Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu)” as Want to Read:
Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu)

3.24  ·  Rating details ·  1,303 ratings  ·  155 reviews
SHOCKING!!!

Hanya satu kata ini yang tepat untuk mengomentari kumpulan cerpen terbaru karya Djenar Maesa Ayu. Karya-karyanya yang berani membuat penulis perempuan ini sering dimaki sekaligus dicintai. Cerpen-cerpennya telah tersebar di berbagai media massa Indonesia seperti Kompas, Republika, majalah Cosmopolitan, Lampung Post, majalah Djakarta!.

Buku pertamanya yang berjudu
...more
Paperback, 122 pages
Published 2007 by Gramedia Pustaka Utama (first published 2004)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Jangan Main-Main, please sign up.

Be the first to ask a question about Jangan Main-Main

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.24  · 
Rating details
 ·  1,303 ratings  ·  155 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu)
*eKa*
Hampir semua cerpen yang ada di buku ini aku suka. Terutama cerpen yang menjadi judul buku ini. Penuh teka-teki dan endingnya bagus banget. Ada juga cerpen yang nggak aku pahami banget, yaitu cerpen berjudul Cermin. Jadinya aku harus pergi ke halaman yang ditulis oleh Richard Oh lagi demi mendapatkan penjelasan. Dan sedikit banyak aku mulai mengerti, meski tetap nggak begitu sreg dengan alasan si gadis itu bunuh diri. Cerpen penutup buku ini juga nggak kalah bagusnya, tapi endingnya kurang berke ...more
Meta Morfillah
Nov 02, 2015 rated it really liked it
Judul: Jangan main-main dengan alat kelaminmu!
Penulis: Djenar Maesa Ayu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: ebook, 122 hlm, no ISBN

Ini adalah kali pertama saya membaca karya Djenar. Meski sering mendengar namanya yang cukup kontroversial, sebab ia dan ayu utami seringkali diidentikkan dengan sastra basah dan isu feminis. Pernah juga saya membaca cuplikan karya mereka dalam kritik sastra Helvy Tiana Rosa di bukunya yang berjudul "Segenggam gumam".

Buku ini sendiri merupakan kumpulan cerpen. Ad
...more
Fredrik
Jan 01, 2011 rated it liked it
Jangan main-main dengan buku ini!

Itu aja peringatannya.
Karena buku ini lebih galak daripada anjing kompleks, lebih ignoran daripada "babi" yang sering nyampah di sembarang tempat, lebih berbahaya daripada naik motor tanpa helm, lebih nakal daripada menginjak rumput, dan lebih radioaktif daripada sinyal ha-pe.

PS.
Cerpen favorit = "Menyusui Ayah"
Serasa ditonjok.
x(
Komang Shary
Yess tinggal 1 lagi buku Djenar yang blom gw baca!
Dari semuanya menurut gw ini kumcer Djenar yg paling lemah. Bosen juga lama-lama dengan tokoh-tokohnya yang mostly pekerja seks. Tapi ada beberapa cerpen yang gw beneran suka, yaitu "Staccato", "Penthouse 2601", dan "Saya di Mata Sebagian Orang." Ketiganya ceritanya juga ga beda-beda amat, tapi bentuk penulisannya menarik dan bikin gw "Wow!" gitu haha. Overall 2,5 bintang deh.
cher m.
Nov 18, 2016 rated it it was amazing
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Yusnia Sakti
Oct 16, 2012 rated it really liked it
Beginilah Djenar; menerobos tanda baca, bermain dengan kata seolah sedang merapal mantra.
Sayangnya terkadang sulit dicerna, seperti hidangan spesial di restoran mewah, terlihat sangat lezat tapi tidak selalu nikmat rasanya.
Bagaimanapun juga, aku suka Penthouse. Seolah-olah Djenar bisa memanusiakan tumpukan batu-bata.
Celina F.
Sep 02, 2018 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesia, meh
Membosankan.
Rohyati Sofjan
Jan 05, 2018 rated it liked it
[LITERA]
Djenar, Sudut Gelap Hidup Anak, dan “Menyusu Ayah”
Oleh Rohyati Sofjan

