Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “The Girl from the Coast” as Want to Read:
The Girl from the Coast
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

The Girl from the Coast

4.03  ·  Rating details ·  3,047 Ratings  ·  346 Reviews
From the world-renowned author of The Mute's Soliloquy and The Buru Quartet comes a heartbreaking novel about innocence and power.In feudal Java, where both privilege and poverty lived side-by-side, women were little more than chattel. Pramoedya's The Girl From the Coast tells the story of a beautiful young woman from a fishing village who finds herself in an arranged marr ...more
Hardcover, 288 pages
Published August 14th 2002 by Hyperion (first published 1962)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about The Girl from the Coast, please sign up.

Be the first to ask a question about The Girl from the Coast

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Harun Harahap
Jun 08, 2010 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: punya, fiksi, indonesian
"...
Lantas milik perempuan itu sendiri apa?"
"Tidak ada, Mas Nganten. Dia sendiri hak-milik lelaki.
..."


Itu adalah sebuah penggalan percakapan antara Gadis pantai dan mbok sahaya yang mengurusinya. Kenyataan yang menghenyakkan ketika wanita ditiadakan haknya. Gadis pantai yang pada usia 14 tahun harus berpisah dengan orang tuanya dan lautan yang telah menemaninya tumbuh sepanjang hidupnya. Pada usia dimana seharusnya bersenda gurau dengan sahabat, dia harus mengabdi kepada Bendoro. Mengabdi bagaik
...more
John
Nov 26, 2008 rated it really liked it
The only thing that prevents me from giving this novel the highest rating is that I have more than a sneaking suspicion that the translation (by Willem Samuels) is simply not up to snuff. I don't read Bahasa Indonesian, so I'm in no place to be able to tell for sure, but the translation's employment of English-language colloquialisms in obvious attempts to stand in for plain speech in the novel's original language is bothersome. (And it is of some interest that Pramoedya's literary language is n ...more
Najibah Bakar
Ini kali pertama betul2 membaca mengenai priyayi, ia jadi suatu goncangan yang menyedarkan mengenai bentuk perbudakan dan perhambaan sesama manusia yang boleh muncul dalam pelbagai bentuk. Apabila hati dan perasaan Gadis Pantai sebagai seorang 'hamba' dihidangkan sebelah-menyebelah dan sedekat berkongsi kamar dengan priyayi pantai yang 'bangsawan', perbandingan itu memberi kesan dalam sekali.

Apa ada makna kesenangan lagi apabila hati sudah harus tunduk serendah itu kepada sesama manusia, jadi t
...more
Missy J
A heartbreaking story based on the author's own grandmother's early life.

At the turn of the 20th century, the protagonist, a 14 year old girl from a fishing village in the northern coast of Java, is taken to the house of a high official (he is referred to as "Bendoro"). Her parents agree to a marriage arrangement, thinking that it will improve the life quality of their daughter and also probably because they are afraid of Bendoro. This is just a "practice marriage" for Bendoro. Actually he can o
...more
Pandasurya
Sahaya ini orang kecil, orang kebanyakan, orang lata, orang rendah, kalaupun jatuh—ya sakit memang, tapi tak seberapa. Bagi orang atasan ingat-ingatlah itu, Mas Nganten, tambah tinggi tempatnya tambah sakit jatuhnya. Tambah tinggi, tambah mematikan jatuhnya. Orang rendahan ini, setiap hari boleh jatuh seribu kali, tapi ia selalu berdiri lagi. Dia ditakdirkan untuk sekian kali berdiri setiap hari (h. 98)

orang bawahan selalu lapar, karena itu matanya melihat segala-galanya, kupingnya dengar segala
...more
Connie
Feb 02, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: classic, asia, indonesia
The Girl from the Coast is loosely based on the experiences of Pramoedya Ananta Toer's grandmother. The fourteen-year-old lovely girl from a fishing village became the wife of a nobleman, the assistant to the Regent of Rembang. Her parents thought they were giving her a better life in this arranged marriage. Although the girl was surrounded by riches, she led a life of loneliness in the Bendoro's large house. She found out she was just a "practice wife" or a concubine since a nobleman must marry ...more
Nor Azzah
Oct 05, 2013 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: zamri-norazzah
Sebuah lagi buku Pram mengenai penindasan orang bangsawan ke atas penduduk kampung. Namun, kali ini watak bangsawan yang dibawakan adalah watak seorang yang dikatakan kuat agamanya (Bendoro). Terasa tidak percaya bila golongan agama juga mempunyai "perempuan simpanan".

