Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Aku Ini Binatang Jalang” as Want to Read:
Aku Ini Binatang Jalang
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Aku Ini Binatang Jalang

4.13  ·  Rating details ·  3,003 ratings  ·  199 reviews
Koleksi Sajak 1942-1949

Selama ini kita tidak bisa menemukan sajak-sajak Chairil Anwar dalam satu buku. sebagian kita temukan dalam Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus, sedangkan sebagian lagi kita jumpai dalam Tiga Menguak Takdir dan Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45. Akan tetapi, sajak-sajak yang terdapat dalam pelbagai buku itu sekarang di
...more
Hardcover
Published May 25th 2012 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1986)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.13  · 
Rating details
 ·  3,003 ratings  ·  199 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Aku Ini Binatang Jalang
Johan Radzi
Jan 07, 2013 rated it really liked it
Saya boleh kata Chairil Anwar adalah salah seorang penyajak yang saya kagumi disamping beberapa penyair-penulis lain seperti Pak Samad, Faisal Tehrani, dan juga W.S. Rendra. Tetapi Chairil lebih menyengat berbanding Pak Samad dan F.Tehrani yang lebih suka berlembut dan mengajuk, malah puisi-puisi Chairil tajam dan keras, sepersis sebuah pedang yang menusuk jantung kita sebagai pembaca.

Beberapa sajak yang menggugah rasa. Masjid. Doa. Aku. Krawang-Bekasi. Sia-sia. Persetujuan dengan Bung Karno. Ke
...more
Irwan
Jan 21, 2013 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: 2013, finished, favorites
Bertahun berlalu sudah
Sejak usai bangku sekolah
Tinggal terbayang kau itu binatang jalang
Terbuang meradang menyair-bangkang

Kini mata kanakku telah terberai
Nyatalah kau seorang perajin piawai
Kekatamu menendang membuai
Padamu sejuta tabikku terjuntai
Nabilah Firdaus
Honestly, I dont know how to review poems. Especially from a legend.

In need to re-read.
Nozqa
Aug 01, 2007 rated it it was amazing  ·  review of another edition
ini buku literatur sastra Indonesia terbaik kalau hendak menulis puisi. membacanya saya jadi teringat dialog Nini (nama panggilan Chairil) dengan Gajah (nama panggilan Chairil untuk Hapsah, istrinya), begini:
"Gajah, kalau umurku panjang, aku akan jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.
"Ah, kalau umurmu panjang, kamu bakal masuk penjara," jawab istrinya.
"Tapi kalau umurku ditakdirkan pendek, anak-anak sekolah akan berziarah ke kuburku menabur bunga," demikian kata Chairil.
dan sesungguh
...more
Zaenul
Dec 31, 2008 rated it really liked it  ·  review of another edition
Seperti nasihat Umar Bin Khattab r.a. di zaman Sahabat, "Ajarilah anak-anakmu sastra, agar anak penakut jadi pemberani". Mengagumkan, Chairil sangat ahli dalam memilih dan mengatur ritme setiap kata. Dirangkai jadi tema yang mengalir deras, mengayun, bergelombang dan gempita. Dan dia memang akan terus hidup, seperti karyanya "Aku ingin hidup seribut tahun lagi".
Manik Sukoco
Dec 28, 2015 rated it really liked it  ·  review of another edition
Chairil Anwar was an Indonesian poet and member of the "1945 generation" of writers. He is estimated to have written 96 works, including 70 individual poems.
After publishing his first poem in 1942, Anwar continued to write. However, his poems were at times censored by the Japanese, then occupying Indonesia. Living rebelliously, Anwar wrote extensively, often about death. He died in Jakarta of an unknown illness.
His work dealt with various themes, including death, individualism, and existentialis
...more
Yuyu Yusof
Aug 04, 2015 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Disebalik kisah hidup Chairil Anwar yang singkat dan berliku, puisinya ternyata sangat menusuk dan mendalam. Ada yang kelam dan ada yang membara. Tidak hairanlah kenapa puisinya diterjemah dalam pelbagai bahasa. Lagenda.
Biondy
Aug 16, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
Akhirnya yah, saya baca juga kumpulan sajaknya Chairil Anwar. Sudah mendengar dan membaca beberapa puisi karya penyair Angkatan '45 ini sejak zaman SMP dan SMA, tapi baru hari ini saya membaca satu buku kumpulan puisinya.

