Tia Setiawati's Blog, page 816
December 8, 2012
Kirimi (Lagi) Aku Bunga Mawar
Kamu tak ada lagi,
di setiap malam Minggu,
seperti beberapa tahun lalu.
Kamu pun tak ada lagi,
di setiap aku berusaha mencari-cari perhatian kecilmu,
dengan sedikit suara ketus dan bibir yang maju sedikit ke depan.
Kamu tak ada lagi, Tuan.
Maka, ketika nanti kita bertemu lagi,
bolehkah aku meminta pengabulan atas satu permintaan?
Kirimi lagi aku satu atau beberapa kuntum bunga mawar.
Tangerang, 9 Desember 2012
- Tia Setiawati Priatna
December 7, 2012
Dear Followers
Hai, selamat malam kalian semua.
Ini bukan postingan puisi atau sajak seperti biasanya. Ini hanya sebuah permintaan khusus dari saya.
Saya sangat senang dan terkejut dengan banyaknya surat dan pertanyaan yang masuk ke inbox blog ini dari kalian. Sepertinya setiap saya membuka Dashboard Tumbr ini, halaman itulah yang saya cek pertama kali (walau jawaban dari saya selalu saya post di akhir kali saya update Tumblr ini).
Nah, terkait dengan itu, saya ingin memohon kesediaan kalian, untuk mengikuti tata cara bertanya yang saya harapkan dapat memudahkan saya dalam menjawab semua pertanyaan kalian. Kurang lebih seperti ini.
1.
Jika kalian menghendaki saya menjawab pertanyaan kalian dengan membuat postingan baru, seperti ini :
tolong hindari bertanya dengan cara mengklik icon amplop, seperti icon ini.
Karena kalau kalian bertanya dengan mengklik icon amplop itu, hasilnya (setelah saya olah dan saya jawab dengan membuat postingan baru) akan seperti ini :
Mungkin lebih bagus ya terlihatnya? Hanya saja, itu membutuhkan waktu lebih lama dan agak merepotkan, hehe. Terlebih jika pertanyaan kalian panjang, agak sulit mengaturnya. :)
2.
Selanjutnya, berhubungan erat dengan nomor 1, sebaiknya kalian cukup klik pada tulisan ‘ask’, seperti yang ada di sebelah kanan ketika kalian mampir ke blog saya ini.
Semoga postingan ini tidak terkesan norak atau mengganggu pemandangan Dashboard kalian ya.
Selamat menikmati puisi! :)
- Tia Setiawati Priatna
Sebuah Surat dari renydesvita
tia :)
aku suka baca yang menjadi pikiran mu itu,
ohya tia, bisakah aku sedikit cerita mengenai masalah ku? aku ingin tahu pendapatmu.
aku jadian dengan seorang cowok melalui bbm, lalu pacaran dan intens komunikasi. alasannya dia di jogja dan aku dipalembang, tpi aku sudah mengenal dia cukup lama. hubungan kami berjalan sampai ketika dua bulan terakhir ini dia berhenti menghubungi ku, dan dia menghilang. aku berharap kmu mengerti walaupun tidak kuceritakan keseluruhannya. aku merasa aku belum diputusi, karena dia belum bilang apa-apa.
kalau kmu tanya apa aku sudah menghubunginya terlebih dahulu? sudah, bbrp hari yg lalu aku mengambil keputusan untuk bertahan, tpi beberapa jam yg lalu aku memutuskan untuk meninggalkan.
sebaiknya apa yang harus kulakukan?sementara hatiku masih ada sama dia. terimakasih sudah mau membaca dan jika nanti dibalas.
Dari : renydesvita
Hai, renydesvita.
Maafkan, aku akhirnya memilih cara ini untuk membalas suratmu. Terlalu panjang untuk memakai metode membuatnya-menjadi-sebuah-file-jpg, hehe :)
Jangan tersinggung ya, aku hanya ingin bertanya satu pertanyaan awal saja.
‘Apa yang kau harapkan dari sebuah hubungan seperti jenis hubunganmu?’
Karena walaupun kita semua tahu, cinta sejati tidak mengenal jarak jauh, ataupun keseringan pertemuan, dan hal-hal klasik lainnya, tetap saja, hubungan yang baik harus juga berlangsung dengan baik.
Dan yang dilakukan pria yang kau ceritakan ini, tidak termasuk ke dalam kategori baik menurutku.
Semoga jawaban sederhana ini sudah jelas ya.
Dan terkait dengan pertanyaan terakhir darimu, aku tidak akan mendikte apa yang harus kau lakukan selanjutnya. Hanya saja, jika aku menjadi kamu, aku akan menetapkan sikapku dan tetap pada keputusan awal, yang kurasa sudah benar.
Selamat malam :)
- Tia Setiawati Priatna
December 6, 2012
"Terlalu banyak hal yang berubah setelah lama kau tinggalkan. Kurasa, kau pun tidak bisa lagi..."
- Tia Setiawati Priatna
"Akan menjadi kurang cantik seorang wanita, jika tidak mampu menjaga lisannya."
- Tia Setiawati Priatna
"Memutuskan untuk bertahan itu tidak boleh setengah-setengah. Sama seperti memutuskan untuk..."
-
Jika tidak, akan ada yang lebih sakit hati, nanti.
- Tia Setiawati Priatna
"Sudah saling merindukan, sudah saling mencintai. Karunia dan kasih Tuhan mana lagi yang kau dustai?"
- Tia Setiawati Priatna
"Suatu hari nanti, akan ada saat di mana kau akan tiba-tiba tersadar bahwa waktumu tidak lama lagi...."
-
Jadi, mengapa tidak dilakukan dari sekarang?
- Tia Setiawati Priatna
"Tanda seseorang itu peduli pada kita adalah : satu; dia pasti bertanya, dua; dia melakukan..."
-
Seharusnya sih begitu, seharusnya.
- Tia Setiawati Priatna
"Tidak perlu banyak bertanya ‘diakah jodoh saya?’. Sebenarnya sederhana, jika Tuhan..."
- Tia Setiawati Priatna