ADA hal menarik dari tema yang diusung Djenar Maesa Ayu, kecenderungannya untuk memaparkan masalah seksual, semacam kompleks kejiwaan dan selalu dialami seorang [anak] perempuan.
Itulah yang akan saya bahas di “Menyusu Ayah”, salah satu Cerpen Terbaik versi Jurnal Perempuan 2002 yang masuk antologi cerpen Jangan Main-main (dengan Kelaminmu). Antologi cerpen terbitan Gramedia yang provokatif dengan sampul merah menyala d
...more
Langit Merah
Jul 10, 2013 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: novels, favorites
"Ini tidak main-main!"
Kata bercetak tebal dengan warna merah yang tercantum pada belakang buku memberikan penegasan bahwa jangan main-main dengan buku ini, karena buku ini bukan mainan. Penegasan yang jelas bahwa buku ini TIDAK DIPERUNTUKKAN bagi mereka yang naif, menganggap dunia ini masih waras dengan segala gemerlap. Buku ini merupakan pemaparan ironik yang nyata, walaupun fantasi membumbui setiap ceritanya (tentu saja), namun apa yang ada dalam novel ini mungkin saja terjadi. Dalam bahasanya
...more
OceMei Belikova♥
Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu) adalah kumpulan cerita pendek yang menyinggung hal tak biasa. Jangan Main-Main dengan buku ini. . .
Buku ini tidak memiliki gigi, ia tentu tak bisa menggigit.
Buku ini tidak memiliki bisa, tentunya tak ada racun didalamnya.
Buku ini hanyalah mengangkat isu yang sangat tidak biasa.
Topik-topik yang membuat kedua alisku menyatu, membuatku tak berhenti menyerngit.

Kumcer yang paling menarik perhatianku adalah Menyusu Ayah. Ada pepatah berkata,"Tak ada rotan, akar p
...more
cindy
Kumcer kontemporer yg mengulik masalah seks, perempuan, perselingkuhan dan moral. Semua diceritakan dengan gamblang tanpa ditutup-tutupi, dan dengan cara penyampaian yg sangat unik. Misalnya dlm cerpen utamanya, JMDK, suatu insiden diceritakan dari sudut pandang 4 orang berbeda, dalam bentuk repetisi-repetisi. Pembaca harus pandai2 membedakan agar tahu 'siapa yg sdg berbicara' saat itu. Unik. Keren.

Pengulangan yg berkali-kali juga digunakan dalan cerpen STACATTO. Di sini repetisi digunakan untuk
...more
Aisa
Dec 08, 2012 rated it liked it
Shelves: drama-drama, adult, life
Ini pertama kalinya membaca cerita dari Djenar Maesa Ayu. Kenapa? Karena hanya buku ini yang terbuka sampulnya di toko buku ketika sedang menunggu jam bioskop yang masih 2 jam lagi.

Judulnya jelas provokatif. Sedangkan mengenai cerita-ceritanya...

Rata-rata memang cerita pendek di buku ini berkaitan dengan isu seksualitas dengan fokus di (mungkin) salah satu fakta yang agak menyedihkan bahwa manusia dikontrol oleh nafsu birahinya. Tema perselingkuhan, incest, pergaulan bebas, prostitusi semuanya
...more
Sang
Jan 08, 2013 rated it it was ok
Walaupun ia merupakan karya indonesia pertama yang menjadi bahan bacaan, tulisannya terus dan lantang, jadi senang sekali untuk saya menghadamnya. Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu) bukanlah berkisar perihal seks semata-mata (yang digambarkan tajuknya) tetapi banyak mengangkat isu psikologi wanita dan kehidupan sosial di bandar yang pada saya digarap dengan baik. Ada 11 cerpen semuanya, dan antara yang menarik hati ialah Cermin, Saya Seorang Alkoholik! dan Ting!

