Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa” as Want to Read:
Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa

(Seri Buku TEMPO: Bapak Bangsa)

3.75  ·  Rating details ·  161 ratings  ·  27 reviews
Menentang feodalisme, Haji Oemar Said Tjokroaminoto punya andil menempa para tokoh pergerakan nasional. Dialah guru politik serta induk semang Presiden Soekarno serta tokoh pergerakan lain, seperti Semaoen, Musso, Alimin, dan Kartosoewirjo.

Di tangan Tjokro, Sarekat Islam berubah dari organisasi saudagar batik pribumi menjadi gerakan politik yang bedar dan kuat. Pidato dan
...more
Paperback, 160 pages
Published December 2011 by Kepustakaan Populer Gramedia
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Tjokroaminoto, please sign up.

Be the first to ask a question about Tjokroaminoto

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.75  · 
Rating details
 ·  161 ratings  ·  27 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa
Puty
Apr 14, 2016 rated it liked it
Bicara Tjokroaminoto adalah bicara gerakan dan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan, walaupun fokus utamanya tentu mengenai Sarekat Islam serta dinamika politiknya. Selain sebagai tokoh penting SI, di buku ini diceritakan juga bagaimana pengaruh Tjokroaminoto sebagai bapak kos pada Soekarno (nasionalis), Semaoen, Musso (komunis), dan Kartosuwirjo (Islam).

Bukunya ditulis secara objektif dan tidak terlalu panjang, rasanya seperti membaca majalah TEMPO. Namun karena pembagian bab seperti itu banyak kali
...more
Marina
** Books 69 - 2017 **

Buku ini untuk memenuhi Tsundoku Books Challenge 2017

3,2 dari 5 bintang!


Saya dibuat penasaran dengan rumah H.O.S Tjokroaminoto di gang Peneleh, Surabaya! Selain itu saya jadi teringat kalau Soekarno, Musso, dan bahkan Kartosoewirjo dulu pernah sempat tinggal di rumah Beliau. yah meski pada akhirnya mereka bertiga memilih haluan yang berbeda (Nasionalis, Komunis dan Agamis) :')
Candra
Jan 14, 2020 rated it really liked it
Bangsa Indonesia tak boleh lagi dianggap sebagai seperempat manusia.

Membaca ini jadi lebih mendalami Tjokroaminoto, bukan hanya sebagai pahlawan untuk dipuja, melainkan juga sebagai manusia. Tempo, seperti biasanya, berhasil membumikan tokoh yang banyak diagungkan masyarakat.

Dalam pandangan saya sendiri Tjokroaminoto eksis dengan kepribadiannya yang multifaceted. Tjokro menjadi purwarupa pemimpin besar di fajar pergerakan nasional, merevolusi cara-cara menggalang dan memobilisasi massa, tetapi p
...more
Vecco Saputro
Jun 23, 2018 rated it liked it
Singkatnya saya melihat bahwa buku ini menceritakan dua sisi berlawanan dari diri Tjokroaminoto. Sisi pertama ialah jalan negosiasi dan dialog Tjokroaminoto ketika bertemu orang yang berbeda dengan ideologinya. Sisi kedua ialah jalan keras Tjokroaminoto saat mengubah struktur dan anggota organisasi Sarekat Islam.

Namun lepas dari dua hal berlawanan itu, kita sebagai pembaca akan melihat sisi-sisi kecil Tjokroaminoto. Bagaimana dia menyihir perhatian massa dalam pidato yang kelak menjadi inspiras
...more
Nuraini
Jul 12, 2018 rated it liked it
Suka secara kemasan dan penampilan. Buku saku seri tokoh bangsa ini. Ringan utk dibaca dan dibawa2. Tapi isinya lebih seperti artikel reportase ala2 majalah tempo alih2 biografi yg runut dan ada beberapa pengulangan fakta yg terkesan maju mundur. Karena itulah sy beri 3 bintang. Nilai plusnya lg, dilengkapi foto dan keterangan sejarah.
Dian Shinta
Feb 16, 2020 rated it liked it
Shelves: read2020
Lebih menarik membaca buku sejarah di usia sekarang daripada masa sekolah dulu. 😅 Dulu saya termasuk orang yang sering mengantuk saat Bapak Guru mapel Sejarah sudah masuk kelas dan siap mengajar.

