Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Seribu Kunang-kunang di Manhattan” as Want to Read:
Seribu Kunang-kunang di Manhattan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Seribu Kunang-kunang di Manhattan

3.83  ·  Rating details ·  966 ratings  ·  81 reviews
INILAH New York, dan Umar Kyam bercerita dari dalamnya. New York adalah satu raksasa pemakan manusia. Raksasa ini entah karena kena penyakit apa, tidak pernah merasa kenyang biar dia sudah makan berapa ribu manusia. Karena itu mulutnya terus saja menganga tidak sempat menutup. Segala manusia, putih hitam, kuning, coklat, besar, kecil, ditelannya tanpa pilih-pilih lagi”. Um ...more
Paperback, 269 pages
Published 2007 by Grafiti (first published 1972)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

Community Reviews

Showing 1-30
3.83  · 
Rating details
 ·  966 ratings  ·  81 reviews


Filter
 | 
Sort order
e.c.h.a
Setiap cerita meninggalkan kesan berbeda saat membacanya; haru, bahagia, kesel, marah. Dr sepuluh kisah, 3 kisah sukses menjerat gw; Musim Gugur Kembali di Connecticut, Bawuk & Sri Sumarah. Dgn berlatar kemelut politik, umar sukses meramunya menjadi kisah yg hebat. Pengorbanan, ketabahan, perjuangan, cinta, kemandirian menghiasi ke 3 kisah tersebut. Membuat gw mengagumi sosok Istri Tono, Bawuk & Sri Sumarah. Mereka perempuan hebat. Dan musim gugur itu menjatuhkan keharuan, mengiringi Baw ...more
Saad Fajrul
May 25, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
nice story,

setelah bertahun memendam rasa ingin yang dalam untuk membaca cerita ini, tempo hari saat sedang menemani kawa di sebuah perpustakaan kampus negeri saya menemukan buku ini di sebuah rak. Maka di sanalah Marno dan Jane berbincang, Manhattan yang malam dan disiram lampu - lampu kota.

well, versi jawanya menarik juga
Toffan Ariefiadi
Feb 08, 2010 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
Apa yang bisa kalian bayangkan tentang Manhattan? Sebuah pulau. Ya, sebuah kota-pulau yang mengelilingi kota New York (dengan beberapa pulau kecil lain) dan membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai New York Country.

Apa yang istimewa dari sebuah pulau bernama Manhattan dalam buku ini? Umar Kayam. Ya, sastrawan Indonesia ini mendeskripsikan Manhattan dengan sangat baik. Seolah-olah saat membaca beberapa cerita dalam buku ini kita diajak oleh Umar Kayam berkeliling dan menjelajahi Manhattan dan
...more
Edy
Oct 30, 2011 rated it really liked it  ·  review of another edition
Buku ini merupakan salah satu karya terbaik almarhum Umar Kayam. Kumpulan cerpen ini merupakan rangkuman dari cerpen pilihan yang ditulis sejak tahun 1968 sd 1980an.

Umar Kayam yang merupakan sosok budayawan intelek, tidak canggung dan tidak gagap menuliskan realisme nilai-nilai budaya Jawa dalam cerpennya. Malah sebaliknya, keahlian beliau untuk memebenturkan kondisi modern dengan nilai-nilai budaya, akan mengajak kita untuk lebih merefleksikan diri terhadap dinamika budaya yang berkembang saat
...more
Astri Kusuma
Nov 26, 2009 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku ini memuat 14 versi cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan. Versi pertama, versi bahasa Indonesia. Versi kedua hingga keempatbelas adalah versi bahasa daerah.Siribee Meuk di Manhattan (Bahasa Aceh),

Hillophillop Ni Lampoting di Sosor Manhattan (Bahasa Batak Toba),

Saribu Api-Api di Manhattan (Bahasa Minangkabau),

Saribu Cicika di Manhattan (Bahasa Sunda),

Sewu Kunang Ing Manhattan (Bahasa Cirebon),

Konang-Konang Ing Manhattan (Bahasa Jawa),

Prappa’na Nang-Konang Nabuy E Manhattan (Bahasa Madura
...more
miaaa
Sep 04, 2009 rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommended to miaaa by: Goodreads Indonesia
Aku termangu. Terdiam seribu bahasa. Terhenyak.

