Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Hafalan Shalat Delisa” as Want to Read:
Hafalan Shalat Delisa
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Hafalan Shalat Delisa

by
4.22  ·  Rating details ·  8,500 Ratings  ·  729 Reviews
Delisa anak perempuan yang bermata hijau, bening dan umurnya baru mencecah lima tahun. Dia hidup dalam keluarganya yang sebegitu, dia cuba menghafal bacaan dalam solat dengan bantuan ibu dan kakaknya.

Namun Tuhan lebih tahu apa yang lebih baik untuk hamba-Nya. Tsunami datang melumatka senyuman pada wajah Delisa. Tsunami mengambil segala-galanya, keluarga juga kaki kecilnya.
...more
Paperback, 248 pages
Published 2007 by Republika (first published 2005)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Hafalan Shalat Delisa, please sign up.

Be the first to ask a question about Hafalan Shalat Delisa

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Nicegreen
Jun 03, 2008 rated it it was amazing
Ada sebuah keluarga di Lhok Nga - Aceh, yang selalu menanamkan ajaran Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Umi Salamah dan Abi Usman. Mereka memiliki 4 bidadari yang solehah: Alisa Fatimah, (si kembar) Alisa Zahra & Alisa Aisyah, dan si bungsu Alisa Delisa.

Setiap subuh, Umi Salamah selalu mengajak bidadari-bidadarinya sholat jama'ah. Karena Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing - Arun yang pulangnya 3 bulan sekali. Awalnya Delisa sus
...more
IkaSadera
Jan 04, 2012 rated it it was amazing
Seorang syekh berkata "Jika kau ingin menjadi orang shaleh, ubahlah sifatmu menuju sifat anak-anak"..."Anak-anak mempunyai 5 sifat , dan jika orang dewasa mempunyai sifat yang sama, mereka akan meraih tingkatan orang saleh"
1. Mereka tak cemas tentang makanan sehari-hari mereka
2. Ketika mereka jatuh sakit, mereka tidak mengeluh siang dan malam hari menyangkut rasa tak enak yang dirasakannya.
3. Apapun makanan yang mereka miliki, mereka akan berbagi.
4. Ketika mereka bertengkar atau berselisih, mere
...more
Welma La'anda
Sep 09, 2008 rated it it was amazing
Saya sangat menyayanginya. Saya bersyukur kerana saya dizinkan Allah untuk mengenali dan membacanya. Saya sendiri tidak tahu bagaimana secara professional untuk menilai kebagusan sebuah novel, tetapi sebagai pembaca saya menilai kebagusan sebuah buku itu daripada aspek pengaruhnya terhadap kejiwaan saya dan novel ini telah berjaya membawa saya berfikir sejenak tentang erti keyakinan dan kehidupan saya. Saya sendiri tidak tahu apa perkataan yang paling sesuai untuk meringkaskan mesej dalam novel ...more
Tiwik
Feb 03, 2009 rated it it was amazing
Shelves: fiction
Ini adalah kisah tentang tsunami…
Ini adalah kisah tentang kanak-kanak…
Ini adalah kisah tentang proses memahami…
Ini adalah kisah tentang keikhlasan…
Ini adalah kisah tentang Delisa…

Bila sebelumnya tidak membaca frequently asked questionnya, pastilah saya akan mengira ini adalah kisah nyata yang terekam oleh Tere Liye dan dikembangkan menjadi sebuah cerita yang hebat.

Kisah yang dimulai dengan keharmonisan dan kelucuan tingkah sebuah keluarga bahagia yang terdiri dari ummi Salamah yang perhatian tet
...more
Norain
Apr 12, 2012 rated it really liked it
Shelves: middle-grade
Agak sukar untuk saya mengadili buku ini sebenarnya. Ada faktor emosi sewaktu saya membaca buku ini maka susah untuk mengkelaskan apakah air mata yang berbaldi tumpah adalah kerana isi novel ini semata-mata atau disumbang faktor saya ini anak rantau yang rindukan keluarganya (bak kata Kak Limau Nipis, buku ni tidaklah sesuai dibaca tanpa famili di sisi).

