Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Maryam” as Want to Read:
Maryam
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Maryam

by
3.59  ·  Rating details ·  680 ratings  ·  145 reviews
Tentang mereka yang terusir karena iman di negeri yang penuh keindahan.

Lombok, Januari 2011

Kami hanya ingin pulang. Ke rumah kami sendiri. Rumah yang kami beli dengan uang kami sendiri. Rumah yang berhasil kami miliki lagi dengan susah payah, setelah dulu pernah diusir dari kampung-kampung kami. Rumah itu masih ada di sana. Sebagian ada yang hancur. Bekas terbakar di mana-
...more
Mass Market Paperback, 275 pages
Published February 23rd 2012 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Maryam, please sign up.

Be the first to ask a question about Maryam

Community Reviews

Showing 1-30
3.59  · 
Rating details
 ·  680 ratings  ·  145 reviews


Filter
 | 
Sort order
Nisa Rahmah
Jan 17, 2016 rated it it was ok
Shelves: adult
Dari awal membaca buku ini, saya sudah berupaya memosisikan diri saya sebagai pembaca netral, yang tidak mengunci pandangan saya pribadi terhadap apa yang dikemukakan penulis dan menjadi tema besar dalam penulisan novelnya: tentang Ahmadiyah. Dengan posisi seperti itu, harapan saya adalah tentu saya akan memiliki paradigma baru atau setidaknya, mampu mencerna sudut pandang lain dari yang semula saya miliki.

Maryam berkisah tentang seorang wanita bernama Maryam, lahir dan besar oleh orangtua pengi
...more
Annisa Anggiana

Tadinya review ini mau diposting bareng Blogger Buku Indonesia kemaren, apa daya saya mesti merecharge diri yang sedang tepar dulu ;) (makanya jangan suka nunda2 bikin review! Hehe). Agak sulit buat saya untuk membuat review buku ini. Kenapa? Karena temanya yang menyentil membuat saya merasa harus belajar banyak dulu sebelum menulis . Salah satunya adalah dengan membaca buku Memahami Negativitas yang sudah saya review duluan.

Di karya ketiganya Okky Mandasari (dengan cukup berani) mengambil tema
...more
Stebby Julionatan
Apr 02, 2012 rated it did not like it
Kecewa berat sama buku Okky Madasari kali ini. Sebagai salah satu pengarang besar Indonesia saat ini, pennyandang 5 besar Khatulistiwa Literay Award, novel ketiga Okky ini bener-bener njelei. Bener-bener ga tuntas pembahasannya. Terkesan takut-takut. Gamang. Ga tau harus berpihak pada siapa. Padahal dia sendiri yang mengambil Maryam, seorang Ahmadi, sebagai tokoh utama dan diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga. Apa karena mungkin yang diceritakannya Ahmadi ya, yang notabene dianggap sesa ...more
Silvia Iskandar
Aug 31, 2012 rated it it was ok
Pulang dari merantau di negeri orang, ngebet banget deh makan martabak manis di tukang langganan.. Pas mau beli, dibilangin, “Non, kali ini beli martabaknya mesti sama roti coklat, produk baru Non, lagi promosi.”

What!! Tukan martabak bikin roti? Enak apa?
Tapi karena ngebet makan martabak, tetep juga deh beli, walau sambil menggerutu dan merogoh kocek lebih dalam.

Kira2 begitulah perasaan saya wkt beli Maryam. What?!! 78 ribu untuk buku setipis ini?!! Pasti deh gara2 CD-nya.

Mestinya, dibikin grat
...more
Nabila Budayana
Jan 22, 2016 rated it liked it
Gaya berkisah Okky Madasari di mata saya selalu sama. Ia seperti kereta cepat. Terlalu "angkuh" untuk menunggu keterlambatan, selalu bergerak segera tanpa bermain lama-lama dengan rasa dan estetika, meski tak sepenuhnya meninggalkannya. Kemanfaatannya tak bisa diabaikan, enggan terbang tinggi menuju angkasa seperti pesawat, justru mengakar dan menapak bumi seutuhnya. Enggan berbohong tentang angan-angan, ia memilih untuk merasa dan mengikat diri dengan realitas.

