Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Madilog” as Want to Read:
Madilog
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Madilog

4.19  ·  Rating Details ·  1,118 Ratings  ·  84 Reviews
Ditulis di Rajawati dekat pabrik sepatu Kalibata, Cililitan, Jakarta. Di sini saya berdiam dari 15 Juli 1942 sampai pertengahan tahun 1943. Mempelajari keadaan kota dan kampung Indonesia yang lebih dari 20 tahun ditinggalkan.

Pengantar Penulis pada halaman awal Madilog.
Paperback, 539 pages
Published 2000 by Teplok Press (first published 1946)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Sally Rosalina
Jun 20, 2011 Sally Rosalina rated it it was ok
Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika) ditulis oleh Tan Malaka yang terkenal sebagai seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin sosialis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba.

Dalam filsafat, teori materialisme menyatakan bahwa satu-satunya yang ada adalah materi, bahwa segala sesuatu terdiri dari materi dan semua fenomena (termasuk kesadaran) adalah hasil interaksi material. Dengan kata lain, materi adalah satu-satunya substansi. Untuk banyak filsuf, tidak hanya
...more
Glenn Ardi
Mungkin masih banyak diantara kita yang belum tau tentang Tan Malaka. Tan Malaka adalah orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia pad sebuah buku berjudul Naar de Republiek Indonesia pada tahun 1925. Buku inilah yang kemudian dibaca oleh Bapak Proklamator kita, Ir.Soekarno dan menjadi salah satu inspirasi bagi kaum muda yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia pada masa itu. Bagi sebagian kaum akademisi dan intelektual, Tan Malaka telah dianggap sebagai the true founding father of In ...more
Dodit
Aug 12, 2010 Dodit rated it it was amazing  ·  review of another edition
Membebaskan pikiran. ini yang kudapat dari buku ini. Sebuah manual untuk menggunakan logika berdasarkan materialisme dan dialektika. Yang menarik dari buku ini adalah penulisannya yang dibawah tanah dan bahan2 yang digunakan cukup minim untuk ukuran sebuah buku filsafat berpikir. Juga ditulis pada masa sangat dibutuhkannya sebuah buku ttg cara berpikir, ditengah masyarakat yang baru merasakah sebuah kemerdekaan. Masa penuh euforia akan kemenangan, tanpa memikirkan hendak kemana bangsa ini mau di ...more
Mujib Burahman
Nov 26, 2008 Mujib Burahman rated it it was amazing
Terlepas dari term kanan kiri depan belakang dan menilik proses penyusunan tanpa adanya referensi dan hanya mengandalkan ingatan keledai belaka, buku ini salah satu opus terbaik yg dilahirkan anak bangsa pada zamannya... merentang dan menyajikan telaahan penulis tentang masalah2 dan solusi yang dianggap suit untuk kondisi tanah air tumpah darah yang sangat dicintainya yg pada akhirnya membunuhnya. Konon term 'tanah air ku tumpah darahku' pertama kali di perkenalkan oleh beliau ...
Muhammad Gaffar
Jul 11, 2016 Muhammad Gaffar rated it really liked it
Tidak disangka di abad 20 kita memiliki tokoh seperti ini di Indonesia. Mungkin jika ditanya kepada pemuda-pemuda Indonesia zaman sekarang apakah mereka mengenal Tan Malaka, banyak yang menjawab Tidak. sungguh miris bahwa kita mulai melupakan sejarah kita sendiri.

Dalam buku ini Tan Malaka memberikan suatu bentuk pandangan atau pola pikir baru bagi masyarakat Indonesia di zaman itu. Pola Pikir itu dinamakan madilog. jika dikaitkan dengan zaman sekarang, pola pikir itu mirip dengan pola pikir ilmi
...more
Ewa
Jun 24, 2007 Ewa rated it really liked it  ·  review of another edition
written in a time of colonial oppression, this book fails to reach its best possible shape; and although not quite well-edited, this text is the most extraordinary milestone in the history of modern Indonesian thought
an
Feb 04, 2011 an rated it it was ok  ·  review of another edition
298.... keliata na pada halaman inilan sha menyerah untuk membaca na. bukan karena isi buku na tapi lebih pada alasan editorial. jika melihat bagian depan yang menuliskan nama editor, jadi berpikir... nah, tu ada kan editor na? kenapa hasil na berantakan banget gini???