Saran saya buat yang mau baca buku ini, baca dulu esei yang ditulis Sapardi Djoko Damono yang ditulis pada bagian akhir buku. Esei itu memberikan lebih banyak tinjauan pada kita akan isi puisi-puisi yang Chairil Anwar tulis.

Saya pribadi tidak terlalu sering baca puisi, jadi juju
...more
Pandasurya
Pernah jadi buku baca bareng di GRI.
Keseluruhan isi buku bisa dibaca di sini:

http://www.goodreads.com/topic/show/1...

Chairil Anwar. Apa lagi yang bisa dikatakan tentang penyair legendaris nan hebat ini?
Karya-karyanya selamanya akan abadi sepanjang masa, sepanjang sejarah, tak lekang digerus waktu.
Sosok pionir penting dalam gaya berbahasa di bentangan sejarah perpuisian di negeri ini.

Nama besarnya akan terus diingat, terus dicatat.

Nasib adalah kesunyian masing-masing.
Hidup hanya menunda kekalaha
...more
Rofal
Dec 16, 2009 rated it it was amazing  ·  review of another edition
DERAI DERAI CEMARA

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

Ga tau knp klo tau puisi ini gw jd ingat wkt ke semeru.
Ahmad
Sep 24, 2011 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: sastra, puisi
Saya berikan bintang lima bukan hanya karena kualitas karya-karya Cahiril Anwar semata, tapi karena kelengkapan buku ini memuat semua karya, juga membandingkan sejumlah sajak yang mirip tapi judulnya berbeda. Chairil Anwar tak hanya meninggalkan puisi, tapi juga sikap. Dalam buku ini semua bisa kita dapatkan lengkap. Edisi baru dilengkapi pengantar luar biasa dari Nirwan Dewanto.
Almahira
Sep 15, 2009 is currently reading it  ·  review of another edition
Aku suka yang judulnya Tak Sepadan.

Kalo soal bukunya, ga tau kenapa,jadi ngebayang2in gmn perasaan penulis waktu nulis puisi2nya. soalnya kan itu pas lagi zaman perang. Berasa menerawang jauh ke Indonesia dimasa lalu.
F. Hanim
May 22, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: tanah-seberang
Pilihan saya. Dua puisi ini; Tak Sepadan dan Sia-sia, saya kira pasti ianya terkenal di kalangan gadis-gadis. Sisi romantis (flamboyant?) Ch. Anwar.

Di Mesjid dan Doa - beautifully written. #ulangbaca
Aprijanti
Kumpulan karya CA edisi hard cover ini di urutkan bedasarkan tahun pembuatan 1942-1949, yang berisi sajak, perbandingan sajak yang mengandung kontroversi baris, serta kumpulan surat yang dikirimkan CA kepada HB Jasin. Cocok buat Koleksi.
Evan Dewangga
Melalui pengantar buku ini, saya sadar, ini saatnya membunuh Chairil Anwar. Tak usah lagi diusik oleh kisah cintanya yang selalu gagal, hidupnya yang bohemian, sakit-sakitan, dan akhirnya mati muda. Saya melihat puisinya hanya sebagai puisi, tidak mau memiskinkan pemaknaannya pada penciptanya.