Setiap karakter dalam cerita-cerita ini begitu hidup. They are there, doing things and alive. Kumpulan cerita pendek dengan dua sisi. Sisi yang kiri menunjukkan dunia asing dari mata seorang Indonesia, sisi yang kanan cerminan kehidupan dan kepahitan saat Indonesia melalui gejolak politik.
devie
Aug 22, 2007 rated it really liked it
Shelves: indonesian
cara bercerita Umar Kayam yang berbeda dibanding kumpulan kolomnya yang terkenal itu (seri Mangan Ora Mangan Kumpul).

Dibanding novelnya dan kumpulan kolomnya, kumpulan cerpen inilah karya terbaik Umar Kayam.

(full review in progress)
ratna
Sep 06, 2007 rated it it was amazing
Shelves: indonesian, indonesia
buat saya: cerita-cerita yang harus dibaca dengan rasa, cuma bisa dirasa, dan hanya pada saat merasa
Fertina N M
Belum jelas kenapa yang terpilih sebagai judul buku ini adalah Seribu Kunang-Kunang Di Manhattan. Apa karena mau disamakan dengan chapter pertama buku ini, jadi tidak perlu repot lagi memilih atau ada alasan lain. Biar mejadi teka-teki buat kita. Yang jelas, terdapatnya nama kota besar di Amerika sana bukan berarti di dalamnya mengisahkan cerita-cerita kejadian atau panorama kota tersebut.

Tetapi susunannya ceritanya menarik, menurut saya. Di awali dengan kisah sepasang kekasih yang berada di Ma
...more
Indri Juwono
baru dpt di TM bookstore depok dgn diskon 30% dan harga asli 49rb.
eehh, udah abis skrg krn cuma 2 gw beli semua. tp di gramed depok ada 10 tp 52rb.

***
Gue suka cerita tentang Bawuk dan Sri Sumarah
Rasanya masih dengan gaya priyayi yang digambarkan namun terjerumus dalam suatu kondisi sosial yang membuat kehidupan berubah selamanya mengikuti angin perubahan..
Membaca kumpulan ini, awalnya gw hilang.
Hilang tak bisa berkonsentrasi dan tidak menemukan jiwanya.
Tidak bisa mencerna isi cerita di New York.
...more
Arinamidalem
Jan 04, 2009 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
Kumpulan cerita pendek yang dalam keterbatasan ruang pena mampu memainkan emosi kita. Ada tersenyum, tertawa konyol, namun tiba-tiba merasa terhempas..ke sudut pilu.
Ini lembar kehidupan yang beliau tunjukan kepada kita dalam beberapa halaman saja, dalam beberapa menit baca…

bagaimana dengan lembar kehidupan serupa yang dahulu dilalui di kehidupan nyata? Kehidupan nyata yang bukan beberapa menit, tapi tahun demi tahun.. situasi serupa dan juga rasa pilu yang sesungguhnya. hidup kah itu? saat pik
...more
anis Ahmad
Jan 21, 2008 rated it really liked it  ·  review of another edition
menurut gunawan muhammad ini adalah salah satu kumpulan cerpen terbaik yang pernah dihasilkan. pemikiran kayam dalam cerpen dan novelnya memebrikan satu sumbangan yang sangat besar dalam dunia sastra indonesia khususnya sumbanganyya yaitu tulisannya yang melahirkan trend tentang realisme. realisme kultural yang dibawa oleh kayam dalam cerpen dan karangan sastra yang dibuatnya merupakan satu hal yang menginsprisasi saya tentang makna kehidupan.
intinya cerpen umar kayam itu sederhana, menarik, re
...more
Reyhan
Oct 12, 2007 rated it really liked it
Jika Para Priyayi adalah novel magnum opus almarhum, maka Seribu Kunang-Kunang di Manhattan adalah cerpen magnum opusnya.
Menarik membaca kumpulan cerpen ini karena sebagian besar bercerita tentang kehidupan di luar negeri (terutama AS) dari sudut pandang Indonesia.
Suasana yang dibangun dari cerpen-cerpen di sini mengingatkan kepada Great Gatsby-nya F.S. Fitzgerald yang kental dengan nuansa Amerika yang Jazzy, tapi tetap dengan gaya bahasa sederhana yang khas dari seorang Umar Kayam.
Hery Setianingsih
Ini adalah sebuah kumpulan cerpen karya guru besar Umar Kayam. Buku ini berhasil membuatku sadar akan realitas dunia yang penuh dengan kepalsuan dan kekejaman demi ego segelintir manusia. My favorite chapter is Musim Gugur di Connecticut. It really made me cry in the end. Even more crying when the story's brought up to story-telling performance by Landung Simatupang. Mixing of a great writter (Umar Kayam) and an amazing story teller (Landung Simatupang)!
Ginanjar
Jan 25, 2012 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: favorites, edan
Salah satu begawan dalam dunia tulis menulis Indonesia: Umar Kayam. Dan ini adalah kumpulan cerpen yang sangat amat keren sekali. Sastra tidak harus disampaikan dengan bahasa yang berat dan penuh kata-kata yang berakrobat.