Permulaannya amat baik. Keharmonian keluarga Ummi Salamah dan Abi Usman meresap jauh ke dalam hati, bersama dengan nilai Islam yang disampaikan
...more
Amer Mukhlis
Jul 03, 2013 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Novel spritual pembangun jiwa. Bila aku habis baca novel ini aku rasa aku antara yang bertuah dalam dunia sedangkan orang lain lagi susah dari aku. Ini bukan kisah biasa, ini kisah kasih dan sayang sesama keluarga yang saling kehilangan semasa dihentam amarah Tsunami!
Inna
Apr 08, 2008 rated it it was amazing
Shelves: fiksi-indonesia
Delisa bungsu dari 4 bersaudara dibesarkan dalam keluarga hangat dan sangat religi disalah satu kota di Nanggro Aceh Darussalam.. Delisa yang mendamba kalung ”D” untuk Delisa! Untuk hafalan shalatnya. Kalung yang kemudian tidak dimilikinya karena Tsunami menghantan Lhok Ngah saat hafalan shalatnya disetor pada Ibu Guru Nur pada saat itu Ahad, tanggal 26 Desember 2004.yah saat tsunami meluluhlantakkan Aceh dan 80% penghuni Lhok Ngah beserta penghuninya.

Sampai dengan lembar 50pertama, saya masih b
...more
Yuu Sasih
Apr 25, 2012 rated it liked it
Akhirnya selesai baca juga setelah lamaaaaaaaaaaaaaa sekali saya tinggalkan. Entah kenapa. Mungkin karena gaya penulisannya yang sulit menyedot perhatian saya. Padahal ini buku pinjaman. Yang katanya bisa membuat saya menangis. Saya merasa jadi seperti peminjam tidak bertanggung jawab, karena menahan buku lama-lama dan karena gagal menangis.

Buku kedua Tere Liye yang saya baca. Kisahnya apik, mengenai keluarga dan agama. Cerita tentang keluarga sederhana yang sepertinya sangat ideal hanya untuk k
...more
Cik Aini
May 19, 2009 rated it really liked it  ·  review of another edition
Ini buku yang gerak hatiku bersuara untuk membelinya, tanpa mengenali siapa Tere Liye. Terasa kagum aku membacanya, adunan tulisan berjaya menghasilkan getaran di jiwa. Bagiku sebagai rakyat Malaysia, yang kukira bukanlah begitu jauh dengan Acheh, masih tidak dapat menyelami hakikat peristiwa tsunami yang berlaku sekitar Disember 2004.

Penulis berjaya menghidupkan kembali suasana setelah berlakunya tsunami, bagaimana sebuah bandar yang ranap dibangunkan dengan kadar perlahan, tetapi berjaya bang
...more
Tapetum Lucidum
Mar 02, 2010 rated it it was amazing
Shelves: inspirasional
Termenung! Itulah yang saya lakukan persis setelah membaca buku ini, sebelum akhirnya saya sadar belum shalat ashar dan saya pun cepat-cepat mengambil wudhu.

Ceritanya sendiri adalah tentang seorang anak bernama Delisa yang mendapat tugas menghafal bacaan shalat. Ibunya berjanji akan memberinya kalung huruf 'D' jika ia berhasil hafal. Delisa pun senang dan ingin cepat-cepat menghafal bacaannya.

Tapi masalah tak berhenti sampai situ. Bencana yang melanda Aceh beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada
...more
Rahmi
Feb 26, 2009 rated it it was amazing
Cerita yang sangat menyentuh, membuat bulu kuduk berdiri (tapi jangan salah ini bukan cerita hantu, mistis, klenik dsb). Cerita dengan background tragedi tsunami di Aceh tahun 2004 ini melahirkan sebuah kontemplasi tentang makna rutinitas sholat sebagai sebuah wujud penghambaan makhluk pada Rabb-nya. Beberapa point penting yang dapat diambil: Pertama, niat untuk beribadah hanya kepada Allah (sesungguhya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah penguasa semesta alam) karena dengan ...more
Sinta Nisfuanna
Nov 16, 2009 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: spiritual
hohohoho...sukses bikin termehek-mehek, nangis kenceng pas Delisa ngobrol ma Umam...:((

