Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Student Hidjo” as Want to Read:
Student Hidjo
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Student Hidjo

3.13  ·  Rating details ·  250 ratings  ·  46 reviews
Kisah dimulai ketika ayah Hidjo, Raden Potronojo, berencana menyekolahkan Hidjo ke Belanda. Raden Potronojo berharap hal itu bisa mengangkat derajat keluarga, yang berasal dari kalangan pedagang. Meskipun sudah menjadi saudagar sukses, sehingga gaya hidupnya bisa menyamai kaum priyayi murni dari garis keturunan, tidak berarti kesetaraan diperoleh. Khususnya, di mata orang- ...more
Paperback, 140 pages
Published 2010 by Narasi (first published 1918)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Student Hidjo, please sign up.

Be the first to ask a question about Student Hidjo

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
3.13  · 
Rating details
 ·  250 ratings  ·  46 reviews


More filters
 | 
Sort order
Abduraafi Andrian
Jan 22, 2016 rated it liked it
Shelves: 2016, classics, indonesia
Lha. Drama abis. Yang termaktub di kepala hanya Hidjo dan kisah romansanya. Ada sedikit cerita tentang kontrasnya Bumiputera (sebutan untuk orang Hindia/pribumi jaman dulu) dengan Belanda (orang Belanda) pada masanya, tapi kadarnya hanya sebagai penyedap rasa.

Mengutip dari blurb pada sampul belakang: Novel ini pertama kali ditulis tahun 1918 sebagai cerita bersambung di "Harian Sinar Hindia", kemudian terbit sebagai buku tahun 1919. Aku bertanya-tanya orang-orang pada jaman itu juga menyukai kis
...more
A.J. Susmana
Tak Hanya Soal Perkawinan atau Perjodohan, Tapi Melawan Penjajahan

Membaca novel yang ditulis hampir satu abad yang lalu, seperti Student Hidjo karya Marco Kartodikromo ini tentu membutuhkan banyak referensi terutama sejarah agar pembacaannya menjadi kaya dan menemukan keindahan dari ungkapan kata-kata maupun setting yang digunakan. Student Hidjo pernah dimuat sebagai cerita bersambung di Surat Kabar Harian Sinar Hindia tahun 1918. Diterbitkan pertama kali oleh N.V. Boekhandel en Drukkerij Masman
...more
Melissa
Ceritanya sederhana, bahasanya ringan, ada saat penulis berinteraksi dengan pembaca. Deskriptif dalam hal menggambarkan suasana/background di jaman itu, sehingga seperti dibawa ke Solo di tahun 1800an. Hanya saja judulnya sedikit membuat pembaca punya "harapan" sendiri akan isi ceritanya. Yang pada akhirnya ternyata berbeda. Karena tidak ada cerita tentang kehidupan "Student", buku ini murni menceritakan tentang percintaan anak muda jaman itu dengan segala permasalahannya.
Menarik. Ada saatnya k
...more
Gusti Malik
Jun 26, 2017 rated it liked it
Too many unexplained side story, this book is not adequate for my taste.
Nadia Fadhillah
Buku ini HARUS dibaca tiap anak Indonesia. Sekali lagi: HARUS.

Ceritanya sederhana, tidak banyak konflik, dan happy ending. Maka dari itu, cerita ini bisa dibaca siapapun, bahkan tiap anak Sekolah Dasar di Indonesia.

Kenapa kubilang harus? Barangkali sama seperti alasan kenapa buku ini dilarang Pemerintah Kolonial. Karena ya, orang Hindia memang tidak perlu lah membudak pada orang Belanda. Dan paradigma bukan budak memang harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak Indonesia, agar tidak menjadi gen
...more
Sae-chan
May 11, 2011 rated it did not like it
I don't get it. Is it a love story with some political aspect or is it a politically-charged writing with some love intrigues (if it can be called an intrigue)? The love story is very lame. The political part springs up from nowhere going nowhere.

