Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Perang” as Want to Read:
Perang
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Perang

4.24  ·  Rating details ·  88 Ratings  ·  18 Reviews
Published (first published 1990)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Perang, please sign up.

Be the first to ask a question about Perang

Community Reviews

(showing 1-10)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Olive Hateem
Mar 28, 2017 rated it it was amazing
Saya sudah berjanji ke diri sendiri untuk mulai belajar tentang perwayangan sejak akhir 2015, tapi belum kesampaian terus karena tertunda oleh bacaan-bacaan lain. Sampai akhirnya saya melihat buku ini di pojok rak buku bersama jejeran buku-buku pelajaran (karena saya pinjam di perpustakaan sekolah), mendadak tergerak untuk baca ini dulu dan meninggalkan buku lain. Karena saya tipikal pembaca yang tidak suka membaca sinopsis atau review terlebih dahulu, saya tidak terpikir sama sekali kalo buku i ...more
Dyanasthasia Rin
May 30, 2017 rated it it was amazing
Salah satu buku napak-tilas penulis lama yang saya baca kembali pas SMA, dan membuat saya kangen membaca karya Putu dan Arswendo yang lain, duh.

Penuh sama bahasa sarkas ala Putu Wijaya. Arjuna sibuk kencan, Bimasena yang grasa-grusu pokoknya otot dulu, mikir ribet belakangan. Yudhistira yang kelewat nrimo. Sebenernya saya sendiri gapernah terlalu suka kepada Kunteya, terutama ketiga anak Indra. Tapi cara bapak ini melucuti mereka habis-habisan dari glorifikasi yang berlebihan di kebanyakan kisah
...more
Markuza Sazuke
Jul 22, 2011 rated it it was amazing
Karya yang besar sang maestro... yang bisa membuka pikiran yang isinya pada waktu di tulis menggambarkan keadaan bangsa ini dan perilaku pejabat negara
yang sudah terjadi..,
yang sedang terjadi.. dan
yang belum terjadi pada waktu buku ini di tulis...
dan sekarang semuanya sedang terjadi di negeri nusantara ini.....
ampun daaahhh... knapa buku ini gx di bagi gratis ke setiap perpustakaan yang ada terutama di sekolahan....
jadi pelajar & masyarakat bahkan para pejabat nggak tawuran tanpa tahu per
...more
Roga P. S.
Nov 11, 2013 rated it really liked it
Sastrawan Putu Wijaya mendongengkan kisah Wicitra Mahabarata dengan bahasa yang ringan dan populer, sehingga kisah ini dapat dinikmati oleh semua kalangan. Saya, yang penggemar wayang kulit, tidak menemukan kurangnya nilai ajaran falsafah dari kisah ini walaupun pengkisahannya berbeda dengan dalang-dalang wayang kulit. Kejenakaan tokoh-tokoh punakawan pun juga tidak kalah lucu dari yang dibawakan dalam pagelaran wayang kulit.
Wicitra Mahabarata sampai kepada perang Baratayuda memang selalu releva
...more
Kelly Manthovani
Aug 01, 2015 rated it really liked it
Suatu ketika Petruk melontarkan sebuah pertanyaan, "Siapa sebetulnya musuh kita?". Pertanyaan tersebut pun membingungkan rakyat Amarta. Hal tersebut sampai dibawa oleh Semar ke dalam sebuah diskusi. Jawaban yang diperoleh pun beragam. Bima misalnya, ia begitu yakin bahwa Korawalah musuh mereka. Lain dengan Arjuna yang menganggap musuh terbesar mereka adalah lingkungan yang tidak sehat dan hal itu mengakibatkan kebodohan, Nakula setuju dengan Arjuna. Berbeda halnya dengan Sadewa, ia berpendapat p ...more
upiqkeripiq
Nov 13, 2011 rated it really liked it
Shelves: punya, favorites
Pertama kali baca di Hatta Corner Perpustakaan UGM. Cerita dengan latar belakang pewayangan tapi dikemas oleh Putu Wijaya dengan kemasan yang lebih modern. Buku ini semakin menambah kekaguman saya dengan tokoh-tokoh punakawan khususnya Semar. Dan jadi penasaran pingin membaca Mahabharata yang versi aslinya. Banyak sekali quote-quote magis yang bertebaran di dalam setiap halaman buku ini. Kamu harus membacanya sendiri. Pasti bakal geleng-geleng kepala terus ndak bisa tidur kena teror mentalnya P ...more
Febriansyah Eka
Jan 03, 2014 rated it it was amazing
Pertanam kali baca buku ini waktu masih SMA, awalnya saya mengeira buku ini membosankan seperti narasi cerita2 kolosal yg sering di RRI, tapi dari lemaran awal ternyata Putu Wijaya bikin ceritanya kocak bgt,
Saya rekomendasi bgt baca buku ini, aga sulit lagi nemunya, karna tidak diperjualkan secara komersil
Mirsa
May 08, 2008 rated it it was amazing
Novel sastra pertama (biasanya baca komik, 5 sekawan, majalah bobo,..) yang kubaca (pinjam di perpus sdh lama tapi masih berkesan) dan membuatku menyukai sastra, tnyt isinya ga 'berat' seperti yang ku kira. Isinya menghibur, tokoh2nya dari dunia perwayangan yang sebelumnya aku juga ga interest. Jadi siapa musuh sebenarnya? Para dewa yang mentakdirkan, prasangka negatif, ...?
rossi awan
Jan 27, 2008 rated it really liked it
perang mahabarata dikisahkan dengan karakter2 lama namun konflik2nya sangat 'kekinian',saya suka dialognya,alurnya,dan tentu saja tokoh2nya yang sangat khas putu wijaya.Sudah lama bacanya dan pengen baca lagi.
Nuraeni Eka  Yahsa
Dec 01, 2012 rated it it was amazing
Aku baca novel ini waktu kelas X SMA. Sekitar tahun 2007. Aku tahu cerita Baratayuda. Tapi yang ditulis Eyang Putu ini asli keren banget. Aku suka sama gaya penulisan beliau. Satir pahit dengan humor yang menggigit. Two big thumbs up for Eyang Putu. b^^d
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
611788
Putu Wijaya, whose real name is I Gusti Ngurah Putu Wijaya, is an Indonesian author who was born in Bali on 11 April 1944. He was the youngest of eight siblings (three of them from a different father). He lived in a large housing complex with around 200 people who were all members of the same extended family, and were accustomed to reading. His father, I Gusti Ngurah Raka, was hoping for Putu to b ...more
More about Putu Wijaya...

No trivia or quizzes yet. Add some now »