Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade” as Want to Read:
Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

by
3.8 of 5 stars 3.80  ·  rating details  ·  7,664 ratings  ·  809 reviews
Pemaknaan kembali kembali kopi, Buddha, Herman, surat tak tarkirimkan, cinta sejenis yang manis atau apa pun, membuktikan Dee tetap memesona. Kalau kemarin panitia Nobel sastra masih maju mundur dengan nama Pramoedya, sekarang bisa memaknai kembali, melalui karya-karya ini.

Ruang cerpen yang sempit dijadikannya wahana yang intens namun tidak sesak untuk mengungkapkan apa ya
...more
Paperback, 134 pages
Published 2007 by Truedee Books & Gagas Media (first published 2006)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
32nd out of 479 books — 1,668 voters
Negeri 5 Menara by Ahmad FuadiFilosofi Kopi by Dewi 'Dee' LestariTotto-chan by Tetsuko KuroyanagiLaskar Pelangi by Andrea HirataAyat-Ayat Cinta by Habiburrahman El-Shirazy
Buku Favorit
2nd out of 42 books — 158 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Aveline Agrippina
Tahun 2007, saya membaca cetakan buku ini yang ke sekian. Saya membacanya di Starbuck sebuah mall di ibukota sambil menyeruputkan bibir saya kepada kopi yang sedang saya idam-idamkan. Saya membuka buku itu pertama kalinya di kedai kopi itu setelah mengambil (dan membayarnya) dari kasir.

Saya sedang menunggu saat itu, menunggu seorang sahabat saya...
Sahabat yang akan pergi menjauh dari saya, ini perpisahan untuk saya.

Saya sengaja datang dua jam lebih awal dari waktu yang kami janjikan. Saya membel
...more
gieb
tak seperti puisi. menikmati cerpen kadangkala tidak membutuhkan kerut pikir yang terlalu. dengan mudah kita bisa menghirup kata-kata dan menyadap makna dalam alinea-alinea yang nyaris tanpa jeda. kita tak perlu bersusah payah untuk mengulum semua partikel yang tersusun dalam rangkaian komposisi kata-kata yang disampaikan. kita tak perlu memperhatikan bunyi, gerak, tipografi, irama, pun sunyi. tidak ada sunyi dalam cerpen. semua hadir dalam riuh secara sukarela. sadar dan tidak sadar, membaca ce ...more
Annisa Lazuardi
Ada beberapa kalimat dari buku ini yang menjadi favorit saya. Contohnya saja yang ini,
" Suratmu itu tidak akan pernah terkirim, karena sebenarnya kamu hanya ingin berbicara kepada diri sendiri. Kamu ingin berdiskusi dengan angin, dengan wangi sebelas tangkai sedap malam yang kamu beli dari tukang bunga berwajah memelas, dengan nyamuk-nyamuk yang cari makan, dengan malam, dengan detik jam… tentang dia."
Surat yang Tak Pernah Sampai ( 2001 )
Sumpah, itu galau banget.
Dan cerita favorit saya dalam bu
...more
Pandasurya
Ripiu 23 Juni 2010.

Baiklah, saya akan coba bedah sedikit isi buku ini per judul. Pendapat yang saya tulis ini adalah sepenuhnya “menurut sayah”.

Beberapa judul tulisan yang tidak saya bedah alasannya adalah karena tulisan itu cukup panjang dan tidak cukup menarik, jadi agak males bacanya dan bahasnya. Dan juga karena bisa dibilang tulisan itu memang ada ceritanya atau memenuhi syarat untuk disebut cerpen. Soal bagus atau tidak masih bisa diperdebatkan.

Baiklah. Saya mulai.

Surat Yang Tak Pernah Sa
...more
Ririn
Bahasanya indah memukau. Pemikirannya dalam meresap ke hati. Kisahnya diangkat dari sisi yang di luar kotak kebiasaan, yang sering kita anggap sisi yang remeh. Secara luarannya ringkas, namun kata-katanya mampu meninggalkan kesan di dalam jiwa.


Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya.
- Filosofi Kopi


Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan. Kesempurnaan itu memang palsu.
- Filosofi Kopi


Di tengah gurun yang terteba
...more
Jimmy
Awalnya aku ingin menjadi seseorang yang seperti Ben, mengembangkan bisnis kopi secara profesional, sampai harus berkelana segala ke sejumlah negara di luar negeri. Namun, aku urungkan niat setelah tahu kalau Ben hanya diperalat oleh seseorang yang merasa punya segala-galanya, menjebaknya dalam tantangan bodoh yang cuma jadi pemuas egonya saja, dan Ben terperangkap dalam kesempurnaan palsu, kesempurnaan artifisial.

Akhirnya, aku memutuskan untuk jadi seekor kecoak saja, menjadi seekor Rico De Cor
...more
Aveline Agrippina
Kali pertama saya membaca Filosofi Kopi ketika tahun 2007. Setahun setelah buku ini dianugerahkan sebagai Karya Sastra Terbaik 2006 oleh Majalah Tempo. Setahun setelah buku ini terbit dan dicetak ulang berkali-kali. Dan beberapa menit sebelum teman saya yang akan berangkat untuk berpisah datang menjumpai saya untuk berdiskusi kecil.

Kali kedua saya membaca Filosofi Kopi ketika lima tahun yang lalu kali pertama saya membacanya. Enam tahun buku itu dianugerahkan sebagai Karya Sastra Terbaik 2006 ol
...more
Siti Zafira
Yeay! I finished reading Filosofi Kopi this early evening thanks to Saturday.

.....

Baiklah, kembali semula ke resensinya.

Filosofi Kopi adalah kumpulan antologi yang merakamkan realiti perjuangan, cinta, harapan, juga kekecewaan, dan kehidupan. Jika mahu dituntas menjadi satu kata, saya hanya bisa mengujar 'universal'. 'Terlalu indah'. Oh maaf, itu sudah tiga kata jika ditotalkan.

Apakah yang seuniversal-universalnya mengenai naskhah ini? Mungkin kerana sudut pandang saya yang melihat akan kesejag
...more
nanto
Menjelang malam, sesudah lelah browsing saya ingat salah satu doping: Kopi. Sementara saya sadar bahwa segelas kopi bisa berarti neraka bila diteguk di malam selarut ini, cukup lah saya mengingat cerita tentang kopi.

Konon buku ini vukup ringan dan ada cerita tentang kopinya. Bisalah dibeli nanti di April baru bersama angka 15% yang terdengar merdu bagi PNS seperti saya.

Lepas itu, sedikit cerita tentang minum kopi. Saya kembali ingat salah satu tempat minum kopi yang terenak buat lidah saya. Buka
...more
Tommy Adhyasa
Filosofi Kopi : Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

Sumpah nyari buku ini susah banget, karena uda lama dan laris, terpaksa saya nunggu cetakan berikutnya yang baru keluar mungkin sekitar bulan desember-januari kemaren... fyuuuhhh...

overall, buat saya yang gak terlalu suka sastra, prosa dll... hehe, menurutku sih buku ini ada bagian bagusnya dan jeleknya... (semua aja kali :p). Ada beberapa cerita yang bagus, karena ceritanya menyentuh (tentunya objek yang dimaksud bukan jidad), karena ceritany
...more
Dewi Fatmasari
Buku ini sungguh luar biasa. two thumbs up...
Buku ini awalx aq beli krn penasaran dengan judulx, ternyata setelah aq lahap abis isix, ada sensasi tersendiri yang tak pernah aq rasakan seperti saat membaca buku-buku sastra yang lain.
Buku ini ngasih aq spirit baru untuk berani mengatakan pada diri aq:"Aq siap jadi penulis, I am ready to be the next great author". paling tidak langkah pertama itu sudah aq mulai...
Buku ini aq beli 15 januari 2010, dan selesai aq baca keesokan harix.
Untaian kata dan
...more
Rika Mudya
Super!
18 cerita dan prosa dalam satu buku. kagum dengan semua ide yang bisa muncul di kepala dee. menganggumkan!
setelah dihitung secara matematis, rata2 dari seluruh nilai cerita, poinnya 3,4. Dan poin 5 untuk cerita Spasi. suka banget.
spasi, surat yang tak pernah sampai, mencari herman, salju gurun, cerita yang masuk list paling atas favoritku. rico de coro dan sepotong kue kuning, dua yang kurang begitu aku suka. cetak biru, cuaca, lilin merah, buddha bar, empat yang tidak aku dapatkan makna m
...more
Sorayya
Sep 26, 2007 Sorayya rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: all of you.
Shelves: myfavourite
To me this book is like a bible. I read it religiously, almost everyday. Especially at night when i can't sleep easily. Not that this book makes me sleepy, but it makes me sleep with a smile :)