The editing is extremely poor and the translation the most horrible of them all. I never have any formal education of Javanese languange, but I know much better than to translate "idep dekeng" as "alis yang melengkung". I'm contemplating....should I go
...more
Rio Johan
Jan 24, 2014 rated it did not like it  ·  review of another edition
Andaikata yang jadi pasangan pada akhir novel: Hidjo-Betje, Walter-Woengoe, dan barangkali bolehlah Biroe-Wardojo.
libprop
Jan 13, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Saya teringat Max Lane pada suatu kesempatan berujar bahwa sebaiknya bangsa Indonesia banyak membaca buku-buku sastra pra-kemerdekaan Indonesia. Apa yang dikatakan Max Lane, sebenarnya ingin mengkritik cara pandang orang Indonesia kebanyakan terhadap kebudayaan Indonesia. Max Lane mengatakan bahwa kita kesulitan untuk mendefinisikan bagaimana kebudayaan Indonesia itu. Saya sepakat dengan Max, budaya Indonesia itu bukan tari-tarian dari Aceh sampai Papua, bukan gamelan, bukan batik, bukan angklun ...more
Ridandi Bintang  Pamungkas
FYI, sebenernya kesan awal gue terhadap buku ini adalah karena buku ini diterbitkan hampir 100 tahun yang lalu! Cukup menarik juga bahwa gue lagi membaca buku yang sama dengan yang orang baca pada tahun 1918. Somehow gave me a pretty bizarre feeling.

Anyway, Langsung ke topik. Pada awalnya, gue kira buku ini akan fokus menceritakan kehidupan Hidjo sebagai STUDENT (sesuai dengan judulnya) di Belanda pada jaman kolonialisme. Namun yang gue temukan hanya cerita bergenre romance yang agak... ya membi
...more
Awal Hidayat
Feb 17, 2019 rated it liked it
Shelves: gift, history, novel, romance
Don't judge the book by it's title. Setidaknya, asumsi itu yang kembali saya ingat ketika melewatkan beberapa bab di buku ini. Bayangan tentang Student Hidjo dengan sampul vintage tentunya terkait bagaimana Hidjo mendapatkan pendidikan selama masa Belanda berkuasa. Tapi bukan tentang itu.

Buku ini bercerita tentang intrik hubungan romansa antara Hidjo, tunangannya, adik kawannya, dan anak tuan tempat mukimnya di Belanda. Like what? Lalu, ada pula dua laki-laki lain yang turut "berebut" wanita itu
...more
Yanuar Fahmi
Jul 26, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Saran saya, jangan terlalu dalam berekspektasi sebelum membaca novel Student Hidjo ini. Banyak yang termakan ekspektasi terhadap nama Mas Marco dengan background orang buangan di masa Belanda dan keterlibatannya dalam PKI. Juga bila dibandingkan dengan tulisan Mas Marco lainnya, Pergaulan Orang Buangan di Boven Digoel, novel ini terkesan amat apolitis. Memang untuk orang awam, termasuk saya, novel ini hanya terbaca sebatas roman saja. Tapi bila dipahami lebih dalam, ada poin-poin yang berusaha M ...more
Stefani Lestari
Dec 09, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Alih-alih novel, sebenarnya ini cerbung (cerita bersambung). Namun memang panjang sekali sehingga ketika dibukukan menjadi berbentuk novel. Novel ini dimuat dalam surat kabar pada masa pergerakan, sehingga banyak unsur partai dan pemerintahan dalam negeri yang terkandung dalam novel ini. Apabila dikaji menggunakan sosiologi sastra, novel ini menjadi sangat-sangat menarik.

Novel ini mengangkat tema pergerakan, gender, dan etnisitas. Yang menarik dari novel ini adalah naa karakternya yang adalah Hi
...more
Ariefiandi Firman
Menceritakan tentang kehidupan salah satu laki laki pribumi pada jaman penjajahan Belanda di Indonesia (Hindia Belanda) yang sangat memegang teguh budaya dan prinsip prinsip budaya timur, sampai akhirnya dia pindah ke Belanda untuk melanjutkan pendidikannya.

Segala sesuatu berubah; mulai dari kehidupannya di Belanda itu sendiri hingga segala sesuatu yang berkaitan dengan lingkungan keluarganya di Hindia Belanda. Buku yang cukup menarik, dengan membacanya bisa memberi kita bayangan pada apa yang t
...more
Dy Murwaningrum
Mar 06, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Membaca buku ini tidak butuh waktu lama, keren dan sederhana.

Pada masanya buku ini pasti sangat keren dan bikin gempar. Mengingat buku ini terbit pertama tahun 1918, saat Indonesia masih terjajah. Menyindir penjajah dengan mengungkapkan kenyataan perilaku orang-orang terpelajar dari negeri Belanda saat itu tentu membuat masalah besar. Sebuah keberanian.

Bahasa yang digunakan ringan, ceritanya sangat seserhana sebuah kisah percintaan antar warna... Tokoh-tokoh menggunakan nama-nama warna. Bagaima
...more
Hera Diani
Aug 03, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Buku ini...menggemaskan :) Gaya bahasa, karakterisasinya (meski simplistik) sungguh membuat gemas dan terhibur. Jangan bayangin seperti sastra perlawanan ala Pram, ini lebih tentang kisah percintaan sederhana Mas Boy pada awal abad 20. Kalau sekarang dibuat film, sutradaranya mesti Sofia Coppola ini :)
Nini
Jun 15, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Dari segi cerita dan penulisan, mungkin bukan yang terbaik. Kisah cintanya bisa dibilang sangat cheesy. Tapi, buku ini penting untuk dibaca, memberikan gambaran bagaiamana kehdiupan masa kolonial dan interaksi antara Hindia dan Belanda.
Bintang Ramasalsa
Jun 24, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
Cerita sangat menggambar indonesia tempo dulu🌊🌊
Wahyu Awaludin
Aug 07, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
bukan masalah di ceritanya. masalahnya adalah buku ini termasuk salah satu buku penting di Indonesia. Jadi kamu harus baca
Dimaz Sadewa
Oct 14, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
I've read this masterpiece and this become my turning point, i never been the same.
Intan Gustiarti
Jun 29, 2018 rated it really liked it  ·  review of another edition
Novel kehidupan percintaan dan perjodohan Tempo Doeloe yang teramat sederhana namun mampu menghadirkan pada bayangan pembacanya, akan zaman yang telah lampau itu.
Azia
Aug 22, 2012 rated it it was ok
Setelah Hidjo tamat sekolah HBS, Ayahnya Raden Potronojo mengirim Hidjo belajar ke Belanda untuk menjadi insinyur. Ibunda Hidjo, Raden Nganten Potronojo, khawatir anak satu-satunya nanti akan terjebak dengan pergaulan bebas di Eropa. Hidjo dikenal anak yang berperilaku baik, tidak banyak bicara, kutu buku, dan pendengar yang baik. Hidjo telah bertunangan dengan Raden Ajeng Biroe. Mereka masih ada hubungan keluarga dan dari kecil sudah dijodohkan. Selama 7 tahun mereka akan berpisah, Raden Ajeng ...more
Reisa
May 03, 2016 rated it liked it
Shelves: novel, indonesia
Geli dengan deskripsi yang menggunakan harga untuk menggambarkan keindahan (...subang-nya Raden Ajeng Biroe yang harganya f. 2000 turut menerangi Sriwedari; ...kain Solo seharga f. 40 juga tidak kalah baiknya dengan sarung yang dipakai....). Jadi ingat paragraf dari novel The Little Prince :

If you were to say to the grown-ups: "I saw a beautiful house made of rosy brick, with geraniums in the windows and doves on the roof," they would not be able to get any idea of that house at all. You would h
...more
Fahmi Arfiandi
...Waktu ini, orang seperti saya masih dipandang rendah oleh orang-orang yang menjadi pegawai Gouvernement. Kadang-kadang saudara kita sendiri, yang juga turut menjadi pegawai Gouvernement, dia tidak mau kumpul dengan kita. Sebab dia pikir derajatnya lebih tinggi daripada kita yang hanya menjadi saudagar atau petani. maksud saya mengirimkan Hidjo ke Belanda, tidak lain supaya orang-orang yang merendahkan kita bisa mengerti bahwa manusia itu sama saja sama (SH: 3)...

pada jaman kolonial belanda no
...more
Kat
Sep 29, 2018 rated it it was ok  ·  review of another edition
Shelves: 2018-reads
In terms of literary value, this book offers very little, but it gives an interesting glimpse into the life of the contemporary Javanese priyayi and the rising new nobility, as well as their ambivalence toward the Dutch and the Dutch culture. It also puts a ground-breaking perspective on Dutch colonialism, especially considering the context in which it was written.

2019: Re-reading for my Indonesian Literature class. Hated Hidjo even more. What a fuckboy. However, re-reading it with a better know
...more
Syafiqah
My third time reading this, but there's always something (or rather, a lot of things) to talk/write about this book.

As a novelette - as modern novelettes go - this isn't particularly outstanding. The plotline is nothing special; the main character Hidjo disappears for a large part of the book. But the moment you get to Chapter XVII, that's when you know that this was a socio-political critique disguised as a novel.

