Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Dan Kematian Makin Akrab: Pilihan Sajak” as Want to Read:
Dan Kematian Makin Akrab: Pilihan Sajak
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Dan Kematian Makin Akrab: Pilihan Sajak

4.03  ·  Rating details ·  69 Ratings  ·  16 Reviews
Paperback, 152 pages
Published 1995 by Gramedia Widiasarana Indonesia
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Dan Kematian Makin Akrab, please sign up.

Be the first to ask a question about Dan Kematian Makin Akrab

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
nanto
Sep 23, 2007 rated it really liked it
Shelves: poezie
Diangkat lagi demi keinginan saya buat memiliki buku ini. Buku ini sama nilainya dengan Hujan Bulan Juninya Sapardi Djoko Damono: kumpulan karyanya yang terbilang terbaik. Waktu kemaren ke TIM masih gagal buat didapatkan. Kemana yah biar bisa punya buku ini? thx buat yang nanti mau berbagi info.

Mana lagi pengalaman paling misterius bila bukan kematian. Dengan apa mendekatinya? Mendengar cerita mereka yang mati muda, yang mati menentang angin? Atau hanya cerita kanak-kanak hilang layang-layang te
...more
Arief Bakhtiar D.
Feb 04, 2015 rated it it was amazing
AKRAB

“Nabi, aku ingin masuk ke sorga.”
—Subagio Sastrowardoyo, Setasion, 1957

SEORANG jenderal yang hidup dalam puisi memerintahkan pasukannya untuk menyerbu sebuah dusun di lembah yang terlihat dari kemah. Jenderal itu tak peduli hari telah gelap.

Tanpa perlu menabuh genderang perang ia menyerang ke lembah itu.

Lu Shun, nama jenderal itu, membutuhkan “kebengisan untuk menulis puisi” yang tak selesai-selesai.

Ia membutuhkan ayunan pedang dan darah mengalir untuk “menulis tentang langit dan mega”, “p
...more
ade_reads
Apr 03, 2016 rated it it was amazing
"Dan Kematian Makin Akrab". Judulnya...... :'( Suka :)

Ternyata ada ya (atau mungkin saya aja yang kudet ya? memang gak terlalu suka sama puisi juga sih, hehe), puisi super canggih dari karya penulis lawas Indonesia, judulnya saja super keren :
"Manusia Pertama di Angkasa Luar"
(1961)

dari buku ini, puisi inilah yang paling saya suka, dan berikut potongan dari puisi tersebut :

... Memandangi langit dengan sia.
Hendak menangkap sekelumit dari pesawatku,
seleret dari perlawatanku di langit tak berberita
...more
Sam Haidy
Aug 25, 2009 rated it it was amazing
Shelves: favorites
Subagio Sastrowardoyo undoubtedly is the best Indonesian poem-philosopher. Most of his poems reflecting his innermost view upon essential aspects of life, written in superb words and strong arrangements of poetic devices.
lazycalm
Jan 19, 2014 rated it it was amazing
Manusia Pertama di Angkasa Luar
(Subagio Sastrowardoyo)

