Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba” as Want to Read:
Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba

4.2  ·  Rating details ·  651 Ratings  ·  94 Reviews
“Membaca tulisan Butet saya merasa menjadi Orang Rimba. Sungguh, saya merasa tercerahkan. Selamat atas tulisan ini. Semoga Orang Rimba dan lingkungannya menjadi lebih baik lagi. Amin” (Iwan Fals, musisi)

“Saya jadi ingat orang Baduy, Banten Selatan, yang tidak butuh sekolah. Kata mereka, mendingan bodoh daripada pintar buat minterin orang lain. Bagi saya, buku ini merupakan
...more
Paperback, 1st, 250 pages
Published June 2007 by INSISTPress
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Sokola Rimba, please sign up.

Be the first to ask a question about Sokola Rimba

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
ijul (yuliyono)
May 15, 2010 rated it really liked it
Recommends it for: everybody
Shelves: buku-non-fiksi
---belajar itu penting

Membaca judulnya saja, aku langsung terinspirasi. Meskipun bernuansa lokal (bahasa, dialek) namun karena kesamaan bunyi dengan kata sekolah dalam Bahasa Indonesia, kupikir semua yang melihat buku ini pasti sudah dapat menebak garis besar isi buku ini dengan hanya membaca judulnya, Sokola Rimba. Daya pikat kata sekolah itu kemudian berkolaborasi menakjubkan dengan kata rimba, yang sekali lagi, siapapun bakal dengan mudah menampilkan imajinasi akan keasrian pepohonan hijau ya
...more
e.c.h.a
Do what you love and love what you do.

Saya melihat semangat itu dari seorang Butet, melakukan sesuatu yang sangat Ia cintai dan mencintai apa yang sedang Ia kerjakan.

Pembelajaran itu sebuah proses, dari tidak tahu mejadi mahir. Setiap orang, siapapun dia, akan selalu mendapat pelajaran dari orang lain disadari atau tidak.

Karena hidup itu sendiri adalah belajar.
miaaa
May 09, 2010 rated it really liked it
Recommended to miaaa by: Goodreads Indonesia
Let's learn, and then we can teach;
Let's change, and then we can change the world;
Let's acknowledge the needs, and then we can help.

***

Untuk mengajar kita perlu belajar,
Untuk mengubah dunia kita perlu berubah lebih dulu,
Untuk menolong, mari pahami dulu apa kebutuhan mereka.
Harun Harahap
May 10, 2010 rated it really liked it
Izinkan saya terlebih dahulu menceritakan pertemuan pertama saya dengan GoodReads dan GoodReads Indonesia (GRI):

Saya pertama kali berkenalan dengan GRI sekitar bulan Maret 2009. Bosan dengan Facebook ditambah lagi ada beberapa stalker yang menyebabkan saya menutup akun Facebook saya tersebut. Saya mulai bertanya dengan teman sekitar adakah sebuah website yang khusus berisikan resensi berbagai buku. Ismi, teman saya akhirnya memberikan alamat GoodReads, saya langsung jatuh cinta pada pertemuan pe
...more
Roos
Sep 03, 2007 rated it it was amazing
Recommends it for: Life Fighter's Friends
MUST READ BOOK!!!
What I learned from this book : VERY.....VERY MUCH AND MUCH MORE.

Buku ini benar-benar menunjukkan apa yang dinamakan CINTA yang SUNGGUH-SUNGGUH MENCINTAI ( Bukan Cinta Mati Lho...)
Disini ditunjukkan bagaimana seorang Butet mencintai dunia kecilnya di Rimba, dari pengenalan, penjajagan, hingga pendalaman kharakter masing-masing bahkan sampai bingung mana yang orang Rimba yang asli....
Proses 'Take and Give'nya benar-benar terasa.....Bagaimana perasaan Butet dari kesusahannya, perj
...more
nat
Mar 30, 2010 rated it really liked it
Shelves: true-story
Saat mendengarkan kata ‘sekolah’ terucap, apakah yang terbayangkan di benakmu ? Apakah itu sebuah gedung dengan ruangan-ruangan kelas ? Ataukah buku, kapur, pensil, dan peralatan tulis lainnya ? Apakah terbayang di benakmu guru-guru yang memakai seragam rapi ? Atau jam-jam pelajaran yang padat dengan sedikitnya waktu istirahat untuk bercengkarama dengan para sahabat ?

Sokola Rimba adalah sebuah sekolah yang jauh sekali dari semua bayangan itu. Butet Manurung, salah seorang pelopor Sokola Rimba di
...more
Indri Juwono
Mar 04, 2010 rated it it was amazing
Shelves: places, feature
#2010-41#

"Pasal 31 (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan."

