Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Pulang” as Want to Read:
Pulang
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Pulang

4.16  ·  Rating details ·  2,521 Ratings  ·  480 Reviews
Paris, Mei 1968.

Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama
...more
Paperback, 464 pages
Published December 4th 2012 by Kepustakaan Populer Gramedia (first published 2012)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Pulang, please sign up.

Be the first to ask a question about Pulang

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Dea Anugrah
Jul 16, 2014 rated it it was ok
YANG MENARIK DAN YANG TIDAK MENARIK DARI NOVEL PULANG


Selama ini, membaca, bagi saya, adalah kegiatan yang nyaris sepenuhnya bersifat pribadi, yang baik dalam proses maupun hasilnya tidak melibatkan orang-orang lain. Seperti halnya makan, buang hajat, dan menonton film yang senantiasa saya lakukan secara soliter. Namun lama-kelamaan timbul juga secepuh keinginan untuk membaca dengan cara yang berbeda.

Mulanya memang tidak jelas apa yang saya maksud dengan “berbeda” itu, sampai kemudian seorang kaw
...more
Harun Harahap
Dec 16, 2012 rated it really liked it
Akhirnya kerinduan terhadap buku karya dari Leila S. Chudori tersampaikan juga. “Pulang” yang merupakan novel pertamanya terbit sekitar dua minggu lalu. Gue pun langsung membacanya ketika buku ini sudah di tangan. Pulang adalah sebuah novel tentang dua generasi yang mengalami pergolakan di tanah air kita, Indonesia. Pergolakan di tahun 1965 tentang PKI dan berakhirnya kekuasaan Orde Baru di tahun 1998. Ada begitu banyak tokoh di dalam buku ini. Namun, ada dua tokoh yang menyita perhatian gue. Di ...more
Uci
May 14, 2013 rated it it was amazing
Siang ini, kami akan memberi penghormatan terakhir pada para mahasiswa yang tertembak kemarin. Suatu peristiwa yang semoga tak dilupakan oleh generasi masa kini (hal.413)

Beberapa tahun lalu, saya pernah bicara dengan mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir yang sedang magang di kantor saya. Ketika saya mengungkit tentang peristiwa 13 Mei 1998, wajah mereka sungguh-sungguh kosong dan mereka tak mengerti kenapa saya begitu berapi-api membahasnya.

"Tapi kalian kan mahasiswa?"
"Tapi waktu itu kan saya baru
...more
Azarine Kyla Arinta
Mar 25, 2013 rated it it was amazing
Recommends it for: EVERYONE!
Review ini harus dibuka dengan kutipan dari Franz Kafka,"I think we ought to read only the kind of books that wound and stab us. If the book we are reading doesn't wake us up with a blow on the head, what are we reading it for? ...we need the books that affect us like a disaster, that grieve us deeply, like the death of someone we loved more than ourselves, like being banished into forests far from everyone, like a suicide. A book must be the axe for the frozen sea inside us."

Buku ini begitu lua
...more
Stebby Julionatan
Feb 10, 2013 rated it it was amazing
masih belum bisa berkata apa-apa. ini amazing!


Rasanya aku tidak bisa menulis review buku ini tanpa pembanding, tanpa membanding-bandingkan buku ini dengan buku lain yang senafas yang juga terbit di akhir tahun 2012 lalu, Amba.

