Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Ibuk,” as Want to Read:
Ibuk,
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Ibuk,

by
3.84  ·  Rating details ·  1,612 ratings  ·  245 reviews
"Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat.”
-Ibuk-


Masih belia usia Tinah saat itu. Suatu pagi di pasar Batu telah mengubah hidupnya. Sim, seorang kenek angkot, seorang playboy pasar yang berambut selalu klimis dan bersandal jepit, hadir dalam hidup Tinah lewat sebuah tatapan mata. K
...more
Paperback, 291 pages
Published June 2012 by Gramedia Pustaka Utama

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Ibuk,, please sign up.

Be the first to ask a question about Ibuk,

Community Reviews

Showing 1-30
3.84  · 
Rating details
 ·  1,612 ratings  ·  245 reviews


Filter
 | 
Sort order
Siddha Malilang
Oct 10, 2012 rated it it was ok
Jujur, saya pertama kali tertarik membaca buku ini setelah mengetahui bahwa "Ibuk" masuk ke dalam nominasi 10 buku terbaik tahun 2012. Merasa kering dengan buku Indonesia yang bisa memuaskan kerinduan saya akan kepuasan sastra, saya memutuskan untuk mencoba membaca buku ini. Setidaknya kalau buku ini sudah masuk ke dalam nominasi tersebut, berarti buku ini jauh lebih bagus daripada buku-buku lain. Atau paling tidak, ia memiliki hal yang menonjol.

Dari judulnya, "Ibuk" yang ditulis menggunakan ak
...more
Zulfy Rahendra
Apr 29, 2013 rated it it was ok
Shelves: lokal
Perasaan saya baca buku ini sama persis dengan perasaan saya ketika nonton leg 2 semifinal liga champions: Barca vs Bayern semalem. Tau Barca pasti kalah, tapi tetep nonton karena pengen tau Barca bakal berjuang sekeras apa, sekaligus memberi dukungan moral kepada Kakanda Tito Vilanova *naon sih, pi*. Ga ada ekspektasi. Yang ada malah perkiraan negatif terhadap hasilnya. *apa banget deh sok nyambung-nyambungin* :/

Berangkat dari ketiadaan harapan, seperti hasil pertandingan itu, saya ga bisa dibi
...more
Peni Astiti
Sebenernya kalo disuruh ngereview buku ini bingung. Gimana, ya? Kayak baca diary orang, trus kenapa harus direview? Gitu.

Tapi siapa juga yang nyuruh si sayah ngereview?

Oia, kan suka ada Aki Hippo dari Hongkong yang males buka link. Hahahah. Selamat, yah. Aki jadi disebut terus :P *masih nyeri hate soalnya. Peureus, Jendral! Hahaha...*

Omong-omong...
Siapa sih, yang nggak bangga sama ibunya sendiri? Sayah pikir semua orang pasti bangga akan ibunya, apapun keadaan dan pekerjaan ibunya.

Sayah sendir
...more
Fertina N M
Jan 04, 2013 rated it it was ok
Sebenarnya di awal cerita, kisahnya menarik. Menceritakan perjuangan seorang Ibu, yang tidak memiliki bekal apapun. Hanya sekedar tekad untuk keluarganya. Ketangguhan Ibu dan kegigihan seorang Bapak. Bagaimana hidup tidak melulu antara kaya dan miskin.

Tetapi semakin lama cerita mengalir, jadi tak jelas menurut saya. Seperti sudut pandangnya, dari awal yang sudah menggunakan sudut padang orang ketiga, nanti dipertengahan akan berubah jadi sudut orang pertama dan akan kembali lagi. Ada juga cerit
...more
Ani Andriyanti
Oct 23, 2012 rated it really liked it
Shelves: koleksi
Jujur, baru pertama kali ini saya baca tulisan Iwan Setyawan. Seolah berjalan lurus, itu komen saya. Tapi penulis selalu menyisipkan kata – kata sarat makna dan motivasi, mungkin ini yang menurut saya sebagai pembaca. Buku ini tidak terlalu banyak konflik tapi anehnya bisa menggugah emosi. Mungkin tanpa sadar, hal ini karena kita dekat dengan kehidupan yang seperti itu.

Awalnya sempet jengah dengan bab awal buku ini, yang mengisahkan kisah percintaan antara orang tua penulis. Tetapi, untung Iwan
...more
Nabila Budayana
Jun 19, 2012 rated it really liked it
"Ibuk," siapapun yang melihat covernya sekilas akan mudah saja menebak novel ini akan bertema tentang kisah ibunda. Dengan melihat kesuksesan 9S10A, tulisan penulis sebelumnya, tak heran novel ini pun berjibun peminat semenjak awal terbit. Saya termasuk salah satu pembaca yang menunggu. Apa lagi yang bisa disajikan oleh Iwan Setyawan setelah 9S10A dengan sukses menjadi national bestseller.

