Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Montase” as Want to Read:
Montase
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Montase

by
3.80  ·  Rating details ·  1,829 ratings  ·  260 reviews
Aku berharap tak pernah bertemu denganmu.
Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku.
Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu.

Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu.
Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku.

Tapi...,
kalau aku benar-benar tak pernah bertemu denganmu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denga
...more
Paperback, 368 pages
Published December 2012 by Gagas Media
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
3.80  · 
Rating details
 ·  1,829 ratings  ·  260 reviews


More filters
 | 
Sort order
Alvi Syahrin
Dec 09, 2012 rated it really liked it
Tanpa perlu menanti review-review positif, saya sudah meyakinkan diri untuk memiliki buku ini. :)

***

Akhirnya saya menemukan satu lagi tokoh yang bisa bikin saya senyum-senyum ketika ada dia pada suatu adegan: Haru. :)

Awalnya saya tidak ingin membandingkan dengan Memori. Tapi saya senang mengakui bahwa saya lebih menyukai Montase. :)

Dan, alasan mengapa saya menyimpan satu bintang adalah karena saya berharap beberapa adegan ditampilkan secara 'langsung', supaya rasa sedihnya bisa lebih dapat. :)
bakanekonomama
Nov 07, 2013 rated it liked it
Suatu hari saya mengikuti sebuah training motivasi bersama teman-teman saya. Disana kami diminta untuk menuliskan cita-cita di atas kertas, lalu melipat kertas itu menjadi pesawat dan menerbangkannya. Ada yang menuliskan dengan begitu cepat dan dengan mantap melipat pesawat kertasnya, lalu menerbangkannya ke angkasa. Sementara yang lainnya tampak bingung, berpikir lama, dan tampak ragu-ragu ketika menerbangkan pesawatnya.

Jika Anda diminta untuk melakukan hal serupa, yang manakah diri Anda? Apaka
...more
Retha Aryudhanti
Dec 10, 2012 rated it liked it
Shelves: gagasmedia
Rayyi - Haru :')
Winna
Dec 28, 2012 rated it liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Orinthia Lee
Ngoleksi dan baca buku-bukunya Windry Ramadhina buat saya udah jadi sebuah kewajiban. Iya, saya ngefans berat sama tulisan-tulisannya sejak saya baca Orange. Saya makin tergila-gila ketika membaca Memori dan sekarang... setelah saya menuntaskan Montase sampai saya mengorbankan jam tidur karena nggak bisa berhenti... apa saya perlu memberitahu bahwa saya sudah jatuh makin dalam... hehehe....

Waktu saya mendengar novel Montase akan segera terbit, saya udah menunggu-nunggu... dan ketika beberapa har
...more
Prisca
Jul 11, 2013 rated it really liked it
Shelves: favorites
Indah.... Itu kesan saya setelah membaca novel Mba Windry ini. Efeknya sama dengan ketika saya membaca Memori. Saya suka karakter Rayyi, Haru, Bev, dan tentu saja Samuel Hardi (meski saya kecewa akhirnya Samuel tidak jadi dengan Bev T.T). Sepertiga akhirnya sungguh menyentuh, apalagi menjelang ending. Ada beberapa hal yang mengingatkan saya pada diri saya sendiri, salah satunya ketika Rayyi bertemu Mirna Lim.

Nggak tahu harus bilang apa lagi... pokoknya love this book so much :) Terima kasih, Mba
...more
Annisa Purnomo
Berbeda dari Memori yang menyuguhkan masalah dari awal, Montase membawa saya perlahan-lahan menuju puncak cerita. Saya benar-benar menikmati itu. Proses kebiasaan yang berubah perlahan karena sesuatu yang di singgung di novel (Haru yang bergabung dalam lingkaran Rayyi dan tiga temannya di kampus).

Dan harus saya tekankan berkali-kali, mungkin. Kayaknya novel ini penuh riset ya? Deskripsinya itu loooooh. Men-detail banget. Itu bikin saya geleng-geleng kepala takjub. Bikin saya percaya kalau yang n
...more
Yusda Annie
Apr 07, 2019 rated it really liked it
4.5 ⭐⭐⭐⭐

Buku ke-10 Windry Ramadhina yg kubaca… karya agak lamanya… dan yang paling mengHarukan… 😭😭😢😢🤒😢
Nina Ardianti
Okay, this review's gonnabe looong. It's because: 1) I never reviewed Windry's books though I have already read them all, 2) this review will involve some personal stuffs.

