Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Robohnya Surau Kami” as Want to Read:
Robohnya Surau Kami
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Robohnya Surau Kami

3.97  ·  Rating details ·  2,841 ratings  ·  235 reviews
Dalam cerpen "Robohnya Surau Kami", berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah…
"kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, salin
...more
Paperback, 147 pages
Published September 2007 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1956)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Robohnya Surau Kami, please sign up.

Be the first to ask a question about Robohnya Surau Kami

Community Reviews

Showing 1-30
3.97  · 
Rating details
 ·  2,841 ratings  ·  235 reviews


Filter
 | 
Sort order
Jimmy Navy
Nov 26, 2008 rated it really liked it
Ada seorang yang biasa dipanggil Kakek, yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga surau sebuah desa. Sang Kakek sangat rajin beribadah, dan selalu ingat memukul beduk yang mengingatkan orang-orang desa untuk sembahyang. Dia menyerahkan hidupnya untuk Tuhan, sampai rela meninggalkan dan melupakan istri dan anaknya. Namun, hati si Kakek tiba-tiba gundah gulana setelah Ajo Sidi, yang terkenal sebagai pembual di desa itu, menceritakan sebuah kisah kepadanya. Saking gundahnya, akhirnya si Kakek memut ...more
Mobyskine
Cerpen-cerpennya berkisar hal kehidupan, banyak berkait hal keluarga dan sekitar. Penceritaannya bagus, ada hal melankoli terasa ditarik masuk ke dunia tukang karya-- dibuai bahasanya dalam memori dan hal sejarah juga pengalaman perang, kritis dan sinis tetapi penuh nasihat.
Missy J
It's the first time for me to read a work by AA Navis. Honestly, I haven't heard of this author until I noticed that "Robohnya Surau Kami" was included in most "Indonesian classics" list. This book includes 10 short stories and they are a reflection of the author's thoughts about the newly independent nation Indonesia and the faults that he saw in its people.

Out of the 10 stories, there were 2 that I found were very well written; "Robohnya Surau Kami" after which this collection was named after,
...more
Sadam Faisal
Jun 26, 2018 rated it really liked it
Cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti serta mengandung kritik sosial dan kehidupan beragama.

Cerpen favorit : Penolong
Iman Danial Hakim
Nov 01, 2016 rated it really liked it
Robohnya Surau Kami adalah kumpulan cerpen tulisan A.A Navis, seorang sasterawan kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat.

Ada 10 cerpen di dalamnya. Setiap cerpen berdiri menerusi sepasang "kaki". Sebelah kaki menampung cerpen dengan susunan ayat dan frasa yang mudah tetapi indah. Sebelah lagi tegak menggalas cerpen dengan pengajaran dan tauladan yang sarat.

Akhirnya cerpen-cerpen ini membawa kita berjalan melihat dunia. Mengenal erti kehidupan apabila turun merasai denyut nadi masyarakat.

Ini ada
...more
Glenn Ardi

Robohnya Surau Kami adalah kumpulan cerpen yang telah lama dianggap sebagai salah satu kumpulan cerpen terbaik Indonesia. Dalam karya ini saya melihat upaya penulis untuk mengkritik tajam kekolotan berpikir manusia Indonesia. Saya menemukan ada banyak sekali bentuk satir/sindiran terhadap konsep senioritas - entah itu dituangkan dalam jarak umur, jabatan, kewibawaan, ketakwaan, atau sekedar ketaatan buta pada nilai adat dalam masyarakat.

Melalui karya ini, saya melihat Navis mengkritik bagaimana
...more
Ra
Sep 09, 2012 rated it liked it
Kumpulan cerpen ini sudah lama sekali saya baca. Yaitu pada zaman SD.Itu pun karena si pengarang buku, bapak A.A Navis (almarhum) rumahnya nggak jauh dari rumah saya. Jadi setiap orang kenal dia, dan bukunya tergeletak begitu saja dirumah. Maka 'Saya kecil' pun mulai membaca bukunya ini.

