Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Blues Merbabu” as Want to Read:
Blues Merbabu
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Blues Merbabu

3.04  ·  Rating details ·  134 ratings  ·  33 reviews
Sebagai anak PKI, lebaran tidak lagi sama bagi Gitanyali diakhir 1965. Ia masih SD di kota kecil di kaki Gunung Merbabu ketika menyaksikan sang ayah diambil aparat, dan tak pernah ketahuan lagi rimbanya. Sang ibu menyusul ditahan tanpa tahu kapan akan dibebaskan karena dianggap terlibat Peristiwa G30S. Kehidupannya berubah, keluarganya tercerai berai.

Diasuh oleh sang paman
...more
Paperback, Cetakan pertama, 192 pages
Published February 23rd 2011 by KPG
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Blues Merbabu, please sign up.

Be the first to ask a question about Blues Merbabu

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Esti Wahyu
Feb 19, 2011 rated it liked it
Membaca novel ini, menggiring ingatan pada buku karya Haruki Murakami, Dengarlah Nyanyian Angin. Absurd. Postmo. Surealis. Dengan latar belakang persoalan sejarah kelam bangsa ini, Gitanyali sebagai penulis memberikan pola pikir dan sudut pandang penceritaan yang berbeda dengan, tak ada sendu sedan. Angkuh, dingin, tertutup, asik dengan dunianya sendiri, disinilah kekuatannya, tak hanya seks belaka yang dieksplorasi, kekuatan karakter tokoh utamanya menggiring pembaca untuk ikut larut di dalamny ...more
Dodi Prananda
Jul 06, 2015 rated it it was ok
Renyah, ya renyah. Namun, kurang...
Ken
Apr 06, 2011 rated it it was ok





Tidak sesuai harapanku. Kebanyakan sex-nya pula.


















Fia Yuna
Nov 15, 2017 rated it liked it
Over all asyik sih, namun tanpa greget yang mengiringi. Pertama membaca blurb agak terkecoh kirain bakal bahas sepenggal kisah kelam bangsa ini, ternyata ini malah brasa ringan banget, rasanya tuh kayak baca diary orang lain. Jangan harap bakal penuh konflik. Isinya cuma petualangan esek2 yang jauh banget mau nyerempet ke roman dewasa. Intinya flat. Nah, kenapa bisa kukasih tiga bintang? Karena quotes yang cukup layak dipuji.
... nyaris mutlak bahwa orang cantik selalu bernasib baik-setidaknya le
...more
Sinondang
Feb 19, 2018 rated it liked it
Untuk novel, 184 halaman masih terlalu singkat.
Yovano N.

Bisa juga dibaca di sini: kandangbaca.blogspot.com/2014/02/blue...

Begitu membaca sinopsisnya yang mengungkit-ungkit PKI, saya langsung berpikir bahwa buku ini adalah salah satu novel yang bercerita tentang kepingan kisah tahun 1965 yang merupakan salah satu masa terkelam dalam sejarah bangsa Indonesia. Itulah mengapa saya memilih buku ini sebagai bacaan untuk event Baca dan Posting Bareng BBI kategori Historical Fiction Indonesia. Dalam benak saya, buku ini semacam buku 'nyastra' yang isinya lum
...more
Ardita
Jan 13, 2013 rated it liked it
Blues untuk Merbabu, kenangan manis masa kecil yang tidak akan lekang dimakan kapasitas daya ingat otak Gitanyali, yang dalam kehidupan nyata dikenal pembaca Kompas Minggu sebagai Bre Redana (meski ini bukan nama asli beliau).

Saya baca kelanjutan buku ini lebih dulu (65) dan membeli lalu membaca Blues Merbabu kemudian. Rasanya seperti bersua dengan kawan lama, mengingat Redana sudah lama tidak menulis panjang dan saya sendiri berhenti baca media cetak sejak akrab dengan Twitter dan Internet. Sam
...more
ucha
Nov 19, 2016 rated it liked it
Ada dua hal yang membuat saya terkoneksi dengan Novel ini.

