Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Berjuta-juta dari Deli: Satoe Hikajat Koeli Contract” as Want to Read:
Berjuta-juta dari Deli: Satoe Hikajat Koeli Contract
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Berjuta-juta dari Deli: Satoe Hikajat Koeli Contract

3.9  ·  Rating details ·  39 Ratings  ·  17 Reviews
Percayakah Anda, pada awal abad XX harga seorang manusia Indonesia tidak lebih mahal dari harga seekor sapi? Perdagangan manusia benar-benar terjadi (dan diiklankan!) pada masa itu. Berlomba-lomba para makelar memasang advertensi mencari dan menyalurkan tenaga kerja ---orang Jawa, Sunda, madura dan Cina---- untuk mengurus pohon di sebuah perkebunan. Bukan sembarang pohon, ...more
Paperback, 262 pages
Published April 19th 2006 by Gramedia Pustaka Utama (first published 2006)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Berjuta-juta dari Deli, please sign up.

Be the first to ask a question about Berjuta-juta dari Deli

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Pera
Feb 28, 2013 rated it liked it
Shelves: indonesia, novel
Tak banyak novel yang menceritakan sejarah Deli, cikal bakalnya kota Medan. Dan Novel ini salah satunya, yang dengan baik menggambarkan nasib kehidupan Koeli Contract perkebunan tembakau Deli yang termasyur itu.

Sebulan lalu melewati jalanan desa Klumpang, daerah Hamparan Perak, masih tersisa rumah-rumah perkebunan, gudang-gudang bekas penyimpanan tembakau yang hampir rubuh. Sudah hampir tak terlihat perkebunan tanaman ajaib yang berdaun uang itu. Tembakau hanya ada terukir di Museum, dan logo se
...more
Berliana Pasaribu
Oct 04, 2010 rated it liked it
JIka perbudakan terjadi maka hukum tidak berlaku
Menolong orang lain adalah baik, tapi jika menghilangkan kemanusiaan mereka menjadi tak baik
Agung
May 27, 2011 rated it it was amazing
Recommends it for: Everyone
Shelves: favorites
Secuil sejarah Indonesia dapat ditemukan dalam buku ini.

Harga manusia Indonesia di jaman kolonial tak ubahnya seperti hewan ternak. Deli. Sebuah daerah yang menjual mimpi-mimpi indah akan adanya pohon berdaun uang. Banyak orang tertipu akan janji manis para makelar dan bromocorah. Begitu meneken kontrak yang mereka sendiri tak tahu apa isinya karena buta aksara, hilang sudah kemerdekaan akan diri sendiri. Mereka adalah orang-orang kontrak yang bekerja memeras keringat hingga berdarah-darah. Mere
...more
Imas
Tembakau Deli yang termashur ke seluruh dunia menyimpan cerita duka. Perkebunan tembakau yang dibangun oleh Belanda dijalankan dengan keringat dan darah koeli kontrak. Perkebunan Tembakau di Sumatera Utara sebagai tempat asal tembakau deli mempekerjakan kuli dari Pulau Jawa. Hal ini menjadi latar belakang hijrahnya masyarakat keturunan Jawa bermukim di Sumatera Utara secara besar-besaran. Dapat dilihat dari struktur jumlah masyarakat keturunan Jawa yang ada di kabupaten Simalungun yang jumlahnya ...more
Windry
May 19, 2008 marked it as to-read
Shelves: fiction, indonesian
sebelum dibeli, buku ini sudah saya scanning dulu. saya tipe yang tidak malu-malu merobek plastik pembungkus buku di toko. hey, i pay this so i just want to sure that i dont buy a junk. dan beberapa paragraf yang saya intip sangat kuat. well, penulis yang mahir nampaknya :). cant wait to read this but i still have to finish books recommended by Yusi.
htanzil
May 11, 2009 rated it really liked it
Persoalan kaum buruh dan pengusaha sepertinya tak pernah berakhir. Kaum buruh selalu menuntut agar mereka memperoleh upah dan fasilitas yang layak, sementara para pengusaha berusaha membayar tenaga kerja buruh seminimal mungkin untuk menekan ongkos produksi mereka.

Jika kita menarik ke belakang ternyata sejak jaman pemerintahan kolonial Belanda masalah buruh sudah menjadi persoalan, apalagi pada saat itu hampir dikatakan tidak ada lembaga-lembaga atau serikat-serikat buruh yang peduli dan memper
...more
Howkey Dota
Apr 15, 2018 rated it it was amazing
Kalo boleh jujur, nama Emil W. Aulia cukup asing bagi saya. Ekspetasi saya juga tidak terlalu tinggi dengan buku ini, terlebih saat membaca bagian awal-awal yang terasa kaku. Namun, semakin jauh lembaran yang dilewati, saya sadar bahwa bung Emil adalah penulis berbakat. Meskipun dalam beberapa bgian trdpt transisi mnoton yang menggmbrkan latar. Catatan lain adlh penggmbran Bung Emil tentang Belanda yang tidak menampakan sosok Belanda seutuhnya. Sisanya boleh diacungkan jempol, yang mengherankan ...more
Darnia
Apr 04, 2011 rated it really liked it
Membaca buku ini berasa nonton film tentang perbudakan (dengan setting Deli pada abad 20). Kekejaman demi kekejaman pemilik perkebunan digambarkan dengan gamblang demi menegakkan poenale sanctie atau arti harfiahnya perbudakan yg dibungkus aturan hukum. Meskipun para Koeli Contract yg didatangkan dari Jawa, Madura, Batak dan berbagai daerah lain di Indonesia dibuat seolah-olah datang ke Deli karena kemauan sendiri, mereka semua tak lain ditipu para agen agar bekerja di perkebunan tembakau milik ...more
Bivisyani Questibrilia
Sep 26, 2015 rated it really liked it
Jujur saja, sebelum saya membaca buku ini, saya tidak pernah mendengar tentang Deli sebelumnya - baik sebagai suatu daerah di Indonesia (yang mungkin kini telah berubah nama) maupun sebagai suatu tempat bersejarah. Saya juga belum pernah mendengar nama Van den Brand sebelumnya. Namun lalu saya menemukan buku ini dan membacanya, hingga mata saya terbuka. Awalnya saya pikir ini hanyalah kisah penjajahan Belanda seperti yang dituturkan di buku-buku sejarah yang sudah kenyang saya baca dari SD hingg ...more
Ariefmai Rakhman
Nov 09, 2012 rated it really liked it
Ini akar ku, sebagai keturunan kuli kontrak dan tinggal di perkebunan yang dulunya punya kompeni, buku ini beneran membuka mata tentang sejarah kaum kami, sejarah keluarga besar ku, sejarah masyarakat sekitarku.