Saya mengenal Windry sudah lamaaaa banget. Lebih dari sebelas tahun lalu, ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di kampus dan dianugerahi kakak asuh yang nggak lain dan nggak bukan adalah Windry sendiri. Jadi mulai saat itu saya memanggilnya sebagai 'Kak Windry' karena, heeeyyy saya kan lebih muda daripada dia. Heheheh.

Say
...more
Silvia Natari
Feb 05, 2013 rated it really liked it
Ini buku pertama kak Windry yang aku baca.
Awesome!! Recommended!
I know this book first from twitter then I looked the reviews and I’m in love with the cover. –Kau diantara seribu sakura.

“Aku berharap tak pernah bertemu denganmu.
Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku.
Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu.
Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu.
Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku”

Kisahnya berfokus pada dua sidekick –Rayyi dan Haru. Rayyi, seora
...more
ayanapunya
Jan 13, 2013 rated it really liked it
Shelves: rental-book
Sejak membaca novel pertamanya, Orange, saya sudah jatuh cinta dengan gaya menulis Windry Ramadhina. Karena itulah ketika dua novel terbarunya keluar, saya sangat bersemangat untuk mendapatkannya. Montase sendiri merupakan novel ke empat Windry, yang lahir hanya beberapa bulan berselang dari novel ke tiganya, Memori. Bercerita tentang dunia film dokumenter, Windry dengan suksesnya menghidupkan ketertarikan saya pada bidang yang satu ini.

Dari bahasa penulisannya, terlihat sekali bagaimana usaha W
...more
Alifa
Jan 23, 2013 rated it it was ok

it's been ages since i read a gagas media book, so i decided to read one.

if you're a fan of this book or author, for your own good, i recommend not to read this review. maybe you'll get offended.

(view spoiler)

...more
Hani Taqiyya
Jan 28, 2013 rated it really liked it
Kadang-kadang, kalau sudah suka dengan salah satu penulis, kita mulai bisa mengurai gaya kepenulisan seseorang. Bukan dalam perspektif literatur dan teknis, yang mungkin bagi saya sendiri pengetahuannya masih belum memadai, tapi dari segi rasa.
Itulah sebabnya, kini saya bisa sok tahu mengurai rasa dalam karya-karya Mbak Windry, dan yang selalu saya rasakan adalah kesunyian yang berbicara. Kesunyian yang menarik kita untuk terus mengikuti alur cerita. Begitu juga dalam Montase. Percakapan dalam i
...more
Dion Sagirang
Jun 04, 2013 rated it really liked it
Hal pertama saat mengetahui bahwa buku ini ditulis menggunakan pov 1 laki-laki adalah, ketakutan kalau penulis tidak bisa mengeksekusinya dengan baik--karena praktiknya, penulis perempuan banyak melakukan hal demikian dan di mata saya selalu gagal. Tetapi ketakutan-ketakutan tersebut tertinggal sebagai dusta belaka karena penulis mengeksekusi Rayyi dengan sangat baik. Hasil yang tidak mengecewakan ketika berjuang menemukan buku ini yang dibeberapa toko buku stoknya sudah habis, padahal itu di pe ...more
Anastasia Cynthia
Berbekal Bolex D16, jins belel, dan Converse aus, Rayyi tak hentinya menggerataki ubin kelabu. Memutar otak tentang skrip terbaru untuk film dokumenternya, kendati sang Papa, Irianto Kanarya, hendak membangun mahligai rumah produksinya menjadi mirip Punjabi; mendoktrin anak semata wayangnya agar terus berkecimpung dalam sinematografi mainstream dalam negeri. Rayyi hanya dapat mengunci mulut rapat-rapat, dan mengubur mimpi selangitnya di bawah angan film dokumentar Dziga Vertov milik sang Mama.

Pa
...more
Muhammad Rajab
AWAS SPOILER!

Bintang untuk ceritanya: tiga
Bintang tambahan untuk covernya yang bagus dan saya sangat menyukainya. (sempat kaget ternyata designer cover-nya bukan koko Jeffri Fernando)
Jadi, saya memberi empat bintang.

Sejujurnya, ekspektasi saya sangat besar akan karya teranyar dari kak Wndry Ramadhina ini. Mengingat ia adalah salah satu penulis yang saya sukai, dan selalu saya tunggu-tunggu karyanya untuk terbit.
Lalu, berdasarkan data-data yang saya ‘curi’ dari blognya, sebelum membaca Montase, k
...more
Dhani
Jan 23, 2014 rated it really liked it
Membaca karya Windry Ramadhina, selalu membuka ruang- ruang baru yang sebelumnya hanya sedikit kutahu. Bahkan ketika sudah membacanya tuntas, masih tersisa banyak hal yang tak kumengerti. Tapi entah mengapa aku menikmatinya, membaca setiap halamannya dengan antusias, menangis tersedu di salah satu bagiannya. Sempat gemes dengan Rayyi yang pada awalnya tak berani bersikap, tersentuh dengan kepolosan Haru, juga sebel kepada Samuel Hardi yang keren tapi tingkah lakunya nyebelin.