Di awal-awal bagian "Ibuk," saya sedikit kaget dengan gaya penulisan Iwan Setyawan. "Tidakkah ini terlalu se
...more
Ian Adam
Sep 06, 2017 rated it really liked it
bapak rela jual angkot biar anaknya bisa kuliah di ITB
Dewi Masna
Mar 24, 2015 rated it really liked it
Ibuk, buku yang mampu membawa angan saya mengembara jauh ke kampung halaman menjumpai sosok perempuan yang paling berjasa dalam hidupku, ibu. Buku yang menceritakan perjuangangan dan kegigihan seorang ibuk dalam membesarkan kelima anaknya. Cerita berawal dari seorang gadis desa yang polos dan lugu, Tinah, yang menikah dengan seorang kenek angkot, Sim. Awal menikah mereka menumpang hidup di tempat kakak angkat Sim, Buah cinta merek mulai lahir satu persatu, Isa, Nani, Bayek, Rini, dan Mira. Saath ...more
Stack
Jul 04, 2012 rated it really liked it
Ya akhirnya selesai juga baca buku ini
Dan ini termasuk rekor utk baca buku tercepat hehehhehe


Ok bukunya bagus menceritakan tentang perjuangan orang tua yakni bapak dan ibu
untuk menghidupi keluarganya. Ibu dan bapak yang rela bekerja keras demi kelangsungan
hidup mereka. Seorang ibu yang mempunyai tekad bahwa anak-anaknya harus dapat sekolah tinggi dan
menjadi anak-anak yang pintar. Hanya dengan usaha dan doa yang dapat menghantarkan anak-anaknya
ke gerbang kesuksesan. Itulah Isa,Nani,Bayek, RIni da
...more
Kurnia Dwi Aprilia
May 28, 2015 rated it really liked it
Shelves: biography
Buku ini bercerita tentang sebuah keluarga sederhana yang tinggal di bawah kaki gunung Panderman, Batu. Keluarga yang sehari-hari menyambung hidup dari hasil kepala keluarga yang bekerja sebagai sopir angkot ini mengalami banyak sekali masa-masa sulit. Mulai dari ketika orangtua mereka membangun rumah, membeli angkot, menyekolahkan kelima anaknya hingga tamat jenjang SMA dan kuliah, hingga akhirnya kelima orang anak mereka menjadi orang yang lebih baik dengan penghasilan yang lebih baik pula.
Se
...more
Amy Thea
Jan 12, 2015 rated it it was ok
tajuk sudah jelas Ibuk, maka harusnya penulis menulis seluruhnya tentang Ibuk itu sendiri dari awal hingga keakhirnya. tiada klimaks mahupun konfliks.

srhingga penghabisan, jelas yg cuba dipamer penulis adalah tentang kisah hidupnya dr kecil hingga saat dia bisa menulis buku ini.

kisarannya tentang ibu bukan? penulis harus bisa asing ceritanya tentang dia di negara asing. seolah terlalu menunjuk apa yg dialami selama hidupnya.

samada penulis tersalah memilih tajuk, atau penulis tersalah jalan cerit
...more
ABO
Jul 12, 2012 rated it liked it
Jujur saya kecewa dengan novel ini. Sebagai pengarang best seller dengan bukunya 9 Summers 10 Autumns, saya merasa terlalu berekspektasi tinggi.
Awal-awal bab buku ini jujur membuat saya bosan, tapi setelah ceritanya membahas tentang Bayek, rasa bosan saya sedikit demi sedikit hilang.

Aneh memang saya merasa bosan membaca pas bagian cerita Ibuk padahal judul bukunya sendiri ibuk,

Yang mengganggu di buku ini adalah tidak adanya catatan kaki untuk istilah-istilah dalam bahasa jawa(* I guess) yang tid
...more
Rizma
Dec 03, 2014 rated it it was ok
Sudah lama berhasrat membaca buku ini karena judulnya menarik, teaser di cover belakang juga sip. Tapi ternyata jauh api dari panggang, ya ga jauh-jauh banget sih. Di bab-bab awal saya masih yakin jalan ceritanya akan greng banget. Karakter kuat, jalan cerita bagus, gaya bahasa menarik. Tapi saat hampir klimaks di tengah-tengah buku, doh, seperti lagi enak nguap tiba-tiba ada nyamuk mampir ke tenggorokan. KZL.
Di pertengahan cerita, karakter utama, si ibuk, tiba-tiba tidak lagi jadi yang sentral
...more
ula
Jul 16, 2016 rated it it was ok
Shelves: apps, novel-lokal
Scoop #1




*perdana*

Akhirnya bisa juga baca Ibuk yang sudah lama menjadi wishlist saya. Jujur saya sedikit kecewa setelah membaca beberapa bab novel ini, karena walaupun ceritanya bagus tetapi ternyata tidak semengharukan seperti yang saya duga sebelumnya (ceritanya mengharukan tetapi diksinya tidak membuatku terharu). Karena itulah saya membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.