kecewa? tentu. pada dasar na buku ini menarik. mengajak kita untuk kembali bersentuhan dengan logika kita. bagaimana mengambil kesimpulan dari fakta yang ada. besar ke kecil, atau kecil ke besar. benda untuk menarik kesimpulan atau
...more
Rifky Ferdiansyah
Sep 27, 2011 Rifky Ferdiansyah rated it it was amazing
Buku ini adalah sebuah "Masterpiece" seorang Tan Malaka. Macan Pemikiran yang terlahir dari Pandan Gadang ini membuktikan bahwa seorang anak dusun pun mampu menjelajahi dunia fana ini dalam artian sebenarnya, lewat perjalanan fisik maupun lewat pemikirannya yang liar dan out of the box. Kampung halamannya yang berdekatan dengan rumah kelahiran saya membuat saya sangat mengerti bagaimana keadaan latar belakangnya Tan dalam konteks sosial budaya kehidupannya meski dalam ruang waktu yang agak sedik ...more
Tuhe Rofiah
Aug 27, 2016 Tuhe Rofiah rated it really liked it
Materialisme, Dialektika dan Logika :)
Nadya Amidala
Mar 30, 2010 Nadya Amidala rated it it was amazing
Madilog merupakan singkatan dari Materialisme, dialektika dan logika. madilog merupakan cara panduan berpikir yang realistis,pragmatis dan fleksibel.
pandangan kebudayaan minangkabau yang umum berlaku di masa muda Tan membuatnya memahami dengan baik dinamisme barat mauupun minangkabau didalam suatucara pandang terhadap dunia yang terpisahkan.
Adi
Feb 22, 2011 Adi rated it it was amazing
Shelves: favorites
kagum aku dengan manusia bernama tan malaka ni !!
serius !!
berapa banyak manusia melayu genius di alam purba ?? tan malaka mungkin seorang daripadanya, atau mungkin dia adalah satu-satunya....
Abieffendi
Mar 26, 2014 Abieffendi rated it liked it
Madilog memberikan alternatif cara-berpikir baru pada masanya(40'an-50'an) terutama bagi masyarakat Murba yang berdasarkan atas materi, logika, dan dialektika.

Membaca buku ini saya merasa menjadi lebih mengenal kebudayaan, kebiasaan, dan cara berpikir masyarakat pribumi pada jaman kolonial yang didominasi oleh cara berpikir yang disebut logika-mistis dalam buku ini. Cara berpikir inipun saya rasa masih lestari di masyarakat pedesaan, meskipun semakin terkikis.

Dikarenakan masa Tan-Malaka adalah a
...more
Hanif Amin
Jan 07, 2016 Hanif Amin rated it really liked it
Sudah ada sejak 60 tahun yang lalu, tapi buku ini masih cocok dan dibutuhkan bagi masyarakat indonesia sekarang.

Buku ini mengajak kita untuk berpikir berlandaskan materialisme, dialektika, dan logika dengan jujur dan berani untuk dikembangkan lagi nantinya. Alih alih berpikir yang tidak logis, tidak terstruktur, dan tanpa bukti yang kuat.

Saya membayangkan jika buku ini dibaca oleh seluruh orang indonesia. Maka dampaknya akan besar sekali untuk kemajuan berpikir.

Akhirnya buku ini sangatlah dibutu
...more
Seno Guntur
Jul 12, 2016 Seno Guntur rated it it was amazing
Indonesia masih terkerangkeng dengan alam mistik yang berisi sesaji dan sesembahan. Seorang Tan Malaka ingin mendobrak pemikiran seperti itu ke pemikirian berbasis ilmu pengetahuan yang terang benderang. Dijabarkannya dengan detail bahwa hanya Science atau ilmu pengetahuan yang bisa mengeluarkan rakyat Indonesia dari pemikiran mistik gelap itu. Seorang revolusioner yang mendedikasikan hidupnyaa hanya untuk kemerdekaan penuh Indonesia. Tragisnya akhir hidup Tan Malaka berakhir di tangan bangsa ya ...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Ia-lah sang kontroversi, penuh misteri disepanjang perjalanan hidupnya..hingga diujung kematiannya masih-lah sebuah misteri..dimanakah letak makamnya???