Sama-sama bercerita soal eksil, sama-sama bersetting tentang pergolakan Indonesia di tahun ’65, sama-sama banyak menggunakan istilah wayang (kelindan para tokohnya dengan tokoh pewayangan), sama-sama catatan sejarah, sama-sama menggunakan banyak referensi, sama penulis seni
...more
lita
Dec 12, 2012 rated it really liked it
Shelves: novel-indonesia
I moved this review to my blog
Zulfy Rahendra
Feb 04, 2013 rated it it was amazing
Pulang. Satu kata yang paling ditunggu banget sama anak rantau kayak saya. Ketika masih jaman kuliah (dimana libur lumayan panjang cuma terjadi 6 bulan sekali), pulang adalah sesuatu yang amat berharga, amat ditunggu, dan amat bikin frustasi karena 48 jam sebelum hari pulang rasanya bagaikan sepuluh tahun cahaya *lebay lebay!*. Pulang memberi saya rumah. Tempat dimana saya tau bahwa saya disayangi tanpa alasan, diperhatikan tanpa pengharapan balasan. Rumah adalah kotak penyimpanan ribuan kenanga ...more
Nilam Suri
Dec 16, 2013 rated it really liked it
First, this book is about something historic.
Second, major part in this book is dominate by romance.
Hence, historical-romance.

Sebenarnya sejak buku kuning ini pertama kali keluar saya sudah ingin membacanya, malahan ada saat dimana saya benar-benar tak sabar membacanya. Seorang teman malah menjanjikannya sebagai hadiah ulangtahun saya tahun lalu (btw, ulangtahun saya sebentar lagi lho :)) ) tapi due to the mixed review about this book, keinginan saya pun surut. I know, I know, seharusnya saya ng
...more
Tjahja Junindra
Jan 23, 2013 rated it really liked it
Tiba-tiba saja siang tadi, Yu Leila, pengarang novel ini, posting di FB saya bahwa dia senang saya masih kebagian buku yang sold out laris manis itu, dan bahwa dia menunggu komentar saya atas karyanya. Tentu saja saya merasa tersanjung. Tempo hari dia tertawa, ketika saya bilang : semua tokoh di Nadira, kepala batu. Saya tidak mengenal Yu Leila pribadi, saya cuma pernah bilang kepadanya, bahwa saya adalah penggemar lama, sejak 1981-an dulu ketika dia membikin cerpen Karateka Perempuan di Kawanku ...more
Dinur Aisha
Baca buku ini bikin saya ingat Pak Sarmadji yg dulu saya pernah nonton profilnya, salah satu eksil politik yg tinggal di Belanda, sejak puluhan tahun lalu hingga sekarang beliau ngumpulin ribuan buku bertema 1965 yg beliau sebut sebagai monumen untuk mereka yang dirampas paspornya dan meninggal di luar negeri.

Perjalanan hidup yg orang-orang seperti Pak Sarmadji lalui sama sekali nggak akan bisa ditemukan di buku pelajaran mana pun, and that's what i despise most of learning history at school. We
...more
Aditya Hadi
Jan 07, 2013 rated it really liked it
Perjalanan hidup tahanan politik eks gejolak G30S 1965, yang ternyata harus menurun juga ke anak-cucu mereka. Ada yang terus menunduk dengan terus menutup-nutupi nama keluarganya, ada juga yang keras dan terus melawan Malpraktik Sejarah berdarah tersebut.

Perjalanan cinta dan idealisme yang dikemas dengan jenaka, namun tetap penuh inspirasi.

Pertanyaan besar : "Inginkah kita Pulang?"

============================================

Ada beberapa tempat menarik yang disebutkan di buku ini,


Toko Buku Shakes
...more
Maddie
Oct 15, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesia
I began reading Pulang/Home (English translation) after hearing Leila Chudori speak at my university a couple of weeks ago. Other than this book, I have never read any other Indonesian literature and thought Pulang sounded like an interesting place to start - and it was. I have limited knowledge about Indonesia's political history but Leila Chudori covered the historical side well. It was shocking to learn what happened in 1965 and the years that followed. However, the book is not entirely about ...more
Ardita
Dec 24, 2012 rated it really liked it
This book had me at, "Un tres bon plat, Ayah." It was a sentence that lift the whole thing, summarized details that followed later into the book.

I haven't read good story in Bahasa Indonesia for quite a while. I'd like to say "Pulang" shed a light on many things. It's a new hybrid of a genre that comes with a bibliography (which means: pretty thorough research). The characters study, the plot, the sub-plot, the atmosphere building, and the intimacy were just the right dose. For me, at least. It
...more
Ronald Morton
My roots were in a foreign land. I was born in France, a country with a beautiful body and fragrant scent. But, according to my father, my blood came from another country one far distant from the European land mass, a place that gave the world the scent of cloves and wasted sadness; a land of fecundity, rich with plants of myriad colors, shapes, and faiths, yet one that could crush its own citizens merely because of a difference in opinion.
I love being able to add new shelves for my books on GR
...more
AA. Muizz
Nov 04, 2015 rated it it was amazing
Keren banget! Dari gaya penceritaannya, dari kisahnya, dari apa yang ingin disampaikan, dari nama-nama dan karakter tokohnya. Semua keren menurut saya.
Arien
Feb 06, 2013 rated it it was amazing
I will be very honest here: Saya belum pernah membaca novel yang sarat nuansa politik dan nasionalisme seperti Pulang. Bahkan ketika saya mengambilnya dari rak di toko buku beberapa hari yang lalu pun saya sempat ragu, apakah saya akan menyukai tema buku ini? Apakah saya akan sanggup membaca novel sepanjang hampir 500 halaman, yang isinya hampir melulu tentang politik? I'm the least political person you'll ever know, apalagi, era politik yang diangkat di sini adalah era yang tidak pernah saya je ...more
Calzean
This book looks at the impact on those considered to be enemies of the State as part of Sukarno's crackdown in 1965. The book then follows a small group of Indonesians and their families who find themselves unable to return to their country and are stuck in Paris. The book then moves to the end of the General Suharto era in 1998. Their is some coverage of the tortures, deaths and imprisonment that occurred under Suharto but this was often shadowed by various diversions.
I don't know whether the i
...more
Glenn Ardi
Dec 18, 2012 rated it really liked it
Terbitnya karya terbaru Leila S.Chudori ini langsung menyita perhatian saya di tengah kesibukan aktivitas, mungkin karena saya memang penggemar tulisannya, atau mungkin karena kehadiran novel ini saya ketahui langsung dari mbak Leila sendiri sekitar sebulan sebelum peluncurannya.

Ekspektasi besar saya terhadap buku ini ternyata tidak salah, novel ini bukan saja hanya menarik karena berlatar belakang serangkaian peristiwa sejarah bangsa ini yang paling gelap dan kelam - tetapi novel ini juga memil
...more
Oni
Jan 01, 2016 rated it really liked it
Saya termasuk yang agak terlambat mengetahui dan membaca novel ini. Baru setelah bertemu dengan John McGlynn, penerjemah novel ini ke dalam bahasa Inggris, saya cukup yakin bahwa novel ini cukup layak untuk saya sentuh. Dan ternyata memang tidak salah. Novel ini akan menjadi salah satu pilar bagi sastra Indonesia.

Kiranya banyak yang sudah tahu bahwa novel ini berpusar pada pengalaman eksil 1965 di Paris yang menjadi korban sejarah. Leila cukup sukses menggali kesaksian dan kepedihan mereka untuk
...more
Tirta
Mar 12, 2013 rated it really liked it
Seru dan menyentuh sekali.
Cerita berkisar tentang kehidupan Dimas Suryo, seorang eksil politik yang selamat dari peristiwa pembersihan orang-orang 'golongan kiri' tahun 1965 dan kini tinggal di Paris. Padahal Dimas sendiri sebenarnya tidak memihak. Hanya saja hidupnya dan kerjanya di kantor berita Harian Nusantara memang membuatnya dikelilingi oleh orang-orang yang dekat dengan golongan itu.

