Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Ayahmu Bulan, Engkau Matahari” as Want to Read:
Ayahmu Bulan, Engkau Matahari
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Ayahmu Bulan, Engkau Matahari

3.66  ·  Rating details ·  125 ratings  ·  20 reviews
Tujuh belas kisah dalam buku ini membawakan cerita-cerita dari ruang dapur sampai wilayah konflik. Dari urusan tepung terigu sampai misi kemanusiaan di Ramallah. Hampir semua tokoh utama adalah perempuan dari beragam usia, ras, budaya, dan agama. Mereka bergelut dengan pencarian jati diri, ketimpangan gender, cinta segitiga, hingga masalah-masalah sosial-politis yang kerap ...more
Mass Market Paperback, 264 pages
Published August 9th 2012 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Ayahmu Bulan, Engkau Matahari, please sign up.

Be the first to ask a question about Ayahmu Bulan, Engkau Matahari

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.66  · 
Rating details
 ·  125 ratings  ·  20 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Ayahmu Bulan, Engkau Matahari
Darnia
May 28, 2016 rated it really liked it
Lily Yulianti Farid memang merupakan nama baru buat gw. Namun, karyanya yg satu ini patut diperhitungkan. Cerpennya menggugah, indah dan sarat pesan. Paling suka Ruang Keluarga, Nua, Diani dan Laki-laki Bejat, Maiasaura, Kelas 1-9, Kecap, Dapur Api dan Kue Lapis (walah...kok hampir semuanya?). Ilustrasinya unik, nampak sekali pengaruh Jepang-nya. Semoga beliau menelurkan karya-karya seindah ini kelak. Karya macam ini yg bikin gw cintaaaaaaaaaaa banget sama cerpen Indonesia.
Nurul  Fadhilah
Mar 10, 2017 rated it really liked it
"Apakah yang lebih sedih daripada merayakan kelahiran yang juga adalah hari kematian Ayah?" (Ayahmu Bulan, Engkau Matahari, halaman 11)

Cerpen pertama sekaligus menjadi judul untuk kumpulan cerpen ini, 'Ayahmu Bulan, Engkau Matahari', bercerita tentang seorang perempuan bernama Jannah yang ketika lahir terjadi ricuh di kampungnya. Ia kehilangan ayah tepat saat kelahirannya.

"Ayahmu bulan, engkau matahari. Dua bola langit yang tidak pernah bertemu, tapi saling mencari, saling merindu, saling menjag
...more
Teguh
Mar 29, 2014 rated it liked it
Meski sudah kemecer dengan buku ini lama, berkali-kali membaca satu dua cerpen di sampel buku kalau menjelajahi Gramedia, berkali-kali melihat review di Goodread, baru sekarang buku ini masuk di rak buku.

Pertama buku Ayahmu Bukan, Engkau Matahari menarik dari rupa sampul yang cantik. Rupa cover sangat memengaruhi "nafsu" saya memiliki buku dan membacanya. Warna pastel susu lembut dengan ilustrasi yang cantik dengan dominasi kuning. Kedua buku ini istimewa juga masuk 10 besar Longlist Kathulisti
...more
cindy
Sep 03, 2015 rated it really liked it
kumcer yang padat berisi, dan semuanya mengisahkan tokoh-tokoh perempuan aneka umur, pekerjaan dan latar belakang, dengan satu persamaan..., mereka semua karakter yang sangat kuat meski berbagai jalan nasib dan tragedi datang mencobai.

review lengkap ada di
http://readbetweenpages.blogspot.co.i...
...more
Halida Hanun
bacanya harus pelan-pelan dan di tempat yang tenang, biar bisa paham maksud dan makna dari setiap cerpen di dalamnya.
Qiny Shonia
Apr 20, 2018 rated it really liked it
Cukup sulit memilih cerita favorit saya di buku ini. Hampir semua tulisan Kak Lily sama mengangumkannya. Cerpen berjudul 'Api' membuat saya menangis pagi ini. ...more
Rama Rilvano
Feb 17, 2021 rated it it was amazing
Gud book o read
Awal Hidayat
*http://www.profesi-unm.com/2015/01/me...

Pembahasan tentang perempuan nampaknya memang tak pernah ada habis-habisnya. Dalam berbagai media, perempuan akan selalu layak untuk diperbincangkan. Mulai dari forum diskusi formal dan nonformal, karya seni, maupun karya sastra.

Dalam Alquran sekalipun, sebegitu istimewanya kaum hawa hingga memiliki nama surah tersendirinya. Apatah lagi, jika perempuan menjadi pokok bahasan yang ditulis dalam sebuah buku.

Lily Yulianti Farid, seorang penulis perempuan terb
...more
Hands
Jun 15, 2018 rated it did not like it
kumpulan cerita tentang manusia-manusia yang tidak pernah ada dan peristiwa yang tidak pernah akan terjadi. nah lho, ini kan fiksi?

?????????????????????
ABO
Sep 10, 2012 rated it really liked it
Kecewa pada "Perempuan yang Melukis Wajah" tak membuat saya kapok untuk membeli kumpulan cerpen. Dan hasilnya, FANTASTIS. Saya sangat menyukai SEMUA cerita yang ada di buku ini.

Ketika saya membaca buku ini atmosfer yang saya rasakan sama seperti saat saya membaca karya-karya mbak Okky Madasari (Entrok, 86, dan Maryam). Saya suka itu. Jarang sekali ada karya-karya penulis wanita Indonesia yang kritis dan menyindir. Yang tidak hanya memberikan hiburan yang mudah dilupakan pembacanya.

Two thumbs up!
...more
Aqmarina Andira
Jan 11, 2013 rated it liked it
It is hard not to choose my personal favorite stories when reading a book that consist of so many different stories. Well I have two favorite stories from this book, 'Ayahmu Bulan, Engkau Matahari' and 'Jois dan Sang Malaikat'. Those stories were really really good. While the other was okay. ...more
Fairynee
Nov 01, 2012 rated it liked it
Shelves: short-stories
Tiga bintang untuk cerpen Ruang Keluarga, Kecap, dan Jois dan Sang Malaikat yang menyentuh. Selebihnya, saya tidak bisa bilang jelek (karena memang bagus), tapi tidak meninggalkan kesan. Itu saja, tidak pakai pertanyaan berawalan kenapa atau mengapa. ^^
Bernard Batubara
Aug 10, 2014 rated it liked it
banyak persoalan perempuan yang diangkat, dengan setting kampung sampai kehidupan urban. gaya bercerita lily terkadang mendayu, sesekali lugas. cerita-cerita yang cukup enak dibaca sambil minum teh di sore hari. beberapa cerpen lebih cocok untuk dikembangkan jadi novel.
mei
May 18, 2015 rated it it was amazing
Shelves: kesukaan
Mantap!

saya membaca buku ini benar-benar tersentuh sekaligus tersindir karena berhasil membuat saya berfikir, iri, dan sekaligus kagum
Aria Anggana
Jan 05, 2013 rated it it was amazing
Shelves: hadiah, kumcer, sastra
Selesaaaaaiiiiiii. Hohoho. Suka banget buku ini ><
Adien Gunarta
Jan 29, 2014 rated it really liked it
Shelves: sastra
Ceritanya sangat pancawarna. Penjelajahan cerita yang bagus. Pesan-pesan feminisme yang kuat.
Moh. Anang
Oct 19, 2015 rated it liked it
Beruntung banget dapet buku ini cuma cuma di Gramedia Pucang dan dapet murah pula. Padahal ngincer dari tahun lalu masalahnya longlist KLA '13 hehe. Kelar secara cepat. ...more
eti
Nov 05, 2012 rated it liked it
#65 - 2013

yang paling meninggalkan kesan ada di Cerpen Kecap & Jois dan Sang Malaikat. 3 bintang untuk 2 cerpen itu. yang lainnya kurang 'kena' di saya. masalah selera saja kurasa.
...more
Widsie
Dec 09, 2013 rated it it was amazing
weww.. semua cerita dari kumpulan cerpen ini keren!
Priscilla Johanna
rated it liked it
Nov 25, 2012
Anette Manuputty
rated it it was amazing
May 16, 2020
Desy
rated it it was ok
Jun 02, 2016
Andre
rated it really liked it
Aug 29, 2014
Sinta Syahdiana
rated it it was amazing
Oct 25, 2015
Siscakezia
rated it it was amazing
Feb 21, 2016
Endin
rated it really liked it
Apr 12, 2015
Genta
rated it liked it
Nov 01, 2013
Deniar
rated it it was ok
Mar 26, 2016
Riza
rated it really liked it
Aug 27, 2016
Eka Dhini
rated it really liked it
Apr 18, 2017
« previous 1 3 4 5 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • The Story of a Seagull and the Cat Who Taught Her to Fly
  • The Library of Ever (The Library of Ever #1)
  • My Beijing: Four Stories of Everyday Wonder
  • I Will Judge You by Your Bookshelf
  • Karen's Witch (Baby-Sitters Little Sister Graphic Novel #1)
  • Love Is
  • Like the Moon Loves the Sky
  • Na Willa dan Rumah dalam Gang
  • The Adventures of Na Willa
  • Snapdragon
  • Julián Is a Mermaid (Julián, #1)
  • Tomie
  • One Piece, Volume 16: Carrying On His Will
  • Hai, Miiko! 11
  • Tikki Tikki Tembo
  • Shiver: Selected Stories
  • I Am Not Okay With This
  • Autopsy (Button Poetry)
See similar books…
Lily Yulianti Farid, also known as "Ly" in short, is an Indonesian writer and journalist.

Lily Yulianti Farid was born and raised in Makassar, Indonesia. At present, she lives in Melbourne, Australia. She joined Hasanuddin University, Makassar as an agricultural engineering student, where she began her literary career with the campus’ publication, "Identitas". After graduation, she worked as a repo
...more

News & Interviews

Need another excuse to treat yourself to a new book this week? We've got you covered with the buzziest new releases of the day. To create our...
31 likes · 6 comments