Avianti Armand


Born
in Indonesia
July 12, 1969

Twitter

Genre


Avianti Armand adalah seorang penulis, dosen, dan arsitek. Kumpulan puisinya, Perempuan yang Dihapus Namanya (2011), memenangkan Khatulistiwa Literary Award untuk kategori puisi. Buku tersebut merupakan reinterpretasi atas tokoh-tokoh perempuan dalam kitab suci. Avianti telah menulis dua kumpulan cerpen: Negeri Para Peri (2009) dan Kereta Tidur (2011). Cerpennya, "Pada Suatu hari, Ada Ibu dan Radian," terpilih sebagai cerpen terbaik Kompas 2009.

Average rating: 3.82 · 2,105 ratings · 358 reviews · 16 distinct worksSimilar authors
Kereta Tidur

3.78 avg rating — 362 ratings — published 2011 — 2 editions
Rate this book
Clear rating
Buku Tentang Ruang: Kumpula...

3.77 avg rating — 320 ratings — published 2016
Rate this book
Clear rating
Arsitektur Yang Lain: Sebua...

4.23 avg rating — 252 ratings — published 2011
Rate this book
Clear rating
Negeri Para Peri

3.98 avg rating — 243 ratings — published 2009
Rate this book
Clear rating
Perempuan Yang Dihapus Namanya

3.84 avg rating — 227 ratings — published 2010
Rate this book
Clear rating
Museum Masa Kecil

3.66 avg rating — 121 ratings — published 2018
Rate this book
Clear rating
Pada Suatu Hari, Ada Ibu da...

by
3.71 avg rating — 118 ratings — published 2010
Rate this book
Clear rating
Haikk!

by
3.63 avg rating — 35 ratings — published 2008
Rate this book
Clear rating
Arsitektur yang Lain, Sebua...

it was amazing 5.00 avg rating — 1 rating
Rate this book
Clear rating
Perfect & Other Short Stories

by
it was amazing 5.00 avg rating — 1 rating
Rate this book
Clear rating
More books by Avianti Armand…

Upcoming Events

No scheduled events. Add an event.

“aku mencintaimu.
dan itu ternyata menyakitkan.
kamu tidak tahu betapa setiap kali kamu berpaling, aku sangat menderita.
aku seperti orang yang sedang menoreh nadi dan meneteskan darah perlahan-lahan.
semakin lama aku jadi semakin lemah hingga darah habis terkuras.
karena itu aku pergi…
aku harus menjauh darimu.”
Avianti Armand, Negeri Para Peri

“Perjalanan itu, teman,” kata seseorang akhirnya, “akan memakan waktu satu hati saja.”
Avianti Armand, Kereta Tidur
tags: life

“Membaca Kitab Suci buat saya adalah memasuki labirin. Ada ilusi dari sebuah jalan yang lempang dan lurus dengan sebuah 'pusat' - 'akhir yang tertebak, sementara dalam kenyataannya, labirin adalah lorong-lorong sempit. Kita hanya bisa maju atau mundur. Dinding-dinding masif di kanan kiri. Selalu berbelok dan menikung tak terduga.
... Dalam labirin itu, fakta dan fiksi berkait, dunia berkelindan dengan kata-kata. Dan kata-kata tersebut menyajikan semesta yang gumpil - tak utuh, tak sepenuhnya benar, dan menyembunyikan sesuatu yang kita belum tahu.
Kitab suci, seperti juga labirin, bukanlah sebuah peta - proyeksi dua dimensi dari garis dan kurva yang saling bertaut. Peta, hanya sebuah abstraksi, sekumpulan tanda dan legenda yang tak sanggup menggantikan pengalaman. Sementara itu dalam kitab suci, seperti juga labirin, selalu ada misteri yang tidak menuntut untuk dipecahkan, melainkan dialami. Berkali-kali.”
Avianti Armand, Perempuan Yang Dihapus Namanya

Topics Mentioning This Author

topics posts views last activity  
Goodreads Malaysia: Bacaan 2016-Hani Salwah Yaakup 15 62 May 22, 2016 11:46AM  
Goodreads Malaysia: Bacaan Hani 2017 17 45 Jun 05, 2017 10:09AM  


Is this you? Let us know. If not, help out and invite Avianti to Goodreads.