Tia Setiawati's Blog, page 812
December 16, 2012
Hai, defikaaufa. Salam kenal juga ya.
It’s ok, dengan cara...

Hai, defikaaufa. Salam kenal juga ya.
It’s ok, dengan cara apapun, aku akan berusaha membalas setiap surat yang masuk ke inbox blog ini. :)
Definisi jodoh ya?
Aku tidak pandai mendefinisikan segala hal terkait cinta. Jadi mari kujelaskan dengan cerita singkat saja.
Ketika kau sempat bertemu dan mengenal seseorang, lalu jatuh cinta, dan kemudian patah hati sampai rasanya tidak akan mungkin disatukan Tuhan dengan dia lagi (karena segala sesuatu -begitu juga cinta- tidak selalu berjalan seperti maumu), kau pun serta merta tahu (dengan sesadar-sadarnya akal dan pikiran) bahwa dia bukan jodohmu.
Lalu, suatu hari, entah bagaimana cara Tuhan, Dia mempertemukan kalian kembali. Dengan jalan yang berkelok-kelok, dengan segala kesulitan dan kesempatan yang disamarkan sebagai rintangan, kalian bertemu kembali.
Dan saat itu, hatimu mengucap tanya yang begitu penuh harap :
‘Diakah jodohku, Tuhan?’
Tuhan menjawab :
‘Ya, dia jodohmu. Yang kupersiapkan dari awal, untuk mendampingi dan melengkapi hidupmu.
Dan Tuhan senantiasa menjawab tanyamu dengan sederhana : keyakinan hatimu atas dia.
Kurasa, seperti itulah jodoh.
:)
salam kenal tia~ gimana ya jika saya mahu mendapatkan buku2 kamu itu disekitar Malaysia ini? bait2 sajak yang kamu puitiskan bener2 menusuk hati saya. (:
Hai, whenthesunsmile.
Sebenarnya sepuluh eksemplar buku karenapuisiituindah sudah sold out di malaysia. Saat ini, saya sedang mencari cara yang tidak terlalu memberatkan pembeli di Malaysia, agar buku itu dapat sampai di sana.
Untuk selanjutnya, bagaimana jika kamu beremail ke karenapuisiituindah@yahoo.com?
I meet you there. Salam :)
Pohon Natal Untuk Purnama
Lihat, Purnama!
Salju turun lambat-lambat di depan halaman rumah.
Turun dengan indahnya,
sampai kita tak mampu berhenti tertawa.
Aku tahu,
ada kasih Tuhan pada setiap putih gumpalannya.
Kau pernah mengatakan, kau tak suka pohon natal.
‘Terlalu ramai’, katamu.
Ah, Purnama.
Itulah makna kasih Tuhan.
Karena sesepi apapun duniamu,
bukankah selalu ada Dia yang setia memelukmu?
Tuhan ada,
bahkan di tempat yang paling tak kau sangka-sangka.
Ia bahkan ada di dalam hatimu,
walau kau sempat meragukannya.
Maka lihatlah ke depan halaman rumahmu sekali lagi, Purnama.
Salju masih turun lambat-lambat.
: Mereka ingin kau peluk kasih Tuhan erat-erat.
Tangerang, 3 Desember 2012
Tia Setiawati Priatna
Catatan :
Saya seorang muslim, dan puisi ini dibuat untuk dimuat dalam sebuah majalah remaja dalam menyambut Hari Raya Natal (dan Tahun Baru 2013).
:)
December 15, 2012
"Pada akhirnya, mereka yang melepaskan dengan alasan ‘mencari yang lebih baik’, akan..."
-
Karena di atas langit masih ada langit, apakah kau akan menghabiskan seluruh waktu dalam hidupmu mencoba menggapai langit tertinggi? Ah, itu sungguh tempat Tuhan.
- Tia Setiawati Priatna
"Orang-orang yang fokus itu tidak akan sibuk mengurusi urusan orang lain, apalagi urusan yang sama..."
-
Kalau kamu merasa sudah sangat fokus namun masih sibuk mengurusi urusan orang lain, mungkin definisi ‘sibuk’ kita berbeda.
- Tia Setiawati Priatna
"Biasanya, saya memiliki tipe pria yang akan saya jadikan teman hidup saya. Namun ketika saya jatuh..."
- Tia Setiawati Priatna
"Jadi, kamu sedang berbalik arah? Ah, barangkali kehidupan di belakang lebih indah."
-
Tapi masa lalu adalah tetap masa lalu.
- Tia Setiawati Priatna
Artinya Sama Saja
Saya : Tentu boleh (dan wajar), hanya saja yang biasanya jatuh ke lubang yang sama itu kerbau. Atau kalau kamu lebih suka menyebutnya keledai, tak mengapa. Artinya sama saja.
Sebuah percakapan di dalam kepala.
Terjadi di suatu sore, 15 Desember 2012.
- Tia Setiawati Priatna
"Mereka yang menganggap remeh cinta, mungkin hanya belum merasakan kekuatannya langsung pada diri..."
-
Cinta seharusnya tak selemah itu.
- Tia Setiawati Priatna
"Biarkan kata hati menuntunmu. Kalau kau belum mampu mendengarkan, bersabarlah."
-
Mungkin ia sedang berbisik saat itu.
- Tia Setiawati Priatna