Hal pertama yaitu dengan setting Novel ini di Merbabu dan tempat sekitarannya Salatiga, Ambarawa, Semarang dan Kopeng. Bagi sebagian anak SMA yang tinggal di Jawa Tengah, pergi ke Kopeng dan naik Merbabu masuk dalam daftar tujuan kala libur sekolah. Jalur pendakian yang lebih ringan daripada gunung lainnya seperti Sumbing dan Sindoro, membuat Merbabu jadi favorit dan jadi tempat inisiasi naik gunung. Novel ini bercerita tentang kehidupan
...more
Niken Anggrek
Mar 31, 2011 rated it it was ok
Buku ini salah satu dari sedikit buku yang mengupas peristiwa 65. Menuturkan bagaimana Gitanyali tercerabut dari masa kecilnya yang seharus-nya baik-baik saja. Ia dihadapkan dengan kenyataan bahwa ayah dan ibunya di ciduk, dan keluarganya tercerai berai.

Kata-kata penuturannya lumayan. Tetapi kok saya cenderung menilai buku ini kurang mengupas permasalahan yang sebenarnya. Bahkan, saya rasa buku ini hanya mengisahkan kisah asmara si Gitanyali. Sedangkan peristiwa yang ingin ditonjolkan malah dic
...more
Yasdong
Jan 27, 2014 rated it liked it
Gitanyali anak dari seorang kader PKI. Rumahnya yang berada di sebuah kota di kaki Gunung Merbabu selalu ramai oleh diskusi politik maupun pentas seni kaum merah. Semua musnah ketika penumpasan PKI di akhir 1965 terjadi. Tapi dia tidak mau hanyut dalam kesedihan berlarat-larat. Dia terus bertahan hidup dengan rumus "unsur dunia ini adalah hidrogen dan kebodohan".

Dia pun menemukan obsesinya terhadap dunia menulis dan perempuan. Digambarkan dengan nakal lewat sebuah bab di mana dia yang masih keci
...more
Restu Aji
Mar 07, 2011 rated it really liked it
Recommends it for: Pencinta sejarah
Shelves: novel
Gitanyali, entah nama asli atau samaran ternyata tidak menggunakan aji mumpung atau menjual sensasi atas kondisinya sebagai anak PKI untuk membuat kontroversi dalam sejarah kelam tahun 1965--seperti yang kuduga semula saat membeli buku ini.

Aku juga menduga bahwa buku ini akan bercerita luka, kesedihan, tangisan karena orang-orang terdekat dari si karakter utama satu persatu menjauh darinya diangkut tentara. Tapi semua dugaanku salah. Buku ini mengalir lancar menunjukkan ketangguhan karakter utam
...more
Nenangs
2.4 bintang saja.
bacaan yang putus nyambung, kayak pacarannya ababil...hehehe...

sebetulnya cara bercerita gitanyali ini mengalir, enak diikuti, seperti layaknya orang yang berpengalaman di dunia tulis menulis dan reportase cetak.

yang membuat ratingnya nggak sampai 3 bintang adalah isi cerita yang membuat aku agak kecewa. back cover blurb sangat menipu, menjanjikan cerita yang menarik tentang anak tokoh PKI, padahal isi ceritanya lebih banyak tentang cerita petualangan kelamin si tokoh utama , se
...more
Muhammad Al Ghifari
Nov 16, 2015 rated it really liked it
Cara Gitanyali menyajikan 'suspense' dalam menarasikan alur dan latar cerita membuat jari saya tergelitik untuk segera membalikkan halaman tiap halaman supaya dengan demikian dinamika cerita yang naik-turun pada setiap babnya segera saya ketahui dan rasakan.