Sebenarnya, aku lupa dengan isi pasal-pasal UUD 45 yang terakhir kubaca sewaktu SMA. Dan seiring dengan perkembangan politik di negeri ini yang semakin cepat pergerakannya, membuat aku memilih untuk melewatkan apa yang terjadi dalam tata kenegaraan. Ketika meng-goggling kata-kata di atas, ternyata banyak pasal-pasal UUD 45 yang sudah banyak berubah redaksionalnya karena di-amandemen beberapa tahun yang lalu.

Ternyata hal-hal d
...more
Pera
Sep 04, 2007 rated it it was amazing
Recommends it for: aktivis, pendidik
Shelves: pendidikan, indonesia
Membaca buku ini benar-benar berkesan.
Menurutku Butet mengisahkannya dengan penuh cinta.
Butet menyuguhkan kehidupan Rimba bukanlah sebuah dunia yang tidak nyaman tapi INDAH.
Indah karena kesederhanaanya, keluguannya, struktur masyarakatnya, keteguhannya dengan adat dan rimbanya.
Yang sangat menarik soal budaya orang rimba adalah sistem matrilinear yang dianutnya.
Laki-laki sebelum menikah di magangkan dulu di rumah calon mertuanya, bekerja, berburu dll. Setelah 3 bulan, jika calon mertua tidak
...more
Sharulnizam Mohamed Yusof
Pengalaman Butet sangat mahal, malah sangat berharga untuk memori hidup. Kisah kembara hidup selama 13 tahun di Bukit Dua Belas banyak mencetus daya fikir.

Butet bukan hanya sekadar berkongsi rutin kehidupan seorang pendidik di hutan, bukan hanya berkisah hal anak-anak rimba yang lucu, atau tentangan orang rimba terhadap pendidikan. Lebih dari itu, Butet mengajak kita berfikir dan membuang stereotype yang sudah lama bersarang dalam fikiran manusia kota terhadap orang rimba.

Bercawat itu ketinggala
...more
Sweetdhee
May 09, 2010 rated it really liked it
Membaca Sokola Rimba, membuat saya mengingat kejadian bbrp tahun lalu.

Waktu saya masih bekerja di kantor pertama saya setelah lulus kuliah. Di sebuah perusahaan elektronik di Cibitung. Waktu itu saya dan teman saya, Rima, harus berjalan ke arah gudang chemical sehingga mendapatkan data aktual stok. Untuk menuju gudang tersebut, dari kantor depan, kami memilih melewati bbrp production line dibandingkan melewati jalan antar gedung yang jelas akan merasakan panas matahari yang menyengat.

Entah bag
...more
Usiefauzia
Mar 12, 2013 rated it really liked it
Dia perempuan, dia pernah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri di Bandung, dia pun seorang pecinta alam. Keadaannya sama seperti saya sekarang. Bedanya, menurut saya, beruntunglah dia karena telah terbuka pikirannya dan mengaplikasikan segala pengalaman hidupnya baik dalam pendidikan dan kepecintaalaman yang telah ditempuhnya. Sokola Rimba rintisannya adalah buktinya. Aplikasi nyata generasi muda di tengah jaman modern yang penuh dengan orang yang berteori dan nol dalam perbuatan.
Bahasa
...more
Norma
Apr 13, 2008 rated it liked it
kagum sekaligus iri dengan rasa sosial dan pengabdian Butet manurung terhadap anak bangsa. Mempertanyakan pada diri kita sendiri "sudah bermanfaatkah saya bagi orang lain?", "seberapa besar manfaat saya bagi orang lain?"
Aliftya Amarilisyariningtyas
Nov 28, 2014 rated it really liked it
“Benarkah konvervasi hutan adalah satu-satunya jawaban? Bahwa kalau ada hutan, pasti Orang Rimba hidup bahagia? Hutan thok… tanpa perlu meningkatkan kapasitas mereka?”–halaman 179.


