Tia Setiawati's Blog, page 12
April 18, 2019
Siap menang. Siap kalah.
Siap berlari. Siap terjatuh.
Siap...

Siap menang. Siap kalah.
Siap berlari. Siap terjatuh.
Siap mencintai. Siap sakit hati.
Kita diharuskan siap dalam segala keadaan. Tapi siapa yang bisa jamin, kita semua benar-benar siap? Tidak ada. Kita hanya berusaha siap dan bersiap untuk siap, beberapa orang bahkan hanya berpura-pura siap.
.
.
.
#tiasetiawati (at KSL Hotel & Resort Johor Bahru)
https://www.instagram.com/p/BwazeHyF7rY/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1l047xbjpgk3k
April 14, 2019
Ia memang sedang berlari dari masa lalunya. Namun, bukan berarti...

Ia memang sedang berlari dari masa lalunya. Namun, bukan berarti ia menujumu. Bukan berarti kau yang ada di masa depannya (atau yang ia harapkan ada di masa depannya).
.
.
.
#tiasetiawati (at Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta International Airport Gate 5)
https://www.instagram.com/p/BwO_KMrlVX3/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1mwr0zwokq1u6
April 4, 2019
Begitulah seharusnya kau menganggap seseorang yang sudah banyak...

Begitulah seharusnya kau menganggap seseorang yang sudah banyak berkorban untukmu dan mencintaimu sepenuh hatinya. Agar tidak ada sesal, saat tiba-tiba ia tidak lagi ada.
.
.
.
#tiasetiawati (at Batam, Riau, Indonesia)
https://www.instagram.com/p/Bv1R3GuDHxn/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1fhycc36t7ame
April 1, 2019
“Jarak jauh ataupun dekat, rinduku padamu tak pernah...

“Jarak jauh ataupun dekat, rinduku padamu tak pernah istirahat.”
(Pertama kali ditulis di Twitter, 18 Juni 2013).
.
.
.
#tiasetiawati (at Anchor Cafe & Roastery)
https://www.instagram.com/p/BvvktW5DpJU/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=18enz7bv5090v
March 31, 2019
Kita lebih butuh seorang teman yang mampu membaikkan,...

Kita lebih butuh seorang teman yang mampu membaikkan, dibandingkan yang melenakan.
#tiasetiawati
https://www.instagram.com/p/Bvs0vw_j8Yj/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=12ooso0l5mzxd
March 30, 2019
Tidak semua orang yang berpikiran salah tentangmu, harus kamu...

Tidak semua orang yang berpikiran salah tentangmu, harus kamu pusingkan. Lalu jadi ribut buat klarifikasi segala macam.
Karena hidup itu ya seperti itu. Tidak semua orang sayang dan peduli padamu. Mereka hanya suka ribut dan mengumbar aib yang lain.
Jadi, buat apa sibuk yang seperti itu? Mari pentingkan yang penting saja dan hempaskan yang tidak.
March 28, 2019
“Mereka yang tidak bersyukur, besar kemungkinan akan lupa...

“Mereka yang tidak bersyukur, besar kemungkinan akan lupa bagaimana mudah dan sederhananya berbahagia. Atau setidaknya, memilih untuk berbahagia.”
-
Kita pernah berada dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Tentu saja, manusia adalah tempatnya ketidaksempurnaan. Kita pernah berduka karena ditinggalkan. Kita pernah bersedih karena disakiti. Kita pernah kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kita mau. Kita pun pernah merasa jadi manusia paling malang di dunia. Hanya karena kita menganggap dunia ini tempat yang tidak layak huni. Dan yang terburuk, pernah terlintas di pikiran kita, bahwa Tuhan tidak adil. Ia hanya menyayangi segelintir orang, bukan semuanya.
Seandainya kita sempat bertanya pada diri sendiri, beberapa pertanyaan ini.
“Pernahkah aku menghitung berapa banyak oksigen yang kuhirup setiap harinya? Pernahkah aku menghitung berapa kali kulitku disinari mentari dan sisi yang mana saja? Pernahkah aku mau sibuk menghitung rintik hujan yang jatuh sekitarku? Pernahkah aku hendak menghitung butir beras yang masuk dalam mulutku dan menjadi energi untuk tubuhku? Pernahkah aku menghitung banyaknya cinta yang kuterima selama aku hidup di dunia? Pernahkah aku menghitung berapa banyak sentuhan sayang kuterima dari kedua orangtua?
Pernahkah, bahkan, aku memikirkan semua pertanyaan-pertanyaan sederhana itu? Pernahkah?”
Karena niscaya, jikalau kita sejenak saja sempat memikirkannya, kita akan menggeleng-gelengkan kepala. Tersadar bahwa selama ini kita sudah terlalu sombong. Tersadar atas fakta bahwa Tuhan Maha Baik, Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Pengasih, Tuhan Maha Pemberi, Tuhan Maha Segalanya.
Maka, lihatlah menggunakan hatimu. Syukuri fakta bahwa kau diberkahi, kau disayangi, kau dilindungi.
Lalu bersyukurlah. Bersyukur karena kau telah mampu bersyukur. Bersyukur karena kau telah tersadarkan.
: Syukur yang lancar, sumber ketenangan batin yang benar.
-
© Tia Setiawati | Palembang, 30 Mei 2017
.
.
.
#tiasetiawati (at Kurnia Djaya Alam (KDA), Batam Center)
https://www.instagram.com/p/BvjPa_gj_kQ/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1d8uqc8c811wd
March 27, 2019
Kalimat seperti ini, (kira-kira) akan kamu berikan untuk...

Kalimat seperti ini, (kira-kira) akan kamu berikan untuk siapa?
.
.
.
#tiasetiawati
https://www.instagram.com/p/BvgtiWJD-Cq/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=aucrx4bh0eqc
March 26, 2019
Tidak ada yang benar-benar baru di dunia ini. Bahkan hati yang...

Tidak ada yang benar-benar baru di dunia ini. Bahkan hati yang untukmu, pernah mencoba sembuh berkali-kali, untuk mencintaimu lagi.
.
.
.
#tiasetiawati (at Singapore)
https://www.instagram.com/p/BvfZUU9FuUQ/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=5un8sklujjsx
March 24, 2019
Mungkin kamu bisa berbahagia dengan hidup yang seolah-olah tidak...

Mungkin kamu bisa berbahagia dengan hidup yang seolah-olah tidak pernah ada sosok di luar sana yang telah kamu sakiti habis-habisan hatinya. Dan pada banyak hal, kamu justru merasa menang.
Tapi, hidup seperti itu, biasanya tidak akan berlangsung lama. Tuhan mengganjar apapun yang kamu lakukan, sesuai dan pas apa adanya.
Bila bersalah, minta maaflah. Bila ada yang tersakiti, minta maaflah. Hubungan manusia dengan manusia, seringkali tidak sesederhana hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
.
.
.
#tiasetiawati
https://www.instagram.com/p/BvaZpwbjGO1/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=17rwxymj0nkw


