Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Layar Terkembang” as Want to Read:
Layar Terkembang
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Layar Terkembang

3.71  ·  Rating details ·  1,556 ratings  ·  122 reviews
Selagi Maria dan Yusuf menjalin percintaan yang mans, Tuti bergelut dengan dirinya sendiri; apakah akan menikah dengan orang yang tidak dicintainya hanya karena alasan usianya yang semakin bertambah, atau tetap memegang prinsip: lebih baik tidak menikah daripada mendapatkan suami yang tidak sepandangan dan tidak sepaham.

Hubungan Maria dan Yusuf makin mendalam, ketika tiba-
...more
Softcover
Published 1990 by Balai Pustaka (first published 1936)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Layar Terkembang, please sign up.
Recent Questions
This question contains spoilers… (view spoiler)

Community Reviews

Showing 1-30
3.71  · 
Rating details
 ·  1,556 ratings  ·  122 reviews


Filter
 | 
Sort order
Nyta
Aug 29, 2012 rated it it was amazing
Tuti adalah putri sulung Raden Wiriatmadja. Dia dikenal sebagai seorang gadis yang pendiam teguh dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi wanita. Watak Tuti yang selalu serius dan cenderung pendiam sangat berbeda dengan adiknya Maria. Ia seorang gadis yang lincah dan periang.

Suatu hari, keduanya pergi ke pasar ikan. Ketika sedang asyik melihat-lihat akuarium, mereka bertemu dengan seorang pemuda. Pertemuan itu berlanjut dengan perkenalan. Pemuda itu bernama Yusuf, seorang Mahasiswa Sekolah T
...more
Nuke
Jan 23, 2008 rated it it was amazing
Shelves: sudah-dibaca
Meski, aku gak punya koleksi buku ini, karena dahulu itu minjem di perpus SMU, tapi buku ini bener2 berkesan. Setidaknya, aku ingat sewaktu aku membaca buku ini, aku merasa dilempar jauh ke masa Indonesia tempo doeloe, dan rasanya sejuk! (sambil ngeliat foto2 jaman nenek-kakek masih muda).

Tokoh Tuti (bener gak sih :(( ) adalah sosok feminis yang aku suka. Ketika pada akhirnya, pengarang "superstar" kita ini -ST TAKDIR ALISJAHBANA- menyandingkannya dengan calon suami adiknya (yang meninggal), pu
...more
Noni
Dec 10, 2008 added it
Yusuf, Maria, dan Tuti. Tiga tokoh inilah sentral cerita novel ini. Saya baca zaman dahulu kala, jauuuuh sebelum kenal GR hehe... Jadi sepintas kesan yang saya ingat dan terngiang-ngiang pada novel ini adalah sebuah review yang saya baca (zaman dahulu kala juga) yaitu sebuah pertanyaan (kritik?), kenapa Yusuf dengan begitu gampang memindahkan cintanya pada Tuti setelah Maria meninggal? Padahal sifat Maria dan Tuti jauh berbeda meskipun mereka berdua bersaudara.
Tapi novel ini penting pada zamanny
...more
Lilia Zuhara
Oct 21, 2013 rated it really liked it
Layar terkembang merupakan buku yang muncul pada era sebelum perang dunia kedua. Dalam buku ini dikisahkan dua kakak beradik, Maria dan Tuti. Maria, sang adik, bertemu dengan pria yang akhirnya menjadi tunangannya, yaitu Yusuf. Namun akhirnya Maria sakit dan menyebabkan munculnya kisah yang mungkin akan sulit untuk dipahami di masa sekarang.