The books consists of some short stories, with different themes. I like Dee's writing. She picks some ordinary words, and put them all together in an extraordinary sentence. I can read one sentence over and over, just to get into its deepest meaning.

Some stories are very related to my current life. About l
...more
Ayu Welirang
Saya tak menyangka, prosa-prosa di dalam buku ini bisa membawa kita pada keadaan "menganggukkan kepala". Ketika membaca ini, hati saya sedang dibalut rasa sesal tak karuan dan saya seakan dibuat lebih menerima dan memahami akan alasan-alasan mengapa hati saya tak karuan. Saya tak menyangka buku ini benar-benar menyuguhkan cerita yang apa adanya dan sederhana. Kita bisa membaca kisah indah hanya dari kanan dan kiri kita, bukan dari hal yang muluk-muluk.

Seperti cuaca.
Seperti kuda liar.
Seperti kisa
...more
Flower Teen
Wohooooo!!!!! Kak Dee ya benar-benar <3
Selama "meniti" Filosofi Kopi, aku berpikir saat menulis "what did you think" ini tentang cerita-mana-yang-kusukai :3 Dan, berpikir aku suka bagian Filosofi Kopi. Tapiiiii... pas ke bagian Mencari Herman, aku kemudian berpindah haluan buat suka ke Mencari Herman. Begitu pun saat sudah di part Surat yang Tak Pernah Sampai. Hingga akhirnya, karena ceritanya bagus-bagus (aaakkkk!!!!) aku bertekad buat nulis part mana yang tidak terlalu kunikmati--semoga ada
...more
Theo Ramot
Pada mulanya saya takjub dan segera meminjam buku ini di perpustakaan sekolah saya waktu SMA 1thn yang lalu. Saya baca secara saksama. Setelah itu saya meminjam buku koleksi cerpen nya Dewi Lestari a.k.a Dee juga yang judulnya Madre.

Mengenai buku ini, ya, buku Filosofi Kopi karya Dee, mulanya saya takjub melihat metafora2 yang membumbui kertas buku ini, juga dengan kemampuan Dee dalam memaknai arti filosofis dari segala sesuatu.

Ibarat nasi kebanyakan garam, buku ini terlalu banyak metafora. Terl
...more
Ernest Junius
Dec 27, 2009 Ernest Junius rated it 3 of 5 stars
Recommends it for: lonely hearts
Recommended to Ernest by: Amang
Reading from its title "Filosofi Kopi" ("The philosophy of Coffee") one might think that the book is filled with collections of exciting, epic stories that offer a fresh perspective about the popular roasted, brown seeds we know as coffee.

However to my dissapointment, the book is not all really about coffee. There is only one story that's associated with the book's title. The rest are merely love stories (and by saying this I don't mean to dislike the book).

The book in overall doesn't allure it
...more
Fauziyyah Arimi
Dulu sekali, dua tahun yang lalu, satu dua cerita dalam buku ini telah saya baca. Satu dua cerita tersebut, saya baca di perpustakaan kampus, dalam waktu yang ringkas. Sembari dalam hati menandai akan meneruskan kumpulan cerita Dee ini. Tapi ternyata, saya tidak berhasil menuntaskannya.