Tentang cerpen ini.. yang paling melekat diingatan saya sampai sekarang, meski samar-samar, tentang percakapan seorang bapak haji yang kerjanya beribadah dengan tuhan. Tapi, .... meski dia rajin beribadah, dia ng
...more
Anita Shella Shufa
Aug 16, 2013 rated it really liked it
Buku yang menggugah, terlepas dari kontroversinya karena penggambaran Tuhan dan kehidupan alam akhirat. Buku ini bercerita tentang seorang kakek yang rajin ibadah, dari muda hingga usia yang ia jalani saat ini. Sampai suatu saat kemudian sang kakek bertemu dengan seorang pemuda yang menceritakan kisah tentang 'ahli ibadah' yang diceburkan ke neraka. Analogi yang dikisahkan sang pemuda itu 'menampar' hati sang kakek, membuatnya meragu akan benar salah yang dilakukannya.

"Kau kenal padaku, bukan? S
...more
Darnia
Iyah..gw tau kalo gw telat banget baca buku satu ini. Tapi ini emang karya sastra Indonesia yang luar biasa. Wikipedia bilang ini masuk karya sosio-religi, tapi buat gw it's more than that. Gak tau kenapa, dari 10 cerita pendek yang dirangkum dalam 1 buku tersebut, ada beberapa cerita yang buat gw memorable banget.

Kayak kisah pertama, yang judulnya sama kayak judul kumcer ini.Tentang seorang kakek penjaga masjid yang depresi setelah mendengar kisah tentang orang beriman dari tukang cerita. Kemu
...more
Luthfi Amri
Aug 04, 2016 rated it really liked it
Membaca kumpulan cerpen ini seperti melihat potret kehidupan Indonesia yang masih dipenuhi mitos, keraguan, dan kegegabahan.
Reisa
Aug 23, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: anthology, indonesia
'Kalian di dunia tinggal di mana?’ tanya Tuhan.

‘Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku.’

‘O, di negeri yang tanahnya subur itu?’

‘Ya, benarlah itu, Tuhanku.’

‘Tanahnya yang mahakaya raya, penuh oleh logam, minyak, dan berbagai bahan tambang lainnya,
bukan?’

‘Benar. Benar. Benar. Tuhan kami. Itulah negeri kami.’ Mereka mulai menjawab serentak. Karena fajar kegembiraan telah membayang di wajahnya kembali. Dan yakinlah mereka sekarang, bahwa Tuhan telah silap menjatuhkan hukuman kep
...more
Marina
** Books 110 - 2018 **

3,4 dari 5 bintang!

Buku ini untuk menyelesaikan Tantangan Tsundoku Books Challenge 2018


Saya baru ingat memiliki buku ini di dalam timbunan dan ketika ingin membaca buku yang ringan-ringan akhirnya pilihan jatuh ke buku kumpulan cerpen A.A Navis ini yang tanpa sadari ternyata bulan ini sudah EMPAT Buku A.A Navis yang saya sudah baca. saya nobatkan A.A Navis menjadi salah satu pengarang lokal favorit saya setelah Ahmad Tohari pastinya karena saya selalu suka dengan penggamb
...more
Syahiran Ramli
Dec 16, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Himpunan 10 buah cerpen yang mengisahkan kehidupan masyarakat setempat yang mendepani pelbagai onak dan duri bagi memastikan kelangsungan hidup. Saya tidak pasti sama ada penulis menulis berdasarkan kehidupan sebenar yang dihadapi oleh masyarakat ketika itu atau sekadar cereka dari penulis, tetapi bagi saya kepelbagaian tema – agama, perang, keluarga, dan sebagainya, yang terdapat di dalam cerpen ini sangat enak untuk dijamah.

Saya melihat pada dua cerpen iaitu Angin dari Gunung dan Penolong sang
...more
Khairunnisa Azalin
May 13, 2017 rated it really liked it
"Beginilah kehidupan..."
"Tidak semua manusia bersifat begini, tapi ada..."

Di setiap penghujung cerpen, itulah yang terlintas di benak.

Suram latar ceritanya; peperangan, penderaan, bongkak, kehilangan, tapi A.A Navis mencerahkan minda kita apabila satu persatu watak manusia yang wujud dalam dunia ini dia suluhkan.

Gerun.

Alhamdulillah. Sebuah bacaan yang sarat pengajaran sebagai permulaan 2018.