Buku ini berjudul MO
...more
fragaria
Mar 14, 2013 rated it liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Hilwy Al Hanin
Jun 27, 2013 rated it really liked it
Pertama kali tahu Montase itu dari temen, dia bilang bukunya katanya bagus (dia juga dikasih tau orang lain). Waktu itu masih ngga tertarik karena liat sinopsis di belakangnya: duh ini kayaknya galau banget, dan jadi agak males.

Sampe suatu hari entah kenapa tiba-tiba kepikiran: saya pengin baca Montase. (bohong sih, saya baca beberapa review buku ini :p) Dan belilah saya buku ini. Begitu dibeli, langsung dibuka, dibaca, dan ditamatin.

Rayyi dan Haru.
Siapa sih yang ngga jatuh cinta sama Rayyi? F
...more
Amaya
Feb 21, 2013 rated it liked it
Rayyi, mahasiswa Sinematografi IKJ--yang tergila-gila pada dokumenter--bertemu Haru Enomoto--Boneka Kokeshi dan Liliput Menggelikan di mata Rayyi--dalam beberapa kesempatan tak terduga, hingga akhirnya terbelit hubungan antarsineas yang tak biasa. Tapi Haru harus kembali ke negaranya karena beberapa hal, dan salah satunya adalah penyakitnya.

MONTASE adalah sebuah novel tentang mimpi--saya lebih senang menyebutnya demikian, tinimbang menganggapnya cerita roman dewasa muda mengharu biru dengan tok
...more
Devita Natalia
Dec 10, 2012 rated it really liked it
Shelves: own
Saat nutup buku ini seriusan gue nggak terima. Kenapa akhirnya kaya gini??
Walaupun penulis menceritakan dengan sangat baik, detil, dan juga tiap tokoh dalam novel ini sangat mudah disuka.
Gue nggak bisa kasih 5 bintang karena satu sebab. (kudu baca sendiri, no spoiler. :) )

Kali ini tentang dunia perfilm-an. Rayyi mahasiswa falkutas Film dan Televisi IKJ harus menerima kekalahannya dari Haru Enomoto pada pemilihan film-film terbaik Greenpeace. Haru adalah mahasiswi asal Jepang yang dikirim ke In
...more
Caca Venthine
Jan 27, 2013 rated it really liked it
Akhirnya punya ini buku juga. Dari awal selalu penasaran dengan cerita di dalam buku ini,dan saya juga pengagum kak Windry..

Ini buku ke3 kak Windry yang gue baca setelah Orange dan Memori. Pas baca buku ini,gue udah bisa ngerasain gaya nulis dan ciri khas kak Windry..

Ceritanya unik,dan ada beberapa adegan yang bikin nangis juga,dimana si Haru (gadis kepala angin) punya penyakit leukimia dan meninggal. Pas tau Haru punya penyakit,sempet males lagi bacanya.. Yaelah gk laen penyakitnya leukimia mel
...more
Inge
Jun 19, 2013 rated it really liked it
Shelves: isi-rak
Kisah tentang Rayyi dan Haru, yang sama2 kuliah di IKJ.

Rayyi yang begitu tertarik bahkan bermimpi untuk menjadi pembuat film dokumenter terkenal harus terjebak di peminatan (mungkin semacam jurusan) yg sama sekali bertolak belakang dengan apa yg dia inginkan. Hanya karena ia satu-satunya anak seorang produser yang sangat terkenal.

Haru, salah satu mahasiswa "hasil" pertukaran pelajar dari Jepang. Sebenarnya ia mencintai bidang melukis tetapi ia justru "terjebak" dalam peminatan dokumenter. Tetap
...more
Abdul Azis
Mar 12, 2014 rated it really liked it
GUE NANGIS !!! haha... baca sinopsisnya aja gue udah kaya disilet trus dikasih garem sama air perasan jeruk. permainan kata mba windy sama seperti LONDON, berhasil buat gue teradiksi. nyolong dari seseorang gue di tumpukan novel yang belom dibaca yang dibungkus kantong kresek item karena saking banyaknya dan gak tahu kudu ditaro di mana *hat hat curhat*, awalnya gue yang males baca soalnya sicover yang gak colourfull tapi pas baca sinopsisnya....
bukan hanya menceritakan soal percintaan ala-ala c
...more
Deta NF
Nov 23, 2013 rated it it was amazing
Saya harus bilang kalau novel ini menghipnotis saya dari halaman pertama!