Kekuatan buku ini terletak pada penggambaran karakter yang melambangkan dua karakter perempuan yang sama-sama kuat. Maria digambarkan sebagai wanita lemah le
...more
Septi
Apr 23, 2017 rated it really liked it
Sepertinya mulai harus menambahi koleksi karya sastra klasik Indonesia. Walaupun ceritanya sebenarnya sederhana,banyak juga yang masih relevan dengan masa sekarang. Belum lagi bahasanya yang indah membuat kita belajar lagi bagaimana betutur kata dengan baik
Nonna
May 03, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Romantisme klasik ala Maria dab Yusuf serta modernitas pemikiran seorang perempuan bernama Tuti dipadukan secara apik oleh STA. Asyik juga membaca bahasa yang mendayu-dayu ciri khas era Pujangga Baru ini.
Arfan Putra
Apr 10, 2018 rated it liked it
Rate 3 aja, ntah karena ebook yg saya baca uda di utak atik sama pembuatnya, pengantar yang harusnya bikin penasaran malah spoiler -_-
Chicha
Dec 28, 2007 rated it it was amazing
Recommends it for: semuanya dech
Aduh mak...
dimana lagi cari koleksinya? sudah diterbitkan lagi apa belum ya..
waktu gue SMP nich gue bacanya waktu itu jadi wajib baca saat pelajaran bhs indonesia. sekarang gue pengin punya bisa dibeli dimana ye...
chicha
Kristian Adi nugroho
Dec 04, 2016 rated it really liked it
Salah satu karya legendaris angkatan Pujangga Baru, karya sastra bacaan wajib waktu sekolah.
Meskipun dari sisi alur dan tata bahasa sangatlah oldschool, tapi pesannya masih relevan sampai saat ini mengenai pilihan hidup.
Afdhaliya
Nov 06, 2007 rated it it was ok
Shelves: sastra-indonesia
Baca buku ini waktu jaman SMP, minjam dari nyokap yang juga minjam dari perpusda :D

ceritanya..?!?! wah, udah rada2 ga ingat :D
Nurila
Oct 29, 2017 rated it liked it  ·  review of another edition
Ada rasa sesal kenapa baru membaca novel ini. Novel yang pernah jadi bacaan sastra wajib kala SMP dan SMA dahulu kan?
.
Aku memahami kenapa jadi bacaan wajib. Ya memang kalian juga harus dan wajib baca buku klasik satu ini.
.
Kisah dimulai Ketika Tuti dan Maria kedua saudara itu, berjalan-jalan di gedung akuarium pasar ikan di Jakarta. Latar dari cerita ini tahun 1900-an dengan kedua tokoh bersekolah di sekolah Belanda. Perjalanan mereka mengantarkan mereka bertemu kepada seorang laki-laki mahasiswa
...more
Syndi Siahaan
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Willy Akhdes
Mar 28, 2016 rated it it was amazing
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Paundria Dwijastuti
Terakhir baca buku ini jaman SMP, sekarang rindu rasanya pengen baca lagi. Awalnya sedikit bingung dengan tutur bahasanya karena masih menggunakan bahasa Melayu tempo dulu. Ini salah satu buku klasik Indonesia yang sangat direkomendasikan untuk pecinta novel klasik. Buku ini membawa saya ke jaman Indonesia tempo doeloe, menceritakan kisah cinta Maria dan Yusuf, juga Tuti. Disini, saya suka dengan karakter Tuti, seorang feminist pada masanya, kukira. Meskipun tokoh Maria juga tak kalah menarik.
Ilham Rusdiana
Aug 26, 2017 rated it really liked it
3.5 stars
Novel klasik gubahan Sutan Takdir Alisyahbana ini tidak membosankan untuk dibaca. Walaupun ceritanya sederhana, Layar Terkembang tidak berubah menjadi sebuah roman picisan. Kisah percintaan tersebut ditulis menggunakan bahasa yang indah. Sayangnya, bagian Kata Pengantar dari Balai Pustaka memuat spoiler sehingga rating buku ini saya kurangi 0.5 poin.
Labibah Qotrunnada
Mar 20, 2019 rated it it was amazing
Very poetic!
Yanet
Jul 20, 2018 rated it it was amazing
I love the idea of feminism.
Nia
Apr 12, 2019 rated it it was amazing
Ini cara bacanya gmn y
Yulianto
Jun 10, 2018 rated it it was amazing
Salah satu roman terbaik yang pernah ditulis oleh pujangga Indonesia. Kisahnya melampaui jamannya.
Nandan
Sep 22, 2018 rated it really liked it
(membaca lagi). tahu buku ini dari mbah uti, dan tibatiba pengen baca ulang. ingat lagi. bagus :)
Mihael Kheel
Apr 23, 2018 rated it it was amazing
Hampir tak terduga pada masa itu ada konflik semodern itu :')
Nurul Amelia
Sep 23, 2018 rated it it was amazing
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Reyhan Ismail
Nov 30, 2017 rated it liked it
Buku Melayu kedua yang pernah saya baca. Sebelumnya karya Abdoel Moeis.