Benarkah kata A.A Navis?
"Tapi nyatanya orang-orang muda sekarang begitu sulit melepaskan dirinya dari sifa
...more
Sharulnizam Mohamed Yusof
10 cerpen yang setiap satunya membuatkan kita perlu berfikir dan menakul. Ada yang tersirat. Robohnya Surau Kami pun sudah cukup kuat membuatkan saya tersentak. Banyak pengajaran-pengajaran kehidupan yang boleh kita dapati.

Membaca koleksi cerpen A. A. Navis ini, mengingatkan saya koleksi cerpen SN A. Samad Said, yakni Tasik Syahdu. Berkisarkan kehidupan masyarakat biasa dan berlatarkan hidup zama pasca perang.
Shaharuddin
Jan 27, 2018 rated it really liked it
Susunan perkataan yang ringkas membentuk cerpen-cerpen yang menarik. Tapi cerpen-cerpen dalam antologi ini disusun dari paling baik kepada kurang baik. Kalau disusun dari kurang kepada paling baik mungkin jadi lebih menarik.
Svarma Dipa
Sep 11, 2018 rated it it was amazing
🌑🌒🌓🌔🌕
Faizah Aulia R
seingat Faizah terakhir baca sastra 60an yang bahasanya segini banget itu pas SMP, karena di perpustakaan sekolah ya adanya novel2 sastra angkatan 60, dari AA Navis, Sutan Takdir Alisjahbana, Hamka, dll. Angkatan 90an harusnya familiar sama nama2 tsb, yaiyalah suka nongol di materi pelajaran bahasa Indonesia wqwqw

Dan Faizah baca ini dulu pas masih SMP juga, di perpus wqwq

Beberapa cerpen nya menohok banget secara moral, terutama bagian robohnya surau kami yang jadi judul utama kumcer ini, yang ng
...more
arashi
Apr 13, 2008 rated it it was amazing
Dalam cerpen "Robohnya Surau Kami", berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah…
"kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat
...more
Hesa Kaswanda
Aug 08, 2012 rated it really liked it
Saat melihat buku A.A. Navis yang satu ini di toko buku, tentu saya segera menghentikan langkah dan menyempatkan melihat-lihat. Sudah lama tahu, tapi baru ada keinginan baca saat itu. Satu hal yang saya dapat simpulkan dari A.A. Navis, ia sangat menyukai kejutan. Dari sekian cerpen dalam kumcernya kali ini, yang dapat saya temukan adalah kejutan di setiap cerpennya. Pesan moralnya sungguh dalam. Saking dalamnya, saya harus mengulang membaca dua-tiga kali di beberapa bagian cerpennya. Menyenangka ...more
Zetty Khairunisa
Nov 23, 2015 rated it really liked it
Shelves: dubook_indo
Terus bahasa indah itu yg menyambut saya. "Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dgn menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar". Damai! Kan?

Saya bukanlah tahu sangat bahawa buku ni buku klasik penuh lagenda dari seberang. Saya cuma jatuh suka pada tajuknya lalu saya beli dan selepas beli baru dikata dari penjualnya 'buku ini bukan salinan original'. Tapi puas saya belek, printingnya bagus cuma kualiti kertasnya tidak. Sebab itu ke?

Saya suka dengan cerpen Anak Keba
...more
Eka Ha
Nov 06, 2013 rated it it was amazing
ketika saya selesai membaca cerpen sosio-religi yang sangat terkenal ini, saya menyimpulkan bahwa A.A Navis tidak sekedar ingin menceritakan tentang sebuah surau yang roboh karena ditinggal mati bunuh diri oleh pak tua, marbot yang menjaganya gara2 termakan bualan Ajo sidi tentang nasib orang 2 yang salah mempersepsikan makna ibadah di akhirat kelak.
lebih dari itu, penulis yang karya sastranya tidak lekang oleh waktu itu ingin menyampaikan hal lain yang lebih penting lewat cerpen yang judulnya m
...more
Imas
Oct 12, 2009 rated it really liked it

Kumpulan cerita pendek berisi 10 cerita yang dirangkum dalam 1 buku. Berbagai cerita tentang kehidupan dari kisah penjaga mesjid sampai topi helm.