That aside, this time around I was intrigued by the description of the atmosphere
...more
Setyo Tri Windrasmara
Sejak pertama kali mendengar nama Mas Marco Kartodikromo di buku Jejak Langkah, nama Beliau yang relatif unik ini selalu menggelitik kepala saya. Hingga akhirnya saya menemukan cetakan ulang buku 'Student Hidjo'-nya ini di Festival Kesenian Yogyakarta bulan kemarin. Namun sayang, ternyata kisah yang tertuang di dalam buku ini tidak seapik yang saya harapkan. Buku ini berani dan influental, jelas, bila dilihat dalam konteks zaman penulisannya. Tetapi, dangkalnya kualitas cerita yang ditawarkan da ...more
Truly
Nov 23, 2008 rated it really liked it  ·  review of another edition
Dibaca ulang dalam rangka meraikan Festival Sastra Solo

http://trulyrudiono.blogspot.com/2014...

Tapi yang paling membuat saya resah justru adalah kegiatan merokok yang dilakukan keduanya. Pada salah satu film yang pernah diputar oleh ILUNI FKUI beberapa waktu yang lalu, terlihat bahwa anak-anak pun sudah diajar untuk merokok meski hanya sekedarnya. Merokok merupakan salah satu bentuk penjajahan. Dengan merokok diharapkan mereka akan menjadi terikat, nyandu rokok sehingga demi sebatang rokok merek
...more
Ivan
Keren..
Menceritakan Hidjo yang kuliah di Belanda dan kisah percintaannya dengan biru, wungu dan betje..
Diceritakan dengan seting Hindia Belanda pada awal abad 20. Dan hebatnya lagi novel ini dulunya merupakan korban dari penyisihan karya karena hegemoni dari balai pustaka yang kita tahu merupakan perpanjangan tangan dari Belanda untuk tetap menguasai Indonesia pada awal kemerdekaan.
Walau alurnya standard, tetapi perjuangan dan harga diri Indonesia yang ditanamkan sejak awal novel bisa menggugah
...more
Eka Putri
Feb 19, 2016 rated it really liked it  ·  review of another edition
Student hidjo merupakan novel tahun 20an. Makanya jangan heran ketika membacanya ejaan hurufnya masih ejaan yang lama. Cerita yang diangkatnya menarik, walaupun sedikit ada kendala saat membacanya. Dari novel ini kita bisa melihat bagaimana budaya barat mempengaruhi pribumi, dan bagaimana hibriditas yang dilakukan oleh para pribumi ini. Menurutku terdapat ambivalensi dalam novel ini, semacam cinta namun benci. Tentu saja konteks yg aku maksud ini tentang budaya baratnya itu.
Samhan
Nov 10, 2016 rated it liked it
Student Hidjo | Mas Marco Kartodikromo | 140 halaman | Cet. Pertama 2010 | Penerbit Narasi

Mengisahkan tentang perjodohan dan percintaan Hidjo, anak saudagar dari solo yang akan sekolah insinyur di Negeri Belanda.
Membaca novel ini maka tidak bisa dipisahkan dengan konteks sosial masyarakat pada saat cerita ini ditulis di tahun 1918. Mempertanyakan persamaan kedudukan sosial masyarakat Hindia Belanda saat itu.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Kubah
  • Berjuang dan Dibuang (Untuk Negeriku, #2)
  • Biola Tak Berdawai
  • Keluarga Gerilya: Kisah Keluarga Manusia dalam Tiga Hari-Tiga Malam
  • Garis Tepi Seorang Lesbian
  • Dian Yang Tak Kunjung Padam
  • Ziarah: Sebuah Novel
  • Tarian Bumi
  • The History of Java
  • Olenka
  • Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat Di Jawa 1912 - 1926
  • Sumatera Tempo Doeloe: Dari Marco Polo sampai Tan Malaka
  • Sejarah Sumatra
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Pulang
  • Evergreen
  • Musso: Si Merah di Simpang Republik
  • Aku, Buku dan Sepotong Sajak Cinta
See similar books…
Marco Kartodikromo was a journalist and also Indonesia independent activist, who makes him several times detained in the colonial era. All his works were created in prison, such as Student Hijo.

He also founder of Inlandsche Journalisten Bond, a journalist group on 1914. He became a student of Tirto Adhi Soerjo, another avant-garda journalist in that era.

He died in exile at Boven Digoel on 1935.

Bib
...more
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Didik rakyat dengan pergerakan, didik penguasa dengan perlawanan” 8 likes
More quotes…