Maryam mengandalkan isu dan kriti
...more
Rizky
Jun 27, 2013 rated it really liked it
Shelves: koleksiku
Novel ke-2 penulis yang kubaca dan aku makin suka dengan gaya menulisnya, walau mengangkat isu sosial yang sedang marak di masyarakat, tapi penulis mampu menempatkan dirinya sebagai pencerita yang baik. Kali ini penulis ingin memberikan kita gambaran mengenai jemaah Ahmadiyah, yang pernah sangat marak di pemberitaan baik media cetak maupun elektronik.

Novel ini mengisahkan tentang Maryam, seorang wanita yang sejak lahir telah menjadi Ahmadiyah seperti kedua orangtuanya. Sejak kecil, Maryam tahu b
...more
Bernard Batubara
Jul 11, 2013 rated it really liked it
Selesai membaca "Maryam" novel Okky Madasari, yang memenangi KLA 2012. Maryam berkisah tentang pengusiran kaum Ahmadiyah dari tempat tinggal mereka sendiri. Perjuangan Maryam sebagai salah seorang anak keturunan Ahmadi hanya terkisahkan di bagian mendekati akhir novel, sayangnya. Namun konflik-konflik lain (cinta, pernikahan, perjodohan) yang berputar pada isu keyakinan tetap layak diperhatikan dan diikuti. Okky melaporkan dengan baik bagaimana kaum minoritas di Indonesia dihakimi dengan cara ti ...more
Imas
Tak sabar ingin membaca buku ini, lewat buku 86, Okky Madasari telah memikat saya.Begitu melihat buku ini sudah tersedia di toko buku, walaupun agak mahal..(Hmm), buku ini langsung dibawa kekasir.Hanya sehari setelah dibeli,buku ini selesai dibaca dalam 1\2 hari diselingi aktivitas ini dan itu. Okky berkisah tentang perbedaan keimanan, kekerasan terhadap perbedaan, cinta dan pemerintah yang tidak mampu melindungi dan membuat jalan keluar untuk rakyatnya. Saya percaya kekerasan bukanlah jalan kel ...more
Tanti
Dec 22, 2013 rated it did not like it
Shelves: indonesian
Bagi saya, buku yang bagus adalah buku yang membuat saya ikut merasa terlibat dengan peristiwa-peristiwa di dalamnya dan meninggalkan kesan mendalam setelah selesai membacanya. Sayangnya penceritaan di buku ini begitu datar, sehingga lebih terasa seperti membaca laporan.
htanzil
Nov 29, 2012 rated it really liked it
Setelah tahun lalu masuk sebagai finalis 5 besar Khatulistiwa Literary Award akhirnya di tahun ini Okky Madasari penulis muda asal Magetan berhasil memenangkan anugerah Khatulistiwa Literary Award 2012 dengan novelnya yang berjudul Maryam.

Dewan Juri KLA 2012 memilih Maryam sebagai pemenang dengan pertimbangan sebagai berikut :

Novel ini berhasil mengangkat masalah kekerasan terhadap pengikut Ahmadiyah dari hiruk-pikuk berita media dan kontroversi di sekitarnya ke tingkat yang berbeda. Ia menjadi
...more
Pauline Destinugrainy
Tadinya saya ingin membaca karya Okky Madasari secara berurutan sesuai waktu terbitnya. Jadi setelah saya membaca Entrok, seharusnya saya membaca 86. Tetapi Maryam lebih menggoda untuk dibaca duluan. Tidak mengapa. Lagipula novel 86 sudah ada jatah waktunya untuk dibaca nanti. Dan saya sedikit menyesal sudah menyimpan buku bagus ini sekian lama.