Ya, buku ini memang bercerita mengenai kehidupan Orang Rimba. Hmmm… lebih tepatnya adalah catatan seorang Butet saat mencoba mendekati Orang Rimba untuk mengenal pendidikan. Jika dibilang menginspirasi menurut saya bisa ya, bisa juga tidak. Namun, yang jelas adalah bahwa buku ini menggambarkan realitas tentang masyarak
...more
Stebby Julionatan
Aug 07, 2011 rated it it was amazing
Shelves: wish-list
SOKOLA RIMBA, SEBUAH PANGGILAN JIWA BUTET MANURUNG

(resensi ini dimuat di majalan Link Go edisi 2 tahun 2014)

Tak seperti filmnya, di buku ini kita tidak disuguhi sinematografi-sinematografi yang menawan khas pedalaman rimba Bukit Duabelas. Kita juga tidak disuguhi sebuah adegan memukau sebagaimana Prisia Nasution (pemeran Butet Manurung, red.) mempertahankan semangat belajar Nyungsong Bungo, salah seorang anak didiknya. Tapi lebih dari itu, di buku ini Anda akan menemukan catatan harian seorang a
...more
Panji Irfan
Feb 09, 2015 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Pengalaman Saur Marlina Manurung yang masyhur disapa "Butet" dalam buku ini benar-benar dahsyat. Beliau adalah seorang yang berani menempuh banyak kesulitan ketika hendak mengajarkan ilmu baca tulis dan hitung pada Anak-Anak Rimba di Jambi dengan upah dari lembaga sebesar Rp. 500.000 per bulan.
Kesulitan itu bukan hanya dipaparkan oleh alam, namun juga oleh cemoohan orang di pasar, ancaman pencuri kayu, hingga kemarahan Masyarakat Rimba karena Sokola dianggap membawa sial dengan membawa kematian.
...more
Khanifudin Efendi
Jul 20, 2009 rated it liked it
Sebuah buku yang sangat inspiring! Perjuangan Butet membuat sekolah untuk anak-anak Orang Rimba (OR) yang berasal dari catatan hariannya. Cerita sangat mengalir seolah-olah kita ikut "berkelana" di alam belantara OR.
Dengan bermodal nekad, akhirnya Butet mampu mendirikan Sokola Rimba bersama rekan2nya dengan segala perjuannya menghadapi protes baik dari OR maupun dari birokrasi setempat...

Kebetulan temanku ada yang pernah ikut mengajar di OR selama beberapa bulan, dan ternyata tak semudah yang di
...more
Arwin Purnama
Jun 03, 2008 rated it really liked it
Recommends it for: all cultural human
goodread beneran!
Dibaca beberapa kali bikin merinding...penasaran pengin ikutan terjun langsung di rimba, heee...
butuh keberanian dan keteguhan untuk bisa melakukan apa yang Butet lakukan untuk kehidupan suku-suku masyarakat adat.
Membaca buku ini membuat kita mereview kembali satu dari beragam masalah kebudayaan di Indonesia, termasuk masalah yang dialami Orang Rimba beserta keinginan mereka sebagaimana mereka adanya, tanpa dicampuri "tangan-tangan luar" yang merecoki dengan beragam iming-iming
...more
Ipung
Feb 19, 2010 rated it really liked it
Dejavu..seperti pernah membaca buku ini sebelumnya tapi saya lupa. Lagi-lagi menginspirasi, dan memberikan perenungan bahwa 25 tahun saya terlewat tanpa sesuatu yang benar-benar berguna bagi lingkungan.
Humairah
Apr 07, 2011 rated it really liked it
saya malu... karena saat ini belum bisa memberikan kontribusi bagi anak2 rimba itu.. salut dg butet
Bunga Mawar
May 09, 2010 rated it really liked it
Butet ini orangnya benar2 konyol ya? :P
*belum mampu membuat review dari sisi lain*
wulan safitri
Dec 09, 2012 rated it liked it
inspiring book :)
cinta itu tanpa syarat.
lovely-dee
Jul 31, 2007 rated it it was ok
Do you think you care? Well, here you will find a journal of a woman who cares and do something about it.
dyah
Sep 03, 2008 rated it it was amazing
Gila!!!!
hanya bener2 manusia yang mau berjuang sampae di hutan
salut deh...
nanto
Nov 21, 2008 marked it as to-read
Butet ini pernah nongkrong di kantin kan yah? Tempat member Human biasa berkongkow Ria. Wajahnya makin lekat setelah muncul di iklan layanan Kompas. betulkah?
Diyah
Jul 18, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
merasa kurang beruntung? merasa kurang motivasi?
lihat mereka yang selalu semangat meski serba terbatas dan kekurangan.
.
.
banyak hal yang diceritakan oleh Butet yang pernah saya alami, kembali membangkitkan kenangan dan euforia masuk keluar hutan di Halbar, Maluku Utara tahun 2014 lalu. memang selalu menyenangkan seperti itu. seperti itu, iya, sangat menyenangkan. ada beberapa hal juga yang akhirnya membuat saya akhirnya mengerti, akhirnya saya tahu jawabannya.
.
.
di hutan mana pun kalau mandi di su
...more
Mario Nalle
May 07, 2017 rated it did not like it
i wont read this book
RIZA SARI
May 20, 2017 rated it it was amazing
ambo alum baco buk.... b'a caro bacoe buk
Dhitri
Nov 21, 2012 rated it really liked it
Shelves: memoirs, kindle
This is a collection Butet Manurung's journal entries written during her time in the Sumatran jungle, teaching literacy to the children of the Orang Rimba. Her accounts are honest and candid--her truths were confronting, not only to herself, but also to her readers. At the same time, her wit and self-deprecating humour lent the book a certain lightness that makes every page turn a delight. I am amazed how Butet is able to be so open about her personal struggles. For instance, even though she tho ...more
Siti Maulidyawati
Oct 15, 2013 rated it it was amazing
Butet Manurung adalah seorang sarjana Antropologi Budaya Universitas Padjajaran yang sempat mengambil master di Australia. Selepas sarjana, Butet bingung akan melanjutkan langkah kaki kemana, semua berubah seketika ketika WARSI membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi fasilitator pengajar bagi orang rimba. Sangat cocok dengan kegemaran Butet yang semasa kuliahnya tergabung dalam mahasiswa pecinta alam.

