Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Madilog” as Want to Read:
Madilog
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Madilog

4.13 of 5 stars 4.13  ·  rating details  ·  794 ratings  ·  77 reviews
Ditulis di Rajawati dekat pabrik sepatu Kalibata, Cililitan, Jakarta. Di sini saya berdiam dari 15 Juli 1942 sampai pertengahan tahun 1943. Mempelajari keadaan kota dan kampung Indonesia yang lebih dari 20 tahun ditinggalkan.

Pengantar Penulis pada halaman awal Madilog.
Paperback, 539 pages
Published 2000 by Teplok Press (first published 1946)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,085)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Sally Rosalina
Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika) ditulis oleh Tan Malaka yang terkenal sebagai seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin sosialis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba.

Dalam filsafat, teori materialisme menyatakan bahwa satu-satunya yang ada adalah materi, bahwa segala sesuatu terdiri dari materi dan semua fenomena (termasuk kesadaran) adalah hasil interaksi material. Dengan kata lain, materi adalah satu-satunya substansi. Untuk banyak filsuf, tidak hanya
...more
Dodit
Membebaskan pikiran. ini yang kudapat dari buku ini. Sebuah manual untuk menggunakan logika berdasarkan materialisme dan dialektika. Yang menarik dari buku ini adalah penulisannya yang dibawah tanah dan bahan2 yang digunakan cukup minim untuk ukuran sebuah buku filsafat berpikir. Juga ditulis pada masa sangat dibutuhkannya sebuah buku ttg cara berpikir, ditengah masyarakat yang baru merasakah sebuah kemerdekaan. Masa penuh euforia akan kemenangan, tanpa memikirkan hendak kemana bangsa ini mau di ...more
Mujib Burahman
Terlepas dari term kanan kiri depan belakang dan menilik proses penyusunan tanpa adanya referensi dan hanya mengandalkan ingatan keledai belaka, buku ini salah satu opus terbaik yg dilahirkan anak bangsa pada zamannya... merentang dan menyajikan telaahan penulis tentang masalah2 dan solusi yang dianggap suit untuk kondisi tanah air tumpah darah yang sangat dicintainya yg pada akhirnya membunuhnya. Konon term 'tanah air ku tumpah darahku' pertama kali di perkenalkan oleh beliau ...
Glenn Ardi
Mungkin masih banyak diantara kita yang belum tau tentang Tan Malaka. Tan Malaka adalah orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia pad sebuah buku berjudul Naar de Republiek Indonesia pada tahun 1925. Buku inilah yang kemudian dibaca oleh Bapak Proklamator kita, Ir.Soekarno dan menjadi salah satu inspirasi bagi kaum muda yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia pada masa itu. Bagi sebagian kaum akademisi dan intelektual, Tan Malaka telah dianggap sebagai the true founding father of In ...more
Ignatius Nugraha
Tan Malaka menulis buku madilog dengan maksud untuk menjadikannya sebagai cara berpikir para proletar di Indonesia. Madilog merupakan singkatan dari “materialisme, dialektika, dan logika.” Namun, tampaknya istilah madilog dalam konteks ini lebih tepat diuraikan menjadi “materialisme, dialektika, dan ideologi”, karena buku ini, walaupun terkesan epistemologis, ternyata bersifat ideologis dan menyalahgunakan ranah epistemologi untuk menjustifikasinya.

Memang di satu sisi buku Madilog mampu memberik
...more
an
298.... keliata na pada halaman inilan sha menyerah untuk membaca na. bukan karena isi buku na tapi lebih pada alasan editorial. jika melihat bagian depan yang menuliskan nama editor, jadi berpikir... nah, tu ada kan editor na? kenapa hasil na berantakan banget gini???

kecewa? tentu. pada dasar na buku ini menarik. mengajak kita untuk kembali bersentuhan dengan logika kita. bagaimana mengambil kesimpulan dari fakta yang ada. besar ke kecil, atau kecil ke besar. benda untuk menarik kesimpulan atau
...more
Rifky Ferdiansyah
Buku ini adalah sebuah "Masterpiece" seorang Tan Malaka. Macan Pemikiran yang terlahir dari Pandan Gadang ini membuktikan bahwa seorang anak dusun pun mampu menjelajahi dunia fana ini dalam artian sebenarnya, lewat perjalanan fisik maupun lewat pemikirannya yang liar dan out of the box. Kampung halamannya yang berdekatan dengan rumah kelahiran saya membuat saya sangat mengerti bagaimana keadaan latar belakangnya Tan dalam konteks sosial budaya kehidupannya meski dalam ruang waktu yang agak sedik ...more
Ewa
written in a time of colonial oppression, this book fails to reach its best possible shape; and although not quite well-edited, this text is the most extraordinary milestone in the history of modern Indonesian thought
Adi
kagum aku dengan manusia bernama tan malaka ni !!
serius !!
berapa banyak manusia melayu genius di alam purba ?? tan malaka mungkin seorang daripadanya, atau mungkin dia adalah satu-satunya....
Abieffendi
Madilog memberikan alternatif cara-berpikir baru pada masanya(40'an-50'an) terutama bagi masyarakat Murba yang berdasarkan atas materi, logika, dan dialektika.