Dikatakan telah dinikahi (berwakilkan keris, namun layanan ke atas seorang isteri tidak diterima selayaknya dari suaminya. Walaupun dia disanjung keterlaluan sebagai seorang isteri Bendoro oleh pelayan-pelayannya dan orang kampungn
...more
kuzzeen
Feb 01, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
GADIS PANTAI dikarang oleh Pram mulai tahun 1962-1965 ketika di penjara Pulau Buru ketika dalam tahanan Orde Baru (sila bukak buku sejarah).

Ia karya Trilogi. Ini bahagian pertama yg berjaya diselamatkan secara kebetulan apabila seorang pelajar PHD University of Australia mengkaji Gadis Pantai untuk tesisnya. Apabila semua bahagian Gadis Pantai dimusnahkan oleh Angkatan Barat, pelajar tersebut telah mengirimkan Gadis Pantai bahagian I ini kepada Pram secara mikrofilem. Dan inilah yang kita nikmat
...more
Anti Wibawa
Jun 25, 2009 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: novel-all
Saya terus memikirkan apa gerangan yang akan dilakukan oleh Gadis Pantai selanjutnya. Balas dendam kepada Bendoro yg menceraikan atau menculik anaknya sendiri atau bergabung dalam aksi huru hara.

How men can be so cruel to women?
Saya baru sadar bahwa didunia ini ada laki-laki yang demikian ingin berkuasa atas segalanya. Sejak tinggal di Riyadh Saudi Arabia, saya hampir tidak percaya atas pandangan dan perlakuan laki-laki terhadap wanita. Wanita seperti hanya sebagai barang hiasan dilemari pajang
...more
Kimi
Jun 14, 2012 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Gadis Pantai berkisah tentang seorang gadis muda yang lahir dan tumbuh di kampung nelayan. Namanya Gadis Pantai. Ia baru berumur 14 tahun ketika ia "dinikahi" Bendoro, seorang pembesar santri dan juga seorang Jawa. Ia menjadi Mas Nganten, tidak bedanya dengan seorang gundik. Bendoro datang pada Gadis Pantai hanya jika ia membutuhkan seks.

Seperti yang tertulis di sampul belakangnya, roman ini memang menusuk feodalisme Jawa yang tak memiliki adab dan jiwa kemanusiaan tepat langsung di jantungnya
...more
Weni
Mar 08, 2009 rated it really liked it  ·  review of another edition
Membaca buku ini spt menonton The Fellowship of The Ring tanpa dilanjutkan dengan The Two Towers dan The Return of The King. Buku ini memang roman yang tidak selesai. Harusnya merupakan buku pertama dari sebuah trilogi, tapi sayang 2 buku lanjutannya 'hilang'.

Gadis Pantai berkisah ttg gadis cantik yang lahir dan tumbuh di kampung nelayan. Kecantikannya membuat gadis malang berusia 14 th itu diperistri oleh seorang pembesar. Dia dan keluarganya tentu tdk bisa menolak. Maka masuklah Gadis Pantai k
...more
Irwan
Nov 03, 2012 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: finished, favorites, 2012
"Nasib kitalah memang, nak. Nasib kita. Seganas-ganas laut, dia lebih pemurah dari hati priyayi."

Kisah ini menampilkan secuplik wajah feodalisme jawa. Wajah yang bisa penuh pretensi keagungan tradisi dan kitab suci. Di sisi lain, wajah ini juga bisa begitu dingin dan keji menjijikkan. Tapi memang begitulah tata sosial jaman feodal. It takes two to tango. Adanya golongan priyayi dengan keagungannya itu tidak akan mungkin terjadi tanpa golongan jelata yang 'terpaksa' menerima nasibnya. Sebuah sika
...more
·Karen·
Mar 23, 2011 rated it liked it
It's hard to explain how something so plainspoken and straighforward can be so opaque. Maybe the reason is that the girl of the title herself understands so little of what exactly is expected of her, she has to learn every artificial response in the alien culture that she has been brought to. And then when she
returns to her village there is violence and coercion that is also shadowy and bewildering. But these events in her village form a kind of reversal, a kind of retaliation against that feuda
...more
Angdamdewi
Mar 10, 2010 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Membaca buku - buku Pram membuat saya bersyukur tidak dilahirkan pada saat saat perempuan bisa di"beli" dengan "derajat" atau apapun itu. Gadis Pantai (nama karakter) harus merelakan usia mudanya untuk dipaksa "mengabdi" pada seorang bendoro di Rembang, naasnya meskipun Gadis resmi mendapat panggilan "bendoro putri" ia tetaplah seorang nyai yang tidak diakui keberadaannya karena mengawini seorang nyai adalah "latihan" bagi bendoro sampai ia mendapatkan seorang istri dari kelas yang sama. Yang le ...more
Nina Belle
Mar 28, 2010 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Pram secara cerdas mengisahkan kejadian tragis yang menimpa neneknya sendiri. kisah ini tragis, dimana si gadis pantai harus pasrah menjadi budak seks dari kanjeng prabu yang sangat berkuasa pada waktu itu.
hingga pada akhirnya secara kejam, si gadis pantai dipisahkan dengan anaknya. dan akhirnya meninggal dalam perjalanan..sendiri, tak dikenali.