Butet menceritakan secara runtut perjalanannya di Taman Nasional Bukit DuaBelas, bagaimana mula
...more
Dia Febrina
Jan 30, 2014 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Semua hal yang ada di dunia ini melibatkan perspektif. Satu titik yang sama akan dimaknai berbeda oleh dua pengamat dengan perspektif yang berbeda. Seperti apa yang di alami Orang Rimba, kelompok adat yang menjalani kehidupan di hutan Jambi.

Aneh jika ada yang bertanya mengapa memilih untuk hidup tanpa alas kaki, tanpa bangunan yang tidak berdinding, berpindah dan tidak mempunyai 'identitas kewarnegaraan'. kebanyakan orang. Tidak seorang manusia pun bisa memilih untuk dilahirkan seperti apa. Nam
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
sokola rimba 4 9 Feb 15, 2015 08:23PM  
seklah rimba 1 3 Mar 26, 2013 08:16AM  
  • Tanah Tabu
  • Selimut Debu
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
  • Manusia & Pengharapan: Segelas Beras untuk Berdua
  • Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • Sekolah itu Candu
  • Setelah Revolusi Tak Ada Lagi
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Mangan Ora Mangan Kumpul
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • Aksi Massa
  • Back "Europe" Pack: Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar
  • Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
  • Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World  (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)
  • Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun September 1948
  • Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan
747032
Butet Manurung was born in Jakarta, Indonesia in 1972. She developed a love of the outdoors while earning her degrees in anthropology and Indonesian literature from Padjajaran University, Bandung, Indonesia. In 1999, Butet joined the conservation NGO, WARSI, to lead their educational program for the Orang Rimba, (People of the Forest) indigenous to the rainforests of Jambi. Her work in the jungle ...more
More about Butet Manurung...

Share This Book

“Pendidikan bukanlah proses alienasi seseorang dari lingkungannya, atau dari potensi alamiah dan bakat bawaannya, melainkan proses pemberdayaan potensi dasar yang alamiah bawaan untuk menjadi benar-benar aktual secara positif bagi dirinya dan sesamanya.” 25 likes
“Buku ini merupakan catatan dari seorang petualang dan pengabdi lingkungan yang disajikan secara ’apa adanya’, nyata, hidup, penuh dengan pengalaman langsung tangan pertama. Lewat proses pengalaman langsung ini, Butet tidak saja berhasil mendidik Orang Rimba, tapi juga belajar dari dan diajari oleh Orang Rimba tentang cara pandang, budaya, perilaku dan kehidupan Orang Rimba dengan segala kekayaannya. Sungguh merupakan pengalaman luar biasa, yang tidak akan didapat kalau Butet tetap berada di luar komunitas Orang Rimba.

Sesungguhnya pendidikan harus dilakukan melalui dan berdasarkan budaya mereka agar mereka tidak tercabut dari alam dan budayanya. Pendidikan bukanlah proses alienasi seseorang dari lingkungannya, atau dari potensi alamiah dan bakat bawaannya, melainkan proses pemberdayaan potensi dasar yang alamiah bawaan untuk menjadi benar-benar aktual secara positif bagi dirinya dan sesamanya.

Saya sangat menghargai dengan tulus kegigihan dan kerja ’gila’ si Butet yang telah menjadi ’Orang Rimba’ tanpa harus kehilangan identitasnya sebagai orang Batak, yang melalui itu berhasil mendampingi Orang Rimba menjadi terdidik tanpa kehilangan identitasnya sebagai Orang Rimba.”
1 likes
More quotes…