Sinta Yudisia


Born
in Yogyakarta, Indonesia
February 18, 1974

Website

Twitter

Genre


Penulis asal daerah poci Tegal ini, punya nama lengkap Sinta Yudisia Wisudanti. Penulis pernah kuliah di STAN Jakarta sampai tingkat II, mengaku aktivitas tulis menulisnya sebagai bentuk penyaluran dari hobinya berkorespondensi dan membaca. Tak heran kalau tulisan-tulisan fiksinya sangat beragam mulai melodrama, komedi, science fiction, historical fiction, sampai cerita-cerita perjuangan dengan latar dalam dan luar negeri yang kerap menghiasi berbagai media cetak, terutama majalah Annida.

Average rating: 3.74 · 1,703 ratings · 312 reviews · 37 distinct worksSimilar authors
The Road to the Empire: Kis...

4.12 avg rating — 294 ratings — published 2008
Rate this book
Clear rating
Takhta Awan

4.27 avg rating — 84 ratings — published 2011
Rate this book
Clear rating
Existere

3.72 avg rating — 95 ratings — published 2010
Rate this book
Clear rating
Rinai

4.01 avg rating — 85 ratings — published 2012
Rate this book
Clear rating
Bulan Nararya

3.99 avg rating — 85 ratings — published 2014
Rate this book
Clear rating
Sebuah Janji

3.94 avg rating — 68 ratings — published 2004
Rate this book
Clear rating
Lafaz Cinta: Serpih-serpih ...

3.23 avg rating — 82 ratings — published 2007 — 2 editions
Rate this book
Clear rating
Reinkarnasi

3.64 avg rating — 66 ratings — published 2009
Rate this book
Clear rating
Rose

3.88 avg rating — 58 ratings
Rate this book
Clear rating
The Lost Prince

3.73 avg rating — 44 ratings — published 2007
Rate this book
Clear rating
More books by Sinta Yudisia…
The Road to the Empire: Kis... Takhta Awan
(2 books)
by
4.16 avg rating — 378 ratings

Upcoming Events

No scheduled events. Add an event.

“Tuhan ternyata tidak pernah melupakan doa-doa. Bahkan ketika manusia sudah melupakan apa yang pernah dimintanya”
Sinta Yudisia, Rose

“tak seterusnya dunia berputar seperti yang kita kehendaki.. manusia sering salah memilih, maka mintalah padaNya yang terbaik (Lafaz Cinta - Sinta Yudisia)”
Sinta Yudisia

“hanya pemuda sederhana. Yang kecemerlangannya muncul lewat senandung yang ia hafalkan, terlihat dalam cahaya yang terpancarkan dari sepasang mata. Kecemerlangan yang terlihat bagai matahari perlahan muncul, atau menghilang di kaki langit”
Sinta Yudisia, Rinai
tags: cinta



Is this you? Let us know. If not, help out and invite Sinta to Goodreads.