Tia Setiawati's Blog, page 813

December 14, 2012

Jika hujan kau anggap sebagai lambang kesedihan, apakah kemarau...



Jika hujan kau anggap sebagai lambang kesedihan,
apakah kemarau kau anggap sebagai lambang kebahagiaan?


Kurasa tidak begitu, Tuan. 


- Tia Setiawati Priatna

 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 14, 2012 01:22

Sekarang, di luar sedang hujan.
Kamu, jangan menangis...



Sekarang, di luar sedang hujan.


Kamu, jangan menangis sendirian. 


- Tia Setiawati Priatna

 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 14, 2012 01:16

Cinta itu bukan hujan, Tuan. Cinta lebih sering datang tanpa...



Cinta itu bukan hujan, Tuan. Cinta lebih sering datang tanpa didahului salam.


- Tia Setiawati Priatna

 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 14, 2012 01:15

"Pada kesepian-kesepian yang entah sudah sesering apa, aku menunggu tanda darimu, Tuhan. Untuk..."

“Pada kesepian-kesepian yang entah sudah sesering apa, aku menunggu tanda darimu, Tuhan. Untuk membuatku ‘tertidur’ karena merasa kelelahan.”

-

Siapa yang bilang menunggu tidak berbatas waktu, Nona?


- Tia Setiawati Priatna

 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 14, 2012 01:12

"Ketika cinta sudah tidak di tempatnya, kita; entah ada di mana."

“Ketika cinta sudah tidak di tempatnya, kita; entah ada di mana.”

- Tia Setiawati Priatna
 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 14, 2012 01:02

December 13, 2012

"Tak menghubungi bukan berarti tak mengingat. Hal itu bisa saja hanya diganti dengan mendoakan, yang..."

“Tak menghubungi bukan berarti tak mengingat. Hal itu bisa saja hanya diganti dengan mendoakan, yang tidak pernah kamu tahu waktunya kapan.”

- Tia Setiawati Priatna
 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 13, 2012 19:35

Gemintang memang tak mendengar. Namun mereka memberi sinarnya,...



Gemintang memang tak mendengar.
Namun mereka memberi sinarnya, sampai gelapmu benderang.


Seperti itu mungkin, aku dalam hidupmu.


- Tia Setiawati Priatna

 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 13, 2012 19:33

"Kamu tetaplah rahasia terbesar bagiku. Begitupun dengan cinta; masih rahasia bagi kita."

“Kamu tetaplah rahasia terbesar bagiku. Begitupun dengan cinta; masih rahasia bagi kita.”

- Tia Setiawati Priatna
 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 13, 2012 19:31

"Suatu hari, di suatu tempat, aku akan menggenggam tangan seseorang tak terlalu erat. Tak ada lagi..."

“Suatu hari, di suatu tempat, aku akan menggenggam tangan seseorang tak terlalu erat. Tak ada lagi perasaan takut kehilangan yang begitu kuat.”

-

Karena aku percaya, jika dua orang sudah berjodoh, mereka akan (pasti) selalu dekat.


- Tia Setiawati Priatna

 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 13, 2012 19:30

Memang harus (ikhlas) diterima, bahwa ada beberapa orang yang...



Memang harus (ikhlas) diterima,
bahwa ada beberapa orang yang dapat tinggal selamanya di hati kita,


tapi sayangnya tidak di hidup kita. 


- Tia Setiawati Priatna

 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on December 13, 2012 19:28