MADILOG

Jika Romeo jelas untuk Juliet, maka Madilog jelas identik dengan karya Tan Malaka..sudah menjadi sebuah padanan kata..sebuah pemikiran lengkap, dari roman melayu sampai isi jagat raya, dari hal yang sifatnya ilmiah hingga hal yang sifatnya mistik khas ketimuran..mengungkap sebuah perjalananan..bukan hanya perjalanan bangsa ini..Indonesia d
...more
Afid Nurkholis
Jul 10, 2015 Afid Nurkholis rated it it was amazing
Akhirnya selesai juga !
Hormat tertinggi saya kepada Tan Malaka yg di jaman Indonesia masih 'anak kencur' sudah berpikir secara rasional, logis , berdasar fakta, science !

Buku ini menyatakan pemikiran penulis bahwa rakyat Indonesia harus berpikir berdasar bukti , dgn logika , dan tidak melupakan pertentangan/dialektika. Sudah terlampau lama kita terjebak di dunia mistis , impian , menjadi ahli gaib !
Adam Kharisma Putra
Jun 18, 2011 Adam Kharisma Putra rated it it was amazing
Madilog adalah cara berpikir berdasarkan materialisme, dialektika, dan logika untuk mencari 'akibaat' yang berdiri atas bukti-bukti dan pengamatn yang empiris.
Madilog bukanlah hal yang baru dan bukanlah buah pikiran dari Tan Malaka sendiri. Madilog adalah pusaka yang diterima Tan Malaka dari barat. Maksud Tan Malaka menulis buku ini adalah mempersilahkan pembaca mempelajari berpikir dunia barat dengan rendah hati sebagai murid yang jujur dan mata terbuka .


....Adakalanya semua pengetahuan didasa
...more
Amanda Alisyahbana
May 10, 2016 Amanda Alisyahbana rated it it was amazing
Saya bersyukur bisa membaca adikarya agung Bapak Republik yang terlupakan ini, di tengah pelariannya di banyak negara Tan Malaka mampu menyelamatkan dan menuliskann pemikirannya yang jauh melampaui zamannya, dengan metode 'jembatan keledai' yang ia jelaskan di awal-awal buku ini. Ini adalah bacaan wajib bagi seluruh bangsa Indonesia, untuk maju dan menjadi bangsa yang besar.
Firda
Dec 18, 2014 Firda rated it really liked it
Shelves: expository
(+) sangat berfungsi sebagai kalibrator untuk proses logika-dialektika dalam otak setiap manusia

