Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Madilog” as Want to Read:
Madilog
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Madilog

4.22  ·  Rating details ·  1,864 ratings  ·  129 reviews
Ditulis di Rajawati dekat pabrik sepatu Kalibata, Cililitan, Jakarta. Di sini saya berdiam dari 15 Juli 1942 sampai pertengahan tahun 1943. Mempelajari keadaan kota dan kampung Indonesia yang lebih dari 20 tahun ditinggalkan.

Pengantar Penulis pada halaman awal Madilog.
Paperback, 539 pages
Published 2000 by Teplok Press (first published 1946)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.22  · 
Rating details
 ·  1,864 ratings  ·  129 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Madilog
Sally Rosalina
Jun 19, 2011 rated it it was ok
Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika) ditulis oleh Tan Malaka yang terkenal sebagai seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin sosialis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba.

Dalam filsafat, teori materialisme menyatakan bahwa satu-satunya yang ada adalah materi, bahwa segala sesuatu terdiri dari materi dan semua fenomena (termasuk kesadaran) adalah hasil interaksi material. Dengan kata lain, materi adalah satu-satunya substansi. Untuk banyak filsuf, tidak hanya
...more
Nadinastiti
Dec 31, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: owned
Akhirnya. Selesai juga. Setelah melalui drama dengan penjual buku online yang ternyata menjual buku fotokopian dan halaman tidak lengkap, sekian bulan kemudian, saya menyelesaikan buku ini, yang direkomendasikan seorang dosen yang cukup dikenal di media sosial.

Tingkat keterbacaan (readability) buku ini menurut saya sangat rendah, karena saya sering sekali tertahan di satu paragraf untuk memahami maksud dari kalimat-kalimat tersebut. Entah karena saya yang kurang pintar dalam memahami kata, tata
...more
Yordan
Jan 25, 2017 rated it did not like it
Tan Malaka menulis buku madilog dengan maksud untuk menjadikannya sebagai cara berpikir para proletar di Indonesia. Madilog merupakan singkatan dari “materialisme, dialektika, dan logika.” Namun, tampaknya istilah madilog dalam konteks ini lebih tepat diuraikan menjadi “materialisme, dialektika, dan ideologi”, karena buku ini, walaupun terkesan epistemologis, ternyata bersifat ideologis dan menyalahgunakan ranah epistemologi untuk menjustifikasinya.

Memang di satu sisi buku Madilog mampu
...more
Glenn Ardi
Mungkin masih banyak diantara kita yang belum tau tentang Tan Malaka. Tan Malaka adalah orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia pad sebuah buku berjudul Naar de Republiek Indonesia pada tahun 1925. Buku inilah yang kemudian dibaca oleh Bapak Proklamator kita, Ir.Soekarno dan menjadi salah satu inspirasi bagi kaum muda yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia pada masa itu. Bagi sebagian kaum akademisi dan intelektual, Tan Malaka telah dianggap sebagai the true founding father of ...more
Mujib Burahman
Nov 26, 2008 rated it it was amazing
Terlepas dari term kanan kiri depan belakang dan menilik proses penyusunan tanpa adanya referensi dan hanya mengandalkan ingatan keledai belaka, buku ini salah satu opus terbaik yg dilahirkan anak bangsa pada zamannya... merentang dan menyajikan telaahan penulis tentang masalah2 dan solusi yang dianggap suit untuk kondisi tanah air tumpah darah yang sangat dicintainya yg pada akhirnya membunuhnya. Konon term 'tanah air ku tumpah darahku' pertama kali di perkenalkan oleh beliau ...
Dodit
Aug 12, 2010 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Membebaskan pikiran. ini yang kudapat dari buku ini. Sebuah manual untuk menggunakan logika berdasarkan materialisme dan dialektika. Yang menarik dari buku ini adalah penulisannya yang dibawah tanah dan bahan2 yang digunakan cukup minim untuk ukuran sebuah buku filsafat berpikir. Juga ditulis pada masa sangat dibutuhkannya sebuah buku ttg cara berpikir, ditengah masyarakat yang baru merasakah sebuah kemerdekaan. Masa penuh euforia akan kemenangan, tanpa memikirkan hendak kemana bangsa ini mau ...more
Ewa
Jun 23, 2007 rated it really liked it  ·  review of another edition
written in a time of colonial oppression, this book fails to reach its best possible shape; and although not quite well-edited, this text is the most extraordinary milestone in the history of modern Indonesian thought
Ahmad Sahrani
Jan 19, 2017 rated it it was amazing
untuk review saya kurang lebih seperti review yg disampaikan pembaca lainnya. karena banyak sekali saya baca review yg disampaikan oleh teman teman tentang buku ini.