karena pada masa orde baru, gadis pantai jilid 2 telah dimusnahkan maka cerita gadis pantai ini mengambang.
meskipun dari Pram akhirnya diketahui bahwa se
...more
Shelly
Sep 28, 2008 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: fiction
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
erry
Aug 06, 2008 rated it liked it  ·  review of another edition
Recommends it for: kaum feminis & pembela hak2 perempuan
perempuan adalah sang 'empunya'. perempuan sebagai guru, tonggak peradaban. majunya perempuan adalah majunya suatu bangsa, matinya perempuan adalah matinya suatu bangsa.

wanita berasal dari kata wani dan tata (toto). sesuatu yang di tata, ataukah (hanya) sebuah perhiasan??

kontradiksi makna perempuan dan wanita menjadi gambaran hidup seorang perempuan. perempuan sebagai pemberi hidup bagi alam. saking besarnya peran perempuan, hingga di hampir seluruh tempat di dunia ini terdapat legenda, mitos t
...more
e.c.h.a
Sempat ke pending lama banget karena gk mood, eh begitu mood menghampiriku lamgsung bo' gk bisa berhenti untuk membaca kisah ini.

Gadis pantai, di usianya yang masih sangat belia, yang belum memahami maksud dari kehidupan harus memulai hidupnya menjadi istri beli-an untuk seorang Bendoro. Suka dengan karakter Si Gadis Pantai, yang semakin berkembang menjadi wanita yang kuat dan berpendirian seiring dengan waktu. Kesssseeeellll sama bendoro, salahkan seorang perempuan melahirkan seorang perempuan.
...more
Lilia Zuhara
Dec 12, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
Pram memiliki kemampuan untuk mengangkat isu wanita pada periode penjajahan Belanda, dimana para priyayi lelaki berkuasa untuk menentukan nasib wanita non-priyayi yang mereka pilih. Menceritakan nasib tokoh yang disebut 'Gadis Pantai', seorang perempuan berumur 14 tahun yang dipaksa menikah dengan seorang Bendoro.

Awalnya Gadis Pantai tidak bisa menerima nasibnya dan bingung harus menyesuaikan dirinya dengan kehidupan priyayi. Dengan segala perjuangan, ia menyesuaikan diri. Ketika ia telah menyes
...more
Bintang Kartika
Sep 06, 2015 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Pada kata pengantar novel ini, Gadis Pantai adalah bahagian pertama dari trilogi yang tidak lengkap. Dua buku terakhir sambungannya tidak pernah terbit, kerana sekatan pemerintah pada waktu itu. Namun tetap saja Gadis Pantai tidak kehilangan keunggulannya.


Menulis adalah sebuah keterampilan, dan uniknya sebuah keterampilan hanya dapat dibuktikan bagaimana pengarang menuturkan ceritanya. Itulah konteks yang dimiliki Pram.
Vanda Kemala
Apr 16, 2015 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Andai buku ini benar-benar trilogi... Sayangnya, semua berubah ketika vandalisme Angkatan Darat menyerang.
Ann
I picked this to read for my podcast episode of books from Southeast Asia and it was a delightful discovery. The writing style is fairly spare and formal, but the author conveys a lot through relatively little language. I loved watching how the Girl moves from innocence to understanding of the machinations of the aristocratic world, and the author's empathy for powerless women in society, and how he examines what you gain and lose through wealth. The dialogue could get a bit didactic at times, b ...more
Yenita Anggraini
Feb 02, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Gadis Pantai berkisah tentang seorang perempuan belia dari kampung nelayan yang memikat hati seorang priyayi. Pernikahan bahkan dilakukan tanpa mengetahui apakah Gadis Pantai sudah mengalami menstruasi pertamanya atau belum. Gadis Pantai dinikahkan dengan keris sebagai wakil dari seorang pembesar yang tidak pernah dilihatnya. Dimulailah kehidupannya sebagai Bendoro Putri di kota.

Review lengkapnya ada di sini http://blacklazy.blogspot.co.id/2017/...
Dewinda Wiradinata
Gadis Pantai...

Hm...ini buku lumayan tebel tp berhasil kuselesein dlm waktu 24 jam. FYI, pas baca ini aku baruuuuu aja ngelahirin anak pertama. daaaan...alhasil aku nangis bombay pas baca bagian terakhir saat si gadis mungil itu harus dipisahin dari anakny gitu aja...dnger2 sih ada volume ke-2 dari Gadis Pantai ini, tp volume keduany termasuk dlm karya2 yg dibumihanguskan pas rezim soeharto...Ah, sayang!