Lalu beberapa waktu belakangan ini, saya mendapatkan ebooknya. Sayang, ebooknya pun tak berhasil saya selesaikan. Dan bersama Madre, saya meminjam Filosopi kopi. Menuntaskan cerita yang terlanjur mulai dibaca.

Cer
...more
Yukanatha Svanidza
Sejak dulu saya ngebet sama buku ini sejak melalap habis keempat serial Supernova milik Dee. Pengen beli, tapi keuangan terbatas. Pas duit ada, saya tidak menemukannya di toko buku. Mau nyari ke toko buku yang lebih jauh, gak bisa karena mau ujian. Huhuhuhu, rasanya tragis amat (kok curhat?)

Anyway - akhirnya, pustakawan di sekolah saya memberi buku ini kepada saya. Makasih banget, Pak! :D

Dan saya tahu review ini bakalan condong ke arah subjektif karena Supernova sendiri telah berhasil menghipnot
...more
drg Rifqie Al Haris
RESENSI

Delapan Belas cerita pendek yang dibuat dalam rentang waktu tahun 1995-2005 tersusun dalam buku yang berjudul Filosofi Kopi. Masih sejenis dengan kumpulan cerita pendek dan prosa Madre, Dewi Lestari mengumpulkan cerpen-cerpen dan prosa itu dan meberi judul buku kumpulan itu dari judul cerita pendek pertama yaitu "Filosofi Kopi". Untuk lebih menonjolkan kemasannya maka ditambahkan subjudul: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade. Hal ini tentu saja akan sedikit memberikan gambaran mengenai
...more
mahatma
sama seperti supernova, ungkapan-ungkapan seeperti 'luar biasa', 'perfecto', 'aku kalah' dsb. itu terlalu umum, terlalu garis besar. butuh deskripsi. pembaca tidak ikut memiliki rasa sebagaimana diungkapkan dengan kata-kata seperti itu. luar biasa yang bagaimana? sempurna yang kayak apa?... kekayaan perasaan yang terkandung dalam kata-kata itu seketika melorot.
adegan ketika ben merasa gak ada apa-apanya dibanding dengan kopi tiwus, mirip sinetron. serba meledak-ledak, ucapan cewek 'ingin aku tin
...more
Monica Sigalingging
Addicted to Dee kali yah gw, Entah dengan cara apa, namun Dee selalu dapat memetaforakan sesuatu dengan indah menggunakan gayanya sendiri.

Buku ini berisi cerita dan prosa, salahsatunya tentang filosofi kopi - sebagai penggemar kopi garis keras aku sukak nilai akhir yang ditanamkan di cerita ini. Beberapa cerita lain yang ditampilkan apik berjudul Lara Lana yang tak tertebak di akhirnya, mencari Herman dan favorit gw Rico de Coro, cerita cinta kecoak. Simple tapi menarik dan sangat ringan.

Dari se
...more
Aso
Bagi saya Filosofi kopi, Lana, dan Salju Gurun menjadi bintang di buku ini, selebihnya yang lain saya nggak ngerti karena tata bahasanya yang tinggi, atau malah biasa biasa saja menurut saya.
Fiza モービー
Barangkali 'mujur' untuk aku sebab baca Madre dulu sebelum Filosofi Kopi. Madre itu sudah cukup interesting pada aku namun yang ini lebih memukau isinya. Filosofi Kopi itu sendiri sudah satu kisah yang hebat. Aku tidak minum kopi, namun teringin sekali rasanya mahu bertandang ke Filosofi Kopi dan menyimpan satu kartu "Kopi Yang Anda Minum Hari Ini" sebagai kenangan.

Lain-lain kisah yang ada tak kurang menarik juga. Aku suka sekali dengan buku ini. Bahasanya mendalam dan kuat sekali sehingga aku
...more
Neesa Jamal
Kesemua karya di dalam buku ini ditulis dari hati. Saya dapat merasakannya. Sukar untuk menemukan penulis atau tukang dongeng yang seperti Dee. Salute.

