Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kereta Tidur” as Want to Read:
Kereta Tidur
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kereta Tidur

3.77  ·  Rating details ·  360 ratings  ·  65 reviews
Setiap cerita di dalam buku ini memancing pemaknaan baru atas hal-hal yang biasa kita temui, seperti konflik cinta, masalah keluarga, dan pertanyaan atas eksistensi manusia. Unik, indah, dan mengusik dengan jalan cerita yang tak terduga-duga.

***

Pohon-pohon jati muda menjulang melampauimu, melampauiku – melampaui kita. “Nantinya mereka akan hidup melampaui umurku, umurmu –
...more
Paperback, 136 pages
Published June 2011 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kereta Tidur, please sign up.

Be the first to ask a question about Kereta Tidur

Community Reviews

Showing 1-30
3.77  · 
Rating details
 ·  360 ratings  ·  65 reviews


Filter
 | 
Sort order
Aveline Agrippina
Jul 13, 2011 rated it really liked it
Shelves: kumpulan, sastra
Avianti Armand,

Ini kali pertama aku membaca tulisanmu. Aku tak pernah tahu seperti apa isi dari lembaran-lembaran yang teranyam di Negeri Para Peri,jua aku tak tahu apa yang kautulis di setiap halaman yang ada dalam Perempuan yang Dihapus Namanya, dan aku tak pernah menyentuh buku Dari Datuk ke Sakura Emas, apalagi cerpenmu.

Aku hanya tahu Perempuan Pertama memang bergelut dengan dosa karena ular, karena rayuan budak setan yang mengajak laki-laki untuk lekas meninggalkan Taman Eden dan harus meng
...more
Arief Bakhtiar D.
Jul 16, 2014 rated it it was amazing
PEREMPUAN

DUNIA cerpen Indonesia tiga tahun terakhir mengenal nama baru: Avianti Armand.

Ia datang dari dunia arsitektur. Saya katakan “datang dari” karena ia memang lebih dulu populer di dunia arsitek ─dalam biografinya tertulis: sejak 1992. Prestasinya moncer: pernah meraih penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia untuk desain tempat tinggal, dan telah menulis buku arsitektur berjudul Arsitektur yang Lain.

Ia seorang perempuan. Dan sama seperti saat saya membaca karya-karya Ayu Utami atau Dewi L
...more
Abduraafi Andrian
Aug 16, 2016 rated it really liked it
Shelves: 2016, indonesia, scoop
Baru kali ini menutup lembar terakhir sebuah buku dengan duka. Duka yang mengharap segala cerita tak ada sudah. Buku inilah yang kubicarakan. Cerita-cerita di dalamnya memberikan rasa tersendiri. Diksi yang unik dan khas membuatku terhanyut dan ingin mengulang lagi dari halaman pertama.

Buku pertama karya penulis yang kubaca dan membuatku ingin memeluknya karena telah menyampaikan berbagai rasa di dalamnya. Kepekaanku diasah. Entahlah. Dan sudah barang tentu aku akan membaca karya-karyanya yang l
...more
Esdoubleu
Apr 15, 2012 rated it it was amazing
Titik didih tidak bergeser ke mana-mana. Suara itu hanya menandai pagi yang terlalu dini. Jejak uap air tertera di jendela dapur yang dingin ... begitulah Avianti memulai cerpen Kereta Tidur, yang menutup (dan sekaligus membuka karena dipakai sebagai judul) kumcer ini. Sekilas, baris-baris yang sedemikian sederhana itu, bagi saya justru terasa sangat mencekam: seseorang sedang memasak air di suatu pagi yang masih terlalu dini, yang masih terlalu sepi, dan seseorang itu hanya sendiri melakukan ak ...more
Sweetdhee
Jul 13, 2011 rated it really liked it
sejujurnya aku tersesat membaca buku ini

dalam kedalaman kata-kata
yang bagaikan perangkap dalam gelap suram nuansa

tentang tujuan hidup
mengapa kita ada di bumi Tuhan
apa yang diharapkan kala manusia diciptakan

tentang perselingkuhan yang terlalu sering menjadi tema
dalam buku cerita, dalam film, dalam infotainment, dalam kehidupan nyata di depan mata