(-) materialisme masa kini sudah tidak sesederhana itu :D, dan saya rasa bahasa Indonesia pada zaman itu belum punya kosakata yang cukup memadai untuk menjelaskan konsep-konsep sains, sehingga terdapat beberapa bagian yang agak rancu karena percampuran makna.
Tanty Leasiwal
Nov 30, 2015 Tanty Leasiwal rated it liked it
Buku Madilog cukup menarik dalam beberapa hal seperti penggambaran perjalanan hidup pengarang di jamannya, filosofi sebuah negara, dan banyak saran dan nasehat untuk kaum muda. Cukup membuat kepala saya pusing karena butuh perjuangan besar untuk mencerna kalimat yang ditulis dengan pilihan kata yang tidak populer di masa kini.
yulian
Jun 29, 2014 yulian rated it it was amazing
[unfinished-read] Mengais lembaran madilog ini seakan tidak pernah ada habisnya. Butuh berulang-ulang, berulang-ulang, dan berulang -ulang kali dibaca baru bisa paham isinya. Bahkan masih sangat banyak kata, kalimat hingga bab yang maknanya belum tersentuh oleh otak saya. Sampai saat ini masih berusaha. Sekian
Maya
Jan 30, 2012 Maya rated it really liked it
well, Madilog adalah buku yang bagus. Untuk menelan buku ini, gigi perlu mengunyah-ngunyah lebih keras sebab buku ini gak kayak kerupuk, renyah digigit tapi gak menimbulkan kenyang. Sayang buku ini ada kekurangannya, yakni pada editannya. Sepertinya editor gak tahu kalau sekarang zaman udah berubah, kita gak lagi hidup di era lima, enam ato tujuhpuluhan, kita ini hidup di era milennium, dimana bahasa Indonesia sudah gak kayak dulu lagi. Editor gak merubah bahsa Madilog menjadi bahasa manusia Ind ...more
Gerry Handaru
Jan 21, 2015 Gerry Handaru rated it it was amazing
Karya yang brilian menurut saya adalah karya yang mampu dinikmati dan menginspirasi meskipun telah melintasi beberapa generasi. Madilog adalah salah satunya. Ditulis hanya dengan mengandalkan ingatan belaka, karena beliau harus terus berpindah menghindari kejaran tentara, buku ini tidak kehilangan sedikitpun intisarinya. Buku ini mengajak kita mengedepankan akal sehat dalam berpikir, sesuatu yang terdengar mudah namun masih banyak yang lalai melakukannya. Pemikiran Tan Malaka mungkin terlalu mod ...more
usman ★
Dec 05, 2013 usman ★ rated it really liked it
disebutkan, bahkan pada masa buku ini, Gramsci pun memngajukan pujian utk Tan Malaka.

sejauh ini, buku ini lebih dari cukup dan cocok bagi orang yang berani menjadi seorang materialis, dialektis, dan logis.
cukup baik dan prefentiv, untuk terapresiasi setiap orang sebelum melanjutkan dialog-dialog akademis apapun, karena cukup memaparkan kaidah akademis.

juga menjadikan fenomena yg ada di Indonesia saat itu sebagai bahan penjalasan topik buku ini. juga terlihat sentimen kebangsaanya sebagai manusi
...more
Handaka mukarta
Jun 21, 2016 Handaka mukarta rated it it was ok
Lebih suka buku bung Hatta yg ditulis waktu di ende, alam pemikiran yunani.

buku ini lbh bersifat propaganda dg kecenderung berapologi.
Nando Andri
pemikiran tan malaka tentang asal usul energi.
ditulis dengan idealisme-idealismenya.
Obinpercussion
Jun 07, 2014 Obinpercussion rated it it was amazing
Kalau baca buku ini, mungkin selanjutnya ngga akan percaya setan lagi hehe..
Almarior
May 21, 2014 Almarior rated it really liked it
Buku wajib tentang cara berpikir kritis
Aan Simanullang
Bekal filsafat dibutuhkan, oleh masyarakat Indonesia untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. MADILOG menyajikan dasar - dasar filsafat yang masih tetap relaevan untuk jaman sekarang ini, wlau ditulis ketika indonesia masih berkonfrontasi dengan belanda dan pendidikan yang masih rendah.
Tan Malaka menyajikan dasar perombakan pemikiran yang radikal.
Madilog adalah instrumen melatih pikiran agar mampu mengangkat grade berpikir.
Sebuah buku cerdas yang langka, mengkritisi dengan obyektif d
...more
Abdul N
Sep 07, 2016 Abdul N rated it really liked it
Sosialis Fundamentalis
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2
  • Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
  • Nietzsche
  • Pergolakan Pemikiran Islam
  • Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan
  • Burung-Burung Manyar
  • Demokrasi Kita: Idealisme dan Realitas Serta Unsur yang memperkuatnya
  • Catatan Pinggir 1
  • Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
623990
Tan Malaka (1894 - February 21, 1949) was an Indonesian nationalist activist and communist leader. A staunch critic of both the colonial Dutch East Indies government and the republican Sukarno administration that governed the country after the Indonesian National Revolution, he was also frequently in conflict with the leadership of the Communist Party of Indonesia (PKI), Indonesia's primary radica ...more
More about Tan Malaka...

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil sendiri.
(bab 3, ilmu alam -science page 99)”
69 likes
“Bahwa kebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan, malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin.(Pendahuluan - Perpustakaan page 24)” 52 likes
More quotes…