saya membutuhkan hampir 3 kali untuk membaca ulang buku ini untuk bisa memahami secara menyeluruh ttg materialisme, dialektika, & logika yg dimaksudkan oleh tan malaka. karena saya menganggap bahasa tulisan dalam buku ini agak sulit untuk di cerna.

di kolom review ini saya hanya ingin mengapresiasi Tan Malaka. seorang pria yg
...more
Nadya
Mar 20, 2010 rated it it was amazing
Madilog merupakan singkatan dari Materialisme, dialektika dan logika. madilog merupakan cara panduan berpikir yang realistis,pragmatis dan fleksibel.
pandangan kebudayaan minangkabau yang umum berlaku di masa muda Tan membuatnya memahami dengan baik dinamisme barat mauupun minangkabau didalam suatucara pandang terhadap dunia yang terpisahkan.
Adi
Oct 19, 2010 rated it it was amazing
Shelves: favorites
kagum aku dengan manusia bernama tan malaka ni !!
serius !!
berapa banyak manusia melayu genius di alam purba ?? tan malaka mungkin seorang daripadanya, atau mungkin dia adalah satu-satunya....
Izzat Isa
Sep 09, 2019 rated it really liked it
Madilog bermaksud Materialisme, Dialektika dan Logika. Apa yang diperkatakan oleh tokoh ini bukanlah perkara luar biasa yang secara umumnya menyentuh aspek-aspek kehidupan sama ada sains, fizik, biologi, matematik, falsafah, adat, kasta, agama, sosial, politik, sastera, budaya, ekonomi, geografi, sejarah, kolonialisme dan banyak lagi. Yang luar biasanya ialah penulis kuat membaca, memahami dan menulis sebaik ini dan diterbitkan sendiri pada tahun 1943 (kependudukan Jepun di Asia Tenggara semasa ...more
Muhammad Gaffar
Jul 10, 2016 rated it really liked it
Tidak disangka di abad 20 kita memiliki tokoh seperti ini di Indonesia. Mungkin jika ditanya kepada pemuda-pemuda Indonesia zaman sekarang apakah mereka mengenal Tan Malaka, banyak yang menjawab Tidak. sungguh miris bahwa kita mulai melupakan sejarah kita sendiri.

Dalam buku ini Tan Malaka memberikan suatu bentuk pandangan atau pola pikir baru bagi masyarakat Indonesia di zaman itu. Pola Pikir itu dinamakan madilog. jika dikaitkan dengan zaman sekarang, pola pikir itu mirip dengan pola pikir
...more
Dery Marsan
Feb 17, 2018 rated it really liked it
Bacaan bagus untuk para pemuda yang ingin mengenal lebih jauh pemikiran Tan Malaka mengenai gagasan kebangsaan.