tentang kehilangan yang mengurung hati dan melemparkan tubuh dalam kuburan yang digali sendiri
terkukung dalam mencari cara melenyapkan rasa tentang yang
...more
Mel
Sep 08, 2015 rated it liked it
entah lelah, kurang piknik, atau kemampuan otak yang makin uzur (halah), aku kurang bisa menikmati cerpen dalam buku ini. beberapa bikin kening berkerut, beberapa bisa kunikmati dengan lancar.
Karl Agan
Jun 24, 2013 rated it really liked it
Mencintai Avianti Armand bukanlah perasaan yang boleh dihalang sewenangnya. Seorang perempuan pencerita yang tak dapat dihapus namanya.
cindy
Jadi gini, duluu pernah pengin baca kumcer ini pas masuk nominasi KLA tahun berapa itu. Trus belum sempat dilakoni, tergeser-geser, akhirnya tertimbun dalam tumpukan wishlist (yup, wishlist aja adaaa timbunannya!). Nah tahun ini lihat nominasi KLA lagi, ternyata mbak penulis masuk lagi, katagori puisi tapi. Jadi teringat kumcer ini, dan beruntung sedang cetul dan tersedia di jidi. Yaaa, samber deh...


Tema tak biasa terbungkus kata-kata dan simbolisme berlapis-lapis-lapis. Sampai kadang kisah sede
...more
Daniel
Jan 01, 2019 rated it liked it  ·  review of another edition
Avianti Armand
Kereta Tidur
Gramedia Pustaka Utama
154 halaman
7.8
Vidi
Dec 26, 2011 rated it really liked it
Saya bukanlah seorang penggemar puisi. Menurut saya, puisi terlalu abstrak dan personal. Sering kali kita hanya bisa sampai sebatas menafsirkan arti sebuah puisi. Tapi melalui buku Avianti saya menyadari satu hal, mungkin kita tidak perlu memahami sepenuhnya untuk menyadari sesuatu itu indah.

Melalui 'Perempuan Pertama', Avianti mencoba mereka ulang peristiwa jatuhnya manusia ke dalam dosa untuk yang pertama kali. Ada satu hal yang menarik dalam cerpen ini. Di bagian akhir cerpen ini, Avianti me
...more
Kungkang Kangkung
Jun 01, 2012 rated it liked it
Shelves: kumcer
Bisa dibilang, buku ini gratisan loh.. #kedipkedipnakal
Buku yang saya ambil sebagai bonus karena jadi pelanggan di toko buku (yang padahal sudah ngobral harganya). #terusbanggagitu?

Saya bisa menikmati cara Avianti bernarasi sih, tapi karena otak saya terlalu imut, jadinya saya lebih sering nggak paham sama apa yang mau disampaikan pada cerita-cerita di dalamnya. #resikoorangbodoh

Saya sering kebingungan menebak-nebak tokoh (bahkan untuk gender tokohnya). Mungkin Avianti sengaja memberi gambaran t
...more
mei
Dec 31, 2015 rated it liked it
1 kata untuk buku kumpulan cerita ini, GILAAA

***

cerita pertama kurang nendang sih, sempat ragu dan berpikir "kayaknya nyesel deh beli ini". tapi begitu di lanjut, nyeselnya ilang dan nggak ragu ngasih bintang 5 serta memasukkan dalam kategori buku terbaik yang pernah saya baca.

selesai dalam waktu sekitar 1 jam lewat 7 menit dan entah mengapa ketika membaca saya banyak menahan napas, seperti terserap ke dalam buku ini

kutipan kesukaan saya

"karena, jawabku, jika kamu tak pergi, bagaimana kamu akan
...more
lita
Jul 26, 2011 rated it really liked it
Shelves: short-stories
Siapa yang pernah menanam pohon akan tahu bahwa yang tumbuh bukan hanya sebuah batang dalam ruang, tapi juga sebentuk tanda dalam waktu. - hal. 11

Di langit kadang kau temukan keanehan. Selarik putih yang bukan awan, bukan sinar. Seperti garis lintas, yang tak jelas ujung dan asalnya. Ada dan hilang. Bergetar sayu dari jauh, dan mendekat -- hingga aku bisa melihat -- berjuta kepak sayap kecil. Berkerumun. Berpencar. Lalu luruh seperti keping-keping salju.