Hidup bertahun-tahun di Paris dengan beberapa teman hingga akhirnya membangun sebuah keluarga sendiri, Dim
...more
Anisa
Oke ini pertama kalinya saya mencoba untuk menulis review (dan ditengah minggu ujian -_-). Maaf kalo review ini sangat tidak beraturan :D

Novel ini sebenarnya dibeli karena saya orangnya mainstream, banyak orang yang bilang bagus pasti langsung dibeli *hahaha lame*. Selain itu juga karena novel ini masuk dalam edisi perdana litbox yang tidak sempat saya beli dan akhirnya menyesal TT. Sempat terjadi keragu-raguan untuk membeli buku ini karena sempat terjadi "kehebohan" yang terjadi. Tema yang dian
...more
Larasestu Hadisumarinda
Mar 30, 2015 rated it it was amazing
Shelves: hadiah, 2015
Terima kasih Kak Ki, hadiahnya.

Saya merasa membaca buku ini di waktu & tempat yang tepat. Di mana saya sedang "pulang" dan mengulur waktu. Yogyakarta adalah rumah yang selalu saya rindukan sementara Jakarta adalah perantauan, tempat saya mengadu nasib dan lain-lain dan lain-lain, tapi pelukannya tidak sehangat rumah saya di mana terlalu sering saya bertolak ke sana sampai orang bertanya "kenapa?"

Home is where the heart is, yes?

Buku ini indah sekali. Kisah percintaannya seksi. Dramanya mengag
...more
Nabila Budayana
Dec 24, 2012 rated it really liked it
Ini buku ketiga Leila S Chudori yang saya baca. Setelah "9 dari Nadira" dan "Malam Terakhir", "Pulang" terasa berbeda. Nuansa historis begitu kental. Sepenggal kejadian historis Prancis dan sisanya nuansa sejarah Indonesia, diramu menjadi setting yang merasuk pada karakter dan plot. Tentunya penggunaan latar belakang sejarah dapat membosankan jika penulis tak pintar-pintar mengawinkannya dengan elemen imajinatif yang ditampilkan. Namun penulis mampu melakukannya dengan baik. Semestinya saya mamp ...more
Aqessa Aninda
Dec 31, 2014 rated it really liked it
Nama Leila. S. Chudori memang tidak asing lagi di dunia sastra Indonesia. Sebagai anak guru Bahasa Indonesia, tentunya nama beliau tidak asing di 'rumah' saya. Tetapi novel Pulang adalah novel Leila. S. Chudori yang pertama saya baca, dan saya langsung jatuh cinta dengan cara beliau menulis. Bahasanya lugas, tapi tidak terlalu gamblang, masih menggunakan bahasa indonesia yang sangat baik.

Pulang mengisahkan tentang dua generasi yang menjadi saksi kemelut politik Indonesia. Dimas Suryo, seorang e
...more
Ardhi
Dec 26, 2012 rated it really liked it
Pertama kali saya mengenal Leila S Chudori adalah dari tulisan-tulisannya, dan terutama resensi-resensi filmnya, di majalah Tempo. Dari kualitas tulisannya saja, saya sudah memprediksi buku ini akan menjadi salah satu literatur fiksi Indonesia terbaik yang saya baca tahun ini. Sebuah bacaan yang menjadi alternatif bacaan metropop yang seringkali, maaf, dangkal, dan sayangnya menjamur di toko buku.

Prediksi saya benar. Begitu banyak bahasa yang indah dan puitis dicabut dari sana-sini, berbagai mac
...more
Ratih Rimayanti
Feb 24, 2014 rated it it was amazing
Bagus dan brilian. Pintar dan cerdas. Kompleks dan lengkap. Ibarat pesta makan, buku ini seperti buffet feast Eropa sekaligus lesehan Sunda atau angkringan Jogja. Kalau makanan, ibarat hasil karya terbaik invention test dan siganture dish terbaik di kompetisi masterchef. Semisal hidangan penutup, seperti keik buah dengan raspberry dari Rusia, mangga dari Thailand, irisan kulit jeruk itali, anggur dari Perancis, dan lemon dari Cina. Belum lagi diberi es krim dari susu Australia dengan rasa vanill ...more
Lucky
Mar 19, 2015 rated it really liked it
Setelah menyelesaikan novel ini, saya pikir pujian Ignas Kleden hingga Goenawan Mohamad juga SGA tidaklah berlebihan. Pulang mengajak pembacanya meredefinisi kata itu sendiri. Bukankah kita tidak pernah benar-benar tahu kita di mana kita (seharusnya) lahir, tumbuh, bahkan mengakar, dan berpulang? Semuanya berdasarkan pada pilihan. Bahkan untuk tidak memilihpun adalah suatu pilihan, dan tak bisa tanpa konsekuensi.