Selagi kau lelap (2000), Sepotong Kue Kuning (1999) juga Rico de Coro (1995) adalah kegemaran saya. Yang satunya nakal, dan bernuansa romantis, yang satu lagi tragis dan yang terakhir epik, magis dan unik. Kesemuanya di luar kotak.

Kita semua pasti sukakan karya yang dekat dengan diri kita seolah-olah ianya ditulis untuk kita - padahal tidak.

Ok
...more
Tanti Kuben Koko
Kereen banget!
Hestin Rahmania
Filosofi kopi adalah kumpulan cerita dan prosa 1 dekade yang ditulis oleh Dewi Lestari alias Dee. Novel ini terdiri dari 18 bab.

Kalo aku pribadi paling suka di cerita bab 18 “Rico de Coro” di bab ini Dee menceritakan kisah tentang seekor kecoak jantan bernama Rico yang mencintai seorang manusia, gadis remaja beranama Sarah yang tinggal di rumah tempat Rico menumpang. Nama Rico itu ada sejarahnya. Dulunya, ia hendak diberi nama Tak tik boom oleh ayahnya, Hunter, si raja kecoak. Namun setelah nama
...more
Jusmalia Oktaviani
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Ricky Brahmana
Cerpen dan novel Dewi Lestari mungkin ringan tapi belum cukup untuk membuatku duduk berlama-lama membaca sampai puluhan atau ratusan lembar dalam sekali duduk. Mungkin genre cinta dan sahabat tidak lagi jadi suatu hal yang menarik untuk dibaca karena sudah jelas jalan ceritanya, walaupu disana-sini ada twisting plot untuk membuatnya lebih menarik.
Berbeda dengan puisi dan prosa singkatnya yang bisa membuatku berpikir dan aku menikmati membaca cara bertutur seorang DL melalui puisi dan prosa.
Aku
...more
Hadiyanti Ainun
lama setelah saya baca novel ini (yg entah kapan itu. saya sudah nggak ingat), saya menemukan diri saya di dalam Ben dan Jodi sekaligus. Di dunia saya--> seni rupa, saya macam Ben. Jadi gila kalau ada yg melampaui ide saya dgn hal yg sederhana dan mudah didapat. Tapi ketika saya bekerja sebagai penata rias untuk sebuah fashion film (yg sekarang sedang dalam proses), saya mengalami apa yg Jodi rasakan. Bukan karena saya penata rias. Melainkan saya rekan sekaligus teman sutradara film tersebut. ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
topics  posts  views  last activity   
anyone willing to swap this book?? 18 182 Jan 27, 2015 01:19AM  
  • Travelers' Tale, Belok Kanan: Barcelona!
  • Bilangan Fu
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • Edensor (Tetralogi Laskar Pelangi, #3)
  • Antologi Rasa
  • Pulang
  • Hujan Bulan Juni
  • Linguae
  • Life Traveler
  • The Naked Traveler
  • House of Glass (Tetralogi Buru, #4)
  • Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?
  • A Cat in My Eyes: Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa
  • Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC
  • Negeri van Oranje
  • Blue Romance
  • Ranah 3 Warna (Negeri 5 Menara, #2)
164478
Dewi Lestari, was born on January 20, 1976. She was firstly known as one third of a female vocal trio “Rida, Sita, Dewi”. She began her music career in 1995 and had produced four albums with the trio. Her passion in words and music has led her to become a songwriter, and she has been writing songs for many renowned Indonesian artists. Using a pen name “Dee”, Dewi began her writing debut in 2001 wi ...more
More about Dewi 'Dee' Lestari...
Perahu Kertas Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh Supernova: Akar (Supernova, #2) Supernova: Petir (Supernova, #3) Rectoverso

Share This Book

“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?” 728 likes
“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.(Spasi)” 402 likes
More quotes…