rencana mw dikasih bintang 5 cuman koq ya gak sreg ma footnotenya...jadinya bintang 4 sajo
Esti
Oct 14, 2008 rated it really liked it
Nice book..
Diam2 aku menghapus airmata waktu baca buku ini di atas kereta Taksaka, di sebelah anak ABG yg sibuk dengan gadget-nya :p
Cerita sederhana, dengan catatan kaki yang menghentak emosi..
Inche Gabbana
Jun 15, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Waduh waduh! Bener-bener menggugah jiwa gue!
Putra
Dec 20, 2008 rated it it was amazing
jatuh cinta pada delisa...
kqkqkqkq
Danur Dimara
Apr 04, 2010 rated it it was amazing
Judul Buku : Hafalan Shalat Delisa
Penulis : tere-liye
Penerbit : REPUBLIKA
Halaman isi : 270 halaman 20.5 x 13.5 cm
Jenis : Fiksi Islami
Cetakan X, Agustus 2009

“Novel tentang bacaan shalat anak 6 tahun dengan latar bencana tsunami ini sangat mengharukan. Nilai keikhlasan dengan halus di jalin pengarangnya ke dalam plot cerita dunia kanak-kanak ini. Saya membacanya dengan rasa sentimental, karena selepas tsunami saya pernah bolak-balik ke Lhok Nga itu.”
Taufik Ismail
Penyair

“Buku yang indah ditulis dal
...more
Lyta
Mar 23, 2009 rated it really liked it
What else can I say?
Soo many reviews, so many applaus to this book. Sudah masuk cetakan ke-10, kalau tidak salah.

Salah saya, tidak baca dari dulu-dulu. Kenapa? Ya, sudah tau sih buku ini bagus, bahkan yang rekomen ke saya adalah temen yang bapak-bapak!
Padahal biasanya bapak-bapak kan jauh banget dari segala fiksi.

Well, ya, ini adalah fiksi sodara-sodara, tapi mengingat betapa maha dahsyatnya kejadian yang melatarbelakangi fiksi ini, kisah ini mungkin saja terjadi. Siapa yang tahu? saksi-saksi ku
...more
Atikah Hanafi
May 02, 2017 rated it really liked it
Ada buku yang menggoda kau dengan muka depannya.
Ada buku yang membuat kau terbuai dengan susun katanya yang asyik.
Ada buku yang mencengkam kau dengan plotnya yang meruntun.
Tetapi ada juga buku yang menggoncang sanubari kau dengan pesanannya yang tajam.

Buku ini ringkas. Bersahaja. Keanak-anakan. Membawa kau ke dunia seorang permata kecil bernama Delisa. Kita turut tertawa dan menangis dengan kisahnya. Tapi usai membaca buku ini, kita kan tersedar. Ternyata kitalah Delisa itu. Kita semua adalah D
...more
Aina Dayana Hilmi
Pertama kali membacanya, hati sudah terpaut pada keletah Delisa dan kakak-kakaknya :) Sifatnya yang keletah ditambah lagi kesungguhannya menghafal bacaan dalam solat. Delisa mempunyai keluarga yang bahagia. Ibunya seorang suri rumah dan menitikberatkan soal pendidikan agama anak-anaknya. Sementelahan suaminya seorang pelaut (jika saya tidak silap – terlupa apa pekerjaan abi delisa), ibu delisa mengajar sendiri anak-anaknya mengaji al-Quran, mengimami mereka solat berjemaah dan mengurus rumah ta ...more
Afifah
Nov 03, 2012 rated it really liked it
Sudah lama memasukkan buku ini dalam list buku yang harus saya baca. Tetapi baru berkesempatan (atau menyempatkan) membaca 2 hari terakhir ini. Hasilnya, saya banjir air mata.
Saya memiliki kenangan tersendiri tentang tsunami Aceh. Saat itu, saya baru menjadi seorang ibu, dengan satu anak yang berusia sekitar 1,5 bulan (anak pertama saya lahir 17 November 2004). Suami yang saat itu masih ko-as, menjadi relawan medis yang diberangkatkan ke Aceh pada awal-awal peristiwa tsunami. Karena saya dan sua
...more
Sevi Chonifah
Perjuangan Seorang Gadis Kecil
judul :Hafalan Solat Delisa
Penulis:Tere Liye
Penerbit:Republika
Halaman :196
Buku ini berisi tentang sebuah perjuangan gadis kecil, ia bernama Delisa. Dia adalah seorang gadis yang cantik dan manis. Ia hidup bersama orang tua da ketiga kakak perempuannya yang mempunyai pengetahuan agama yang baik. Delisa mempunyai tugas dari sekolahannya, dia harus bisa menghafalkan bacaan sholat dengan baik dan benar. Dia berjuang dengan sekuat tenaga untuk menghafalkan bacaan solat i
...more
Rika Moniarti
Apr 28, 2009 rated it it was amazing
Delisa adalah gadis kecil berusia 6 tahun, bungsu dari empat bersaudara. Mereka tinggal di Lhok Nga, sebuah kota di pesisir pantai Aceh bersama sang Ummi. Adapun Abi mereka, bekerja di tanker perusahaan minyak yang pulang tiga bulan sekali untuk menengok keluarga tercinta.