Lumayan memakan banyak waktu untuk membaca dan memahami buku ini, terlebih lagi gaya penulisan masih memakai ejaan lama dan ada beberapa kesalahan editorial. Tan Malaka di masanya yang termasuk jenius dan punya visi yang besar untuk bangsa ini, berusaha melepaskan Indonesia dari belenggu pemikiran mistik dan menunjukkan MADILOG sebagai senjata (alat) untuk maju terutama dalam hal
...more
Rifky Ferdiansyah
Sep 27, 2011 rated it it was amazing
Buku ini adalah sebuah "Masterpiece" seorang Tan Malaka. Macan Pemikiran yang terlahir dari Pandan Gadang ini membuktikan bahwa seorang anak dusun pun mampu menjelajahi dunia fana ini dalam artian sebenarnya, lewat perjalanan fisik maupun lewat pemikirannya yang liar dan out of the box. Kampung halamannya yang berdekatan dengan rumah kelahiran saya membuat saya sangat mengerti bagaimana keadaan latar belakangnya Tan dalam konteks sosial budaya kehidupannya meski dalam ruang waktu yang agak ...more
an
Oct 06, 2010 rated it it was ok  ·  review of another edition
298.... keliata na pada halaman inilan sha menyerah untuk membaca na. bukan karena isi buku na tapi lebih pada alasan editorial. jika melihat bagian depan yang menuliskan nama editor, jadi berpikir... nah, tu ada kan editor na? kenapa hasil na berantakan banget gini???

kecewa? tentu. pada dasar na buku ini menarik. mengajak kita untuk kembali bersentuhan dengan logika kita. bagaimana mengambil kesimpulan dari fakta yang ada. besar ke kecil, atau kecil ke besar. benda untuk menarik kesimpulan atau
...more
Yoseph
Feb 25, 2018 rated it it was ok
Untuk sekedar mempelajari filsafat dialektika, materialisme, dan logika terlalu banyak pengulangan dari bab per babnya, tetapi mungkin jaman pertama kali buku ini terbit (masih sedikit literatur filsafat terbitan penulis Indonesia) maksud tan malaka adalah memberikan contoh penerapan madilog tersebut sebanyak-banyaknya agar para pembaca juga dapat memahami dengan matang. Kelebihan buku ini banyak contoh-contoh mengaplikasikan madilog yang justru diperluas dan menjadi bahan pengetahuan tambahan ...more
Rotua Damanik
Butuh dua kalender untuk menyelesaikan buku ini. Madilog yang terbitan Narasi ini menurut saya seperti buku yang asal terbit saja. Banyak kesalahan ejaan yang lolos begitu saja. Sebagai contoh kecil, kata-kata seperti 'raja' dan 'saja' kadang membuat kening berkerut antara apakah artinya sesuai dengan ejaan masa kini atau memang ditulis ulang begitu saja sesuai ejaan lama (yang masing-masing seharusnya menjadi 'raya' dan 'saya'). Untuk sebuah konsep pemikiran, jelas sekali Madilog merupakan ...more
Dese Firmansyah
Feb 07, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Pros:
- Kamu akan menemukan makna dan arti dari sebuah hidup di Bumi Indonesia
- Kamu akan memahami bagaimana segala sesuatu dunia ini bekerja. (matter in movement, dialektika, perlantunan yang terjadi di masyarakat, dll)
- Kamu akan tahu kenapa sains dan sejarah dari peradaban manusia sangat penting untuk peradaban masa ini dan masa mendatang