Berapa banyakkah kupu-kupu di negeri ini?
...more
Mobyskine
Mar 26, 2013 rated it really liked it
Separuh sifatnya amat melankolis- entah kenapa rasa sepi dan sedih waktu membacanya, namun tak disangkal tulisannya bagus juga- walau ada cerpennya yang aku anggap simple dan tak berapa aku menikmati masih aku rasa ianya tidak terlalu membosankan. Bahasanya cantik dan puitis, tersirat dan sarat dengan analogi bertema cinta, romantisme dan manusiawi. Ini buku pertama dari Avianti Armand yang aku baca, gambaran pertama yang menarik dan mungkin bakal ketagihan.
eti
May 08, 2012 rated it really liked it
melalui cerpen & puisinya, avianti armand ini mencuri perhatian dalam sastra indonesia. sebagai seorang arsitek ternyata tak membuatnya "kaku" dalam menulis. jadi ingin mengoleksi bukunya yang lain, di awal karir penulisannya. ^_^
Pandasurya
Mar 31, 2012 rated it liked it
apa yaa, ada yang bagus, ada yang biasa aja cerpen2nya, ada yang terkesan seperti hanya memanjang-manjangkan kalimat aja tapi kurang menarik dan berisi. Begitulah.

Kutipan menyusul. Seperti biasa, kalo sempet.
Thasya Tamberongan
Jan 28, 2013 rated it really liked it

Setiap kisah mengusik benak.

Setiap penceritaan membuat ingin terhanyut dan jatuh cinta, lagi,,

Walau imaji tak cukup luas untuk menterjemahkan semua kias yang penuh makna.


Terima kasih.



Gelar
Dec 21, 2018 rated it liked it
Kereta tidur adalah buku terakhir dari Mbak Avianti yang saya baca. Setelah sebelumnya saya berkenalan dengan Buku Tentang Ruang, Museum Masa Kecil dan Perempuan yang Dihapus Namanya.

Saya pribadi suka cara Mbak Vivi menulis ulang memori-memori yang dialaminya. Beberapa cerita tampak puitis dan hangat, beberapa tampak dingin dan berjarak. Tapi saya suka semua.
Teguh Affandi
Aug 12, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: reread
Saya kembali membaca edisi 2018, karena ada lima cerpen tambahan. Dan selalu menarik, yaaa demikianlah Avianti Armand menyajikan prosanya. Selalu dengan bahasa "canggih" dan ruang penafsiran yang aduhai.

Di lima cerpen tambahan, paling suka adalah Ayah dan Pagi di Taman. TIga cerpennya bagus, dua itu paling kusuka.
Adella Putri
Feb 15, 2019 rated it really liked it
Sebagai orang pertama yang berkenalan dengan karya Avianti Armand, saya cukup puas dengan gaya penulisannya yang apa adanya, terkesan bebas, dan cerdas. Beberapa bab saya baca ulang karena suka dengan alur ceritanya yang selalu dan selalu punya akhir menarik di belakangnya.
Aprianto Nugraha
Jul 26, 2018 rated it really liked it
Saya suka mayoritas dari cerpen yang disajikan dalam buku ini. Ada beberapa cerita yang menggugah moral, menyajikan twist yang menyenangkan, dan sangat dekat dengan pribadi saya. Tapi, cerita yang dari Tangier, saya ga ngerti sama sekali. Mungkin ada yang bisa kasih pencerahan?
Reytasari Azura
Dec 31, 2018 rated it it was amazing
completely engrossed. i opened the book as a teenager and closed it as an old, wise woman. beautiful storytelling.
Nabila Alifia
Nov 21, 2018 rated it really liked it
Sulit tapi imajinatif.
Anggi Hafiz Al Hakam
Mar 05, 2012 rated it really liked it
Recommended to Anggi by: @taqi_qisthi
"Aku lebih takut pada hidup yang seperti lotre. Hidup adalah beratus-ratus mungkin. Mati, itu sesuatu yang pasti." - Hal. 43

Catatan Seorang Kolumnis Dadakan

Membaca karya Avianti Armand untuk pertama kalinya sungguh menghadirkan pengalaman yang berbeda dalam memaknai sepuluh cerpen yang disajikan Kereta Tidur. Kumpulan cerpen yang habis dibaca sekali duduk ini mengandung kekayaan terpendam dalam setiap rangkaian kata. Sederhana, lugas, dan banyak mengandung unsur kejutan. Mengingatkan pada kumpul
...more
Sutresna
Jan 03, 2017 rated it really liked it
Avianti mampu melukiskan penggambaran benda-benda dan keadaan sekeliling menjadi lebih nyata, buat saya, hal ini semacam tingkat observasi tinggi dipadukan dengan kejujur-tulusan. Ide-ide cerpennya juga fresh.
Vinskatania Andrias
Jul 29, 2013 rated it liked it
Sepuluh cerita berbeda, tak berkaitan yang memiliki kesamaan dalam nuansa. Entah apa namanya; tragis, ya; mencekam, ya; serta ada komposisi menyedihkan yang sempurna a la Avianti Armand. Sulit mengungkapkannya, jenis cerita yang membuatmu terdiam di akhir kisah sebelum bisa melanjutkan ke petualangan berikutnya.