Terima kasih untuk Abduraafi Andrian yang telah mengadakan kuis diskon 70% Toko Buku Scoop ditwitter, dan alhamdullil
...more
Zakiya Benaziroh
Jun 26, 2012 rated it liked it
Sebenarnya, ada banyak ibu hebat di luar sana yang berjuang lebih berat, lebih berdarah-darah agar anak-anaknya bisa survive..

kelebihan Iwan Setyawan adalah, dia bisa sampai ke NYC, dia bisa menulis novel.
saya suka gaya bahasanya, singkat, padat, tidak bertele-tele. Cocok untuk cerita yang diambil dari kisah nyata.

Lalu Fatah
May 03, 2013 rated it liked it
Shelves: novel
Ini karya Iwan Setyawan yang pertama saya baca. Tuturannya lugas, tak bertele-tele. Lekas saya baca. Tapi, saya merasa Iwan belum benar-benar menggali emosi karakter-karakternya. Overall, 3,5 bintang! :)
Fadilla Sukraina
Dec 26, 2016 rated it really liked it
tulisannya sebenarnya biasa, cuma kisah hidupnya ini yang bagus bgt. mulai dari susah bgt sampe bayek akhirnya sukses.
Ari muttaqin
Sep 23, 2015 rated it really liked it
sederhana, mengena.
Verininta
Nov 08, 2018 rated it it was amazing
Saya kasih bintang 5 krn saya suka bukunya.
Awalnya agak ragu beli setelah menemukan beberapa pembaca yg membuat review bahwa bukunya mengecewakan. Tapi saya bersyukur akhirnya menguatkan hati buat beli dan baca 😂😂😂

Pada bagian awal buku menceritakan soal sosok ibu dari kecil hingga akhirnya memiliki anak. Bagian tengah isinya memang sebagian besar tentang anaknya ibu yg ketiga yaitu bayek. Tapi dari sini kita bs belajar bahwa pendidikan (yg ibuk sudah perjuangkan) membawa perubahan berarti dalam
...more
Nopiar Rahman
Mar 16, 2018 rated it liked it
perjuangan seorang ibuk dalam membesarkan dan mendidik 5 orang anak-anaknya sungguh sangat luar biasa! Tak lupa seorang Bapak yang hanya seorang sopir angkot dari pagi sampai malam yang tanpa mempunyai rasa lelah berjuang dalam mengarungi biduk rumah tangganya. Sampai di tengah cerita ini tampak kakak-kakanya sangat mengerti terhadap adik(bayek) dan ternyata ini membuat si bayek menjadi luar biasa, seorang murid yang pandai dari sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas, bahkan di ITB j ...more
Aina Purba
Dec 26, 2017 rated it did not like it
Tertipu oleh judul, berharap akan dibuat terharu saat membaca perjuangan seorang ibu dengan 5 anaknya yg berderet-deret. Tapi tidak! Sekali lagi tidak! Ibu, atau ibuk hanya dibahas sedikit di sini. Selebihnya? Bayek. Semua tentang Bayek. Seharusnya judulnya Bayek saja. Atau, Kesuksesan Bayek dalam Membahagiakan Ibuk.

Jujur, 100 halaman terakhir aku cuma skimming saja, dan tidak merasa rugi sedikitpun. Dan sayang sekali part saat Bapak meninggal pun tidak berhasil membuatku sedih.

Ah ya, saat tahu
...more
Aisy
Dec 26, 2017 rated it liked it
Ibuk, membuat saya menangis.
Kapan terakhir kali saya menangis karena sebuah buku cerita? Saya sudah lupa. Mungkin SMP. Kalau tidak salah, saat itu saya menangis sebab Surat Kecil untuk Tuhan. Mengapa saya menangis sebab sebuah buku cerita? Saya merasa masa kecil saya dituliskan oleh Bayek. Masa kecil Bayek begitu dekat dengan masa kecil saya sendiri. Kami sama-sama tinggal di Kota Batu, walau berbeda masa. Saya merasa terhubung dengan Bayek. Kami sama-sama tahu rasanya. Manis pahit perjuangan.
...more
Hasni Ayu
Jun 04, 2018 rated it it was amazing
Shelves: novel, indonesia
"Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat.”
-Ibuk-

Ibuk dan bapak membangun keluarga dengan kepayahan. Ibuk yang berazam anak-anaknya kelak akan tamat sekolah tinggi, bukan gagal SD seperti dirinya. Bayek yang tumbuh menjadi lelaki budiman yang mengutamakan ibuk bapak kakak-kakak dan adik-adiknya. Menyempurnakan mimpi keluarga sebelum menyempurnakan mimpinya. Lima bintang untuk buku ini.
Bina Izzatu Dini
Jun 01, 2017 rated it really liked it
Meskipun judulnya "ibuk" tapi isinya fokus ke Bayek (salah kasih judul nih kayaknya), tak apa. Saya mengesampingkan hal itu demi menikmati cerita yang disuguhkan Iwan Setyawan.