Bagi saya, cerita tentang film dokumenter itu menarik. Dan mengenal mahasiswa perfilman juga tak kalah menarik. Goggle V; Rayyi, Haru, Bev, Andre & Sube.

I like this novel better than Memori or London. ;)
Dan entah mengapa Samuel Hardi mengingatkan saya pada tokoh Zima di novel Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa karya Prisca Primasari atau Peter Van Houten di novel The Fault in Our Stars karya John Green. Sangat-san
...more
Ainu Athifah
Apr 05, 2013 rated it liked it
Shelves: novels, i-own-a-copy
Pertamanya, saya tertarik untuk membeli karena covernya hahaha, tapi saya ga jadi beli. Kemudian beberapa minggu setelah itu, teman saya sudah membaca novel ini dan berkata kalau novel ini bagus, saya pun berminat untuk membeli, namun sayangnya stocknya sudah habis. Dan akhirnya, saya kesampean beli baru 2 hari yang lalu hahahaha.

Walau tema yang diusungkan sudah banyak dan umum, tapi saya suka latar ceritanya yang bertemakan film. Menurut saya, jarang penulis menggunakan dunia film sebagai latar
...more
Stefanie Sugia
"Selalu ada impian yang lebih besar dari impian lain, kan? Bagimu, impian itu adalah menjadi pembuat film dokumenter... Kita tidak hidup selamanya, Rayyi. Karena itu, jangan buang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak kita inginkan."

Sebuah kisah yang berawal dari seorang lelaki bernama Rayyi - mahasiswa di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Cerita ini diawali dengan kekalahannya dalam sebuah Festival Film Dokumenter Greenpeace yang diikutinya; Rayyi dikalahkan oleh seorang gad
...more
Ayun Qee
Jan 07, 2014 rated it liked it
Ceritanya inspiratif dan bikin pembaca semangat mengejar mimpi. Dengan sangat detail, penulis menceritakan tentang dunia perfilman (khususnya film dokumenter), dan ini yang membuat saya salut. Tapi agak kurang suka dg kematian Haru karena penyakit yg dideritanya. Udah sering banget nemuin cerita yg kayak gitu.
Ayu Prameswary
Dec 26, 2012 rated it really liked it
Shelves: fiction, indonesian
Windry, buku ini mengingatkanku pada 'Tada, Kimi wo aishiteru'nya ichikawa takuji sensei :D.
Empat bintang karena berhasil memberiku sensasi yang sama seperti saat menikmati karyanya ichikawa takuji *\(^o^)/*
Astrini Ayundari
Dec 23, 2012 rated it liked it
Tema ceritanya bagus, baru kali ini juga baca novel tentang perfilman dokumenter. Tapi sayang, tokoh-tokohnya kurang greget. :( Gue sendiri lebih suka Memori. Dan (masih) penasaran sama Orange :/
Buat Montase, gue kasih 2 bintang untuk isi cerita, plus 1 bintang untuk covernya yang manis. :)
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »

Readers also enjoyed

  • Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa
  • Bangkok: The Journal
  • Sweet Nothings
  • Restart
  • Melbourne: Rewind
  • Beauty Sleep
  • Forgiven
  • The Truth about Forever: Kebencian Membuatmu Kesepian
  • Rhapsody
  • Holland: One Fine Day in Leiden
  • Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu
  • With You (Sehari Bersamamu)
  • Mahogany Hills
  • Goodbye Happiness
  • ROMA: Con Amore
See similar books…
757 followers
young woman with lots of interests, ambitions and dreams, which shattered into pieces, each surfaced as different face and waiting for itself to become whole once more time. her world came to architecture, illustration, photography, literature, business, and japan. used to known as miss worm in cyber world. shattering her pieces at kemudian.com and deviantart.com
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Pohon sakura berbunga satu tahun sekali. Calon bunganya mulai terlihat sejak pertengahan Januari, tapi baru akan mekar pada awal April. Sakura yang telah berkembang bertahan selama satu sampai dua minggu, lalu gugur dan kelopak-kelopaknya terbawa angin.
Keindahan sakura hanya sebentar, tapi karena itu dia berharga.
Sakura adalah ciri kehidupan yang tidak abadi”
40 likes
“Perempuan memang tidak bisa diajak berpikir jernih jika menyangkut perihal lelaki. Dalam situasi seperti ini, kepala mereka dipenuhi kabur merah muda bernama dopamine yang meracuni sel-sel kelabu mereka dengan berbagai ide romantis yang absurd.” 31 likes
More quotes…