Beritakan kepada dunia
Bahwa aku telah sampai pada tepi
Darimana aku tak mungkin lagi kembali.
Aku kini melayang di tengah ruang
Di mana tak berpisah malam dan siang.
Hanya lautan yang hampa dilingkung cemerlang bintang.
Bumi telah tenggelam dan langit makin jauh mengawang.
Jagat begitu tenang. Tidak lapar
Hanya rindu kepada istri, kepada anak, kepada ibuku di
rumah.
Makin jauh, makin kasih hati kepada mereka yang berpisah.
Apa yang kukenang? Masa kana
...more
Gharonk
Aug 07, 2007 rated it liked it
Shelves: incrediblewords
almarhum Kakeknya dian sastro ini memang terkenal sebagai penyair kawakan. Syaa menyukai puisi puisinya tentang kematian, sangat telak kengusung kematian ke hidangan kita sehari hari. gayanya yang berbeda baik dengan sapardi, saut situmorang, terlebih dengan taufik bolehlah untuk diperbandingkan. hingga kematian benar benar menjemputnya (2002?) sosoknya sebagai penyair galau rasanya pantas untuk membuat bukunya yang ini saya koleksi
Puri Kencana Putri
Feb 17, 2014 rated it it was amazing
Saya ingat ketika mendiskusikan buku ini dengan mantan pacar. Mendeskripsikan kegelisahan-kegelisahan Subagio dengan keresahan-keresahannya (si mantan pacar) akan topik-topik kematian yang kian akrab ia ceritakan, saat itu. Mungkin hanya Subagio yang layak mengungkap tabir kemisteriusan kematian dalam puisinya. Nostalgia.
Moyank
Jun 23, 2007 rated it it was amazing
Setelah Chairil Anwar, dialah penyair yang aku kagumi. Beberapa puisinya telah mengusikku untuk lebih mempelajari dan mendalami pemikiran-pemikirannya, salah satu contoh: Genesis, yang menceritakan tentang penciptaan manusia.
kinu triatmojo
Feb 20, 2008 rated it liked it
Shelves: poésie, indonesian
Banyak penyair yang terobsesi dengan kematian akhirnya bertemu dengan kematian itu sendiri, sebelum secara ukuran wajar, tugasnya selesai. Subagio dan Kriapur salah duanya. Dan buku Soebagio ini sudah susah dicari *fiuh* Ada yang bersedia berbagi? :D
Sanya
Jul 24, 2015 rated it really liked it
Obat mujarab.
eti
Nov 13, 2012 rated it really liked it
#18 - 2013

...
sajak sempurna sebaiknya bisu
seperti pohon, mega dan gunung
yang hadir utuh tanpa bicara.

(salam kepada Heidegger, 103)
Asep Sambodja
Oct 25, 2007 rated it it was amazing
Kenapa penyair baru harus membaca buku ini? Karena di dalamnya ada puisi yang sangat bagus. Judulnya "Mata Penyair".
Miftakhul Faizin
Feb 21, 2016 marked it as to-read
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Nir Ranu
Dec 15, 2015 rated it it was amazing
hmmmmmmmm
Amik koofee
Feb 12, 2009 rated it really liked it
subagio,sebuah kedewasaan..buku ini menikam dengan pelan,menggiring perlahan..dan kita menikmati saat-saat itu
Helvy
rated it really liked it
Feb 01, 2008
rarasekar
rated it it was amazing
Feb 15, 2013
Makuswara Shasarazade
rated it it was amazing
Aug 22, 2009
Perduto boy
rated it liked it
Aug 25, 2008
Vie
rated it liked it
Nov 23, 2008
Barkah Ramadhan
rated it did not like it
Jun 11, 2015
Dedi
rated it really liked it
Nov 14, 2013
Alfiyan
rated it it was amazing
Jan 11, 2010
Inadinna F.
rated it liked it
Feb 28, 2016
Monika Satyajati
rated it it was amazing
Mar 22, 2015
Tanti
rated it liked it
Nov 10, 2007
Lani M
rated it it was amazing
Oct 15, 2014
Efree
rated it really liked it
Oct 08, 2008
Regalia
rated it really liked it
Aug 08, 2009
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
624301
Subagio Sastrowardoyo dilahirkan di Madiun (Jawa Timur) tanggal 1 Februari 1924. Dalam sastra Indonesia Subagio Sastrowardoyo lebih dikenal sebagai penyair meskipun tulisannya tidak terbatas pada puisi.

Nama Subagio Sastrowardoyo dicatat pertama kali dalam peta perpuisian
Indonesia ketika kumpulan puisinya Simphoni terbit tahun 1957 di Yogyakarta.Ia ditulis oleh seorang yang tidak memberi aksentua
...more
More about Subagio Sastrowardoyo...

Share This Book

“Sekali waktu bocah
cilik tak lagi
sedih karena layang-layangnya
robek atau hilang
- Lihat, Bu, aku tak menangis
sebab aku bisa terbang sendiri
dengan sayap
ke langit -”
10 likes
“Jagat begitu dalam, jagat begitu diam.
Aku makin jauh, makin jauh
Dari bumi yang kukasih.”
6 likes
More quotes…