Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Negeri Para Bedebah” as Want to Read:
Negeri Para Bedebah
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Negeri Para Bedebah

(Negeri Para Bedebah #1)

by
4.29  ·  Rating details ·  6,225 ratings  ·  707 reviews
Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.

Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.

Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.
Paperback, 440 pages
Published July 2012 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

Community Reviews

Showing 1-30
4.29  · 
Rating details
 ·  6,225 ratings  ·  707 reviews


Filter
 | 
Sort order
Nona B. August
Aug 17, 2012 rated it it was amazing
Shelves: indonesia
STARS RANTING: 4.8

Bener-bener nggak kecewa baca buku ini setelah lama mendambakan buku ini.
pertama-tama aku ingin berterima kasih pada Tere Liye telah menciptakan tokoh seperti Thomas (yah cukup ada di novel saja sih) tapi dengan kemampuan dan kepribadiannya aku benar-benar jatuh hati (?) padanya.
***
Thomas--tidak ada nama lain setelahnya, adalah seorang konsultan ekonomi profesional. dengan kemampuannya dan bakatnya (?) memanipulasi, dia menolong om-nya yang harus menutup bank miliknya karena pa
...more
Stephanie
May 17, 2017 rated it really liked it
Shelves: 2017-challenge
Negeri Para Bedebah bercerita tentang orang-orang kaya yang berkuasa dan mempunyai andil dalam perekonomian suatu negeri. Dengan kekayaan yang dimiliki, mereka dapat menyuap (membeli) hukum. Cerita di buku ini hanya fiktif tapi menarik karena banyak politik serta akal bulus yang dimainkan. Buku ini juga banyak membuka wawasan khususnya mengenai masalah perbankan dan ekonomi.

Tokoh utama dalam cerita adalah Thomas yang merupakan lulusan bisnis terbaik dan kini berprofresi sebagai seorang konsultan
...more
Stefanie Sugia
"Baru beberapa hari lalu aku ceramah panjang lebar tentang sistem keuangan dunia yang jahat dan merusak, tapi sekarang aku melarikan seorang tersangka kejahatan keuangan. Baru beberapa menit yang lalu aku masih terdaftar sebagai warga negara yang baik, bertingkah baik-baik dan selalu taat membayar pajak, tapi sekarang aku menjadi otak pelarian buronan besar."


Thomas, lulusan terbaik sekolah bisnis dan adalah seorang konsultan keuangan profesional. Jadwalnya yang amat padat dipenuhi dengan konfer
...more
Nora Apriyani
Nov 07, 2012 rated it really liked it
Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.

Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.

Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.


*****************************

Judul Buku : Negeri Para Bedebah
Penulis : Tere Liye
Tebal : 440 halaman

Thomas, seorang pemuda, berprofesi sebagai konsultan keuangan yang sangat pandai dan populer, berusaha menyelamatkan Bank Semesta milik Om Liem (adik Edward - a
...more
Dimas Ahimsa
Jul 12, 2013 rated it it was amazing
Pheeww… Akhirnya bisa juga selesaiin baca. Ini adalah kali pertama saya membaca sampai selesai novel action suspense. Reaksi saya setelah menyelesaikan ini adalah “ternyata novel ini memang benar-benar ‘bedebah’!”

Novel ini bercerita tentang Thomas, seorang konsultan keuangan profesional, jebolan universitas luar negeri, serta sering menjadi pembicara internasional serta tulisannya sering dimuat di berbagai majalah ekonomi yang berusaha menyelamatkan bank milik keluarganya yang terancam ditutup.
...more
Febriyan Lukito
Jul 01, 2013 rated it it was amazing
Baiklah review buku ini akan segera dimulai. Harap siapkan popcorn dan juga cemilan lain yang diinginkan.

Buku ini berkisah tentang sebuah negeri yang dipenuhi dengan para bedebah kelas atas yang sangat mengganggu kita, yaitu para penguasa negeri dan antek-anteknya. Tokoh utama kita adalah Thomas, seorang ahli ekonomi yang sudah terkenal. Kesibukannya adalah menjadi pembicara seminar-seminar keuangan. Pada awal cerita, kita diajak dalam kesibukannya itu hingga wawancara pun harus dilakukan dalam
...more
indah
Sep 21, 2017 rated it it was ok
it was a captivating read, kinda makes me want to major in economy but the plot twists were disappointingly easy to figure out and much of the dialogue felt forced
Muhammad Zulhilmi
Jan 07, 2018 rated it it was amazing
Karen banget buku ini!

Novel pertama Tere Liye yang aku baca. Novel ni berlatar belakangkan hal-hal ekonomi, perbankan dan juga politik. Watak utama, Thomas merupakan seorang konsultan kewangan profesional. Dalam masa 48 jam, dia perlu memastikan syarikat perbankan milik pak ciknya yang bermasalah tidak akan ditutup.

Aku cadangkan pelajar-pelajar yang ambik course bisnes sangat sesuai baca novel ni. Banyak teori-teori ekonomi dan perniagaan diaebut dalam buku ni.
Primadonna
Sep 07, 2012 rated it liked it
Shelves: indonesian
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
htanzil
Nov 30, 2012 rated it liked it
Novel ini menarik, menceritakan carut marutnya negeri kita dalam hal perekonomian yang sebenarnya dikuasai oleh mereka yang berduit dan bagaimana uang begitu berkuasa sehingga hukum dapat dibeli.

Novel ini juga memberikan banyak pengetahuan kepada pembacanya mengenai dunia moneter, bagi yang suka mengikuti perkembangan dunia ekonomi beserta skandal-skandalnya tentunya akan mudah menikmati sajian materi dunia moneter dalam novel ini. Kasus besar yang dibahas dalam novel ini akan mengingatkan orang
...more
Ahmad Alkadri
Jul 22, 2012 rated it it was ok
Shelves: fiksi-indonesia
Cukup mengejutkan, karena ternyata saya tidak bisa benar-benar menyukai buku ini. Tentu saja ceritanya menarik, plotnya menarik, tapi gaya penulisannya tidak saya senangi.

Pada beberapa bagian, dialognya terasa sangat dipaksakan, seolah saya sedang membaca novel terjemahan yang dialihbahasakan oleh seseorang yang kurang ahli. Beberapa kalimat dan dialog membuat saya sampai menutup mata, menggeleng-geleng.

Tapi mungkin itu cuma perasaan saya saja. Saya membeli buku ini dengan high expectation. Ban
...more
Fariza
Sep 07, 2014 rated it it was amazing
One of my favorite book from my favorite writer. Gained lots of knowledge about bank and economy. Great materials bought from Jakarta on July.
Ariesm
May 20, 2014 rated it liked it
cukup seru tapi terlalu banyak keberuntungan untuk tokoh utamanya
Sulung  Mardinata
Feb 01, 2013 rated it really liked it
Perpaduan Dan Brown dan John Grisham yang diramu dengan bumbu ilmu ekonomi.

Dan Brown terkenal dengan gaya menulisnya yang lugas. Kasus-kasus dalam novelnya senantiasa diselesaikan dalam hitungan jam. John Grisham, dikenal dengan tulisan-tulisan yang penuh intrik dan konspirasi dalam novel-novelnya. Lalu apa jadinya jika dua gaya menulis tersebut diikat dengan ilmu-ilmu ekonomi? Maka lahirlah Negeri Para Bedebah karya Tere Liye.

Novel ini mengisahkan seorang pria berdarah Cina bernama Thom/Tommi
...more
Syafiq Segaf
Apr 30, 2013 rated it did not like it
Parah.

Ini buku sinetron.

Junk food, sok "deep" padahal dangkal.

Apa ekspektasi saya saja yang terlalu tinggi ya, karena melihat beberapa review teratas dan skor agregat buku ini di Goodreads.

Penyampaian cerita dan sebagian latar belakang konsep dilakukan lewat dialog-dialog yang tidak seperti diucapkan orang Indonesia. Bahasa dialognya seperti terjemahan jelek dari novel asing. Isi dialognya tidak smart tapi sok smart. Isi dialog tidak konsisten dengan karakter yang mengucapkan dialog. Karakter ya
...more
Gita
Jul 24, 2012 rated it it was amazing
Shelves: tere-liye
Woee, genrenya gak biasa diantara gaya Tere Liye yg lain! Bacanya separo mikir sambil berkerut2 inget cerocosan si Bob dosen kuliah manajemen semester kemaren tentang kolapsnya ekonomi si jumawa Amerika dan Eropa, tentang barter jaman jahiliah, tentang selembar kertas bernama "uang" yang bikin dunia jungkirbalik, tentang bank, kredit, obligasi, surat berharga dan kawan2nya yang harga selembarnya aja jauh lebih mahal dari seribu gantang padi, tentang UMKM di Indonesia yg jd penyelamat perut jutaa ...more
Sylvee Astri
Oct 04, 2014 rated it it was amazing
Ini... luar biasa!