p.s: saya cuma membaca versi PDFn
...more
Maria Tarisa
Sep 28, 2012 rated it really liked it
Saya menikmati Djenar!
Banyak orang menjadi kurang suka, mungkin karena dianggap terlalu vulgar dan kurang cocok dengan budaya timur. Tapi buat saya Djenar berbeda. Ceritanya boleh Anda bilang vulgar, isinya seks terus, dan lain sebagainya. Tapi itu toh nyata dalam hidup, maknanya bukan sekedar hubungan badan. Di setiap cerita, ada makna yang lebih mendasar, yang perlu lebih dicermati.
Jeane Angelie
Download e-book nya di site free download. Keseluruhan cerpennya menceritakan tentang sex&relationship yang aneh dan ga lazim. Penulisannya bagus. Paling suka gaya penulisan Djenar di cerpennya yg berjudul Staccato.
...more
Luthfi Amri
Aug 06, 2016 rated it liked it
Bagi Djenar eufemisme tak lebih dari pengaburan realita. Bahasa yang gamblang adalah cermin bagi mereka yang ia gambarkan sebagai orang-orang yang bersikukuh dengan pilihan hidupnya. Getir. Pun kokoh.
Amalia
Feb 22, 2015 rated it liked it
Lebih 'galak' daripada buku yang pertama. Membaca ini rasanya benar-benar seperti 'dijejelin' sama realita yang ada di keseharian, yang ditabukan dan yang tabu.
Uli loren
Sep 23, 2007 rated it it was ok
still the same...djenar is the expert of takin about sex n the city..
Eka Seira
Tulisan2 yang tabu buat orang2 yang belum merasakan guyonan tragis kehidupan.
anyway, she is my favourite!!
Irwan
Feb 03, 2013 rated it it was ok  ·  review of another edition
Shelves: 2013, finished
Djenar memang penulis yang bagus dan kreatif. Dan berani. Hanya aku merasa agak terpenjara oleh tema-tema dan karakter-karakter yang ada di buku ini. Yes, it was shocking, and then?
Yudha Setyawan
Apr 25, 2012 rated it really liked it
Vulgar tapi tidak murahan. Elegan!
Jonas Vysma
Jul 16, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Sebuah judul buku yang menarik perhatian. Dan isi buku yang layak diperhatikan, meskipun ‘katanya’ tak mengemis perhatian. Djenar dalam bukunya kali ini menampilkan perhatian yang nampaknya sering ia amati dan resahkan. Bagi kamu sekalian yang merasa begitu miskin secara materi, bagi kamu sekalian yang merasa hartanya tak habis-habis, dan bagi kamu yang merasa berada di tengah-tengah kondisi materi tersebut. Djenar melukiskannya dengan anggun melalui kata per kata, kalimat per kalimat, alinea pe ...more
Sofia
Apr 03, 2020 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: fiction
Sudah lama tidak menikmati sastra yang unik dan liberatif. Saya cukup menikmati sebelas cerita pendek di dalamnya, jujur, frontal dan nyata. Tidak akan hanya menyinggung Ibukota, dimanapun ada manusia, pasti ada.

Cerpen 1 (sesuai judul buku): Pesan yang diantarkan penulis sama dengan cerpen 2 kurang lebih sama, jangan main-main dengan hubungan yang sejak awal dimula atas formalitas 'keseriusan'.

Cerpen 3: Moral mudah didapatkan, apalagi jika berurusan dengan kerah putih.

Cerpen 4: Ibu adalah madra
...more
Risma
Apr 02, 2019 rated it it was amazing  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Anna Valerie
Jul 11, 2019 rated it really liked it
Kemenarikan kumpulan cerpen ini tidak hanya tinggal di judul yang berani dan kover yang lain daripada yang lain. Setiap cerpen yang dimuat dalam buku ini mempunyai suaranya sendiri, menyuarakan rasanya menjadi perempuan. Pesan novel ini begitu jelas terlihat dari judulnya: jangan main-main dengan kelaminmu. Itu memang memuaskan hasrat, namun di sisi lain, bisa saja sangat berbahaya dan berujung penderitaan.