Dan benar saja, sajaknya dapat lebih meresap ke benak saya, meraung-raung, merongrong, sampai menggelegar, hingga pada akhirnya menciut, menyusup, dan hilang. Hilang seperti akhirnya penerimaan Chairil yang
...more
Saad Fajrul
May 08, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Tentu saja buku ini bagus. Upaya yang hebat untuk mengabadikan puisi Chairil Anwar. Saya pikir sebaiknya buku ini dimiliki dan dikoleksi bersama buku - buku puisi lainnya.
Ahmad Abdul Rahim
Biasa-biasa saja: terdapat beberapa lintasan kepenyajakan yang indah - sebentar sahaja kemudian sirna. Adakah aku tidak memahami Chairil atau Chairil memang bukan menulis untuk aku?
Marina
** Books 39 - 2018 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2018

3,4 dari 5 bintang!


Kalau dibandingkan sama karya eyang Sapardi jujur kalau saya lebih suka sama karya Chairil Anwar yang lebih banyak menitikberatkan perjuangan kemerdekaan Indonesia di masa itu. Puisinya lebih menggugah semangat!

Apalagi ketika membaca sajak tentang aku, doa, karawang-Bekasi yang amat sangat familiar dan sering ditemukan di dalam buku bahasa Indonesia hahhaa..

Satu sisi saya juga tidak menyangka puis
...more
Langit Merah
May 10, 2013 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: favorites, poetry
Pertama kali mengenal Chairil Anwar dari buku cetak Bahasa Indonesia yang tak pernah bosan menampilkan puisi Diponegoro. Pertamanya sih menganggap biasa saja, tetapi setelah memperhatikan, gaya berpuisi Chairil Anwar... berbeda - mampu mempengaruhi saya.

Beliau adalah penyair sejati - setiap syair yang ditulisnya, cantik. Apapun topiknya, saya suka - mulai dari romance sampai politik.

Sayangnya, Beliau tidak diberi waktu lama. Padahal, saya pengen baca lagi dan lagi puisi milik Beliau.

Ya... sudah
...more
Iqraman Tirana
Uh! jerih payah itu
kugigit jadi koyak lesu
angannya sudah membiru
buat darahku menjalar laju


disini kita bertemu
dari tetesan darah hempedu
urat tanganku terus meluru
membuas menuju kenaf's-mu


sepi diam tidak menyala
di-penghujung mulai kurasa
hanya suara tiada menerpa
kujatuh rebah ku-pohon doa


kepadamu jua aku meminta
yang maha-indah yang maha kuasa
tiada lagi yang mencipta
selain tuhanku yang maha esa
A. Muziru Idham
Aug 15, 2011 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Karya-karyanya malas segar dan penuh berideologi dengan suara-suara reformasi. Sememangnya suara Chairil Anwar penuh dengan bisa yang dapat membangkitkan semangat jelata. Dunia kesusasteraan tempatan memerlukan sasterawan sebegini untuk melonjakkan nasionalisme dan menjadikan dunia kesusasteraan mendapat tempat di hati masyarakat.
Dewi Wardani
Apr 03, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
It was a words of angry from a son to the father who was abandoned him.. eventh people say it's epic poem. Unbelievable and impressive in the same time, angry could became a legacy..
Encik Psychopath
Mar 17, 2013 rated it liked it
Suka beberapa sajaknya. Perlu dibaca berulang-ulang untuk lebih penghayatan.

Sukar dihadam bagi yang tidak biasa dengan karya Indonesia.