Bentuk yang fragmentatif tidak lantas melelahkan pembaca. Pembaca seakan tidak sekad
...more
Bang Akbar
Jan 12, 2013 rated it it was amazing
"Buku yang bagus selalu meninggalkan impuls berbagai rasa ketika selesai membacanya"

Kalimat itu yang lama saya percayai, dan lama sudah rasa itu tidak pernah hadir ketika saya membaca berbagai buku akhir-akhir ini. Eh tunggu, apa mungkin saya memiliki tumpukan buku manajemen pada book-shelves saya di goodreads ini? Entahlah...

Yang jelas, beberapa tahun terakhir ini saya sangat selektif membaca (dan membeli) buku-buku ber jenre fiksi.

Saya bertekad ketika mulai membaca buku ini, tidak akan laru
...more
Lenah
Dec 24, 2012 rated it really liked it
Shelves: indonesian
Menikmati novel ini: menarik dan mudah dibaca. Tapi kesal dengan tidak kekonsistenan dalam editing. Kadang belleville ditulis bellevile atau malah bellevue dan karakter kadang ber-tutoyer ketika seharusnya vousvoyer atau sebaliknya, juga banyak pengejaan lain yang salah yang sebetulnya mudah diperbaiki kalau ada pengeditan yang baik. Selain itu penggambaran Paris oleh tokoh Dimas dan Lintang tampak seperti penggambaran Paris oleh turis bukan dari kacamata orang Paris yang sudah hidup di kota itu ...more
Deni Aria
Jul 16, 2015 rated it it was amazing
Sebuah buku mampu membuat saya menangis, tak banyak buku yang mampu menggugah perasaan sedih dan hormat, buku "Pulang" salah satu buku yang telah membuat hati bergetar dan mampu menumpahkan airmata ku, airmata yang hanyut dalam cerita yang disajikan dan airmata bahagia bisa membaca buku ini yang dituliskan begitu indah mempesona....excellent!
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
Casting buat "Pulang" the Movie 5 83 Jan 27, 2015 05:21PM  
Goodreads Indonesia: Bedah Buku @ KFC Coffee bersama Leila S Chudori 1 27 Jan 07, 2013 06:33PM  
  • Amba
  • Entrok
  • Tanah Tabu
  • Lalita
  • Gadis Kretek
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • Child of All Nations
  • Burung-Burung Manyar
  • Kitab Omong Kosong
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
760524
Leila Salikha Chudori adalah penulis Indonesia yang menghasilkan berbagai karya cerita pendek, novel, dan skenario drama televisi.Leila S. Chudori bercerita tentang kejujuran, keyakinan, dan tekad, prinsip dan pengorbanan. Mendapat pengaruh dari bacaan-bacaan dari buku-buku yang disebutnya dalam cerpen-cerpennya yang kita ketahui dari riwayat hidupnya ialah Franz Kafka, pengarang Jerman yang mempe ...more
More about Leila S. Chudori...

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Aku tak ingin berakhir seperti mereka, saling mencintai. Lantas kehilangan dan kini mereka hanya mengenang dan merenung dari jauh.” 66 likes
“Jangan sekali-kali meminta maaf untuk mempertahankan prinsip!” 56 likes
More quotes…