Dan, di sini saya dibawa kembali ke awal abad 19 yang hampir 100 tahu sebelum saya lahir. 😶
Alfiandi Sang revolusioner
Apr 14, 2020 rated it it was amazing
Mencerdaskan. Memberikan arti semangat perjuangan bagi kaum muda.
Aghnia Salsabila
Oct 15, 2016 rated it really liked it
bahasanya ringan untuk menyampaikan sejarah. jadi enak, ngalir. seperti di kata pengantarnya, bercerita bukan berarti harus kehilangan akurasi. sejauh ini saya banyak cengo karena waduh, Tjokroaminoto betulan Master Oogway di Indonesia...
Youlee Kawai
Nov 22, 2016 rated it really liked it
Tentang seseorang yang begitu besar jasanya dalam membangun fondasi bangsa Indonesia namun tak banyak orang tahu. mungkin kita ingat waktu kecil kita sering mendengar dari guru-guru kita bahwa indonesia merdeka karena rakyatnya bersatu melawan penjajah bagaikan sapu lidi bila hanya sebatang akan mudah dipatahkan tapi jika banyak akan susah dipatahkan. tapi apa pernah kita bertanya siapa yang menyatukan "lidi-lidi" itu? yah ialah salah satunya Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang sering disingkat m ...more
whyrmd
Feb 28, 2016 rated it liked it
Menceritakan kisah pak cokro dalam perjuangan nasional, yang awalnya hanyalah seorang saudagar batik di laweyan surakarta kemudian dilantik oleh samanhoedi menjadi anggota Sarekat islam hingga akhirnya memiliki karier cemerlang dan diangkat menjadi ketua sarekat islam. Mendirikan koran oetoesan hindia dan fadjar asia. Jika berbicara di panggung podium seperti Harjuna jika dalam pewayangan yang tidak takut terhadap siapa yang dihadapai. Suaranya berat dan tegas, Tidak memiliki rasa takut terhadap ...more
Sayekti Ardiyani
Sep 26, 2016 rated it liked it
Membaca buku ini pembaca mendapat gambaran berdirinya organisasi terbesar di awal pergerakan melawan penjajah, ialah SDI. Tjokroaminoto yang diberi gelar Raja tanpa Mahkota ini berhasil membesarkan organisasi SDI hingga bersebrangan dengan para tokoh di dalamnya, termasuk perpecahan menjadi SI kiri. Pahamnya adalah sosialisme Islam, bukan sosialisme ala komunis, Ia berpendapat bahwa sosialisme ada dalam Islam dan itulah yang ideal.

Bapak bangsa ini adalah inspirasi bagi tokoh semacam Sukarno ya
...more
Dimitri
Feb 18, 2015 rated it liked it
Shelves: biografi, sejarah, sos-pol
Dimulai dari semangat menyamakan derajat pribumi asli dengan para tuan kolonialnya, H.O.S Tjokroaminoto telah berkontribusi pada bangkitnya kesadaran politik kaum rakyat biasa, melalui Sarekat Islam yg dipimpinnya.

Orator ulung, organisatoris SI yang handal serta piawai dalam memainkan kharisma dan pengaruhnya dalam organisasi, menjadi modal keberhasilannya dalam berjuang saat itu. Hubungan baik yg dibina melalui keanggotaan di Volkskraad juga menjamin SI dapat berkembang dalam batasan yang diter
...more
Damar Yoga Kusuma
May 28, 2012 rated it really liked it
Shelves: national-history
Tjokroaminoto memilih berpisah dengan feodalisme jawa yang cenderung tunduk kepada pemerintah kolonial, mendekat kepada rakyat, menumbuhkan sebangat kebangsaan. Gelar Raden Mas berganti Hadji Oemar Said (HOS). Hidupnya semakin berwarna: sebagai kuli pelabuhan, menjadi juru tulis, hingga memimpin organisasi massa terbesar diawal revolusi.