Maryam adalah seorang wanita Lombok yang menganut kepercayaan Ahmadiyah. Dia tidak memilih menjadi Ahmadiyah, sebagaimana lazimnya banyak anak-anak hanya
...more
Nana
Feb 07, 2014 rated it it was ok
Ceritanya kentang alias kena tanggung *nyomot istilah temen*

Bukannya saya berharap Okky Madasari akan memberi vonis Ahmadiyah salah atau benar, karena menurut saya agama itu benar dan tidaknya cuma Tuhan yang tahu. Buat kita manusia ya tinggal pilih apa yang kita imani dan jalankan iman itu sebaik-baiknya. Bahkan pemeluk agama yang sekarang diakui pun dulu bukannya nggak pernah dianiaya kan? Pernah dibilang sesat kan?

Masalahnya ada di cara penyampaian ceritanya yang membosankan. Kebanyakan kalim
...more
Willy Akhdes
Apr 10, 2016 rated it really liked it
Shelves: favorites
Orisinalitas novel ini memang pantas mendapatkan penghargaan prosa terbaik Khatulistiwa Literary Award 2013 yang mengantarkan Okky Madasari ke deretan penulis Indonesia papan atas. Mengangkat tema yang sangat sensitif, mengenai sikap intolerasi dalam kehidupan beragama. Maryam, tokoh sentral dalam cerita ini, adalah putri keluarga Ahmadi yang terusir karena iman dari tanah kelahirannya bersama keluarga dan orang-orang Ahmadi lainnya. Berlatar belakang di Lombok, novel ini dihadirkan dengan fakta ...more
Nur Fatin Atiqah
Jika dipandang dari sudut nilai-nilai sastera, buku Okky ini indah.

Jika dipandang dari sudut nilai-nilai kemanusiaan, buku Okky ini perlu.

Namun, jika dipandang dari sudut agama Islam yang lebih indah juga lebih perlu, buku ini harus dikendalikan dengan penuh berhati-hati, penuh iman, penuh pengamatan yang cermat dan teliti.

Bagi saya buku ini seharusnya kisah Maryam, bukan kisah Ahmadiyyah tetapi penekanan lebih menjurus ke arah golongan Ahmadi. Saya sering berfikir, apakah Okky ini juga orangnya
...more
Darnia
Feb 15, 2015 rated it really liked it
Ini kalo gw ngasih rating tinggi, gak dianggap berpihak sama Ahmadiyah kan ya? Enggak? Alhamdulillah, terima kasih :) *cari aman mode: on*

Di luar topik yg diangkat oleh Okky Madasari kali ini, gw suka dengan tulisannya. Buku-buku Okky yg bisa diselesaikan dengan sekali duduk ini selalu dan selalu membawa permasalahan yg kompleks. Gw suka dengan rasa frustasi, kemarahan, ketidakdilan yg sangat terasa di buku ini, silih berganti dengan kebahagiaan dan harapan. Awalnya gw agak skeptis, kok bawa-baw
...more
Suzan Oktaria
Apr 02, 2012 rated it really liked it
Novel ini berkisah tentang seorang perempuan penganut Ahmadiyah asal Lombok dengan berbagai konflik yang dialaminya, termasuk diskriminasi dan penderitaan akibat pengusiran dari kampung halamannya sendiri karena berbeda keyakinan.

Maryam menampilkan kehidupan personal seorang perempuan muda, mengangkat kisah cinta, keluarga, pertemanan dengan karakter, figur, konflik yang didapatkan dari kenyataan.

Maryam memang bukan novel tentang Ahmadiyah tetapi tentang korban diskriminasi, penindasan, mereka
...more
Ayu
Mar 27, 2012 rated it liked it
3.5
---------------
Siapalah kita manusia bisa menentukan suatu kepercayaan itu sesat atau tidak :)
At Tachriirotul
Jul 18, 2013 rated it really liked it
Cerita yang diusung Okky Madasari di Novel ketiganya ini berhasil membuat saya hanyut dalam kisah perjuangan kaum minoritas dalam memperjuangkan haknya. Melalui kisah Maryam, Okky menggambarkan diskriminasi yang dialami kaum Ahmadi (penganut Ahmadiyah) dari berbagai aspek. Maryam adalah seorang perempuan modern, berparas cantik, cerdas, lulusan salah satu Universitas Negeri di Surabaya. Ia bekerja sebagai pegawai bank di Ibukota dengan penghasilan cukup besar.

