Atas Nama Malam
  • 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009: Anugerah Sastra Pena Kencana
  • Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Muslihat Musang Emas
  • Orang-Orang Tanah
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Perempuan Yang Dihapus Namanya
  • Semua Untuk Hindia
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • Perkara Mengirim Senja
50 followers
Intan Paramaditha menulis buku Sihir Perempuan, kumpulan cerita pendek yang masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award pada tahun 2005; Kumpulan Budak Setan (2010), sebuah tribut untuk penulis horor Abdullah Harahap yang ditulis bersama Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad; naskah drama Goyang Penasaran (Intan Paramaditha & Naomi Srikandi, ed, KPG 2013), diadaptasi dari cerpennya dan dipentaskan ...more
“Ibuku menyodori pisau, “Potong jari kakimu. Kelak jika kau jadi ratu, kau tak akan terlalu banyak berjalan. Jadi kau tak membutuhkannya.” Maka kuambil pisau itu dan kugigit bibirku saat aku berusaha memutuskan ibu jari kakiku. Kubuang bagian kecil tubuhku itu ke tempat sampah untuk menjadi santapan anjing. Kini kusadari, Nak, dunia ini memang penuh dengan sepatu kekecilan yang hanya menerima orang-orang termutilasi.

(Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari)”
11 likes
More quotes…