Bagi Delisa, menghafal bacaan-bacaan shalat memiliki kesulitan tersendiri. Terutama ia sering tertukar menempatkan susunan kata-kata dalam satu ayat, begitu juga ia sering tertukar antara bacaan ruku dan bacaan sujud. Ada sesua
...more
Isnaini Nuri
Feb 10, 2010 rated it it was amazing
"Delisa cinta ummi karena Allah"

Delisa, seorang anak berumur 6 tahun, tinggal bersama ummi Salamah dan kakak-kakaknya, Fatimah; dan si kembar Zahra dan Aisyah di Aceh. Abi nya, Abi Usman, bekerja di perusahaan kapal asing yang baru pulang 3 bulan sekali.

Ummi Salamah biasa menberi hadiah berupa kalung emas pada anak-anaknya yang berhasil menghapal bacaan sholat dengan sempurna. Karena itu Delisa sangat bersemangat menghapal bacaan sholat demi sebuah kalung yang dijanjikan umminya. Pada hari Deli
...more
Nurul Atiqah Muhamad
Jan 06, 2017 rated it really liked it
Review Hafalan Shalat Delisa dari Tere Liye.

Istimewanya setiap buku Tere Liye, wataknya memang hidup dan susah nak kata kita membaca sebenarnya. Lebih kepada menonton/merasai pengalaman watak itu sendiri.

Seperti buku sebelum ini juga, (Hujan, Rembulan Tenggelan di Wajahmu dan Sunset bersama Rosie), penulis tak perlukan muka surat yang banyak pun untuk penamat cerita. Dua muka surat pun cukup (tipu, setengah muka surat sebenarnya) sudah cukup untuk twisted ending.

Mengapa aturan hidup dunia sepe
...more
Devi Luxkyta
Apr 21, 2013 rated it really liked it
Judul buku :Hafalan Sholat Delisa
Penulis :Tere Liye
Penerbit :Republika
Tahun terbit:2005
Jumlah hal :248 halaman

Bacaan shalat memang sulit untuk diingat,menggunakan bahasa arab,dan juga harus mengerti dari arti bacaan itu.Yang terkadang membuat anak sulit ataupun malas untuk membaca bahkan mengingatnya.Itu semua memang masalah sulit,tetapi saat telaten membaca bacaan shalat dan dengan bantuan orang tua yang mendampingi di samping anak.Insya Allah masalah itu dapat terselesaikan.
Seperti yang dicer
...more
Niswa Fithriyah
by :tere liye
diterbitkan oleh:gramedia


kelebihan
buku inimenceritakan tentang semangat seorang anak yang kira2 duduk disekolah dasar untuk menghafallkan sholat.anak itu bernama delisa.waktu badai tssunami datang,delisapun tetap fokus praktek menghafalkan sholatnya.karena gurunya bilang kalau delisa tidak usah menghiraukan yang disekelilingnya.sampai suatu saat semua orang yang ada dipesisir pantaipunhanyut terbawa ombak tsunami.namun ajaibnya,delisa tetap terjaga dalaam hafalannya.sayang,ketika i
...more
Iqbal
Nov 01, 2008 rated it it was amazing
Shelves: fiksi
Entah bagaimana menuliskannya...buku ini lah yang menandaidai awal saya berani membeli buku. Perlu waktu lama untuk mulai melanjutkan kebiasaan mbaca dengan kegemaran membeli buku. Tiba-tiba saja saat itu dapet rizqi. Pingin beli buku. Tapi g punya bayangan sama sekali buku apa yang mau saya beli.