Membaca buku ini saya merasa menjadi lebih mengenal kebudayaan, kebiasaan, dan cara berpikir masyarakat pribumi pada jaman kolonial yang didominasi oleh cara berpikir yang disebut logika-mistis dalam buku ini. Cara berpikir inipun saya rasa masih lestari di masyarakat pedesaan, meskipun semakin terkikis.

Dikarenakan masa Tan-Malaka adalah a
...more
Resya Trinovia
ampuuun, bacanya setahun gak khatam! :D
begitu khatam, malah diusir dari kelasnya prof shobarudin, mata kuliah dasar-dasar logika...
Michiyo 'jia' Fujiwara
Ia-lah sang kontroversi, penuh misteri disepanjang perjalanan hidupnya..hingga diujung kematiannya masih-lah sebuah misteri..dimanakah letak makamnya???

MADILOG

Jika Romeo jelas untuk Juliet, maka Madilog jelas identik dengan karya Tan Malaka..sudah menjadi sebuah padanan kata..sebuah pemikiran lengkap, dari roman melayu sampai isi jagat raya, dari hal yang sifatnya ilmiah hingga hal yang sifatnya mistik khas ketimuran..mengungkap sebuah perjalananan..bukan hanya perjalanan bangsa ini..Indonesia d
...more
Adam Kharisma Putra
Madilog adalah cara berpikir berdasarkan materialisme, dialektika, dan logika untuk mencari 'akibaat' yang berdiri atas bukti-bukti dan pengamatn yang empiris.
Madilog bukanlah hal yang baru dan bukanlah buah pikiran dari Tan Malaka sendiri. Madilog adalah pusaka yang diterima Tan Malaka dari barat. Maksud Tan Malaka menulis buku ini adalah mempersilahkan pembaca mempelajari berpikir dunia barat dengan rendah hati sebagai murid yang jujur dan mata terbuka .


....Adakalanya semua pengetahuan didasa
...more
Firda
(+) sangat berfungsi sebagai kalibrator untuk proses logika-dialektika dalam otak setiap manusia

(-) materialisme masa kini sudah tidak sesederhana itu :D, dan saya rasa bahasa Indonesia pada zaman itu belum punya kosakata yang cukup memadai untuk menjelaskan konsep-konsep sains, sehingga terdapat beberapa bagian yang agak rancu karena percampuran makna.
yulian
[unfinished-read] Mengais lembaran madilog ini seakan tidak pernah ada habisnya. Butuh berulang-ulang, berulang-ulang, dan berulang -ulang kali dibaca baru bisa paham isinya. Bahkan masih sangat banyak kata, kalimat hingga bab yang maknanya belum tersentuh oleh otak saya. Sampai saat ini masih berusaha. Sekian
Maya
well, Madilog adalah buku yang bagus. Untuk menelan buku ini, gigi perlu mengunyah-ngunyah lebih keras sebab buku ini gak kayak kerupuk, renyah digigit tapi gak menimbulkan kenyang. Sayang buku ini ada kekurangannya, yakni pada editannya. Sepertinya editor gak tahu kalau sekarang zaman udah berubah, kita gak lagi hidup di era lima, enam ato tujuhpuluhan, kita ini hidup di era milennium, dimana bahasa Indonesia sudah gak kayak dulu lagi. Editor gak merubah bahsa Madilog menjadi bahasa manusia Ind ...more
Gerry Handaru
Karya yang brilian menurut saya adalah karya yang mampu dinikmati dan menginspirasi meskipun telah melintasi beberapa generasi. Madilog adalah salah satunya. Ditulis hanya dengan mengandalkan ingatan belaka, karena beliau harus terus berpindah menghindari kejaran tentara, buku ini tidak kehilangan sedikitpun intisarinya. Buku ini mengajak kita mengedepankan akal sehat dalam berpikir, sesuatu yang terdengar mudah namun masih banyak yang lalai melakukannya. Pemikiran Tan Malaka mungkin terlalu mod ...more
usman ★
disebutkan, bahkan pada masa buku ini, Gramsci pun memngajukan pujian utk Tan Malaka.

sejauh ini, buku ini lebih dari cukup dan cocok bagi orang yang berani menjadi seorang materialis, dialektis, dan logis.
cukup baik dan prefentiv, untuk terapresiasi setiap orang sebelum melanjutkan dialog-dialog akademis apapun, karena cukup memaparkan kaidah akademis.