Lahir di tengah keluarga Ahmadi yang
...more
Ivan
Nov 30, 2012 rated it really liked it
Januari 2011

Saya Maryam Hayati.

Ini surat ketiga yang saya kirim ke bapak. Semoga surat saya kali ini bisa mendapatkan tanggapan.

Hampir enam tahun keluarga dan saudara-saudara kami terpaksa tinggal di pengungsian, di Gedung Transito, Lombok. Selama itu kami berbagi ruangan dengan membuat kamar-kamar bersekat kain. Lebih dari dua ratus orang hidup bersama di situ.

Setiap hari kami memasak di dapur umum, yang sebenarnya juga tak layak disebut dapur. Hanya karena kami meletakkan kompor di situ dan m
...more
Delasyahma Amari
Feb 26, 2018 rated it really liked it
Maryam, judul novel ini sendiri merupakan salah satu tokoh didalam cerita, menceritakan tentang orang-orang minoritas ditengah2 mayoritas. Maryam dan keluarganya harus rela meninggalkan rumah dimana mereka tinggal, diusir, karena tidak satu paham.

Buku ini, mengisahkan bagaimana pahit getirnya seorang manusia yang lahir di keluarga yang "berbeda" bagaimana akhirnya mereka membangun kembali rasa percaya akan keyakinan mereka. Bagaimana mereka bangkit diatas segala pilu yang mereka hadapi demi memp
...more
Mochammad Yusni
Nov 17, 2018 rated it liked it
Temanya kuat dan penting. Bercerita tentang komunitas Ahmadiyah di Lombok yang diusir, dijarah dan bahkan diminta pindah negara oleh gubernur setempat. Membacanya lalu menumbuhkan empati dan pertanyaan-pertanyaan akan ujaran kebencian yang makin sering dilontarkan berbagai oknum untuk membela agamanya (apa benar Tuhan butuh dibela?)
Tapi saya tidak terinspirasi cara menulis Okyy. Plotnya linear, agak klise, dan pilihan katanya kurang menyegarkan. Tapi buku ini tetap sangat direkomendasikan untuk
...more
Muhammad Bahrul Abid
Aug 03, 2017 rated it really liked it
Shelves: koleksi
Buku ini pantas mendapatkan anugerah Khatulistiwa Literary Awards 2011.
Ini adalah buku karya mbak Okky Madasari yang ketiga yang saya baca, setelah Entrok, dan Pasung Jiwa. Cerita tentang Maryam yang seorang Ahmadiyah, di mana di negeri ini didiskriminasi, memicu saya untuk membacanya. Perjuangan Maryam luar biasa. Saya suka bagian ketika mbak Okky memaparkan hal-hal yang menjengkelkan.
Bahkan, setelah membaca novel ini, saya mencoba mencari berita luar negeri tentang pendapat mereka mengenai sik
...more
Sadam Faisal
Oct 21, 2017 rated it liked it
Salah satu contoh dari sekian banyak konflik antara mayoritas vs minoritas.
Sulin
Dec 05, 2015 rated it it was amazing
E& 10an! Edan Tenan!
Makasih banget sebelumnya Kak Aprie sudah ngasih buku ini :* Bagus
Pantes aja buku ini menang Khatulistiwa Award 2012! Memangnya kece begete!
Buku ini bercerita tentang kehidupan Maryam, seorang Ahmadiyyah. Dari buku ini saya bisa tahu banyak sekali hal mengenai Ahmadi.

Saya pribadi punya beberapa penilaian tentang buku bagus.
Salah satu kriteria buku bagus adalah buku itu bisa merubah sudut pandang seseorang, dari yang sebelumnya sempit menjadi lebih multidimensional.
Buku in
...more
Awi Chin
May 07, 2012 rated it liked it
First of all, gue sama sekali gak tahu apa sih cerita dari novel ini. kalau dilihat dari sinopsisnya gue cuma mikir kalau ini novel tentang kemiskinan dan kebobrokan bangsa kita. Tahu-tahunya gue salah.