sampai tiba di toko buku...tertumbuk pada sebuah buku...novel. gak tahu kok langsung tertarik. Ada komentar hebat dari orang-orang hebat di sampul bukunya. langsung di bawa ke kasir.

dan ya Allah....saya
...more
Dina Meidianti
Aug 25, 2011 rated it really liked it
Saya membeli buku ini kemarin karena saya sangat penasaran dengan review yang saya baca, bahwa novel ini memiliki ulasan yang sangat bagus.

Saya sedang membaca buku ini dan ikut terhanyut dengan alur yang ada. Tetapi, kalau boleh saya jujur, kenapa saya tidak menangis seperti pembaca yang lainnya ya? Tapi saya akui pada halaman 68, buku kuduk saya berdiri karena merinding hehehe.. kereeen!

Setelah saya selesai membaca buku ini, saya akui bahwa buku ini pantas mendapatkn bintang yng tinggi. Sosok D
...more
Faaizz d zul
Feb 03, 2012 rated it really liked it
ingat lagi tulisan "100 hari"?

bila kadang-kadang kita terlahir perasaan jijik eww pada homeless yang senyum cengeng pada kita di ibukota,
anak kecil yang kita bawa bersama membalas senyuman riang dari mereka.

bila kadang-kadang angin yang menerpa kita terasa menyusahkan karena merusak dandanan rambut pacak super saiya tahap 3,
anak kecil itu memejam mata mendepang tangan, menikmati dan terbang bersama setiap deru angin yang padu ke tubuhnya, walaupun jatuh, tapi senyum berdiri semula.

bila kadang-ka
...more
Yusinaru
Sep 04, 2009 rated it it was amazing
selesai baca buku ini aku baru tersadar, betapa kita sering di penuhi oleh masalah2 duniawi hingga menyita seluruh pikiran dan waktu kita. tanpa kita sadari bahwa semua itu kembali pada Nya
delisa, seorang bocah 6 tahun, mengajarkan kita untuk memandang semua masalah secara sederhana dan menyelesaikannya dengan sebenar2 ikhlas dan menerima.
belum cukup, ia juga mengingatkan kita akan kematian yg menanti di depan mata..


ini buku yg paling nguras air mata ku kyknya...

saran utk yg belom baca: jgn bac
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
berharap ada lanjutan novel ini 6 22 Jul 04, 2013 09:46PM  
berharap ada lanjutan novel ini 1 7 Oct 02, 2012 05:45AM  
betapa kecilnya kita dihadapan Tuhan 19 123 Aug 26, 2012 11:25AM  
  • Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)
  • Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan
  • Ketika Mas Gagah Pergi (Edisi Kedua)
  • Cinta di Dalam Gelas
  • Dalam Dekapan Ukhuwah
  • Diorama Sepasang Al Banna
  • Ayat-Ayat Cinta
  • Habibie & Ainun
  • De Winst
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • 33 Pesan Nabi: Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut
  • The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol
7,571 followers

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."

"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”
617 likes
“Maha Suci Engkau Ya Allah, yang telah menciptakan perasaan. Maha Suci Engkau yang telah menciptakan ada dan tiada. Hidup ini adalah penghambaan. Tarian penghambaan yang sempurna. Tak ada milik dan pemilik selain Engkau. Tak ada punya dan mempunyai selain Engkau.
Tetapi mengapa Kau harus menciptakan perasaan? Mengapa Kau harus memasukkan bongkah yang disebut dengan "perasaan" itu pada mahkluk ciptaanMu? Perasaan kehilangan...perasaan memiliki...perasaan mencintai...
Kami tak melihat, Kau berikan mata; kami tak mendengar, Kau berikan telinga; Kami tak bergerak, Kau berikan kaki. Kau berikan berpuluh-puluh nikmat lainnya. Jelas sekali, semua itu berguna! Tetapi mengapa Kau harus menciptakan bongkah itu? Mengapa Kau letakkan bongkah perasaan yang seringkali menjadi pengkhianat sejati dalam tubuh kami. Mengapa? ”
229 likes
More quotes…