Saya tidak meletakkan ketertarikan saya mengenai latar belakang 'kaum kiri' dari seorang Gitanyali untuk kemudian saya baca novelnya, kecuali terhadap formula penulisannya: kilas balik yang disusun secara apik dan kemudian saling berkaitan te
...more
Aqmarina Andira
Jan 10, 2013 rated it liked it
I usually care so much about story, structure, twist, and everything. But reading this book I completely forgot about all that. The story is not really clear. Is it about history of the family of Indonesian Communist Parties or just sex adventure of a young adult. The structure is really simple. It is just like a diary. And there is no twist at all. But, I like this book, surprisingly. Words by words, sentences by sentences, paragraphs by paragraphs, I just cannot stop reading it.
fRee
Sep 11, 2015 rated it liked it
kalau diibaratkan makanan, buku ini seperti kerupuk...
bisa kerupuk bolong-bolong, kerupuk pedes, atau kerupuk udang...
enak sih, tapi nggak bikin kenyang (kecuali kalo kebanyakan, itu juga bukan kenyang tapi muntah...hehehe...)

jadi, jangan berharap terlalu banyak dari buku ini...cukup duduk, baca, selesein (gue selesein baca buku ini kurang dari satu jam) dan lanjutin hidup...
Cynthia
Ok, ini bukan narasi kronologis, mgkn semacam autobiografi singkat ttg pengalaman hidupnya sebagai anak kader PKI.
Yg agak mengganggu adalah dialog2 yang ditulis tanpa tanda kutip (atau memang itu sengaja?). ada beberapa salah ketik, marginnya besar sehingga buku yg 183 halaman ini mungkin bisa jadi sekitar 150 halaman jika marginnya dibuat biasa saja dan spasinya tidak lebar2.
A. Moses Levitt
Oct 04, 2011 rated it really liked it
Ini novel “PKI” yang diceritakan dari sisi yang sangat baru. Novel dengan bahasa sederhana dan kisah sederhana. Saking “merakyatnya” membuat saya berpikir kisah ini benar-benar dialami oleh beberapa anak “PKI” di daerah Jawa. Novel yang patut dibaca agar tidak “menuduh” PKI berlebihan.
Ayu
Aug 12, 2012 rated it it was ok
Kehidupan Gita tak lagi sama ketika ayahnya yang seorang kader PKI ditangkap dan ditahan oleh aparat.

Baca kisah singkat Gita di sini
Ika Anggraeni
Jun 26, 2011 rated it liked it
setting cerita anak turun korban peristiwa pembantaian massal PKI dulu memang cukup pasaran. baik di cerpen atau novel. tapi cara mengemasnya di novel ini cukup unik: enteng tapi tidak picisan, sedikit berbau hippies.. :)
eti
May 02, 2012 rated it liked it
ternyata dia ini Bre Redana :D
Adelline Tri
Sep 09, 2014 rated it liked it
Lumayan buat hiburan
Natasha
Mar 17, 2011 rated it liked it
Ini kisah tentang perjalanan hidup seorang anak yang terlahir dari ayah seorang PKI. Romansa dan seks menjadi bumbu menyenangkan dalam Blues Merbabu...
Tata
Jun 12, 2012 rated it it was ok
sebenernya menarik..tapi kok agak-agak ga jelas mau bercerita apa..
Cardo Rajagukguk
Sep 23, 2014 rated it it was ok
lame :|
Desi Puspitasari
No wonder; Bre Redana. Aku sih iyess seperti mas Anang.
Fhia
Feb 05, 2013 rated it liked it
seperti membaca diari...mengalir begitu saja,
http://fhiaft.blogspot.com/2013/03/re...
Rz
Aug 11, 2014 rated it it was ok
berat, namun memiliki makna dan pengaruh yang lumayan meskipun memang perlu mengulang ulang bagian tertentu untuk mengetahui maksud sebenarnya
Ryo Gerhana
Nov 11, 2016 rated it liked it
segar, bebas, dibungkus kampretisme?
blues yang mengalir seksi dan segar, kadang sendu tetapi bebas
Semua dilingkup oleh birunya siluet merbabu
Yusnaeni Yusuf
rated it it was amazing
May 25, 2018
« previous 1 3 4 5 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »