Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita” as Want to Read:
Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita (Parasit Lajang #1)

3.31  ·  Rating Details  ·  1,488 Ratings  ·  163 Reviews
Jika perkawinan ibarat pasar, orang-orang yang memutuskan tidak menikah sesungguhnya mengurangi pasokan istri seperti OPEC mengatur suplai minyak. Saya percaya berkeluarga itu bagus untuk orang lain.
Paperback, 180 pages
Published August 2003 by Gagas Media
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Si Parasit Lajang, please sign up.

Be the first to ask a question about Si Parasit Lajang

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,284)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
gieb
Feb 03, 2009 gieb rated it liked it
sekali lagi, ayu utami terjebak dengan kekuatan sekaligus kelemahannya: ketrampilannya berbahasa -atau kengototannya?-

hal ini membuat ayu kebablasan, lupa mengolah pikiran-pikiran besar yang ada di buku ini. hanya terasa sensasional-nya. anomali-nya. cuma greget di tidak gentarnya ayu menulis sesuatu yang beda.

pernikahan itu pikiran besar. dunia yang puitis. penuh ambigusitas. penyatuan tubuh dalam dunia rekaan peristiwa. tubuh yang bahagia dan tubuh yang tak bahagia. melebihi dari sekedar teks
...more
Endah
Jan 11, 2009 Endah rated it liked it
Kawan,
pernahkah kamu tiba-tiba tertarik secara seksual dengan orang yang telah lama menjadi teman? Lalu, berpikir untuk ciuman bahkan tidur dengannya suatu hari untuk bertemu lagi esoknya seolah tak pernah terjadi apa-apa? (hal.102)

Membaca kumpulan esai Ayu Utami ini, saya serasa ngobrol dengan seorang kenalan baru yang mendukung pendapat dan sikap saya tentang perkawinan, seks, agama, gender, kehidupan sosial, sastra...Dan saya ingin segera menjadikan kenalan baru itu sebagai sahabat sehati.

Saa
...more
Ilma Dityaningrum
May 04, 2011 Ilma Dityaningrum rated it it was ok
Ini buku ketiga milik Ayu utami yang saya baca..
entah kenapa, saya tidak pernah suka dan menyetujui dengan apa yang dia tulis. Meski ini bku ketiga, bukan berarti saya menyukai tulisannya... monoton. Selalu bercerita tentang Sex, perempuan, kebebasan badaniah dll.. Menurut saya, Ayu Utami seperti 'salah mengerti' dengan definisi "Feminisme". Tapi, memang nyatanya, sebagian besar perempuan di Indonesia memang "salah mengartikan" arti dari feminisme.
Dan ayu utami menunjukkan kesalah mengertiannya
...more
Imam Hidayah
Jun 27, 2007 Imam Hidayah rated it liked it
Si Parasit Mashokis

“Sebagai korban kapitalisme, saya bukan orang yang serta merta membenci kapitalisme dengan mengidentikkannya dengan hegemoni Barat dan patriarkal. Kapitalisme minus monopoli sejajar dengan demokrasi dalam banyak segi: sebuah sistem yang di sana publik diperhitungkan…”

(Ayu Utami, ‘Barbie, Barbie, Barbie’)

Saya mendapati buku itu di malam pertama tarawih. Seperti kebanyakan mahasiswa rantau yang berumah tak terlalu jauh, saya pulang untuk munggahan di rumah orang tua. Begitu saya
...more
Petronela
Dec 12, 2015 Petronela rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: favorite
Sepertinya label 'novel' kurang tepat untuk buku ini. Lebih tepatnya, buku ini seperti sekumpulan cerita atau opini penulisnya tentang banyak hal; hidup, agama, seks, sastra, bahkan teman-temannya yang biasa ngumpul dan ngebir bareng. Nama Sahal dan Prof. Alex Lanur adalah nama yang paling banyak disebut di buku.