Di bawah kepemimpinannya, Sarekat Islam yang awalnya organisasi pedagang batik menjadi gerakan antikolonialisme dengan jutaan anggota tersebar di 81 daerah Hindi
...more
Fikrul
Jul 28, 2012 rated it really liked it
Satu hal yang saya baca dari buku ini, bahwa perbedaan pola pikir antar para pendiri bangsa di masa awal, memang tidak bisa dihindari selama sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Dan hal itu sangat rawan mengganggu proses dari perjuangan itu sendiri, bahkan jika terus dibiarkan maka akan menyebabkan batalnya usaha para pendahulu.
Ideologi apapun mestinya dapat dikesampingkan selama tujuan yang utama yaitu kesejahteraan rakyat Indonesia menjadi pola akhir yang akan diraih. Polaritas menjadi kelompo
...more
Wahyu Awaludin
May 14, 2014 rated it really liked it
Ini keren banget! pembahasannya lengkap, enak dibaca, dan mengalir. Terang sih, soalnya yang menulis maestro jurnalistik dari Tempo. Satu-satunya yang saya sesalkan: bukunya tipis banget! Cuman 146 halaman. Padahal kalau mau dibandingkan, biografi Muawiyah bin Abi Sufyan saja 1000-an halaman. Biografi Steve Jobs 700-an halaman. Biografi Warren Buffet 1200-an halaman. Bah, masih belum ada satupun biografi Tjokroaminoto yang lengkap seperti itu, bahkan mayoritas pahlawan pun belum ada biografinya. ...more
Ismi Persson
Si Raja tanpa Mahkota yang menjadi guru para pendiri Indonesia, sayang buku ini hanya sedikit menyinggung zelfbestuur gagasan beliau, sayang sekali buku ini kurang detail karena hanya berupa gabungan-gabungan reportase. Nilai plus tentu saja bonus poster yang super keren menceritakan Gang Peneleh VII.
Wawan Kurn
Aug 06, 2016 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesia
Dengan SI yang telah dibangun serta sejumlah tulisan dan pidatonya, ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari "Guru Para Pendiri Bangsa" ini. Salah satunya, bagaimana sikap beliau menentang feodalisme pada masanya.
chy
May 10, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
berisi kisah hidup Tjokroaminoto beserta anak2 didiknya yang di kemudian hari bersimpang jalan. Meski belum menganut nasionalisme, namun Tjokroaminoto mengajarkan hal2 yang membuka pemikiran para anak didiknya dan memajukan organisasi dagang SI menjadi gerakan politik.
Retno
Nov 30, 2015 marked it as to-read
penasaran
Indah Threez Lestari
205 - 2012
Teyajssi
dalemnya ngacak gan
Dita Akdha
i am vary excited about this book
Reiza
May 30, 2016 rated it liked it
Shelves: non-fiksi, sejarah
resensi menyusul
Son
Jun 03, 2013 rated it really liked it
Kemasan ringan tapi bobot sejarahnya sangat dalam. Beliau adalah guru para tokoh politik pra kemerdekaan
Kanti Janis
Feb 03, 2015 rated it really liked it
Seperti judulnya, ialah guru para pendiri bangsa
Fawait Feighter
rated it really liked it
Aug 08, 2016
Andreas Eko
rated it liked it
May 23, 2018
Hendra Barcelonista
rated it it was amazing
Aug 17, 2017
Raiha
rated it it was amazing
Oct 15, 2016
Prihastyanto Greatno
rated it really liked it
Feb 03, 2016
« previous 1 3 4 5 6 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Mengincar Bung Besar: Tujuh Upaya Pembunuhan Presiden Sukarno
  • Daendels: Napoleon Kecil di Tanah Jawa
  • Beauty Is a Wound
  • Jejak Langkah
  • Rantau 1 Muara
  • Bumi Manusia
  • Child of All Nations (Buru Quartet, #2)
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
  • Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
  • Hamka, Ulama Serba Bisa Dalam Sejarah Indonesia
  • Max Havelaar, or the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company
  • Harimau! Harimau!
  • Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
  • Ranah 3 Warna
  • Negeri 5 Menara
  • Critical Eleven
  • The Little Book of Stoicism: Timeless Wisdom to Gain Resilience, Confidence, and Calmness
  • Ninety Percent of Everything: Inside Shipping, the Invisible Industry That Puts Clothes on Your Back, Gas in Your Car, and Food on Your Plate
See similar books…

Other books in the series

Seri Buku TEMPO: Bapak Bangsa (9 books)
  • Sukarno: Paradoks Revolusi Indonesia
  • Hatta: Jejak yang Melampaui Zaman
  • Sjahrir: Peran Besar Bung Kecil
  • Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan
  • Douwes Dekker: Sang Inspirator Revolusi
  • Agus Salim: Diplomat Jenaka Penopang Republik
  • Muhammad Yamin: Penggagas Indonesia yang Dihujat dan Dipuja
  • Hamengku Buwono IX : Pengorbanan Sang Pembela Republik

Related Articles

The Great Migration was the movement of six million African Americans out of the South to urban areas in the Northeast, Midwest, and West between 1...
30 likes · 3 comments