Udah lama baca buku ini, jadi gak bisa ngasi detilny, jadi aku bakalan ngasi kesan yg kudapet
...more
an
Mar 02, 2010 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: novel
Mulanya perkawinan tersebut memberi prestise baginya di kampung halamannya. Ia naik derajat menjadi Bendoro Putri. Tapi itu tak berlangsung lama. Ia terperosok kembali ke tanah. Orang Jawa yang telah memilikinya, tega membuangnya setelah ia melahirkan seorang bayi perempuan.

dari sinopsis singkat itu rhe berpikir bahwa buku ini akan mengkisahkan perjuangan gadis pantai ketika dibuang setelah dia melahirkan bayi na. seteguh Larasati kah diri na? namun jangan terpancing dengan sinopsis itu, cz tern
...more
Nadia
Known only as The Girl from the Coast, Toer's grandmother lived in a small Javanese fishing village around the turn of the 19th century. Her exceptional beauty caught the attention of the Bendoro, a noble from the nearby city of Rembang. Since she would otherwise face a life of extreme hardship and poverty, the girl's parents agree to marry her off, sight unseen, to the Bendoro. She is quickly transported off to a world literally and figuratively miles away from her village. Toer masterfully inv ...more
Larasestu Hadisumarinda
Apr 12, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: 2014
Ahai. Akhirnya selesai baca Gadis Pantai. Padahal kalau niat baca, baca buku itu cepet, tinggal sempet gak sempet aja. Alamat besok nyatronin toko buku buat beli satu atau dua bukunya Pramoedya lagi. Bukunya beneran candu buat saya. Sayang sih ya, buku yang harusnya trilogi ini cuma ada satu dan dilenyapin gitu aja. Pft. Dan teteup yah, saya belum ketemu yang nampolnya kenapa buku ini sampai dimusnahkan sama rezim. Bukunya jelas menyentil. There, saya inget temen saya bilang kalau ceritanya memb ...more
Kartini Mutiara
Nov 03, 2016 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Penceritaannya pelan dan hati-hati, seakan Pram mengajak pembaca masuk ke jaman feodalisme Jawa.
Buku ini benar-benar mengaduk-aduk perasaan saya sebagai wanita.
Sebegitukah terinjaknya harga diri wanita di hadapan Priyayi jaman dulu?
Lantas milik perempuan sendiri itu apa? tidak ada. Dia sendiri hak-milik lelaki.
Berkisah tentang kehidupan Gadis Pantai yang di umur 14 tahun dipaksa menikah dengan Bendoro, seorang Priyayi yang mengatasnamakan agama dan mengagungkan moral tetapi tak memiliki jiwa
...more
Nick
Oct 04, 2009 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Pramoedya Toer is one of those writers who stands at the beginning of a language and a culture, in his case the Indonesia that did not exist when he was born (it was under Dutch rule) and the bahasa Indonesian that, accordingly, was not yet the national language. Of the books I have read of his, this is perhaps the most personal. It is based on his grandmother, married to an Indonesian noble and cast aside after a few years, exiled from the residence without an opportunity to see her child. By c ...more
Marina Zala
** Books 200 - 2014 **

Buku ini menceritakan kisah perjalanan hidup seorang Gadis Pantai yang tumbuh di kampung nelayan di Jawa tengah yang diangkat menjadi gundik pembesar daerah tersebut menjadi Mas Nganten. Perempuan yang diharuskan melayani kebutuhan seks pembesar tersebut hingga pembesar tersbeut menemukan istri yang sederajat dengannya.

Gadis pantai senang tadinya dia dianggap wanita terpilih dari kampungnya yang menaikkan derajat keluarganya di kampung nelayan namun malang nian nasibnya se
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
cari Gadis Pantai? 3 76 Feb 22, 2014 02:03AM  
  • Burung-Burung Manyar
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Olenka
  • Harimau! Harimau!
  • Entrok
  • Canting
  • Maya
  • Kitab Omong Kosong
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Tarian Bumi
  • Atheis
  • Robohnya Surau Kami
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“A mother knows what her child's gone through, even if she didn't see it herself.” 263 likes
“Such was the love of this grandson for his grandmother that two years after the death of his mother, when she herself fell gravely ill, he vowed to her that someday he would try to tell the world her life story.

'But why?' she asked humbly. 'I'm no one, just a girl from the coast'

'But you are everyone, Grandma,' the young Pramoedya told her. 'You are all the people who have ever had to fight to make this life their own.”
35 likes
More quotes…