Kisah yang paling menohok tentu saja cerita yang berjudul sama dengan kumcer ini, Robohnya Surau Kami. Seorang kakek Penjaga mesjid, yang sangat taat beribadah sampai-sampai melupakan dunia, meninggalkan anak dan istrinya serta menyerahkan seluruh hidupnya untuk beribadah kepada Tuhan. Sampai satu ketika sang kakek memutuskan untuk meninggalkan dunia b
...more
Muhammad Rajab
May 05, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
baru kali pertamanya baca kumpulan cerpen A.A. Navis yang telah melegenda.
kumpulan cerpen ini punya kekuatan tersendiri yang tidak hanya memberikan hiburan tapi juga pencerahan dalam tiap cerpen-cerpennya. hampir seluruh cerpen yang ada dalam buku ini saya sukai. karena nilai kesusastraannya juga tinggi menjadikan kumpulan cerpen ini terasa 'mahal'.

cerpen-cerpen terbaik dalam buku ini menurut saya:

#1. Robohnya Surau Kami
#2. Anak Kebanggaan
#3. Nasihat-nasihat
#4. Datangnya dan Perginya
#5. Pada Pem
...more
Hawari
Jan 08, 2015 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Saya dikasih buku ini oleh kakak sepupu. Awalnya males banget baca buku ini, karena saya ingat bapak saya pernah bercerita mengenai buku ini dan nggak tahu kenapa saya merasa males aja sama hal-hal yang berbau jadul hehehe. Tapi setelah mulai baca kumpulan cerpen ini, saya pun sadar bahwa ini bukanlah buku biasa.

Cerpen-cerpen yang ada di dalamnya mengejutkan bagi saya, plotnya banyak yang unik dan tidak terduga. Beberapa cerita bahkan meninggalkan saya dalam kekagetan, perasaan terguncang, dan
...more
Willy Akhdes
Mar 17, 2016 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Seingat saya, saya membaca kumpulan cerpen ini sewaktu saya masih SMP, belasan tahun yang lalu. Baru membaca beberapa paragraf, saya tak bisa berhenti untuk terus membacanya. Disampaikan dengan tatanan bahasa Indonesia lama yang indah dan lugas membuat saya betah membaca berlama. Dalam 2-3 hari saja saya menyelesaikan. Kumpulan cerita pendek ini berisi 10 cerpen yang beberapa diantaranya yang sangat saya suka dan masih ingat sampai sekarang adalah : Robohnya Surau Kami, Topi Helm, Dari Masa ke M ...more
Riezkystory
Apr 08, 2013 rated it really liked it
Tak heran beliau menjadi salah satu maestro sastra Indonesia. Dengan gaya bahasa sederhana, beliau mampu mengetengahkan tema relativisme moral dengan apik(Kalau anda membaca cerpen-cerpennya dalam buku ini, rata-rata memiliki benang merah tersebut). Kritisme diperlkan manusa untuk hidup,kalau tidak mereka hanya akan menjadi hewan-hewan yang gemar menghakimi.

Cerpen favorit: Nasihat-nasihat, Dari Masa ke Masa, Datangnya dan Perginya, Anak Kebanggaan dan tentu saja Opus Magnum Robohnya Surau Kami.
Jusmalia Oktaviani
Dec 28, 2014 rated it it was amazing
Telah lama membaca kumpulan cerpen ini, namun beberapa kisahnya masih melekat hingga kini. Banyak sindiran-sindiran yang menggelitik moralitas kita. Salah satu kumpulan cerpen terbaik yang pernah saya baca.
Farrahnanda
Oct 05, 2014 rated it liked it
Dulu baca pas SMA dan udah lupa isinya kayak apa o|--< seinget saya lumayan sih ceritanya **enggak guna komenmu, Far**
Muplihah
Nov 13, 2014 rated it really liked it
singkat, padat, berisi. Terimakasih Hera yg telah merekomendasikan buku ini utk dibaca :D
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
menjadi apakah kita nanti? 1 44 Jul 13, 2008 09:43AM  
  • Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Pertama dan Terakhir
  • Harimau! Harimau!
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Atheis
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Olenka
  • Bukan Pasar Malam
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Canting
  • Dunia Sukab: Sejumlah Cerita
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Namaku Hiroko
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
71 followers
Ali Akbar Navis was a journalist and potential writer. He was a full time writer for Sripo and writes so many stories.

His famous books was “Robohnya Surau Kami” which became a monumental work for Indonesian literature. His last work is "Simarandang" a social-culture journal which been published on April 2003.

A.A. Navis passed away at age 79.