Satu favorit saya berjudul ‘Tentang Tak Ada’. Cerita ini terdiri dari beberapa kisah yang memiliki benang merah, yaitu ketiadaan itu sendiri.

Dia jadi sering bertanya-tanya. Berapa jauh d
...more
Ryan
Dec 20, 2013 rated it really liked it
Avianti benar-benar seorang pencerita yang bagus. sepuluh cerita dalam buku ini masing-masing diceritakan dengan apik hingga membuat saya penasaran ingin menyelesaikan buku ini. tema yang melingkupi cerita-cerita Avianti memang tak bisa dengan gampang dicerna: absurd dan surrealis.

kalau disuruh memilih satu cerita yang jadi favorit saya, jujur saya tak sanggup. semua cerita di buku ini punya sesuatu yang memikat hati. semoga tema seperti ini makin banyak dalam dunia sastra Indonesia.

oh ya, ada s
...more
Adek
Jan 22, 2013 rated it liked it
Tulisan Avianti yang kukenal kali pertama adalah cerpennya yang terpilih sebagai cerpen terbaik kompas 2009, Pada Suatu Hari Ada Ibu dan Radian. Pada kumcer ini ada sepuluh kisah yang disajikan. Bukan Avianti kalau tidak sukses membuat permainan kisah dan kasih yang aneh dan tak terduga.

Paling suka dengan cerpen Dongeng dari Gibraltar. Saya pikir tidak perlu bikin semua review-nya ya. Banyak sekali review-review keren cerpen ini di goodreads, lagian saya juga lagi liburan. *ora kakehan cangkem,
...more
Chitazelnut
Jun 21, 2016 rated it it was amazing
udah lama baca tapi karena mulai aktif goodreads akhir2 ini baru sempet review dan saya memang harus review because this one of my favorite book. sebenernya lebih suka novel tapi saya langsung terkesima sama gaya bahasa di sinopsis dan tanpa pikir panjang langsung beli. kumcernya sangat bagus dan saya sungguh iri dengan gaya penulisan seperti ini. puitis dan ngena tapi tidak berlebihan. bacanya enjoy meski memang agak berat, tapi nyaman buat diikutin dan saya suka baca kalimatnya berulang kali. ...more
Ayu Rienda
Apr 14, 2015 rated it really liked it
Di baris ketujuh sebelah kiri, empat kursi dari ujung, Tuhan duduk dan menangis. Di tangannya tergenggam sebuah dadu. Pada semua sisinya tertulis: dosa -(Cerpen Perempuan Pertama)

Di antara 10 cerpen dalam buku ini, Perempuan Pertama adalah pembuka yang paling magis dan membuat saya penasaran dengan cerpen lainnya. Saat membaca cerpen Avianti Armand, seperti menyusuri jalan yang bening, teduh dan gaya surealis berhamburan di sekitarnya. Lewat karya-karyanya, Avianti Armand berhasil menegaskan dir
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Bidadari yang Mengembara
  • Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Orang-Orang Bloomington
  • Monsoon Tiger and Other Stories
  • Dari Datuk ke Sakura Emas
  • Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Mata yang Enak Dipandang
  • Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung
  • 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009: Anugerah Sastra Pena Kencana
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • Tanah Tabu
  • Kukila
  • Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
132 followers
Avianti Armand adalah seorang penulis, dosen, dan arsitek. Kumpulan puisinya, Perempuan yang Dihapus Namanya (2011), memenangkan Khatulistiwa Literary Award untuk kategori puisi. Buku tersebut merupakan reinterpretasi atas tokoh-tokoh perempuan dalam kitab suci. Avianti telah menulis dua kumpulan cerpen: Negeri Para Peri (2009) dan Kereta Tidur (2011). Cerpennya, "Pada Suatu hari, Ada Ibu dan Ra ...more
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Perjalanan itu, teman,” kata seseorang akhirnya, “akan memakan waktu satu hati saja.” 13 likes
“Kita tahu, kita bisa saling mencintai tapi tidak merasa bahagia.” 7 likes
More quotes…