Buat saya, novel ini sekelas Dan Brown. Pace-nya cepat, membuat saya tidak bisa berhenti membacanya. Bayangkan, selesai dalam dua hari. Sudah lama sekali saya tidak secepat itu menyelesaikan sebuah buku tebal. Lalu karakter-karakternya kuat, saya suka mereka. Penghubungan antar karakter pun pas. Aksi-aksi yang dilakukan pun sangat mengagumkan. Selama ini, semua adegan itu rasanya hanya bisa dilihat di film-film saja. Tapi sekarang, saya bisa membacanya di novel karangan anak ba
...more
Vera Maharani
Sep 08, 2012 rated it it was amazing
Recommended to Vera by: Ridwan
Ridwan bilang buku ini 'recommended bgt' dengan cerita yang terinspirasi skandal bank century, bonus ilmu ekonomi, dan gaya penulisan yang mirip Dan Brown.

Karya Tere Liye terakhir yang saya baca adalah 'Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin' ( one of my mother's favorite book, but I put it down after only reading for a few pages) dan bahasanya terlalu...hmm, 'melambai-lambai' buat selera saya. Saya nggak pernah tamat baca Dan Brown juga sih, tapi kayaknya Dan Brown nggak gitu deh cara nulisn
...more
Zaitun
Aug 26, 2012 rated it it was ok
plotnya terlalu mudah ditebak. bagi saya, tidak terlalu banyak kejutan di novel ini. saya rasa tere liye mengambil contoh salah satu kasus besar bank di negeri ini.
salah satu hal yang membuat saya penasaran justru apakah club petarung benar-benar ada? :D
bila diibaratkan, tidak ada kelokan tajam di plotnya.
tapi teori-teori ekonomi yang dimuat di novel ini cukup membuat saya pusing. karena sebelumnya saya belum pernah mempelajari sistem perekonomian dunia.
well, saya lebih suka "Rembulan Tenggela
...more
Puji Lestari
Sep 05, 2012 rated it really liked it
wow, ini luar biasa
novel paling beda yang digarap tere liye
istilah-istilah ekonomi dan konspirasi kapitalis membuatku kebingungan
sekaligus seru dengan selingan adegan action-nya

bravo, tere liye!
Muhammad
Aug 03, 2012 rated it really liked it
high tension from start to end. Really good to be a movie though.
Vika Atika
Oct 23, 2012 rated it it was amazing
Novel ini sebenarnya tidak dalam urutan atas prioritas terbaca. Selain karena begitu tebal, kabarnya ini novel genre-nya seperti film action, penuh intrik dan licik. Sejujurnya saya kurang suka dengan tema novel seperti itu, hehehehe, biasalah perempuan, lebih memilih tema novel yang ‘menyentuh’. Tapi sekali lagi saya berpikir, meminjam istilah tokoh utama si Thomas, melihat karakter Tere Liye dari novel-novelnya dan fanpage FB-nya, saya menilai bahwa bang Tere petarung (baca : penulis) sejati! ...more
Qunny
Dec 06, 2017 rated it it was amazing
Wow.

Tokoh utama yang berbeda dibanding yang lainnya, dan saya jatuh hati dengan tokoh utama ini, dari segi pemikiran dan bagaimana cara dia bertindak. Dan semua tokoh? Baik tokoh yang membantunya maupun antagonis memiliki ciri khas masing-masing, dan tidak ada satu pun scene di novel ini yang membosankan. Novel ini menegangkan, bikin mikir, dan really really worth it. Membahas ekonomi dan perbankan, dua hal yang berkaitan dengan materi yang saya pelajari dan geluti. Memang untuk endingnya, (view
...more
Giovanna Kimberly
Jan 14, 2018 rated it it was ok
Okay well, I’ll just have to be honest. I was very excited to jump into this book and the topic of our current world’s currency already pulled me in. It was very exciting to go through the first 200 pages because you don’t know what exactly to expect. But then the book goes on and I go “bleh”. There’s too much action and not enough characterization. Scene after scene and fighting and running; it’s action all the way. And to be quite honest, after skimming the last 160 pages, I didn’t feel bad. A ...more
Lala
Aug 15, 2017 rated it it was amazing
Shelves: fiction

Baca novel ini seperti lari maraton 10K, dimulai dengan pelan-pelan dan ketika menyentuh 5k, jantung berdegup dengan kencang, stamina sudah turun tapi ingin menyelesaikan lomba. Sensasi itu lah yang saya rasakan ketika membaca buku ini, buku yang mengajarkan tentang konsep "you against the world" secara gamblang dan ironinya banyak kejadian dalam buku ini yang terjadi dalam pemerintahan ini.

Thomas mungkin adalah karakter paling riil dengan segala ketidaksabarannya, kejeniusannya dalam merangk

...more
Hairi
Nov 06, 2012 rated it really liked it
Kalau sebuah buku dinilai bagus jika punya bab2 awal yang bisa merebut perhatian kita, maka buku ini sedikit gagal merebut perhatian saya di awal.