P. S. Novel ini mengejutkan; sangat. Tidak perlu ditulis "review" yang panjang. Cukup car
...more
Carolina Ratri
May 17, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Yah, Djenar memang begitu. Jadi, tinggal kita saja bisa menyesuaikan dengannya atau enggak. Kalau bisa, you will enjoy the book. Otherwise, kamu akan bilang buku ini sampah..

Tapi yang pasti, Djenar jujur. Karena enggak semua yang ada di dunia ini adalah yang indah-indah doang. Justru dengan membaca hal-hal seperti ini, kita jadi tahu, manusia seperti apa kita sebenarnya. Dan lalu bisa belajar untuk nggak menjadi munafik.

Review lengkap: https://carralibrary.wordpress.com/20...
...more
Febrynanda Chika
Mar 01, 2020 rated it liked it
6,5/10

i dunno why i read this. well, i ever read her book when i was in junior high school, "mereka bilang aku monyet!". i didnt think it was really good, i guess. but, not really bad either. just like this one.

in fact, in this book, some of them made me wanna write something like that. but the rest, tbh, i couldnt even remember the story right after i finished it.

btw, sorry for writing this review in english. i know the book is written in bahasa. just dont wanna sound too harsh if i use bahasa.
...more
Vira
Apr 16, 2020 rated it really liked it
How could a book contain so much tragedy, controversy, but so real at the same time? This was my first time reading Djenar Maesa Ayu's work and i feel so flabbergasted by all the stories.
Buku ini seolah menunjukkan kalau tidak semua cerita dalam buku berisi fantasi yang menyenangkan, menyedihkan, atau menyeramkan. Buku ini menyuguhkan tragedi yang pahit, yang sesungguhnya bisa ditemukan di kehidupan sehari hari.
One thing, jangan main-main ketika baca buku ini. You'll be shocked.
Arfan Putra
Aug 01, 2018 rated it liked it
Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu) adalah kumpulan cerita pendek yang menyinggung hal tak biasa. Jangan Main-Main dengan buku ini. . .
Buku ini tidak memiliki gigi, ia tentu tak bisa menggigit.
Buku ini tidak memiliki bisa, tentunya tak ada racun didalamnya.
Buku ini hanyalah mengangkat isu yang sangat tidak biasa.
Topik-topik yang membuat kedua alisku menyatu, membuatku tak berhenti menyerngit.
Ahmad Baihaqi Musyafa
Apa yang harus dirayakan dari tulisan-tulisan Djenar adalah fokusnya pada suara-suara yang biasanya terpinggirkan, juga cara menulisnya yang unik. Gaya eksploratifnya ini bisa dilihat dari "Staccato" dan "Saya Adalah Seorang Alkoholik".
Cerpen "Menyusu Ayah" adalah salah satu cerpen Indonesia yang terbaik.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
www.optimalstackfacts.us/Try-perfect-garcinia-cambogia-and-read-its-side-effects 1 2 Apr 20, 2016 12:04AM  
You stole it around to paying dressing 1 1 Apr 18, 2016 12:18AM  
The fact that 1 1 Mar 23, 2016 06:18AM  

Readers also enjoyed

  • Corat Coret di Toilet
  • Beauty Is a Wound
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
  • Laut Bercerita
  • Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
  • Refrain
  • Cinta yang Marah
  • Pulang
  • The Book of Forbidden Feelings
  • Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
  • Perahu Kertas
  • Hujan Bulan Juni
  • Tarian Bumi
  • Cinta Tak Ada Mati
  • Perahu Retak
  • Perempuan Yang Dihapus Namanya
  • Bukan Pasar Malam
See similar books…
282 followers
Djenar Maesa Ayu started her writings on many national newspapers. Her first book "Mereka Bilang Saya Monyet!" has been reprinted more than 8 times and shortlisted on Khatulistiwa Literary Award 2003.

Her short story “Waktu Nayla” awarded the best Short Story by Kompas in 2003, while “Menyusu Ayah” become The Best Short Story by Jurnal Perempuan and translated to English by Richard Oh with title “S
...more

News & Interviews

So many aspects of life and leisure have changed. This is true. It’s also true that we need to take care of ourselves, collectively and i...
202 likes · 114 comments