juga menjadikan fenomena yg ada di Indonesia saat itu sebagai bahan penjalasan topik buku ini. juga terlihat sentimen kebangsaanya sebagai manusi
...more
Nando Andri
pemikiran tan malaka tentang asal usul energi.
ditulis dengan idealisme-idealismenya.
Obinpercussion
Kalau baca buku ini, mungkin selanjutnya ngga akan percaya setan lagi hehe..
Almarior
Buku wajib tentang cara berpikir kritis
Aan Simanullang
Bekal filsafat dibutuhkan, oleh masyarakat Indonesia untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. MADILOG menyajikan dasar - dasar filsafat yang masih tetap relaevan untuk jaman sekarang ini, wlau ditulis ketika indonesia masih berkonfrontasi dengan belanda dan pendidikan yang masih rendah.
Tan Malaka menyajikan dasar perombakan pemikiran yang radikal.
Madilog adalah instrumen melatih pikiran agar mampu mengangkat grade berpikir.
Sebuah buku cerdas yang langka, mengkritisi dengan obyektif d
...more
Aryo
Apr 20, 2015 Aryo marked it as to-read
Shelves: shelf
greaaatttt
Asiah Fatimah
you must read !
Ima -
Nov 21, 2007 Ima - rated it 5 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: org2 yg menginginkan perubahan
Shelves: udah-gw-baca
Baca buku ini jadi inget dengan Kawan Wignyo, Kawan Rhein, Kawan Dogi, Kawan Carlos, Kawan Uun. Selalu berdiskusi kalau habis baca. Diskusinya bisa seru banget tuh sampai pagi. Kalau gw sih nggak sampai pagi, kalau udah ngantuk ya, tidur. Hehe....hehe...
Pemikirannya bagus, tetapi sayang tidak banyak orang yg dapat menerapkan pemikirannya tersebut. Kalau diterapkan mungkin Indonesia tidak terpuruk seperti saat ini, terjerat hutang dimana2.
Wong
Aug 18, 2012 Wong added it
Sekian lama aku penasaran dengan sosok Tan Malaka, sosok yang tidak banyak terekspos oleh media tapi memiliki pemikiran yang luar biasa, di buku madilog ini Tan Malaka menunjukan tentang pemikirannya terkait logika, dialektika dan materlisme. buku yang menjadi sandaran orang komunisa dalam berpijak, buku yang mengajari kita bagaimana kita harus memposisikan sesuatu berdasarkan logika, dealiktika bahkan matelirisme
Timur Girindra Wardhana
Sep 05, 2007 Timur Girindra Wardhana rated it 4 of 5 stars
Recommends it for: everyone
Shelves: philosophy
Tidak ada sesuatu yang benar-benar baru dari buku ini. Kebanyakan isinya sama dengan buku-buku cara berfikir logis di jaman itu. Yang membuat buku ini istimewa adalah penulisnya, kondisi saat penulisan, serta pesan yang ingin disampaikan.
Dalam buku ini terlihat bahwa Tan Malaka ingin mengajari Indonesia cara berfikir logis dan menghentikan pola fikir mistis yang saat itu sangat signifikan di Indonesia
Ireal jp
saya masih ingat, sembunyi2 saya beli buku ini, sembunyi2 penjual buku menjual kepada saya...

agak sudah juga beradaptasi dengan ejaan lama dan bahasa yang terlalu baku yang kadang juga puitis...setelah membaca buku ini, timbul pertanyaan, kenapa buku ini dulu sempat jadi buku 'terlarang'? saya rasa ini buka buku yang mendoktrin, bukan jenis buku propaganda, ini murni buku ilmu pengetahuan...
Mahansa Sinulingga
sudah lama nangkring di rak buku, sudah sempat dibaca-baca sedikit, tapi sempat malas karena cukup tebal dan topiknya "berat". gara-gara pemberitaan soal makam tan malaka, jadi kepengen lagi baca. eh, kok malah jadi menyenangkan ya... sekaligus menyegarkan kembali ingatan soal filsafat dan pelajaran SD-SMA!!! ternyata pada tahun 1940-an itu ada juga manusia indonesia yang cerdas.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 69 70 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2
  • Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
  • Nietzsche
  • Pergolakan Pemikiran Islam
  • Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan
  • Burung-Burung Manyar
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, #1)
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
623990
Tan Malaka (1894 - February 21, 1949) was an Indonesian nationalist activist and communist leader. A staunch critic of both the colonial Dutch East Indies government and the republican Sukarno administration that governed the country after the Indonesian National Revolution, he was also frequently in conflict with the leadership of the Communist Party of Indonesia (PKI), Indonesia's primary radica ...more
More about Tan Malaka...
Dari Penjara Ke Penjara Bagian Satu Aksi Massa Gerpolek: Gerilya-Politik-Ekonomi Dari Penjara Ke Penjara Bagian Tiga Merdeka 100%: Tiga Percakapan Ekonomi Politik

Share This Book

“Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil sendiri.
(bab 3, ilmu alam -science page 99)”
56 likes
“Kalau suatu negara seperti Amerika mau menguasai samudra dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan. (Pendahuluan - Melihat ke muka page 35-36)” 43 likes
More quotes…