Itu status saya di GR ketika update perkembangan terbaru bacaan saya di sana. Yah, dibandingkan dengan Tahta Mahameru yang sudah merebut perhatian saya di prolog, buku ini benar-benar gagal. Saya dilingkup bosan dengan wawancara Thomas dengan Julia di atas pesawat, ingin segera menutup buku dengan konfrensi apa tuh yang bikin kepala saya puyeng dengan
...more
Lievadiar
SUMPAH, CINTA BANGET SAMA NOVEL SATU INI!

Menyesal. Satu kata ini cukup mewakilkan perasaanku setelah membabat habis novel Bang Tere ini. Menyesal. Kenapa aku baru nemu novel seKEREN ini sekarang? Kenapa nggak dari dulu??! Astagaaaa sumpah cinta banget sama kisah Thomas ini. Dan ini adalah karya Bang Tere yang kedua yang telah kubaca, sebelumnya aku pernah baca yang Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, dan itu ... baper sekali (reviewnya nanti menyusul)

OK, mulai review dariku tentang Negeri
...more
Marcelle Yulianne
Apr 26, 2013 rated it liked it
Shelves: own-a-copy
Dari gambar sampulnya, tema dari Negeri Para Bedebah sudah bisa dikira-kira. Pria berpakaian rapih lengkap dengan jas dan dasi, menggunakan topeng. Topengnya berhidung panjang pula. Mengingatkan kita pada Pinokio yang hidungnya bertambah panjang setiap mengucapkan kebohongan. Untuk memperkuat pesan yang disampaikan, ditambahkan gambar musang berbulu domba. Hmm.. Sepertinya menarik.

Pada beberapa bab pertama novel ini, gw sempat dibuang pusing dengan segala istilah-istilah ekonomi dan perbankan. M
...more
Risna Ristiana
Jan 22, 2013 rated it really liked it
Shelves: fiction
Novel ini dibuka dengan adegan dimana Thomas, seorang konsultan keuangan international sedang menjalani wawancara di atas pesawat menuju Jakarta. Thomas memiliki kemampuan analisa yang membuat setiap perusahaan besar di dunia, memanggil dirinya sebagai konsultan pribadi di bidang keuangan. Setiap pidatonya ditunggu pelaku ekonomi di berbagai negara. Setiap prediksi ekonominya seperti benar-benar akan terjadi di masa depan. Tak heran jika banyak majalah yang ingin mewawancarainya, termasuk majala ...more
Aoi Matsuzaki
Dec 26, 2017 rated it liked it
Yah. Setelah ditelantarkan selama beberapa minggu, akhirnya selesai juga :").

Nggak tau kenapa, saya nggak terlalu 'masuk' ke dalam ceritanya. Rasa-rasanya biasa aja, actionnya nggak bikin saya deg-degan ato gimana. Tokoh yang nggak saya suka di antaranya adalah Julia (resek banget omg) dan sesungguhnya, Thomas nggak terasa menawan di sini. Entahlah.

Btw, saya suka banget sama Maggie dan Opa!
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
Road to movie 17 147 Mar 23, 2017 08:13PM  
  • Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?
  • Rantau 1 Muara
  • Padang Bulan
  • Rencana Besar
  • Ibuk,
  • Metropolis
  • Pintu Terlarang
  • Notasi
  • Bangkok: The Journal
  • 86
  • Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
  • Partikel
  • Pulang
  • Sepatu Dahlan
  • Dalam Dekapan Ukhuwah
  • Negara Kelima
  • Fly to the Sky
8,273 followers

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."

"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."

Other books in the series

Negeri Para Bedebah (2 books)
  • Negeri Di Ujung Tanduk
“Ketika satu kota dipenuhi orang miskin, kejahatan yang terjadi hanya level rendah, perampokan, mabuk-mabukan, atau tawuran. Kaum proletar seperti ini mudah diatasi, tidak sistematis dan jelas tidak memiliki visi misi, tinggal digertak, beres. Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi kepanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka.” 81 likes
“Dalam sebuah skenario infiltrasi ide jangan pernah peduli dengan latar belakang lawan biacara kalian. Konsep egaliter menemukan tempat sebenar-benarnya. Bahkan termasuk ketika kalian wawancara pekerjaan misalnya. Sekali kalian merasa sebagai "orang yang mencari pekerjaan" sementara mereka yang menyeleksi adalah "orang yang memegang leher masa depan kalian," tidak akan pernah ada dialog yang sejajar, pantas, dan mengesankan.” 21 likes
More quotes…