Buku ini masih satu tema dan satu cerita dengan 9 summers 10 autumns, hanya saja ditulis dan dijabarkan dengan lebih detail. Sempat ikut terharu biru di bagian-bagian akhir. Banyak nilai yang bisa saya ambil dari buku ini. Dan pilihan quotes di setiap awal bab nya masih menancap.
Septi Marlina
Jan 11, 2018 rated it really liked it
Jujur saja waktu membeli novel ini saya tidak punya banyak harapan. Barangkali karena ada kenangan bayangan ibu saya sewaktu melihat covernya. Nyatanya, ada lebih banyak yang dipersembahkan Iwan Setyawan daripada bayangan saya itu. Ada keheningan sekaligus kemeriahan, ada perjuangan sekaligus keprasrahan, ada air mata tapi juga garis-garis hidup yang indah. Dan itulah yang, barangkali, kita sebuah sebagai rumah, sebagai keluarga
Nadia Maharani
May 12, 2018 rated it really liked it
Saya selalu suka buku yang mengajarkan saya pada kesederhanaan dan perjuangan.
Saya bisa langsung merasakan bagaimana kerja keras Bapak dan Ibuk untuk membahagiakan Bang Iwan agar bisa sekolah dan tidak bernasib sama dengan Ibuk.

3 kali meneteskan air mata dan setiap part pasti ada diksi yang membuat saya berkaca-kaca.

Terima kasih!
Vika Atika
May 13, 2017 rated it it was amazing
Awalnya saya pikir saya tidak akan mampu menghabiskan buku ini. Bahasa awalnya simpel tapi bertele-tele. Tapi ternyata semakin dibaca, semakin sering saya mewek :D
"Perjalanan hidup tidak akan pernah mulus tanpa restu dari Ibuk."
Obar
Jan 13, 2018 rated it really liked it
Shelves: novel-indo
buku ini membuktikan bahwa kesuksesan seorang anak, tidak dipengaruhi oleh jumlah saudaranya. Digambarkan dari kisah nyata, perjuangan ibu mengurus banyak anak itu digambarkan dengan ketelatenan dan supervisi yang baik.. Kerjasama yang solid antar anggota keluarga!!
Chyntia Darongke
Feb 25, 2018 rated it liked it
not really a page turner for me, sehingga bacanya pun agak di-skip.
still a good book, tho. kalau memang niatnya membuat pembaca lebih bersyukur dengan keadaan diri sendiri, well, it worked for me.
tapi, ini bukannya kisah nyata, ya? kenapa fiksi? kenapa ga non-fiksi sekalian?
Martinez
Feb 16, 2019 rated it really liked it
So happy to found this book, very inspiring and not boring. Iwan setyawan make this book so good
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
Goodreads Indonesia: Ngopi Buku KFC-Serapium : Ibuk (Iwan Setyawan) 1 18 Jul 06, 2012 03:54PM  
  • DreamCatcher
  • 2
  • Impossible
  • Memori
  • Maryam
  • Lullaby
  • Gadis Kretek
  • Rumah Cokelat
  • Blue Romance
  • Tiga Venus
  • Notasi
  • Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau
  • Katarsis
  • Tanah Tabu
  • Indonesia Mengajar 2
  • Saga no Gabai Bachan - Nenek Hebat dari Saga
  • Jika: dan hanya jika
  • Bintang Bunting
326 followers
Penulis lahir di Batu 2 Desember 1974. Lulusan terbaik fakultas MIPA IPB 1997 dari Jurusan Statistika ini bekerja selama tiga tahun di Jakarta sebagai data analis di Nielsen dan Danareksa Research Institute. Ia selanjutnya merambah karir di New York City selama 10 tahun. Pencinta yoga, sastra. dan seni teater ini meninggalkan NYC Juni 2010 dengan posisi terakhir sebagai Director, Internal Client M ...more
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Hidup adalah perjalanan untuk membangun rumah untuk hati. Mencari penutup lubang-lubang kekecewaan, penderitaan, ketidakpastian, dan keraguan. Akan penuh dengan perjuangan. Dan itu yang akan membuat sebuah rumah indah.” 40 likes
“Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat” 28 likes
More quotes…