saya suka cara Umar Kayam mengetengahkan Masalah-masalah yang dihadapi oleh sebagian besar tokoh dalam kumpulan cerpen ini. Saya berharap ada lagi pengarang seperti beliau ini.
Johan Radzi
Feb 16, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Ya tuhan, aku begitu sukakan cerpen-cerpen umar kayam. bahasanya sederhana; tak keterlaluan dan tak melebih-lebih. gaya penceritaannya juga begitu, tapi caranya mengungkapkan cerita dan meleraikan plot kemas sekali. aku boleh rasakan suasana romantisme yang terdapat pada beberapa buah cerpen yang ditulis beliau.

cerpen kegemaran: istriku, madame schlitz, dan sang-raksasa.
Nduk
begitu cerdas dan kaya wawasan semua cerpennya disini.pengungkapannya begitu penuh makna, tak ada satu katapun yang sia-sia.bangga sekali aku pernanh mementaskan teater seribu kunang2 di manhattan. tantangan yang lumayan bikin deg-degan....
love u umar kayam...
Nonna
Jun 15, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Kalau ada yang tidak pernah mau mengalah menunggu, itu adalah usia namanya.. _236
Asri
Mar 25, 2008 rated it liked it  ·  review of another edition
Menggambarkan kemunafikan manusia dengan gamblang dan vulgar. Menjijikan memang, but that is the fact of life.
Anwar
Aug 29, 2007 rated it it was amazing
lebih dari tiga kali gw baca buku ini..
dan lebih dari tiga makna pula yang
tertangkap..

sebuah cerita pendek khayam yang padat
dan berhasil!
Fathiyah Azizah
Apr 16, 2019 rated it really liked it
Ada 6 cerpen yang disajikan di buku ini. Kesemuanya mengambil setting tempat di Amerika. Setelah buku ini cetak ulang, barulah aku tahu penulis bernama Umar Kayam. Beliau meninggal di tahun 2002. Novel terbaik kabarnya berjudul Para Priyayi. Penasaran baca para Priyayi setelah dibuat terhenyak membaca buku kumcer ini. 6 cerita ini memiliki esensi sama, yaitu pentingnya percakapan. Sangat cocok dikaitkan zaman saat ini, dimana kurangnya dialog langsung, tatap muka. Percakapan kebutuhan mendasar t ...more
Nike Andaru
Apr 05, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: kumcer, fiksi, sastra
88 - 2019

Buku ini saya baca versi cover baru. Pas bukunya datang, saya rada kecewa kok tipis gini ya dan kecil, ya sudah lah, lanjut saya baca.

Ternyata setelah liat review teman-teman yang sudah baca, buku versi ini lebih sedikit isinya memang dari buku versi sebelumnya. Kalo sebelumnya ada 10 cerpen, dalam versi ini hanya ada 6 cerpen saja. Ya keenam cerpen tersebut semuanya bersetting New York City, Manhattan, Amerika.