Satu hal yang kurasakan adalah betapa beruntungnya keluarga besar kami karena kakek kami adalah seorang yang bisa baca tulis, jadi beliau bukan sekedar kuli kontrak biasa yang terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan dan penderitaan buatan belanda, Karena kakek kami mengenal huruf dia d
...more
nanina ninana
Dec 16, 2009 rated it really liked it
Saya mengenal Bang Emil di sebuah komunitas peduli tontonan anak. Saya sangat kagum atas usahanya menulis buku ini. Ratusan jam dia lalui bersusah payah mengumpulkan data, kalimat, dan semangat agar buku ini akhirnya terwujud.

Sebuah fiksi sejarah yang akan membuat kita berpikir bahwa ternyata sama sekali tidak mudah hidup di zaman kolonial, apalagi kalau kita terlalu bodoh untuk mempertahankan harta yang kita miliki. Beberapa kritikus berpendapat menganggap tulisannya sebagai penerus Pramoedya,
...more
Ivan
Bagaimana kehidupan kaum para Tuan Kebun di perkebunan Tembakau Deli Awal abad 20. Mereka bak raja kecil, hidup dalam pesta pora dan hidup yang mewah. Ketika mereka sedang beristirahat di beranda istana kecilnya dan lewatlah sekelompok kuli, maka "serentak mereka menurunkan badan-berjongkok dan kepala menekuk. Dengan lutut hampir menyentuh dada, pelan-pelan mereka menyeret langkah. Semua berlangsung dalam kepasrahan yang utuh…."hlm 207). Setelah mereka melewati sang Tuan Besar barulah para kuli ...more
Anisa Nisa
Sep 14, 2010 rated it really liked it
Setelah saya membaca buku ini, detik ini pun saya tidak bisa berenti berfikir bagaimana rasa kemanusiaan pada zaman tsb.
Dan saya salut kepada "Van den Brand" satu"nya advokat yg berani membeberkan prilaku keji Belanda,.
keadilan & keadilan yg selalu di junjung beliau hingga akhir usianya,
Kepada E.W.A terima kasih karena anda telah memberi bayangan seperti apa kehidupan dulu,
dan semoga para pembaca buku ini semakin bersemangat lagi mengejar kehidupan yg lbh baik,.
Tidak mudah di tipu daya oleh
...more
Wayan
Sep 27, 2007 rated it liked it
Membaca buku cuma bikin perasaan jadi MARAH, SEDIH, KESAL DAN TERHINA. seharusnya buku2 seperti ini yang diwajibkan baca anak sekolah, biar mengendap kesadaran bahwa kita bangsa yang KERDIL, TERJAJAH, terbelit hutang DAN BODOH. Sudah cukup nina bobo yang mengagungkan kita negara kaya, akan jadi negara dengan perekonomian no. 5 di dunia tahun sekian, dan gombal-gombal omongan para pecundang bla bla lainnya. aaaarrrrggggh.... MAJOELAH BANGSAKOE...
Dendy Hardian
Dec 30, 2009 rated it really liked it
salah satu laporan paling menggemparkan ketika zaman penjajahan perkebunan tembakau dan cerita sedih dibaliknya dideskripsikan dengan baik oleh penulisnya. Bukunya cukup bagus tapi sampai sekarang saya masih bingung ini buku novel apa laporan dokumenter
aldo zirsov
Oct 11, 2010 rated it really liked it
sudah punya bukux cukup lama, tp kok bisa sampe lupa yah masukin ke shelf hehehe..
bungabungakecil
rated it liked it
Mar 25, 2009
Zaldi
rated it liked it
Oct 15, 2008
Anto
rated it it was amazing
Oct 22, 2017
Mudrikhah Swandhani
rated it really liked it
Oct 18, 2013
Seramia
rated it liked it
Jun 28, 2011
Rini Hasibuan
rated it really liked it
Dec 29, 2010
Evy Risyani
rated it really liked it
Dec 13, 2010
Jey
rated it really liked it
Mar 18, 2011
Maria Nersi
rated it really liked it
Aug 04, 2015
Sulis Lestari
rated it it was amazing
May 10, 2016
Tanti
rated it liked it
Apr 19, 2008
Debora Chang
rated it it was ok
Oct 21, 2010
Dian Hartati
rated it really liked it
Jan 21, 2010
Agustinus Wibowo
rated it it was amazing
Feb 02, 2010
« previous 1 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »