Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Rumah di Seribu Ombak” as Want to Read:
Rumah di Seribu Ombak
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Rumah di Seribu Ombak

3.40  ·  Rating details ·  300 ratings  ·  41 reviews
Tahukah kau mengapa Tuhan menciptakan langit dan laut? Semata agar kita tahu, dalam perbedaan, ada batas yang membuat mereka tampak indah dipandang.

Aku melihat lagi langit di atas Laut Lovina. Kenangan bersamamu menyerbu masuk ke ingatanku. Laut dan mimpi-mimpi kita. Apa kabar hidupmu?

Kita memang berbeda. Aku tahu. Sama tahunya seperti dirimu. Warna yang mengalir di nadim
...more
Paperback, 387 pages
Published 2012 by Gagas Media

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Rumah di Seribu Ombak, please sign up.

Be the first to ask a question about Rumah di Seribu Ombak

Community Reviews

Showing 1-30
3.40  · 
Rating details
 ·  300 ratings  ·  41 reviews


Filter
 | 
Sort order
Adham Fusama
Jan 07, 2013 rated it it was ok
Shelves: indonesia
Saat membeli, saya memiliki harapan tinggi pada buku ini. Akan tetapi sayangnya harapan tersebut tidak benar-benar tercapai. Ini buku yang bagus, tapi bukan pula buku yang luar biasa. Saya sangat menyayangkan, dengan tema yang besar (bom bali, pelecehan seksual, keharmonisan antaragama) dan faktor penulis yang kompeten, buku ini seharusnya dapat melejit menjadi karya sastra kontemporer yang memikat.

Ada beberapa hal yang menganggu saya sewaktu membaca buku ini. Yang pertama adalah eksekusi penuli
...more
Ahmad Rofai
Jun 08, 2017 rated it liked it
kisah yang dipaparkan sangat menarik, namun cara penuturan yang disaji kalo boleh jujur masih mudah ditebak.

misalnya saja ketika terjadi perubahan emosi tingkah laku secara mendadak yanik didepan samihi ketika melihat sosok yang pernah manjadikan yanik sebagai tumbahan kelainan napsu seorang turis. meskipun dijelakan diakhir, namun sebagai pembaca, entah bagaimana mudah untuk mengira bahwa yanik memang sedang dalam traumatik dan terancana ketika melihat turis tersebut (maapin lupa namanya, soaln
...more
Annisa Anggiana
Feb 01, 2012 rated it liked it

Awalnya saya kira buku ini bergenre romance, ternyata oh ternyata bukan. Hehe. Terus terang naksir buku ini karena judulnya, cover depannya dan sinopsis di belakangnya yang menggoda buat baca lebih lanjut. Ternyata cukup worthed untuk dibaca. Saya selalu suka buku yang bercerita tentang persahabatan. Those kind of story never failed to bring a warm feeling to my heart.

Alkisah kedua bocah yang tinggal di daerah Pantai Lovina, Singaraja, Kabupaten Buleleng Bali. Yang satu bernama Samihi, ayahnya b
...more
Diego Christian
Apr 25, 2012 rated it really liked it
Shelves: persahabatan
Resensi Buku: Rumah di Seribu Ombak

Di Kalidukuh, Singaraja, Bali Utara, sepasang sahabat bernama Samihi Ismail dan WayanYanik bershabat dalam indahnya perbedaan mereka. Samihi, pemeluk agama Islam yang tekun beribadah, dan Wayan Yanik, pemeluk Hindu yang selalu sumarah dan taat terhadap agamanya, saling berteman akrab, berbagi cerita, merangkai pahit manisnya jalan kehidupan bersama. Mereka saling mendukung bersama, misalnya, pada saat Lebaran, Yanik ikut merayakannya bersama keluarga Samihi, s
...more
Sarah Larasati
Jun 28, 2013 rated it liked it
Also known as the idealist's guide to tolerance, this book aims to teach the readers the noble value of just that - accepting others' differences, particularly in terms of religion. It is a strong theme, I must say, and a particularly tricky one, but Erwin handles it with grace, though it's not without its shortcomings. Its main shortcoming is the ending. I feel that it's glorifying suicide - Yanik has gotten through his troubles, and although his mother has passed away, he could easily start a ...more
lita
Jan 21, 2012 rated it it was ok
Shelves: novel-indonesia
Saya meyakini Erwin Arnada sebagai penulis handal. Pengalamannya selama bertahun-tahun sebagai jurnalis membuat Erwin Arnada mampu merangkai kata dan meramu konflik hingga menjadi cerita yang ciamik.

Rumah di Seribu Ombak ini contohnya. Ceritanya sederhana, seorang anak kecil yang tumbuh di sebuah desa di Bali dan kelak menjadi jawara surfing. Tentu tidak sesederhana itu. Permasalahan timbul silih berganti sehingga anak yang tadinya trauma terhadap air bisa mencintai olahraga yang pastinya butuh
...more
Nonna
Nov 10, 2012 rated it really liked it
Awalnya saya kira buku ini adalah sebuah novel dengan cerita cinta romansa antara lelaki dan perempuan. Seperti yang saya tangkap dari tulisan di halaman belakang buku yang ditulis penulis selama di penjara. Ternyata saya salah. Walaupun ada juga kisah manis di akhir cerita. Tetapi buku ini lebih menceritakan tentang sebuah kehidupan sosial antara dua bocah yang bersahabat. Persahabatan yang hadir bukan karena persamaan, melainkan perbedaan.

Samihi dan Yanik. Dua manusia yang berbeda latar belaka
...more
Stephanie
Feb 12, 2012 rated it liked it
Shelves: indonesia
sebenarnya temanya menarik, persahabatan antara dua anak berbeda agama. sayang ceritanya hanya menarik hingga di tengah-tengah. setengah terakhir seperti hanya dikebut, tidak menarik, tidak dalam.

proses editing yang sangat jelek juga cukup mengganggu. tidak tahu apakah memang buku ini diterbitkan terburu-buru karena filmnya pun akan segera tayang, tapi kalau saja editornya mau lebih teliti, kesalahan pemenggalan kata, tanda baca, termasuk kalimat yang tidak selesai bisa dikurangi. atau ini meman
...more
Nabila Budayana
Feb 09, 2012 rated it liked it
Shelves: novel-populer
Ekspektasi awal saya terhadap buku ini besar. Saya sudah membayangkan bagaimana menariknya tema pluralisme dan persahabatan yang diangkat, plus Bali sebagai latar tempat.
Rumah di Seribu Ombak bercerita tentang persahabatan dua anak Bali yang berbeda kepercayaan yaitu Samihi dan Wayan Manik. Sejujurnya pada bagian awal pendeskripsian cerita sangat baik, konflik-konflik yang menarik. Namun, di bagian menjelang akhir buku ini seperti kehilangan 'greget'nya. Meski ending cukup tak mudah ditebak, na
...more
Maria Tarisa
Aug 15, 2012 rated it it was ok
Persahabatan Wayan Manik dan Samihi memang digambarkan dengan sangat baik oleh Erwin Arnada. Ketika kita membaca buku ini, kita hanyut dalam persahabat dua tokoh utamanya. Bagaimana keduanya yang berbeda dapat saling melengkapi dan menyatu. Sungguh indah memang gambaran persahabatan keduanya. Kisah-kisahnya juga seru dan menarik. Sayangnya Erwin Arnada tidak dapat mempertahankan hal tersebut sampai di akhir cerita. Awal sampai pertengahan kita dibuai oleh keindahan persahabatan Yanik dan Samihi, ...more
Alwi Zein
Apr 12, 2013 rated it it was amazing
Novel RDSO sebagian besar menceritakan tentang kuatnya toleransi agama Hindu dan Islam di Kalidukuh, Kaliasem, Singaraja lewat persahabatan dua anak yaitu Wayan Manik (Hindu) dan Samihi (Islam). Daerah Kaliasem memang terlihat berbeda dengan wilayah Bali lainnya. Mayoritas penduduk Kaliasem beragama Islam dan dalam soal toleransi, Kaliasem memang dikenal sangat erat antar satu sama lain. Banyak dialog antar agama yang dilakukan rutin guna mempererat sikap keterbukaan dan toleransi antar pemeluk ...more
Melita
Feb 01, 2012 rated it it was ok
I was very excited to read the book because of the poetic lines on the back cover.
Pada bagian-bagian awal, identitas penulis sebagai jurnalis seperti membawa warna yang unik pada tulisannya. Mengalir dengan manis ketika mengurai kenangan, tertata rapi ketika mengungkap peristiwa-peristiwa.

Tapi, lama-lama terasa kering. Peristiwa demi peristiwa dikupas sekedarnya. Seakan hilang melankoli yang dibangun dengan baik di depan.

Sama seperti Samihi berusaha mengisi hari-harinya yang berlalu tanpa Yani
...more
Andri Yulianti Yulianti
Aug 25, 2012 rated it really liked it
was amazing~
fanny fredlina
May 07, 2013 rated it really liked it
Kisah persahabatan yg bikin hati sedih, terharu, salut.....Nasib si wayan menyedihkan banget. Cuma kenapa harus dibuat bunuh diri sih? hiks...
Pramita
Aug 27, 2012 rated it it was ok
Cerita yang bagus, sayang penceritaannya seperti esai.
Eriansyah Hakim
Feb 01, 2018 rated it liked it
Kesan pertama saat saya membaca sinopsis buku ini adalah kekaguman akan toleransi beragama dua manusia di suatu tempat tanpa memandang status sosial dan suku bangsa mereka. Sosok Samihi digambarkan sebagai anak yg polos dan sedikit penakut karena perangainya dan Yanik dengan sikapnya yg pemberani dan berjiwa petualang. Pada bab-bab awal saya merasa terhipnotis dan terbawa oleh suasana keharmonisan di tanah Singaraja dengan tingkat toleransi yg tinggi. Namun dari sisi penjabaran cerita, penulis c ...more
Nella Indriani
Jan 22, 2014 rated it liked it
saya tertarik membaca buku ini karena settingnya adalah Bali. ya, saya memang sangat mengagumi alam Bali sehingga saya tertarik membaca buku ini.

esensi dari buku ini sangat bagus yaitu tentang toleransi umat bergama khususnya antara Hindu dan Islam. kisah persahabatan Wayan Manik dengan Samihi sangat menyentuh hati. beberapa scene yang menunjukkan hal itu antara lain saat Yanik berkunjung ke rumah Samihi dengan mengenakan kopiah dan ketika Samihi berlatih qiraah melalui para ahli mekidung di Ba
...more
Klara Monika
Apr 28, 2013 rated it really liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Imam Rahmanto
Sep 07, 2014 rated it really liked it
"Kepasrahan dan rasa putus asa sangat tipis garis batasnya." --hal.220

"Kau belum tahu rasanya berada di tengah laut, makanya belum tahu rasa tenang yang sesungguhnya." --hal.276

"Keberanian akan selalu membawa perubahan, ketakutan akan jadi beban yang menenggelamkan," --hal.278

"Jika tak punya nyali besar, anak laki2 akan kehilangan kehormatannya saat dewasa karena tumbuh sebagai pria penakut. Tidak mengambil risiko. Laki2 yang tidak berani mengambil risiko, cerminan pria kurang bertanggung jawab.
...more
N. Sekar L.
Jan 15, 2012 rated it liked it
Hal yang paling menonjol dari buku ini adalah kalimat-kalimatnya yang indah. Sepertinya ini kali pertama saya menggunakan kata "indah" untuk mendeskripsikan sebuah buku dan kalimat-kalimat indah ini berhasil menyentuh emosi sehingga bisa membuat saya merasakan peristiwa yang sedang diceritakan (dengan kata lain, buku ini berhasil membuat saya nangis). Ceritanya berjalan lambat tetapi hal ini memang perlu, untuk menggambarkan perjalanan persahabatan antara Wayan Manik dan Samihi (dan juga Syamimi ...more
miaaa
Aug 12, 2012 rated it liked it
Recommended to miaaa by: Windy
A heart-warming story about brotherhood, loyalty, love, and beliefs. It doesn't take a blood to have a brother and a friend. It definitely requires courage to fulfill a dream. Yanik chose his, Samihi chose his, and Imi chose hers.

***

Kisah haru tentang persahabatan, kesetiaan, cinta dalam segala jenis bentuk, kepercayaan, impian. Semuanya!

Setiap karakter utama di buku ini memiliki keberanian baja saat mengambil sebuah keputusan, sebuah pesan moral yang menarik, walaupun menurutku tertutup berma
...more
Maltal
Jan 05, 2015 rated it it was ok
Persahabatan Wayan Manik dan Samihi memang digambarkan dengan sangat baik oleh Erwin Arnada. Ketika kita membaca buku ini, kita hanyut dalam persahabat dua tokoh utamanya. Bagaimana keduanya yang berbeda dapat saling melengkapi dan menyatu. Sungguh indah memang gambaran persahabatan keduanya. Kisah-kisahnya juga seru dan menarik. Sayangnya Erwin Arnada tidak dapat mempertahankan hal tersebut sampai di akhir cerita. Awal sampai pertengahan kita dibuai oleh keindahan persahabatan Yanik dan Samihi, ...more
Dina Oktaviani
Sep 16, 2012 rated it it was ok
ceritanya menarik, melihat Bali dari sudut pandang yang lain dari biasanya; toleransi antarumat beragama di Bali, kehidupan desa di Bali, dan pelecehan seksual yang kadang dilakukan oleh turis asing kepada penduduk lokal. saya suka banget nih sama temanya. kemudian terlihat bagaimana tokoh-tokoh dalam cerita ini berkembang dan melampaui keterbatasan dalam dirinya sendiri.

tapi ada beberapa hal yang mengganggu saya, yang paling membuat saya terganggu adalah alur penceritaan yang terasa redundant.
...more
Eko Setyo Wacono
Mar 06, 2014 rated it liked it
novel yang berkisah tentang persahabatan dua anak yang berbeda latar belakang. samihi ismail yang merupakan anak pendatang dari sumatra yang beragama islam dan wayan manik, bocah bali yang beragama hindu. mengisahkan lika-liku hidup mereka sebagai sahabat yang mengajarkan betapa pentingnya arti sebuah toleransi. novel yg cukup bagus menurut saya, walau dengan menggunakan sudut pandang orang pertama erwin arnada terlalu memberikan pemikiran yang terlampau berat untuk tokoh utamanya, samihi, anak ...more
Nurnajmi
Dec 12, 2012 rated it did not like it
Shelves: punya
mungkin saya terlalu berharap lebih dari buku ini. berpikir bahwa saya dijanjikan persahabatn seperti laskar pelangi mungkin. tapi yang jelas tidak pernah sedikit pun saya membandingkan kedua novel itu. hanya saja, tema persahabatan yang diangkat, alur yang lambat ternyata tidak cukup membuat buku ini menunjukkan kepada saya seberapa kuat persahabatan kedua anak berbeda agama itu. ditambah lagi dengan iming-iming dibuat filmnya.. ah saya memang benar-benar terlalu berharap. well, ini kembali ke ...more
Andri
Jan 24, 2012 rated it liked it
Kisah yang lumayan mengharukan, tentang persahabatan. Karena gw suka Bali, jadi asik baca setting Bali utara yang diangkat oleh Erwin. Cara bertuturnya pun mengalir enak, realis, jarang (atau mungkin gak ada, perlu recheck) gaya bahasa hiperbolik puitis. Endingnya yang mengejutkan. Apakah Erwin menggampangkan? atau menggantungkan? karena tidak jelas juga (buat gw, again, perlu baca ulang).

-andri-
Rikza Hakin
Jun 28, 2016 rated it it was ok
buku yang bagus. persahabatan antar yanik dan samihi yang menjadi inti dari buku ini terasa mengena. bahwa perbedaan keyakinan itu bukan halangan untuk menjalin persahabatan. Keyakinan yang berbeda bukan penghalang untuk bisa mengerti dan memahami satu sama lain. Hanya satu yang mengganjal, mungkin karena saya menggemar happy ending, hehe. Menurut saya, nasib Yanik terlalu menyedihkan sedangkan nasib samihi sangat beruntung dibandingkan nasib Yanik..Hehe..Itu saja.
Pahitah Ritawasari
Jun 08, 2016 rated it it was amazing
wah buku ini sangat recommended!
dimulai dari bahan cover buku yang bagus sampai isi ceritanya tentang pertemanan antara orang yang berbeda agama. Konflik yang disajikan juga menguras emosi, apalagi dengan surat yang ditulis oleh tokoh di dalamnya. Cuma menurut saya, kertas novelnya agak tipis doang ya. Tapi gak apa-apalah.
Untuk kamu yang suka baca buku yang cukup menguras emosi, ayo baca ini!
Fitri Fauziyah
Sep 17, 2016 rated it liked it
Pertama kali membaca sinopsisnya, saya menduga bhwa novel ini mengisahkan sepasang kekasih yg berbeda agama dan budaya. Tapi saya berhasil dibuat kagum dengan kuatnya persahabatan yg ditnjukkan Samihi dan Wayan Manik. Menurut saya, konflik yg ditampilkan krg kuat shg ada beberapa part dimana pembaca merasa bosan saat membaca
Elvira Rosalina
Jan 31, 2012 rated it liked it
tertarik ama buku terus terang pertama kali karena nyangkut-nyangkut soal laut, trus covernya juga cantik.
setelah dibaca...isinya lumayan, tapi suka filmnya karena bisa liat Lovina yang sebenernya :D
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Satu Cinta Sejuta Repot
  • Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
  • Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
  • Evergreen
  • Forgiven
  • Forever Yours
  • Montase
  • Here, After
  • Menuju(h)
  • Blue Romance
  • Good Fight
  • His Wedding Organizer
  • Satin Merah
  • Sunset Holiday
  • Menunggu
  • Kāla Kālī
  • Selebriti
  • Beauty Sleep
“Hari ini kupelajari satu hal lagi tentang kehidupan. Bahwa banyak misteri dan hal-hal serba tidak pasti yang harus kita hadapi dalam hidup ini. Detik ini kita bahagia, belum pasti detik berikutnya bahagia itu berlanjut. Kadang-kadang, ada duka yang menunggu di ujung rasa bahagia yang kita rasa.” 14 likes
“Mengetahui rahasia orang lain, sama saja dengan memegang amanat suci. Bila berhasil menjaganya, maka engkau telah menunaikan suatu ibadah” 12 likes
More quotes…