Saya tak perlu meragukan cara Umar Kayam bercerita, mengalir dengan mudahn
...more
Lisna Atmadiardjo
Jul 15, 2018 rated it liked it
Keseluruhan cerita menarik dengan gaya penulisan yg berbeda pada 6 cerita pertama dibandingkan dengan 3 cerita berikutnya. Gue agak ngerasa jeglek baca tiga cerita terakhir. Dimulai dengan 6 cerita tentang kehidupan urban dengan setting US, tanpa closure dan tedeng aling-aling langsung Bawuk, tentang sejarah Indonesia. Mungkin akan lebih baik kalau ini jadi dua buku. 6 cerita pertama jadi satu buku, tiga cerita lainnya jadi satu buku berbeda. Atau malah Kimono Biru buat Istri dibuat terpisah kar ...more
Agung Tj
Dec 05, 2018 rated it it was amazing
Dialog bisa melebihi narasi. Itulah yang ditampilkan umar kayyam pada kumcer ini. Inilah gaya pendongeng yang dialih wahana kan dalam bentuk tulisan. Sangat cerdas dan cermat. Tokoh hidup karena dialog.
Arief Ramadhan
Jun 05, 2018 rated it it was amazing
Cerita-cerita yang sederhana, tapi sangat menarik.Pembaca dengan mudah terlibat dalam cerita. Legend
Dinda
Mar 07, 2019 rated it really liked it
I wish i could write like this ❤ ...more
Aqessa Aninda
Nov 15, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
After looking for this book for a very very very loooong time, I finally found it in some online shop. :))
Seribu Kunang-Kunang di Manhattan adalah kumcer Umar Kayam pertama yang gue baca. Sejak baca reviewnya di blog Friendster nya Kanya beberapa tahuuuuun yang lalu (iya, Friendster, kebayang kan tahun kapan?) saya langsung jatuh hati. Kumcer ini terdiri atas 10 cerpen karya Umar Kayam dari tahun 60-an sampai 80-an (4 terakhir bisa dibilang novelet sih? Atau cerpen yang kepanjangan), enam dianta
...more
Kungkang Kangkung
Oct 20, 2012 rated it really liked it
Shelves: kumcer, favorit
Sebelum saya memiliki buku ini, saya sudah pernah membaca cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan. Saat itu saya tak terlalu memahami isi ceritanya dan menganggap biasa saja terhadap cerpen ini. Tapi setelah beberapa waktu buku ini menjadi timbunan saya yang tidak tersentuh, saya mencoba membacanya kembali. Saya mengulang baca cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan, dan ternyata efeknya sangat berbeda. Entah kenapa saya jadi memahami isi ceritanya begitu saja dan menyukainya (begitu saja) pul ...more
Bernard Batubara
Aug 24, 2013 rated it really liked it  ·  review of another edition
Selesai baca "Seribu Kunang-kunang di Manhattan", kumpulan cerpen Umar Kayam.

Satu hal yang saya tangkap dari cerpen-cerpennya Umar Kayam, dialognya kurang ajar banget; efektif, nyeleneh, slengean, mengalir, kuat, dan menggerakkan plot.

Favorit saya sebuah cerpen berjudul Kimono Biru buat Istri yang bercerita tentang Mus, seorang suami yang diberi amanah oleh istrinya untuk membelikannya sebuah kimono biru bermotif burung bangau. Di Ginza, Mus malah bertemu sahabat lamanya yang membuatnya kilas ba
...more
Ahmad
Sep 24, 2011 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: cerpen, sastra
Tak ada cerita menyedihkan yang mandayu-dayu dalam kumpulan cerita ini, bahkan ciri menonjol dari buku ini adalah humor. Namun saya membaca buku ini dengan mata berkaca-kaca karena keindahan realitas yang ditampilkan Kayam dengnan sangat sederhana, polos.

Saya selalu ingat ketika merasa tersesat dalam fragmen Jean dan Marno yang begitu sublim dalam cerpen "Seribu Kunang-kunang di Manhattan". Ketika cerita habis, saya terkaget-kaget tanpa tahu alur cerita, namun bisa memahami kenapa Jean Menangis.
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Orang-Orang Bloomington
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Pertama dan Terakhir
  • Senja di Jakarta
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Mereka Yang Dilumpuhkan
  • Pengarang Telah Mati: Segenggam Cerita
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Ronggeng Dukuh Paruk
118 followers
Many predicate have been given to Umar Kayam. He was a writer, lecturer, bigscreen artist. Most of his time was spended as a lecturer at Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Bibliography:
* Sri Sumarah (Pustaka Jaya, 1975)
* Para Priyayi (Pustaka Jaya, 1992)
* Jalan Menikung/Para Priyayi 2 (Pustaka Jaya, 2002)