shabrina fadhilah
May 23, 2011 rated it really liked it  ·  review of another edition
berhubung saya suka membaca puisi, ntahlah, menurut saya chairil anwar romantis, hhhihi
mahatmanto
Jul 25, 2007 rated it really liked it  ·  review of another edition
iya,
ini kumpulan dari puisi-puisi yang semula berserak di beberapa tempat. saya membeli buku ini juga karena sudah berupa himpunan ini. demi dokumentasi laa..
he..he..
Ahmad Arba'in Ali
Apr 16, 2015 rated it really liked it  ·  review of another edition
Sebuah buku puisi yang sarat dengan ruh lara hayatnya seorang penyair.
Solehal Wani
Feb 15, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Chairil Anwar (1922-1949) is one outstanding poet of all time, who is the right figure to mirror and to define phrase "Bagimu Negeri". At some point, I do not think that anyone does better to make the nation earn freedom through literature as hard as what he did at his era. His soul and mind were always dived deep in the ocean of literature. He even forgot to take care of him self as he cared very much for literature. He died in 28 April 1949 at the age of 26 and this death day was marked as Nat ...more
Fikri
Jun 11, 2019 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Sebelumnya membaca buku, aku sempat membaca karya Chairil Anwar dengan judul Deru campur Debu. Harus akui dengan jujur, pembacaan dalam karya tersebut tidak menghasilkan sebuah ketertarikan yang begitu mendalam terhadap sosok penyair yang diidentikkan dengan gaya hidup yang terkenal dengan bohemian.
Melalui buku ini, ketidakpedulianku terhadap sosok Chairil Anwar mulai terkikis secara perlahan. Aku mencoba merubah gaya membaca terhadap puisi-puisi Chairil Anwar yang dikenal sukar untuk dipahami.
...more
Oldina Hutauruk
May 26, 2019 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: puisi-poem
Apakah kalian juga penikmat sajak atau puisi? Siapa penyair yang karyanya sukar untuk dilupakan versimu?⁣⁣
⁣⁣
Judul : Aku Ini Binatang Jalang - Kumpulan Puisi ⁣⁣
Penulis : Chairil Anwar⁣⁣
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama⁣⁣
⁣⁣
Bagiku sendiri sajak atau puisi Chairil Anwar sangat memiliki arti tersendiri. Dan mungkin beberapa karyanya kerap kita jumpai di soal-soal ujian atau bahkan kerap di jadikan sebagai motivasi. ⁣⁣
⁣⁣
Dalam buku ini, aku menemukan ilmu lebih dan beberapa hal baru mengenai sajak atau
...more
Andita Yolaviani
Akhirnya, bisa membaca kumpulan sajak beliau.
Aku ini Binatang Jalang karya Chairil Anwar ini memang sebuah mahakarya dari seorang pelopor angkatan 45. Rasanya terlalu sedih mengingat beliau telah pergi di usia yang masih muda. Dan sangat takjub mengingat diusia mudanya telah menghasilkan berbagai karya yang sangat melegenda. Setiap sajak atau puisinya ini harus aku baca berulang kali agar aku bisa lebih menangkap maksut yang ingin disampaikan Chairil.

Setelah membaca buku ini, jadi sadar bahwa ka
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
memuja dia 2 41 Jun 25, 2012 06:21PM  

Readers also enjoyed

  • Catatan Seorang Demonstran
  • Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup Dan Karya Penyair Chairil Anwar
  • Hujan Bulan Juni
  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puisi: Sehimpun Puisi Pilihan
  • Pulang
  • Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
  • Bumi Manusia
  • Hujan Bulan Juni
  • Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
  • Perjamuan Khong Guan
  • Man Tiger
  • Ayat-Ayat Api: Kumpulan Sajak
  • Cinta yang Marah
  • Jejak Langkah
  • Bukan Pasar Malam
See similar books…
267 followers
Chairil Anwar was one of the famed figures of the “1945 Generation,” that group of luminaries who brought heat and light to Indonesian literature in the formative years of the new nation.

Through his poetry, Chairil Anwar succeeded in infusing Indonesian verse with a new spirit and bringing a new enthusiasm to Indonesia’s cultural arena. He also provided friends and acquaintances with never-ending
...more

News & Interviews

The prolific and beloved author John Grisham, known for his courtroom thrillers, is back this month with a new pageturner, A Time for Mercy,...
27 likes · 1 comments
“Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak

Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu.”
27 likes
“Yang terampas dan yang putus...
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
Malam tambah merasuk, rimbajadi semati tugu.
....”
3 likes
More quotes…