Oiya dapat referensi buku ini dari bukunya Dilan. 😂
Edy
Aug 15, 2012 rated it liked it
Buku ini bercerita tentang kakak beradik Tuti dan Maria, yang merupakan putri wedana Raden Wiriaatmaja, dengan setting sekitar 1930-an. Tuti sang kakak merupakan seorang guru HIS dan juga aktivis organisasi Perempuan Sedar yang memperjuangkan emansipasi perempuan (ata cenderung feminisme?). Maria, si adik merupakan siswi HBS. Dari sisi karakter, Tuti terkesan serius dan formal. Sedangkan Maria lebih bersifat jenaka, informal dan aktif.

Suatu saat Maria berkenalan dengan Yusuf seorang mahasiswa Se
...more
Randhy Nugroho
Seperti layaknya buku sastra Indonesia yang terbit era Pujangga Baru (1930-1942), buku ini lebih tepat dikatakan sebagai esai yang dibungkus dalam sebuah roman. Yang penuh dengan metafora.

Layar Terkembang memiliki banyak pemikiran-pemikiran yang identik dengan pemikiran yang terungkap di Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (Hamka) serta Belenggu (Armijn Pane) dimana tokoh wanita ditempatkan sebagai subjek yang memiliki benturan keras dengan adat di-zamannya dan berkutat untuk melepas kekangan terse
...more
Uthie
Jun 21, 2015 rated it really liked it
Shelves: favorites
Buku adalah salah satu benda yang membuat saya menyadari kalau waktu sudah berlalu begitu cepat.

Pertama kali saya membaca buku ini saat saya duduk di bangku SMP. Saya termasuk murid yang beruntung mempunyai perpustakaan sekolah yang cukup lengkap dengan buku-buku cerita, salah satu yang menjadi favorit saya waktu itu adalah buku ini. Saat masih duduk di bangku SMP perasaan saya membaca buku ini adalah biasa saja. Tidak ada pengertian tentang keadaan Tuti, Maria dan Yusuf, maupun tentang hubungan
...more
Maliki Putra
Sep 07, 2016 rated it liked it
Sebuah roman klasik karya STA yang membuat saya terkenang akan masa sekolah dulu. Buku ini memuat kisah dua orang kakak beradik berbeda watak, Tuti dan Maria, dan Yusuf, pemuda asal Sumatera, yang mengukir cerita tentang persahabatan, cinta, sekaligus perjuangan bersama.
Yang menarik buat saya adalah bagaimana STA mencoba memunculkan konflik antara idealisme perjuangan dan kekosongan jiwa yang dialami Tuti. Jujur, buat saya ini jauh lebih menarik dibanding soal kemesraan jalinan kasih antara Yusu
...more
Blekenping
May 09, 2016 rated it really liked it
Layar Terkembang merupakan salah satu roman karya S. Takdir Alisyahbana yang populer pada angkatan Pujangga Baru. Roman ini mengisahkan dua bersaudara yang memiliki sifat sangat berbeda. Tuti, sebagai kakak dan wanita yang aktif dalam organisasi, memiliki sifat tegas, berpikir maju dan logis. Maria adalah adik Tuti yang selalu ceria dan penuh cinta. Kedua tokoh ini merupakan pemeran utama Layar Terkembang. Maria dengan kisah cintanya bersama Yusuf, Tuti dengan segala pemikiran dan usahanya dalam ...more
Intan Mashayu
Buku ini menjadi salah satu bahan bacaan saat pelajaran Bahasa Indonesia di bangku SMP, bersama dengan novel sastra lain seperti Salah Asuhan dan Sitti Nurbaya. Namun membacanya kembali saat ini tetap menjadi hal yang menyenangkan karena topik yang dibawakan menarik, yaitu tentang pemberdayaan wanita dan keinginan untuk mengubah kondisi sosial budaya masyarakat pada masa itu.

Dalam buku ini, pesan dari penulis yang menarik untuk saya adalah sebagai berikut:
1. Bahwa wanita harus melaksanakan tangg
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Salah Asuhan
  • Sengsara Membawa Nikmat
  • Merahnya Merah
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Pada Sebuah Kapal
  • Belenggu
  • Atheis
  • Harimau! Harimau!
  • Azab dan Sengsara
  • Burung-Burung Manyar
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Perburuan
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Lintang Kemukus Dini Hari
  • Olenka
  • Pengakuan Pariyem
Sutan Takdir Alisjahbana (STA) menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987). Diberi nama Takdir karena jari tangannya hanya ada 4.

Pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan
...more