Cons:
- Penggunaan bahasa yang terkadang sulit dipahami. Butuh kesabaran dan ketelatenan untuk memahaminya
- Nothing
Anjar Priandoyo
Jun 03, 2018 rated it liked it
Shelves: indonesia
Hari ini adalah hari kelahiran Tan Malaka, 2 Juni 1897. Tan Malaka adalah tokoh kontroversial dalam sejarah Indonesia. Bagi orang Indonesia, sangat sulit untuk memberikan penilaian terhadap Tan Malaka secara obyektif. Mungkin hanya orang asing seperti Harry A. Poeze yang bisa menilai secara independen, persis seperti hanya orang asing seperti Peter Carey yang bisa independen menilai seorang Diponegoro. Orang seperti Poeze atau Carey butuh lebih dari empat puluh tahun untuk bisa menilai seseorang ...more
Gede Suprayoga
Nov 26, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: library
Madilog membawa kita pada gambaran cita-cita kemajuan bagi bangsa Indonesia. Tan Malaka menarik wawasan dan cara pandang yang bisa dikatakan "mengguncangkan" bagi bangsa Indonesia tidak hanya pada saat buku ini ditulis maupun sampai saat ini. Apabila bangsa Indonesia ingin maju, ia mengatakan agar bangsa Indonesia menjauhkan cara berpikir idealistik yang dipengaruhi oleh dogma dan pandangan lampau tentang hakikat alam dan manusia. Bangsa Indonesia, menurutnya, harus bisa belajar dari gerak ...more
Muhammad Ikbal
Jul 19, 2018 rated it it was amazing
Pada awal keikut sertaan Engku Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka pada parta PKI hanya sebatas alat untuk mengumpulkan massa dan menggerakkan masa dalam sebuah perjuangan kemerdekaan serta menggunakan sistem sosialis Karl Marx sebagai pisau analisa. Dalam pada itu, pada buku MADILOG ini, Tan Malaka agaknya menyuguhkan suatu hal yang lain, saya lihat pemikiran beliau dalam buku tersebut benar-benar ditujukan untuk kondisi masyarakat Indonesia. MADILOG lahir dari perjuangan panjang Tan Malaka. ...more
Samhan M. Syahman
May 23, 2017 rated it liked it
Shelves: philosophy
Lumayan, butuh fokus dan konsistensi yang tinggi untuk menyelesaikannya. Buku ini mungkin adalah buku tentang logika dan sains terbaik yang pernah ditulis orang Indonesia. Tan Malaka menceritakan tentang logika, sains, agama, serta pandangannya tentang surga&neraka itu sendiri. Dia mendasarkan semuanya pada dialektika materialistis (utamanya Hegel) yang menyatakan semuanya didasarkan pada benda, pada material dan bukan pikiran. (Lawannya Hume yang. mengatakan bahkan semua yang ada itu belum ...more
Edwinra
Jul 04, 2017 rated it really liked it
Madilog merupakan karya yang sangat susah untuk dipahami. Salah satu faktor utama adalah kendala Bahasa Indonesia yang dipakai masih ejaan lama. Selain itu, karena perkembangan zaman, beberapa bab tidak lagi konstektual. Namun, pada masanya, Madilog menawarkan cara berpikir dengan menekankan pada logika dan dialetika serta memberikan sudut pandang dari materialisme. Hal ini merupakan apa yang dibutuhkan Bangsa Indonesia pada waktu itu untuk dapat mengembangkan pemikirannya menjadi lebih logis ...more
usman ★
Dec 11, 2008 rated it really liked it
disebutkan, bahkan pada masa buku ini, Gramsci pun memngajukan pujian utk Tan Malaka.

sejauh ini, buku ini lebih dari cukup dan cocok bagi orang yang berani menjadi seorang materialis, dialektis, dan logis.
cukup baik dan prefentiv, untuk terapresiasi setiap orang sebelum melanjutkan dialog-dialog akademis apapun, karena cukup memaparkan kaidah akademis.

juga menjadikan fenomena yg ada di Indonesia saat itu sebagai bahan penjalasan topik buku ini. juga terlihat sentimen kebangsaanya sebagai
...more
Hanif Amin
Jan 07, 2016 rated it really liked it
Sudah ada sejak 60 tahun yang lalu, tapi buku ini masih cocok dan dibutuhkan bagi masyarakat indonesia sekarang.

Buku ini mengajak kita untuk berpikir berlandaskan materialisme, dialektika, dan logika dengan jujur dan berani untuk dikembangkan lagi nantinya. Alih alih berpikir yang tidak logis, tidak terstruktur, dan tanpa bukti yang kuat.

Saya membayangkan jika buku ini dibaca oleh seluruh orang indonesia. Maka dampaknya akan besar sekali untuk kemajuan berpikir.

Akhirnya buku ini sangatlah
...more
Gerry Handaru
Oct 24, 2014 rated it it was amazing
Karya yang brilian menurut saya adalah karya yang mampu dinikmati dan menginspirasi meskipun telah melintasi beberapa generasi. Madilog adalah salah satunya. Ditulis hanya dengan mengandalkan ingatan belaka, karena beliau harus terus berpindah menghindari kejaran tentara, buku ini tidak kehilangan sedikitpun intisarinya. Buku ini mengajak kita mengedepankan akal sehat dalam berpikir, sesuatu yang terdengar mudah namun masih banyak yang lalai melakukannya. Pemikiran Tan Malaka mungkin terlalu ...more
Dinda Idriadhy
Jul 03, 2017 rated it it was amazing
Saya sangat menyesal hanya mencatat beberapa hal yang sekiranya saya anggap penting di buku ini, padahal banyak sekali hal yang patut saya catat untuk di resapi sebagai pemahaman yang lebih matang. Cara berfikir beliau, tentang jembatan keledai nya, tentang kerja kerasn beliau dalam rangka menyusun madilog terlampau membuat saya kagum. Tak heran buku ini menjadi inspirasi beberapa orang (guru) sebagai pedoman cara berdikir yang sangat layak ditularkan untuk murid-muridnya. Juga tak heran buku ...more
Seno Guntur
Jul 12, 2016 rated it it was amazing
Indonesia masih terkerangkeng dengan alam mistik yang berisi sesaji dan sesembahan. Seorang Tan Malaka ingin mendobrak pemikiran seperti itu ke pemikirian berbasis ilmu pengetahuan yang terang benderang. Dijabarkannya dengan detail bahwa hanya Science atau ilmu pengetahuan yang bisa mengeluarkan rakyat Indonesia dari pemikiran mistik gelap itu. Seorang revolusioner yang mendedikasikan hidupnyaa hanya untuk kemerdekaan penuh Indonesia. Tragisnya akhir hidup Tan Malaka berakhir di tangan bangsa ...more
Aan Simanullang
Bekal filsafat dibutuhkan, oleh masyarakat Indonesia untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. MADILOG menyajikan dasar - dasar filsafat yang masih tetap relaevan untuk jaman sekarang ini, wlau ditulis ketika indonesia masih berkonfrontasi dengan belanda dan pendidikan yang masih rendah.
Tan Malaka menyajikan dasar perombakan pemikiran yang radikal.
Madilog adalah instrumen melatih pikiran agar mampu mengangkat grade berpikir.
Sebuah buku cerdas yang langka, mengkritisi dengan obyektif
...more
Timur Girindra Wardhana
Sep 05, 2007 rated it really liked it
Recommends it for: everyone
Shelves: philosophy
Tidak ada sesuatu yang benar-benar baru dari buku ini. Kebanyakan isinya sama dengan buku-buku cara berfikir logis di jaman itu. Yang membuat buku ini istimewa adalah penulisnya, kondisi saat penulisan, serta pesan yang ingin disampaikan.
Dalam buku ini terlihat bahwa Tan Malaka ingin mengajari Indonesia cara berfikir logis dan menghentikan pola fikir mistis yang saat itu sangat signifikan di Indonesia
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Bumi Manusia
  • Catatan Seorang Demonstran
  • Child of All Nations (Buru Quartet, #2)
  • Jejak Langkah
  • House of Glass (Buru Quartet, #4)
  • Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
  • Aku Ini Binatang Jalang
  • Max Havelaar, or the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company
  • Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun September 1948
  • Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
  • Bukan Pasar Malam
  • Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
  • Laut Bercerita
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Arok Dedes
  • Pulang
  • Robohnya Surau Kami
  • Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
See similar books…
212 followers
Tan Malaka (1894 - February 21, 1949) was an Indonesian nationalist activist and communist leader. A staunch critic of both the colonial Dutch East Indies government and the republican Sukarno administration that governed the country after the Indonesian National Revolution, he was also frequently in conflict with the leadership of the Communist Party of Indonesia (PKI), Indonesia's primary ...more
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil sendiri.
(bab 3, ilmu alam -science page 99)”
81 likes
“Bahwa kebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan, malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin.(Pendahuluan - Perpustakaan page 24)” 72 likes
More quotes…