Well, gue baru pernah sekali baca buku Okky yaitu 86.
Dan setelah baca bukunya yang ini gue jadi tahu banget kalau cerita-cerita yang Okky tulis itu plotnya sama. Mudah ketebak dan gak terlalu nampilin twist.

Dari segi ceritanya sendiri, gue rasa Okky bermain aman dengan menceritakan kisahnya dari s
...more
Agata
Baca buku ini bikin hati saya sedih. Madasari penulisannya bagus sekali, bikin saya terpaku dengan novelnya dan segera ingin melahapnya habis. Sayangnya, saya merasa endingnya kurang "final". Penasaran dan geram dengan keadaan para pengungsi yang dibiarkan begitu saja di akhir novel.
Ian Oganarto
Sebuah topik yg secara general banyak sekali terjadi di masyarakat kita. Contohnya adalah perilaku dan pelnerimaan masyarakat terhadap Ahmadiyah. apakah kita ini bermain menjadi hakim sendiri dan berhak menetapkan sesat tidaknya sebuah keyakinan? Apakah kaita ini sudah benar dan berhak mencap orang salah hanya berdasarkan subyektifitas yang difatwakan oleh petinggi agama.

Memang negeri ini dipenuhi oleh opini dan persepsi yang kita sendiri harus berani menahan diri untuk buru buru menentukan ben
...more
Stefanie

"Maryam kini paham kenapa Bu Ahmad yang dulu sangat baik kepadanya kini dingin dan pura-pura tak kenal. Tapi kenapa? Kenapa semuanya bisa berubah seperti ini? Di mana tetangga-tetangga yang penuh keramahan, yang jauh dari segala kemarahan?"

Kisah tentang Maryam bermula saat ia kembali ke kampung halamannya setelah pernikahannya di Jakarta gagal dan berakhir dengan perceraian. Ia pulang kembali dengan penuh perasaan ragu; sedikit banyak karena ia malu dan takut bertatap muka dengan orangtuanya - y
...more
Senseless
Apr 02, 2012 rated it it was amazing
This novel incredibly tells a story about how a woman fights and wins her own freewill within a man's world full of discrimination. Subtly, it describes that a woman -- and of course human being as whole -- can have multiple identities, or is forced to have ones. In this case, beside being a woman that is conditioned to accept his fate, Maryam is an Ahmadi, a member of Islamic sect considered a heresy by many mainstream Muslims, while also just a human being fighting to survive.
Through Maryam, I
...more
Dewiyani
May 20, 2012 rated it really liked it
Shelves: borrowed-books
Mungkin sebelum membaca buku ini saya tak ada bedanya dengan orang-orang yg dengan lantangnya berteriak: “Bakar… bakar… bakar!” Tapi melalui buku ini saya mencoba menempatkan diri saya dari sisi yg berbeda. Sejenak saya menjadi Ahmadi yg dengan bersusah payah memegang teguh keyakinan mereka. Merasakan kepedihan yg mereka rasakan saat ditolak dan diusir dari tanah mereka sendiri.

Melalui buku ini saya belajar untuk tidak menghakimi orang lain yg memiliki keyakinan yg berbeda dengan saya. Menjadi b
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Gadis Kretek
  • Tanah Tabu
  • Kitab Omong Kosong
  • Orang-orang Proyek
  • Manjali dan Cakrabirawa
  • Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd
  • Pulang
  • Sebuah Lorong di Kotaku
  • Rencana Besar
  • Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • 23 Episentrum
  • Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Di Tanah Lada
196 followers
Okky Madasari won Khatulistiwa Literary Award 2012 for her third novel, Maryam. Maryam is about how followers of religious minority group tries to survive from the oppression of the majority and mainstream view, with beauty of Lombok Island as the main location of the story.

Okky’s first novel, Entrok (2010) highlights relations between a mother and her daughters in the backdrop of religious plura
...more
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Hati yang sudah terikat oleh beban tak bisa menghasilkan apa-apa selain kegelisahan dan ketakpuasan.” 10 likes
More quotes…