Tapi saya paling suka bagian tulisan berujudul 'Surat dari Jelangkung'. Menurut saya itu menarik. Perkara suratnya dan perkara tanggapan si penulis terhadap surat tersebut. Termasuk keb
...more
Zulfy Rahendra
May 20, 2014 Zulfy Rahendra rated it it was ok  ·  review of another edition
Shelves: lokal
Kenapa 2 bintang?



Apa bagusnya?

Pemikiran-pemikiran Ayu Utami, saya mengakui, emang kritis, masuk akal, kadang mind blowing. Dan beliau percaya dan memegang teguh pemikirannya. Buat saya yang lemah, ga punya ketegasan, gampang kepengaruh, dan plin plan begini, sosok wanita kayak Ayu Utami terlihat sangat berani dan kuat.


Apa jeleknya?

Hmm... Selera sih ya. Mungkin buat beberapa orang, alesan keenggasukaan saya sama buku ini justru dibilang alasan kenapa buku ini bagus. Apalagi saya sadar diri kalo
...more
indri
Mar 01, 2013 indri rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: short-stories
Aku suka tulisan Ayu Utami. Banyak juga temanku yang tidak suka. Kebanyakan malah laki-laki. Aku curiga, jangan-jangan mereka menjadi merasa bodoh karena Ayu banyak menuliskan dominasi perempuan sebagai tokohnya. Eh, yang sangat mendominasi di Saman, sih. Beberapa orang yang banyak membaca itu tidak suka tulisan Ayu di sini karena dianggap terlalu vulgar. Menurut aku tingkat vulgarnya biasa-biasa aja, sih. Yang dituliskan kejujuran, namun tidak genit. Ia mengutarakan apa yang ada di kepalanya, d ...more
Adek
Nov 17, 2013 Adek rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: nonfiksi
Pada usia dua puluhan Ayu Utami memutuskan bahwa menikah itu bukanlah pilihannya. Saya pada usia dua puluhan (tepatnya pada tanggal 13 Maret tempo lalu) juga memutuskan sesuatu yang penting (bukan tidak menikah ya, kalau itu ya jelas saya mau-banget) yakni saya memilih untuk tetap menjadi staf yang gak penting seperti ini sampai tua, maksud saya sampai pensiun. Sekilas info, saya satu korps dengan alm. ayahnya Ayu Utami. Saya tidak akan membahas kenapa Ayu Utami memilih tidak menikah sampai unda ...more
Sarasvvati Ajeng
Jul 17, 2014 Sarasvvati Ajeng rated it liked it
Mungkin harusnya saya baca buku ini dulu sebelum membaca Saman dan Larung. Karena ketika saya membeli buku ini, jujur saja berekspektasi buku ini merupakan cerita seperti dwilogi Saman. Tapi ternyata buku ini lebih bercerita tentang Ayu Utami yang menyebut dirinya sendiri "Parasit Lajang". Bukunya bagus, sih. Banyak banget tulisan yang saya garisbawahi seperti:

"Manusia butuh menyembah sesuatu yang tidak rasional. Buat saya, lebih baik berlangganan Tuhan yang teruji ribuan tahun daripada menyemba
...more
Fertina N M
Buku ini saya baca terakhir, setelah Cerita Cinta Enrico dan Pengakuan Si Parasit Lajang. tidak urut memang, tapi tetap tidak mengurangi esensinya. Buku ini mengisahkan keseharian penulis yang berkaitan dengan pandangannya terhadap sesuatu, terlebih seks, pernikahan dan sistem di Indonesia.

Perkenankan saya, saya menyukai bukunya, tapi ada beberapa pemikiran penulis yang masih menjadi tanda tanya. Seperti ketika Ayu Utami, sedang mengadakan perjalanan riset untuk bukunya Saman, bersama sahabatny
...more
Frida
Mar 26, 2016 Frida rated it really liked it  ·  review of another edition
Sebenarnya 3,5 tapi saya bulatkan ke atas karena tulisan-tulisan A dalam buku ini telah mengajarkan pada saya bagaimana berpikir kritis dan out of the box, sekaligus rasional dan filosofis.

Saya tidak ingin menghakimi atau mempermasalahkan apakah Ayu Utami salah memahami feminisme, maupun tentang femisnisme itu sendiri, karena saya memang belum paham sepenuhnya seperti apa hakiki feminisme. Menurut saya, tidaklah bijaksana jika seorang pembaca menilai sebuah buku berdasarkan ketidakpahamannya, ap
...more
Aliftya Amarilisyariningtyas
Saya merasa bahwa buku ini disusun dengan tujuan yang mulia, yakni memberikan perspekif baru. Tulisan-tulisan di dalamnya mengajak pembaca untuk membuka kesadaran akan konstruksi sosial yang ada di tatanan masyarakat kita. Bahkan, pada beberapa bagian, sang penulis terang-terangan untuk mengubah nilai-nilai sosial dengan nilai-nilainya sendiri.

Menariknya, meski yang dibahas sepintas terasa berat –tentang hierarki, budaya patriarki, seksualitas, dan banyak lainnnya– namun, Ayu mengemas tulisan di
...more
Wella Madjid
Mar 26, 2013 Wella Madjid rated it liked it
kumpulan esai ringan yang enak dibaca, tapi dijamin sekarang ayu utami pastilah punya pandangan yang berbeda karena sudah tak lagi lajang :-) yang menarik adalah petikan kalimat di salah satu esai dalam buku ini, "kalau nanti saya jadi perawan tua, saya tidak mau jadi perempuan yang judes, yang iri melihat perempuan muda yang cantik." :-D Ayu ter-stigmatisasi
Samsara
Title -- I think the translation which has closest meaning in English would be "The Single Sucker", although I wish it would be "The Single Bitch" instead, as the main character in the book portrayed a role as a badass, unmarried "bitch" who doesn't conform to norms. She refuses to marry, and this is the main theme that Ayu brought in this book: marriage, and her principal of remain unmarried in life (she broke it somehow, because eventually, the writer herself is married. Unexpectedly.)

This is
...more
May Hera
buku lama yang diterbitkan ulang ini dibaca oleh perempuan baik lajang maupun yang tidak untuk bisa memahami bahwa, lahir dan mati adalah proses biologis sedangkan pernikahan adalah proses konstruksi sosial. kita, yang memutuskan menikah, ada dalam konstruksi itu. cinta? ya boleh lah :D #referensi
Lani Thong
Apr 13, 2013 Lani Thong rated it liked it
Buku ini sangat ringan untuk dibaca, dan banyak topik yang hanya menyuarakan protes dari seorang AA terhadap konstruksi sosial bernama pernikahan. Sebuah tema yang semestinya bisa lebih digali dan tidak dipersempit dengan pembagian bab ke bab yang terdiri dari 5-6 halaman.
Alda Suwardi
Jan 17, 2015 Alda Suwardi rated it really liked it
Ini buku kedua dari Ayu Utami yang saya baca. Yang pertama Manjali & Cakrabirawa, saya gak terlalu suka karena salah saya sendiri baca itu tanpa tau kalau bukunya termasuk di seri Bilangan Fu. Jadi agak gak nyambung pas baca, dan waktu itu saya cukup heran kenapa saya gak terlalu terkesan sama Ayu Utami.

Awal baca Si Parasit Lajang, saya langsung suka dan gak bisa berhenti. Permainan bahasanya cerdas, banyak main sarkasme (saya jadi tambah suka). Pemikiran-pemikiran penulis dituangkan dengan
...more
Silvana
Mar 13, 2008 Silvana rated it did not like it
Nothing interesting at all. If not because of my bf, I wouldn't want to even take a glimpse on this book.
Reza Putra
Jul 05, 2010 Reza Putra rated it really liked it
Definisi perempuan lajang yang sebenarnya: tajam sekaligus naif.
Astri Natasha
Sep 04, 2014 Astri Natasha rated it it was amazing  ·  review of another edition
Kayaknya saya mengangguk dan bilang "iya juga ya" untuk hampir tiap kalimat di buku ini. Buku yg blak-blakan dan dengan jelas melukiskan kenyataan kehidupan manusia (terutama di Indonesia). Sebagian orang yg alergi / "butthurt" dengan isu sensitif mungkin disebabkan karena kupingnya panas atas fakta di buku ini yg memang BENER BANGET :) Saya ga merasa Ayu lagi menggurui / ngotot atas pilihannya untuk melajang. Saya merasa seperti mendengar curhatan seorang teman saja. "Fun" dan tidak perlu dikri ...more
Vregina Diaz Magdalena
Jul 15, 2014 Vregina Diaz Magdalena rated it really liked it
yes, suddenly i was felt that i'm half of feminist.
Elisabetpingkan
Aug 31, 2015 Elisabetpingkan rated it it was amazing
Suka sekali dengan buku ini! Buku ini berisikan entry seorang diary dari perempuan yang menampik semua budaya patrialkal. Buku ini begitu gamblang dengan kata-katanya dan ada beberapa yang sedikit vulgar tapi buku ini juga berisi teori-teori dan filosofi-filosofi yang berbeda pada umumnya. Salah satunya adalah pernikahan. Disini si tokoh utama tidak mau menikah, selain itu disini tokoh utama juga mendeskripsikan bagaimana pandangan dan keadaan di sekelilingnya yang buat saya membuat cerita ini l ...more
Sin
Mar 13, 2016 Sin rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: favorites
Hanya segelintir orang yang bisa merangkum pemikiran kritisnya terhadap segala hal dengan begitu apik. Dan Ayu Utami adalah salah satu dari segelintir orang tersebut.

Sebelum menikmati lembar demi lembar dalam buku ini, satu pertanyaan berkecamuk dalam benak: “Mengapa penulis menamai dirinya Si Parasit Lajang?”. Dan sebelum pertanyaan ini terjawab saya sudah merasa bahwa saya baru saja menemukan “teman” karena saya pun merasa demikian. Ya, sebagai parasit lajang.

Saya kasihan (ya, kasihan) pada or
...more
Anastasia Cynthia
Tak bisa diungkapkan dengan sebuah plot, tapi "Si Parasit Lajang" tak ayal menelanjangi setiap pemikiran tabu dari para masyarakat urbanis. Sebagai A, Ayu Utami--seorang katolik yang gemar mengkritik--tak ubahnya menyelipkan cercahan pikiran ke dalam lembaran kertas. Kadang lucu, kadang satir, tapi memang lebih banyak satir dan mencibir. Feminis, mungkin bisa jadi, tapi terkadang apatis. Seperti khalayak mungkin tak sepenuhnya tahu bagaimana pangkal dan hilir dari keberadaan film biru, sebagaima ...more
Yuu Sasih
Karena saya membaca yang cetakan kedua dari KPG, sepertinya ada beberapa hal yang ditambahkan dari versinya yang sebelumnya.

Kenes dan lugas. Buku ini seperti bagaimana Ayu Utami menggambarkan dirinya. Jujur dan blak-blakan. Banyak isu tentang perempuan, seksualitas, dan pernikahan yang diungkap di sini, mulai dari alasan-alasan untuk melajang, sampai kondom dan status perempuan di mata masyarakat. Esai-esainya ditulis dengan pemikiran kritis khas feminis, ditulis dengan bahasa perempuan juga. Ja
...more
Ndooks
Mar 04, 2013 Ndooks rated it really liked it  ·  review of another edition
Dengan cerobohnya saya membaca "Kisah Cinta Enrico" lebih dulu tanpa tahu bahwa dalam trilogi ini, "Si Parasit Lajang" adalah buku pertama. Pantas ada yang aneh pada bagian akhir KCE, siapakah A?
Ternyata Erik dalam buku ini adalah cikal bakal Enrico. Ooops...spoiler.:D

Membaca buku ini bikin saya serasa dibawa berjalan-jalan ke dalam pikirannya si A yang penuh dengan logika tentang seks, hubungan antara pria-wanita dan tentu saja Tuhan.

Banyak yang bilang buku ini vulgar. Tapi menurut saya sih bi
...more
jessie monika
Aug 12, 2013 jessie monika rated it really liked it
Dari buku-buku AU (Ayu Utami) yang pernah saya baca, sumprit ini tulisannya yg bisa saya baca sambil makan kwaci dan minum susu, bahkan sambil ngeden di toilet. Buku Bilangan Fu, misalnya, seperti mengharuskan saya untuk hanya duduk dan membaca. Artinya, saya butuh konsen untuk membaca. Tidak dapat dilakukan sambil makan kwaci dan minum susu, apalagi ngeden di toilet. Begitu juga Larung.

Banyak yang bilang dalam buku ini AU terlalu ngotot mempertahankan feminisme-nya dia sehingga ia salah kaprah
...more
Nastiti
Mar 01, 2013 Nastiti rated it really liked it  ·  review of another edition
Saya membaca Si Parasit Lajang yang cetakan baru yaitu Februari 2013. Memesan secara PO supaya dapat tanda tangan dan Notes Kreatif. Norak ya. Hahaha...

Di luar kenorakan tadi, saya memang menyukai novel-novel karya Ayu Utami, baik yang fiksi maupun yang mengisahkan kisah nyata seperti buku ini dan Cerita Cinta Enrico. Bahasa yang digunakan Ayu memiliki kekuatan tersendiri. Belum lagi bila bicara tentang alur cerita dan karakter tokoh yang kuat.

Buku ini berisi cerita-cerita pendek tentang pengala
...more
Mandewi
Jan 07, 2014 Mandewi rated it really liked it  ·  review of another edition
Hati-hatilah berpendapat atau mengambil sikap. Setidaknya, temukan alasan yang kuat mengapa anda mengambil sikap demikian. Hal itulah yang saya pikirkan setiap kali membaca artikel yang memuat pemikiran-pemikiran penulisnya (buku ini merupakan kumpulan artikel penulis yang pernah dimuat di berbagai media). Dan Si Parasit Lajang ini luar biasa. Terutama ketika berbicara soal pernikahan. Menurut dia, pernikahan itu bukan harus melainkan perlu. Perlunya ya bagi yang membutuhkan saja. Menurut anda?

B
...more
Zahidah Zahra
Jan 27, 2014 Zahidah Zahra rated it really liked it  ·  review of another edition
"Menikah itu perlu, tetapi tidak harus"
Pernyataan itu sekarang berkeliaran di kepala saya. Hahaha.
Buku ini banyak menguarkan pertanyaan-pertanyaan baru dalam pikiran saya. Saya senang membaca pemikiran-pemikiran Ayu Utami--yang memperjuangkan feminisme. Ya, di buku Si parasit Lajang ini tampak jelas wajah feminis Ayu Utami. Dia dengan ngotot lebih suka menjawab pertanyaan "Sudah menikah?" dengan "Tidak menikah" daripada "Belum menikah". Ayu Utami cerdik sekali mengamati hal-hal kecil yang remeh
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 76 77 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
  • Winter Dreams
  • Sebuah Pertanyaan untuk Cinta
  • 86
  • Pintu
  • 9 dari Nadira
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Dari Datuk ke Sakura Emas
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Kereta Tidur
  • Burung-Burung Manyar
  • Larasati
  • Mata yang Enak Dipandang
  • Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
  • Manusia & Pengharapan: Segelas Beras untuk Berdua
491233
Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurn
...more
More about Ayu Utami...

Other Books in the Series

Parasit Lajang (2 books)
  • Pengakuan: Eks Parasit Lajang

Share This Book



“Saya sudah lupa apakah si kartunis bermaksud mengkritik atau memuja peran ganda. Untung menghibur diri, anggap saja dia mau memuja dwi-peran wanita. Belakangan, para feminis menyerang pengagungan superwoman ini karena menjebak wanita dalam idealisasi yang tak mungkin terpenuhi. Padahal, menjadi superman bagi kaum pria amat mudah: tinggal pakai celana dalam merah di luar.” 4 likes
More quotes…